.
.

Download Film Gratis: The Fox Lover + Subtitle Indonesia

Kamis, 12 Juni 2014

Download Film Gratis - The Fox Lover + Subtitle Indonesia


download film gratis the fox lover
Source: HDRip
Released: September 28, 2013
Country: China
Language: Mandarin
Genre: Fantasy | Romance
Director: Niu Chaoyang
Writer: Niu Chaoyang
Starcast: Gillian Chung, Julian Cheung, Kara Hui, and Kenny Kwan











Sinopsis

Diadaptasi dari sebuah cerpen klasik supranatural Pu Songling di Liaozhai Zhiyi. Kisah cinta dramatis antara siluman rubah Willow (Gillian Chung) dengan pemuda dungu Yuan Feng (Julian Cheung).

Berawal dari Yuan Feng yang diajak Ayahnya pergi ke lembah siluman rubah untuk menemui Madam Yu. Yuan Feng disuruh memilih salah satu dari 9 anak Madam Yu untuk dinikahkan dengannya. Dia memilih Willow yang ternyata ia justru tidak menyukainya.

Seiring berjalannya waktu didalam diri Willow tumbuh rasa cinta begitu mendalam hingga ia rela berkorban roh 1000 tahun miliknya demi kesembuhan Yuan Feng. Tapi sungguh tragis, impian cinta sejatinya hilang bersama tewasnya Willow ditangan Iblis Raja Kelelawar.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 04 Menit - 53 Detik
Ukuran: 256 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Grudge Match + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Grudge Match + Subtitle Indonesia


download film gratis grudge match
Source: HDRip
Released: 25 December 2013 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Comedy | Sport
Director: Peter Segal
Writers: Tim Kelleher (screenplay), Rodney Rothman (screenplay)
Starcast: Robert De Niro, Sylvester Stallone, Kim Basinger











Review

Perfilman Hollywood memang paling jago kalau meramu sebuah cerita. Kalau kamu dulu masih ingat peran Sylvester Stallone sebagai petinju dalam film Rocky, dan juga Robert De Niro yang bermain sebagai petinju dalam film Raging Bull. Maka kedua pemain tua itu dipertemukan dalam film Grudge Match untuk saling bertinju.

Mereka berdua diceritakan sebagai petinju yang menjadi musuh satu sama lain semasa mudanya. Ketika mereka sudah tua, karena faktor uang mereka berdua mau lagi untuk naik ke atas ring tinju, untuk bertarung yang terakhir kalinya.

Film yang disutradarai oleh Peter Segal ini adalah film bergenre drama komedi. Jadi bisa dipastikan tidak ada pertarungan keras seperti 2 film mereka sebagai petinju sebelumnya.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Resolusi: 640x354
Durasi: 1 Jam - 53 Menit - 09 Detik
Ukuran: 243 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Outlander + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Outlander + Subtitle Indonesia


download film gratis outlander
Source: BRRip
Released: 19 February 2009 (Singapore)
Country: USA | Germany
Language: English | Norse, Old | Latin
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Howard McCain
Writers: Dirk Blackman, Howard McCain
Starcast: Jim Caviezel, Sophia Myles, Ron Perlman












Sinopsis

Film Outlander ini adalah sebuah film yang cukup unik karena menggabungkan 2 unsur yang sangat bertentangan, yaitu unsur peradaban kuno dan peradaban modern. Disutradarai oleh Howard McCain dan dibintangi oleh James Caviezel.

Kainan, seorang manusia dari luar angkasa, jatuh ke bumi pada masa kerajaan Viking di tahun 709. Dia mulai mempelajari bahasa dan budaya planet itu dengan menggunakan mesin penterjemah. Seekor alien predator yang ikut serta dengannya terlepas di bumi dan mulai meneror bangsa Viking di daerah Herot, Norwegia.

Saat mengejar monster itu, dia menemukan sebuah desa yang sudah dihancurkan, dia ditangkap oleh pendekar Wulfric, yang percaya bahwa dialah yang membunuh orang-orang di desa itu. Pada akhirnya, Kainan harus memimpin bangsa Viking untuk membunuh alien tersebut menggunakan teknologi bangsanya yang digabungkan dengan keahlian bangsa Viking dalam membuat pedang.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 54 Menit - 57 Detik
Ukuran: 245 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia

Senin, 09 Juni 2014

Download Film Gratis - Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia


downlload film gratis mutant chronicles
Source: BRRip
Released: 10 October 2008 (UK)
Country: USA | UK
Language: English
Genre: Action | Adventure | Horror | Sci Fi
Director: Simon Hunter
Writer: Philip Eisner
Starcast: Thomas Jane, Ron Perlman, Devon Aoki












Sinopsis

Tahun 2707, Semua sumber daya bumi telah habis dikonsumsi manusia dan kekuasaan berada di tangan empat perusahaan besar yang menguasai seluruh dunia. Keempat perusahaan tersebut selalu berperang satu dengan yang lain untuk berebut wilayah. Dalam sebuah peperangan, secara tidak sengaja para tentara dari perusahaan besar tersebut membuka sebuah segel yang sebenarnya mengunci The Machine yang berencana mengubah seluruh manusia menjadi mutant. The Machine datang dari luar angkasa dengan tujuan yang sama berabad sebelumnya namun berhasil dikalahkan dan dikunci.

Makin lama, penduduk dunia banyak yang berubah menjadi monster yang mengerikan. Jari mereka berubah meruncing, dan tidak memiliki rasa takut menghadapi senjata apapun. Dengan adanya ancaman baru tersebut, manusia harus meninggalkan bumi supaya tidak musnah. Tetapi waktu untuk mengevakuasi seluruh manusia ke planet terdekat yang bisa dihuni tidak mencukupi. Akhirnya Brother Samuel (Ron Perlman), pemimpin aliran kepercayaan yang mengetahui seluk beluk manusia mutant menawarkan sebuah misi penghancuran mesin pembuat mutant. Brother Samuel mengumpulkan beberapa tentara untuk menjalankan misi tersebut.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 27 Detik
Ukuran: 245mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Downlad Film Gratis: Joy Ride 3 + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Joy Ride 3 + Subtitle Indonesia


downlload film gratis joy ride 3
Source: WEB-DL
Released: 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Horror | Slasher | Thriller
Director: Declan O'Brien
Writer: Declan O'Brien
Starcast: Kirsten Prout, Ben Hollingsworth, Ken Kirzinger 












Sinopsis

Rusty Nail is back on the road again looking to punish injustice at every turn - and this time it's with a group of hotheaded street racers on their way to the Road Rally 1000. As they drive through a desolate shortcut on the way to the race, an encounter with Rusty turns sour and soon he is tracking, teasing and torturing them until the end of the road.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 53 Detik
Ukuran: 208 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Running Scared + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Running Scared + Subtitle Indonesia


download film gratis running scared
Source: BRRip
Released: 24 February 2006 (USA)
Country: Germany | USA
Languag: English | Russian
Genre: Action | Crime | Drama | Thriller
Director: Wayne Kramer
Writer: Wayne Kramer
Starcast: Paul Walker, Cameron Bright, Chazz Palminteri












Review

Film karya Wayne Kramer ini menyajikan ketegangan dari awal hingga akhir, dan memberikan sebuah ending yang tak terduga. Film ini memiliki plot yang sangat kompleks, mengingatkan kita pada Pulp Fiction, dan sedikit banyak mengingatkan kompleksitas ala Crash, Amores Perros, dan 21 Grams. Ya,  Kalau suka film action, thriller dengan twist ending, alur cerita yang kompleks, film ini layak untuk Anda.

Joey Gazalle hanyalah seorang pemuda yang bekerja pada Tommy Perello, putera dari seorang bos mafia Italia. Suatu ketika aktivitas kriminal Tommy dkk tak sengaja membawa mereka berhadapan dengan para polisi korup. Dalam keadaan terdesak, Tommy dkk pun menghabisi para polisi korup tersebut. Joey pun diperintahkan untuk memusnahkan pistol yang digunakan oleh Tommy dkk. Namun, sebuah kecerobohan yang dilakukan oleh Joey mengubah segalanya menjadi malapetaka.

Film aksi thriller garapan Wayne Kramer ini dibumbui dengan adegan-adegan kasar atau sadis serta gaya editing dan pengambilan angle kamera yang tak lazim. Terasa sekali bahwa Kramer terinspirasi oleh film-film karya Quentin Tarantino, John Woo, dan Tony Scott. Untuk pemeran utamanya sendiri dipilih Paul Walker. Nama aktor muda ini langsung melejit setelah sukses membintangi Fast and the Furious dan sequelnya.

Sementara itu, Kramer selaku penulis cerita dan sutradara, memang diberi kebebasan bereksperimen dengan film garapannya ini. Alhasil, adegan-adegan aksi yang dipadu dengan visual efek serta angle kamera yang tak biasa banyak ditemui dalam film ini, sayangnya terkadang adegan-adegan tersebut justru membuat kita yang menontonnya menjadi sedikit pusing.

Sebagai sebuah film aksi thriller, Running Scared, memang menawarkan gaya penggarapan yang sedikit berbeda dari segi editing dan angle kamera, kendati begitu rasanya bagi mereka yang suka akan film aksi, gak ada salahnya menyaksikan film ini yang menampilkan cukup banyak adegan baku tembak yang dijamin akan memuaskan para moviegoers, terutama mereka yang nge-fans akan si aktor muda, Paul Walker.

sumber: http://www.exodiac.com/film/review-EMR0000159.htm



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 01 Menit - 34 Detik
Ukuran: 250 mb


Download Subtitle Nya

Downlad Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Mika

Minggu, 08 Juni 2014

Download Film Gratis - Mika


download film gratis mika
Source: DVDRip
Released: 2013
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Drama
Director: Lasja Fauzia
Writers: Indra Herlambang, Mira Santika (screenplay), Indi (novel, Waktu Aku Sama Mika)
Starcast: Vino G. Bastian, Velove Vexia, Framly Daniel, Iszur Muchtar










Review

Semua orang punya hak untuk bahagia, termasuk orang yang mengidap penyakit. Hal itu tertuang dalam sebuah film yang mengawali tahun 2013 ini dari sebuah film bertajuk Mika. Film ini diadaptasi dari novel laris berjudul “Waktu Aku Sama Mika” dan “Karena Cinta Itu Sempurna” karangan Indi.

Sebuah drama cerita yang menampilkan dilema romantisme antara pasangan kekasih yang masing-masing memilki penyakit cukup kronis. Sang pria, Mika (Vino G Bastian) terkena HIV/AIDS, dan sang wanita, Indi (Velove Vexia) terkena penyakit langka skoliosis.

Kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping atau biasa disebut skoliosis bisa terjadi pada siapa saja. Hal itu terjadi karena kebiasaan yang kurang baik baik pada duduk, tidur maupun aktivitas lainnya. Terkadang kita tidak menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan, termasuk tulang belakang. Kisah ini memberi informasi penting karena masih banyak masyarakat yang belum paham akan penyakit skoliosis.

Dalam film hasil produksi Investasi Film Indonesia dan First Media Production yang disutradarai Lasja F. Susatyo, Indi mengalami kelainan tulang yang berbentuk “s” hingga menonjol keluar dengan kemiringan 38 derajat. Sebagai gadis remaja, aktivitasnya menjadi sangat terbatas karena harus mengenakan besi penyangga tubuh (brace) selama 23 jam setiap hari.

Film nya sendiri bercerita tentang Indi, seorang gadis periang yang didiagnosa mengidap penyakit skoliosis ketika di bangku SMP. Sebelum masuk SMA dia berlibur ke Jakarta, dan berkenalan dengan Mika lewat sebuah pertemuan tak terduga. Mereka lalu menjadi teman dekat. Mika yang cuek, seru dan berani selalu punya cara untuk membuat Indi merasa bahagia di tengah siksaan penyakit yang diidapnya.

Indi menutupi hubungannya dengan Mika dari sang ibu (Donna Harun) karena dia tahu ibunya tidak suka dengan Mika yang jauh lebih tua dan bertato. Ketika hubungan mereka semakin dekat, Mika mengungkapkan satu rahasia tentang dirinya, bahwa ia mengidap penyakit AIDS.

Masalah mulai berdatangan ketika kondisi Mika yang semakin lemah dan masa lalunya mulai terungkap. Mika mundur dan meninggalkan Indi dengan penuh pertanyaan. Mika tahu waktunya telah dekat dan tidak mau Indi nanti merasa lebih sakit. Dibalik kesedihan Indi setelah ditinggal Mika, dia tahu bahwa Mika justru membuatnya semakin hidup dan berusaha untuk mengalahkan kondisi kesehatannya.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
Jenis : AVI
Ukuran : 141 mb
Durasi : 1 Jam - 37 Menit - 05 Detik
Source : DVDRip

Download Film Gratis: The Next Three Days + Subtitle Indonesia

Download Film Dewasa - The Next Three Days + Subtitle Indonesia


download film gratis the next three days
Source: BRRip
Released: 19 November 2010 (USA)
Country: USA | France
Language: English
Genre: Crime | Drama | Romance | Thriller
Director: Paul Haggis
Writers: Paul Haggis (screenplay), Fred Cavayé (screenplay)
Starcast: Russell Crowe, Elizabeth Banks, Liam Neeson











Review

Setelah In the Valley of Elah (2007) yang sangat menyentuh namun sepertinya kurang berhasil mendapatkan perhatian yang lebih besar, pemenang dua Academy Awards, Paul Haggis, kembali ke kursi sutradara untuk mengarahkan Russell Crowe dan Elizabeth Banks dalam The Next Three Days. Film ini sendiri merupakan remake dari film Perancis yang menjadi debut penyutradaraan bagi sutradara Fred Cavayé, Pour Elle, yang sempat meraih kesuksesan besar ketika dirilis pada tahun 2008 silam.

The Next Three Days sendiri seperti ingin mempertanyakan kembali mengenai apa yang akan Anda lakukan untuk orang yang Anda cintai, suatu hal yang sepertinya ingin dibuktikan oleh John Brennan (Crowe) kepada istrinya, Lara (Banks), ketika sang istri dipenjara akibat terkena tuduhan telah membunuh bosnya.

John, yang seorang guru, kemudian menghabiskan masa waktu tiga tahun untuk berusaha melakukan segala upaya hukum untuk dapat membuktikan bahwa sang istri tak bersalah. Namun, dalam jangka tiga tahun tersebut, John akhirnya menyadari bahwa kesempatan dirinya untuk dapat membebaskan Lara adalah sama sekali tidak mungkin. John akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang mungkin akan dilakukan setiap suami lainnya ketika istri mereka dipenjara karena tuduhan yang sebenarnya tidak mereka lakukan: berusaha menembus penjara untuk kemudian melarikan sang istri.

John kemudian menghabiskan masa waktu tiga bulan untuk melakukan observasi terhadap lingkungan penjara tempat Lara ditahan. Ia juga berkonsultasi dengan Damon Pennington (Liam Neeson), seorang penulis yang dahulunya popular sebagai seorang narapidana yang selalu berhasil meloloskan diri dari kurungan penjara.

Seperti belum cukup menghadapi hambatan dalam usahanya, John kemudian mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak kepolisian bahwa istrinya akan direlokasi ke penjara lainnya dalam waktu dekat. Kini, John hanya punya waktu tiga hari untuk melaksanakan seluruh rencananya dalam membebaskan sang istri.

Di tangan Paul Haggis, The Next Three Days terasa bagaikan sebuah film thriller yang berjalan terlalu pelan akibat banyaknya detil yang berusaha dimasukkan oleh Hagis di dalam jalan cerita film ini. Beberapa detil tersebut — kebanyakan berfokus pada kepribadian John Brennan ketika ia sedang tidak menyusun rencana besarnya yang sepertinya bahkan tidak terlalu signifikan untuk dimasukkan ke dalam jalan cerita — membuat beberapa bagian The Next Three Days berjalan terlalu lamban untuk disimak. Hal ini pula yang sepertinya membuat The Next Three Days berjalan lebih panjang daripada film aslinya. Ritme perlahan tersebut kemudian berubah pada masa durasi satu jam terakhir film ini.

The Next Three Days yang awalnya seperti sebuah drama yang berfokus pada karakterisasi setiap tokoh yang ada di dalam jalan ceritanya kemudian berubah menjadi sebuah thriller action ketika John Brennan digambarkan sedang berusaha mengeluarkan istrinya dari penjara. Di masa-masa inilah The Next Three Days mencapai masa puncaknya. Dengan menggunakan alur cepat, intensitas ketegangan yang terjaga dengan baik, dan ditambah dengan kemampuan setiap karakter yang terlibat dalam menghidupkan jalan cerita dengan baik, bagian ini sedikit banyak berhasil menghapuskan rasa lelah yang sebelumnya timbul akibat terlalu serius dan perlahannya The Next Three Days berjalan.

Walau jalan ceritanya kadang berjalan menjemukan, namun tak ada yang dapat meragukan performa Russell Crowe di film ini. Seringkali mendapatkan peran sebagai karakter yang heroik, Crowe sekali lagi mampu membuktikan bahwa ia adalah aktor yang brilian dengan keberhasilannya membuat karakter John Brennan menjadi seorang karakter yang membumi dan mudah dipercaya sebagai karakter pria yang dapat ditemukan di mana saja. Kemampuan dramatik Crowe membuat jalan cerita The Next Three Days yang sepertinya tidak terlalu masuk akal untuk benar-benar dapat dilaksanakan di dunia nyata terlihat menjadi cukup meyakinkan untuk diikuti.

Tidak hanya Crowe, Paul Haggis juga mendapatkan barisan pemeran pendukung yang sangat baik dalam melaksanakan tugas mereka. Walau karakter-karakter ini mendapatkan waktu tayang yang jauh lebih sedikit daripada Crowe, namun kehadiran merekalah yang seringkali membuat keefektifan penampilan Crowe menjadi lebih terasa.

Elizabeth Banks mampu menampilkan kemampuan dramanya yang sepertinya semakin sering terasah akhir-akhir ini. Liam Neeson dan Brian Dennehy mendapatkan peran yang lebih minimal lagi, namun keduanya mampu tampil maksimal dalam menghidupkan peran mereka yang singkat.

Sebagai sebuah thriller, Paul Haggis sayangnya terlalu lamban dalam mengolah jalan cerita The Next Three Days. Haggis membutuhkan waktu lebih dari satu jam jalan cerita untuk melakukan karakterisasi yang mendalam terhadap setiap karakter – yang sayangnya, kadang malah terlalu dipenuhi oleh banyak detil yang sebenarnya tidak diperlukan untuk jalan cerita film ini. Ini berakibat buruk dalam menjadikan The Next Three Days cenderung menjadi membosankan.

Haggis, untungnya, mengganti arah penceritaan film ini menjadi sebuah thriller yang berjalan cepat di satu jam akhir dan berhasil meningkatkan kembali intensitas ketegangan yang sedari awal sepertinya melempem. Barisan pemerannya memberikan penampilan yang sangat memuaskan dan untungnya mampu menjadikan The Next Three Days sebagai sebuah film yang tidak begitu mengecewakan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/12/06/review-the-next-three-days-2010/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 13 Menit - 08 Detik
Ukuran: 270 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Edge of Tomorrow + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Edge of Tomorrow + Subtitle Indonesia


download film gratis edge of tomorrow
Source: HDCAM
Released: 6 June 2014 (USA)
Country: USA | Australia
Language: English
Genre: Action | Sci Fi
Director: Doug Liman
Writers: Christopher McQuarrie (screenplay), Jez Butterworth (screenplay)
Starcast: Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton











Review

Biasanya adaptasi Hollywood terhadap materi yang berasal dari luar Amerika seperti komik dan novel dari Jepang atau Korea tidak pernah memuaskan. Kekecewaan tersebut seringkali karena terjadinya perubahan signifikan dalam film yang justru mengurangi kekuatan utama dari sumber cerita tersebut.

Karena itulah saat mendengar Hollywood akan mengadaptasi All You Need is Kill, sebuah light novel (novel Jepang yang mengambil target pasar para remaja) karya Hiroshi Sakurazaka tidak begitu tertarik. Meskipun punya dasar cerita yang cukup menarik yakni tentang seorang prajurit yang terbunuh di medan perang hanya untuk hidup kembali secara terus menerus dan mengulangi peperangan yang sama serta kehadiran berbagai nama besar mulai dari Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton dan Brendan Gleeson.

Film ini juga disutradarai oleh Doug Liman (The Bourne Identity, Mr & Mrs. Smith, Jumper) dan mempunyai Christopher McQuarrie (The Usual Suspects, The Wolverine) sebagai salah satu penulis naskahnya. Sedari pembukanya kita sudah langsung diajak melihat kondisi masa depan dimana Bumi tengah berada dalam ancaman kehancuran akibat kedatangan ras alien bernama Mimic yang berhasil menghancurkan banyak tempat dan membunuh banyak manusia.

Namun disaat harapan seolah sudah menghilang bagi umat manusia, pasukan militer Bumi pada akhirnya berhasil meraih satu kemenangan dalam sebuah pertempuran setelah rangkaian kekalahan yang dialami. Kemenangan itu berhail diraih berkat penggunaan baju mesin tempur yang membuat para tentara bisa memiliki kekuatan luar biasa lengkap dengan persenjataan berat.

Kehadiran Rita Vrataski (Emily Blunt) yang sanggup membunuh ratusan mimics dalam satu kali pertempuran juga menjadikannya simbol peperangan dan memberikan harapan baru bagi umat manusia. Disisi lain, ada Mayor William Cage (Tom Cruise) yang selama ini bertugas untuk mempromosikan peperangan tersebut guna menarik dukungan masyarakat. Tapi diluar dugaan, pada sebuah pertempuran vital ia "dipaksa" oleh Jenderal Brigham (Brendan Gleeson) untuk terjun langsung ke baris depan peperangan.

Cage yang belum pernah mendapat latihan dasar militer apalagi terjun ke medan perang tentu saja tidak bisa berbuat banyak melawan para alien tersebut meski telah memakai baju perang yang canggih. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya ia terbunuh meski sempat menghabisi salah satu alien. Yang mengejutkan, Cage terbangun kembali pada waktu beberapa jam sebelum peperangan terjadi. Hal itu kemudian terjadi secara berulang-ulang dan bagi Cage itu menjadi latihan yang terus membuatnya lebih baik dalam medan perang. Dengan bantuan Rita, Cage kini berusaha mencari cara untuk meraih kemenangan dalam peperangan tersebut.

Sebenarnya Edge of Tomorrow dimulai dengan tidak terlalu meyakinkan. Narasi dengan gaya realistis yang membuka film ini terkesan numpang lewat saja. Narasi pembuka macam ini seharusnya bisa menghadirkan kesan realistis dan membuat penonton ikut merasakan bagaimana mengerikan atau kacaunya situasi saat itu (salah satu contoh yang berhasil adalah pembukaan Pacific Rim), tapi film ini gagal menghadirkan kesan tersebut. Alurnya masih belum begitu menarik setelah filmnya berjalan beberapa saat meskipun harus diakui melihat Tom Cruise yang tidak berperan sebagai tough guy (pada awal hingga pertengahan film) cukup menyenangkan dan menyegarkan.

Yang tidak terlalu tahu banyak tentang film ini sebelum menontonnya pun cukup terkejut melihat bagaimana sosok William Cage lebih tepat disebut sebagai pengecut pada saat filmnya dimulai, dan Cruise sanggup memerankan semua itu dengan baik dan mengingatkan kita bahwa dia adalah aktor bagus yang tidak hanya ahli memainkan adegan aksi. Tapi semuanya jadi terasa semakin menarik saat Cage menemui ajalnya untuk pertama kali. Bisa dibilang saat itu Edge of Tomorrow sudah selesai dengan segala basa-basinya dan sudah mulai tancap gas. Momen setelah itu semakin terasa menarik saat Cage semakin banyak menemui ajalnya.

Salah satu daya tarik utamanya adalah bagaimana Doug Liman sanggup mengemas segala repetisi tersebut dengan begitu menarik dan tidak hanya mengulangi apa yang sudah terjadi. Setiap kematian yang dialami Cage pun terasa "menyenangkan" untuk dilihat berkat berbagai macam cara berbeda yang digunakan. Kita selalu dibuat penasaran untuk menunggu akan seperti apa kematian Cage yang berikutnya. Belum lagi ditambah dengan sentuhan komedi yang sering muncul dan diluar dugaan sangat efektif memancing tawa penonton. Komedinya berjalan baik berkat timing sesuai dari Doug

Liman serta pembawaan yang pas dari Tom Cruise. Ya, disini Cruise tidak hanya harus menjadi sosok pengecut di awal film tapi juga seringkali terkesan bodoh dengan segala kelakuannya apalagi saat dia masih belum terlatih dan harus dipaksa menghadapi segala jenis kematian. Komedinya berjalan tanpa dipaksakan, karakter Cage bisa terlihat lucu bahkan bodoh juga tanpa harus dibuat-buat, timing komedinya pun tidak hanya sesuai tapi juga seringkali mengejutkan. Semuanya semakin terasa menarik setelah karakter Rita mulai banyak terlibat.

Tidak hanya berkat kehebatan Emily Blunt memerankan sosok wanita perkasa, tapi juga interaksi yang ia bangun dengan Tom Cruise selalu menyenangkan. Rita yang keras dan Cage yang awalnya bodoh nyatanya sanggup menciptakan interaksi yang menyenangkan untuk dilihat. Berkat chemistry kuat antara Cruise dan Blunt, kita akan bisa merasakan sebuah hubungan yang simpatik diantara keduanya dan menciptakan sebuah kisah romansa yang mengalir secara perlahan dan natural. Terkadang kisah cinta dalam film aksi seperti ini muncul dengan dipaksakan, dan tanpa berhasil membuat ikatan yang kuat pada penonton untuk bisa bersimpatik pada keduanya. Tapi Edge of Tomorrow berhasil melakukan itu dan membuat kita akan menyukai hubungan Cage dan Rita.

Lalu jika bicara tentang adegan peperangannya memang diluar dugaan tidak terlalu banyak yang hadir, tapi berkat eksekusi yang baik dan efek CGI yang terlihat begitu menyatu kuantitas yang tidak terlalu banyak itu berhasil ditutupi oleh kualitasnya. Yang disayangkan adalah para J-Squad yang kemunculannya di bagian ini tersia-siakan. Overall ini adalah sebuah tontonan yang diluar dugaan amat menyenangkan dan salah satu blockbuster terbaik tahun ini.

sumber: http://movfreak.blogspot.sg/2014/06/edge-of-tomorrow-2014.html


Trailer







Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 45 Menit - 37 Detik
Ukuran: 211 mb


Download Subtitle Nya

Wait...

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT

Subtitle By: Subscane.com

Downlad Film Gratis: The Grand Budapest Hotel + Subtitle Indonesia

Jumat, 06 Juni 2014

Download Film Gratis - The Grand Budapest Hotel + Subtitle Indonesia


download film gratis the grand budapest hotel
Source: BRRip
Released: 28 March 2014 (USA)
Country: USA | Germany
Language: English | French
Genre: Comedy
Director: Wes Anderson
Writers: Stefan Zweig (inspired by the works of), Wes Anderson (story)
Starcast: Ralph Fiennes, F. Murray Abraham, Mathieu Amalric, Jude Law, Bill Murray










Review

Apa jadinya ya kalau Wes Anderson diminta untuk jadi sutradara film horror? Bisa atau tidak? Dia seperti punya aturan main bahwa filmnya harus colorful tentu saja dengan keunikan gambar simetris miliknya itu, tapi disisi lain ia juga ahli dalam menciptakan narasi yang tampak rumit bahkan kacau dan bergerak gegabah tapi dengan cepat mampu menjerumuskan penontonnya untuk terbuai kedalam mood dari imajinasi miliknya tersebut.  Sebagai imajinasi terbarunya The Grand Budapest Hotel masih punya hal-hal tadi, keindahan yang rumit dalam petualangan yang bergerak cepat, super sweet and eye-catching a box of cakes. Two thumbs up.

The Grand Budapest merupakan hotel megah di Republik Zubrowka, sebuah hotel yang menjadi kebanggaan negeri karena kualitas pelayanannya yang memuaskan, hal yang dapat terlihat dari kepala pengelola bernama Gustave (Ralph Fiennes) yang punya sikap ramah tingkat tinggi, bahkan bersedia melakukan hal ekstrim dengan melakukan hubungan yang lebih intim bersama tamunya semata-mata untuk menjaga koneksi.

Hal itu suatu ketika membawa bencana bagi Gustave yang berasal dari pacarnya Madame D. (Tilda Swinton) yang mewariskan lukisan langka miliknya kepada Gustave. Hal itu membuat anak Madame D, Dmitri (Adrien Brody), marah dan kemudian mengirimkan J.G. Jopling (Willem Dafoe) untuk menangkap Gustave. Gustave meninggalkan kontrol hotel pada orang kepercayaannya, yang celakanya merupakan seorang lobby boy bernama Young Zero Moustafa (Tony Revolori).

Ini mungkin terasa membosankan bagi penonton yang mengharapkan sesuatu yang baru dari Wes Anderson. Ceritanya memang baru sih, tapi polanya itu yang tetap saja sama, namun apakah itu salah? Tidak, karena Wes Anderson kembali sukses menciptakan negeri dongeng miliknya yang sekarang mencoba untuk sedikit lebih dewasa meski tetap memakai karakter muda di pusat cerita, masih dengan memberikan sebuah kekacauan yang langsung menghampiri karakter utama, terbagi dalam tiga narasi dengan sedikit unsur caper didalamnya.

Dari awal kita sudah dihajar olehnya, obsesi dengan gaya dan nada yang sama itu terus menyengat dan ia memberikan kecepatan dan ritme yang manis dengan kombinasi komedi, drama, romance, sampai tragedi yang menyenangkan. The Grand Budapest Hotel ini bukan cuma membuat penontonnya senyum-senyum sendiri karena warna-warna cantik dari set, kostum, dan juga sinematografi dengan gambar-gambar yang manis, tapi kita juga dibuat seolah sedang naik rollercoaster, cepat dan lambat, naik dan turun, ada sensasi yang menyenangkan.

Mungkin kalau tidak dikendalikan akan banyak kata menyenangkan pada tulisan ini karena kalau di jabarkan secara sederhana selain rumit, mewah, manis, unik, aneh, berani, menyenangkan juga menjadi bagian besarnya, kenakalan sebuah fantasi yang liar dan penuh kejutan. Bukan cuma mata kita yang dibuat sibuk oleh Wes Anderson, ia juga menggunakan sedikit mindplay dalam cerita, cerita yang ditemani cerita lainnya yang tidak begitu rumit untuk memberi kesempatan dari banyak cameo hadir, seperti Bill Murray, Léa Seydoux, Jason Schwartzman, Owen Wilson, Bob Balaban, Tom Wilkinson, Tilda Swinton, dan Mathieu Amalric. Banyak sekali memang karakter didalam The Grand Budapest Hotel yang dapat mencuri perhatian, penuh sesak tapi ya tidak sampai mengganggu karena Wes Anderson berhasil menyusunnya dengan baik.

Coba saja lihat posternya, ada sebuah bangunan seperti istana disana, seperti itulah kira-kira The Grand Budapest Hotel seolah menjadi rumah miniatur tempat dimana Wes Anderson mempermainkan karakternya seperti sedang bermain dengan boneka. Tidak semua karakter menarik jujur saja, beberapa seperti punya jiwa dan emosi yang seadanya saja, belum lagi beberapa dialognya ada yang terasa canggung, tapi hal minor seperti itu sulit sih untuk sampai terasa begitu mengganggu terlebih ketika mata dan pikiran kita sebagai penonton sudah sibuk dalam buaian petualangan sinematik yang cantik itu. Cantik adalah jawaban sederhana dari betapa bagusnya The Grand Budapest Hotel, membuat penonton terasa terombang-ambing, terbuai, dan pasrah tanpa perlawanan untuk terus ikut arus cerita.
Bagian-bagian film seperti kompak untuk tampil cekatan, dari cerita, visual, hingga score Alexandre Desplat, akan tampak kompleks dan sesak namun terasa seimbang yang memberikan komposisi yang terasa pas untuk dinikmati penontonnya.

The Grand Budapest Hotel adalah kemasan campur aduk yang memukau dari Wes Anderson, imajinasi yang mampu membuat kita bertanya-tanya, visual yang terus memanjakan mata, akting yang efektif, humor off-beat liar yang memikat dan drama yang mudah dicerna, semua bersatu untuk menjadi sebuah petualangan rumit dan santai yang aneh, unik, cantik, manis, dan menyenangkan. Menyaksikannya ibarat sedang memakan beberapa kue berbentuk unik yang rasanya luar biasa nikmat sembari terus bergumam kata "enak". Can we call him Fantastic Mr. Wes A?

sumber: http://rorypnm.blogspot.sg/2014/05/movie-review-grand-budapest-hotel-2014.html



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 39 Menit - 5 Detik
Ukuran: 219 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Haunt + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Haunt + Subtitle Indonesia


download film gratis haunt
Source: BRRip
Released: 3 April 2014 (Singapore)
Country: USA
Language: English
Genre: Horror | Mystery | Thriller
Director: Mac Carter
Writer: Andrew Barrer
Starcast: Jacki Weaver, Liana Liberato, Harrison Gilbertson












Sinopsis

A mother and father and their three teen-age children move to a new home that has a "personal tragedy" associated with it. The son meets a mysterious neighbor girl and together they experiment with an old radio they find in an attic alcove that can be used to communicate with the dead. Something is unleashed that brings new horror.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 37 Detik
Ukuran: 187 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Resident Evil Damnation + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Resident Evil Damnation + Subtitle Indonesia


download film gratis resident evil damnation
Source: BRRip
Released: 27 October 2012 (Japan)
Country: USA | Japan
Language: English | Russian
Genre: Animation | Action | Horror | Sci Fi | Thriller
Director: Makoto Kamiya
Writer: Shotaro Suga (screenplay)
Starcast: Matthew Mercer, Dave Wittenberg, Wendee Lee











Review

Hampir bersamaan dengan dirilisnya Resident Resident Evil 5: Retribution Capcom pun merilis film CG Resident Evil: Damnation. Sebenarnya ini bukan kali pertama Capcom merilis film CG Resident Evil karena mereka pernah melakukannya melalui Resident Evil: Degeneration tahun 2008 lalu. Toh walaupun disebut sebagai sekuel dari Resident Evil: Degeneration kisah film ini sama sekali tidak ada kaitannya. Betul, itu artinya karakter Claire Redfield, Angela Miller, sampai Curtis Miller dengan organisasi Tricell tidak akan disebut-sebut apalagi muncul dalam film ini. Jadi mengenai apakah sebenarnya film ini?

Resident Evil: Damnation mengambil setting di sebuah negara fiktif pecahan Uni Soviet: East Slavic Republic. Walaupun sudah ‘merdeka’ perang sipil antara tentara pemerintah di bawah Presiden Svetlana Belikova dan para pemberontak yang dipimpin para tetua (Elder) terus membuat East Slavic Republic bergolak. Perang yang terus berlarut-larut membuat kedua belah pihak meningkatkan kemampuan mereka. Walhasil perang tak hanya berlangsung dengan pistol dan peluru semata tetapi mulai memakai senjata biologis.

Rumor bahwa ada senjata biologis inilah yang kemudian membawa salah satu agen terbaik pemerintah Amerika Serikat, Leon S. Kennedy, ke sana. Belum Leon sadar betapa berbahayanya keadaan di sana ia tahu-tahu sudah terseret dalam konflik politik kedua pihak perang sipil. Tak hanya Leon harus bertahan hidup dari para penduduk East Slavic yang terkena parasit Las Plagas ia juga harus menghadapi ancaman para BOW alias senjata biologis yang dijadikan alat perang.

Di sisi lain Presiden Svetlana Belikova kedatangan seorang tamu VIP yang menjanjikannya bisa memenangkan perang menumpas para pemberontak. Tamu itu pun familiar oleh Leon dan kita semua yang telah memainkan Resident Evil 2 dan 4; tak lain tak bukan: Ada Wong. Bisakah Leon lolos hidup-hidup dari konflik politik dan biologis yang ia hadapi?

Ada jeda waktu empat tahun antara Resident Evil: Damnation dan prekuelnya sehingga peningkatan kualitas CG-nya sangat terasa. Raut muka dari Leon, Ada, dan lain-lain tampak lebih hidup sementara gerakan mereka pun lebih fluid (baca: tidak kaku). Sama-sama disutradarai oleh Makoto Kamiya, Resident Evil: Damnation memiliki aksi yang lebih seru dibandingkan prekuelnya.

Makoto Kamiya cukup pintar memakai berbagai macam sinematografi seperti first person mode di koridor-koridor yang gelap untuk membuat suasana tegang dan melempar darah di sana-sini untuk efek gore-nya. Oh ya Kamiya juga memakai teknik slow motion tetapi untungnya tak pernah berlebihan sehingga porsinya pas. Secara overall kualitas animasi maupun aksi di film ini jauh melebihi prekuelnya.

Kejutan lainya yang biasanya kisah zombie tidak pernah jauh-jauh dari sebuah breakout insidentil yang memaksa sekelompok orang berkumpul bersama dan bertahan hidup. Tidak begitu dengan film ini; Resident Evil: Damnation dengan berani menggabungkan ide perang sipil (politik) dengan survival horror sehingga hasilnya adalah sebuah kombinasi yang fresh dan baru.

Film ini tak pernah menggambarkan satu tokoh (selain mungkin Leon) dalam kisah ini sebagai malaikat yang tulus. Bahkan Buddy yang bisa dianggap sebagai hero sekunder dalam kisah ini tak luput dari cacat cela. Mungkin seperti politik dan kehidupan itu sendiri: tak ada yang benar-benar putih dan hitam. Tak selalu kedua elemen ini berpadu dengan baik dan ada kalanya film ini kadang hampir lupa diri sebagai film zombie untuk mengumbar kritik pada sistem sosialisme. Untung saja Makoto Kamiya selalu mengambil kendali sebelum kelewatan sehingga mampu menggiring film ke setpiece aksi ketimbang berdialog filosofis menceramahi penonton.

sumber: http://www.tukangreview.com/movie-review/resident-evil-damnation/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 01 Detik
Ukuran: 220 mb




Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Shaun of the Dead + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Shaun of the Dead + Subtitle Indonesia


download film gratis shaun of the dead
Source: BRRip
Released: 24 September 2004 (USA)
Country: UK | France | USA
Language: English
Genre: Comedy | Horror
Director: Edgar Wright
Writers: Simon Pegg, Edgar Wright
Starcast: Simon Pegg, Nick Frost, Kate Ashfield












Review

Majalah Total Film Indonesia menyatakan "Shaun of the Dead" sebagai film komedi terbaik dekade ini. Filmnya sendiri mengambil ide memparodikan serbuan dari zombie di film Dawn of the Dead. Film serupa akhir-akhir ini sudah beberapa kali muncul. Sebut saja "Zombieland" yang mampu mencampur adegan aksi, horor, sekaligus komedi dengan baik. Tapi di masanya "Shaun of the Dead" bisa dibilang pelopor film zombi komedi. Dan juga ditambah ada unsur romance sehingga dikenal sebagai "romzomcom" alias "romantic zombie comedy".

Film ini sendiri menampilkan duo komedian Nick Frost dan Simon Pegg dan disutradarai oleh Edgar Wright. Shaun (Simon Pegg) adalah pria yang bisa dibilang kehidupan sehari-harinya begitu monoton. Dia tinggal bersama seorang temannya yang konyol dan cukup menyebalkan, Ed (Nick Frost).

Kehidupannya dibilang monoton karena dia sering melakukan hal yang sama yaitu nongkrong di sebuah bar bernama Winchester. Hal yang membuat pacarnya, Liz (Kate Ashfield) merasa bosan karena tiap kali mereka berkencan mereka selalu pergi ke tempat itu bersama Ed, dimana Liz cukup terganggu dengan tingkah polah Ed yang memang ada diantara batas konyol, lucu, sekaligus menyebalkan. Hal yang membuat hubungan mereka berdua mulai memburuk.

Disaat kehidupan pribadinya sedang memburuk, perlahan situasi di lingkungan tempat tinggalnya mulai aneh. Awalnya Shaun dan Ed tidak menyadari itu. Sampai seorang gadis masuk ke halaman rumah mereka. Gadis yang tampak seperti orang mabuk itu mulai menyerang Shaun. Anehnya, walaupun tubuh si gadis sudah tertusuk besi dia masih tetap hidup. Mulailah Shaun dan Ed sadar bahwa keanehan yang terjadi karena orang-orang disana sudah berubah menjadi zombie.

Sekarang yang harus mereka lakukan adalah menyelamatkan diri dan ikut menyelamatkan orang terdekat Shaun yaitu Liz beserta 2 temannya, David (Dylan Moran) dan Dianne (Lucy Davis) serta ibu Shaun, Barbara (Penelope Wilton) dan ayah tirinya Phillip (Bill Nighy). Mereka berusaha melarikan diri ke tempat yang dianggap Shaun dan Ed sebagai tempat paling aman. Dimana lagi kalau bukan di Winchester.

Tentunya aksi survival mereka lakukan dengan cara mereka sendiri yang konyol. Faktor pertama kelucuan film ini berhasil dengan baik adalah penokohan yang tepat. Duo Shaun dan Ed mempunyai karakterisasi yang cocok dipadukan. Shaun yang lebih serius tapi tetap punya kekonyolan sendiri, dan juga Ed yang lebih konyol, dan kadang menyebalkan yang untungnya kadar menyebalkan yang ditampilkan masih dalam taraf wajar.

Duo Nick Frost dan Simon Pegg memang tahu bagaimana caranya menjadi tokoh yang sanggup memancing tawa. Dan dialog dari Shaun yang melarang Ed untuk mengucapkan kata "zombie" seolah jadi gambaran bahwa film ini menampilkan sesuatu yang beda daripada film zombie atau komedi horor kebanyakan. Film ini tidak lupa memparodikan film zombie serius macam "Dawn of the Dead". Adegan Shaun dkk terjebak di bar dengan para zombie mengepung dan menempel di kaca dan pintu adalah salah satunya.

Faktor lain keberhasilan film ini adalah, film ini mampu mencampur kadar komedi, horor, bahkan drama romantis dengan muatan yang pas sehinga semuanya tampak maksimal. Komedi sudah disebutkan diatas tadi dimana terdapat banyak sekali adegan sekaligus dialog lucu yang tidak biasa dan terasa fresh. Kadar horor film ini layaknya film-film zombie yang serius. Tidak lupa drama dan romantisme di film ini ikut hadir maksimal. Menyimak hubungan antara Shaun dengan orang-orang terdekatnya behkan terasa menyentuh. Shaun dengan ibu dan ayah tirinya, Shaun dengan Liz, dan tentu saja Shaun dengan Ed sang sahabat.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2011/02/shaun-of-dead-2004.html



Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 39 Menit - 20 Detik
Ukuran: 200 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Killers Inside Us Lives A Killer

Rabu, 04 Juni 2014

Download Film Gratis - Killers Inside Us Lives A Killer


download film gratis killers
Source: DVDRip
Released: 20 January 2014 (USA)
Country: Indonesia | Japan
Language: Spanish | Japanese | English
Genre: Action | Drama | Crime | Thriller
Director: Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Writers: Takuji Ushiyama (original story), Takuji Ushiyama
Starcast: Oka Antara, Rin Takanashi, Kazuki Kitamura, Ray Sahetapy, Luna Maya










Review

Dalam Killers, sebuah film thriller terbaru arahan duo Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel – atau yang lebih familiar dengan sebutan The Mo Brothers (Rumah Dara, 2010), garis kehidupan dua orang pria yang berasal dari dua negara dan latar kehidupan berbeda namun sama-sama menyimpan sebuah sisi gelap yang mengerikan di dalam diri mereka akan segera bertemu satu sama lain. Pria pertama bernama Nomura Shuhei (Kazuki Kitamura), seorang eksekutif muda asal Tokyo, Jepang yang meskipun memiliki wajah tampan dan mudah disukai banyak orang namun memiliki kegemaran untuk membunuh dan mendokumentasikan kegemarannya tersebut dalam bentuk video.

Tidak berhenti disana, Nomura dengan giat mengunggah rekaman-rekaman video pembunuhannya ke internet demi mendapatkan kepuasan setelah mengetahui bahwa “mahakarya” yang ia hasilkan telah dilihat jutaan pasang mata. Sementara itu, di Jakarta, Indonesia, Bayu Aditya (Oka Antara) adalah seorang jurnalis yang sedang berada dalam titik terendah dalam kehidupannya. Karirnya berantakan setelah kegagalannya untuk mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh seorang politikus, Dharma (Ray Sahetapy). Kehidupan personalnya bahkan tidak lebih baik. Pernikahannya dengan Dina (Luna Maya) berada di ambang perceraian yang membuat dirinya seringkali kesulitan untuk menemui puterinya yang begitu ia sayangi.

Di tengah-tengah berbagai himpitan hidup tersebut, Bayu menemukan video-video yang diunggah Nomura ke internet dan secara perlahan mulai terinspirasi untuk melakukan hal yang sama: untuk menjadi seorang pembunuh berantai berdarah dingin. Berkat dorongan hasrat sisi gelapnya tersebut, Bayu kemudian berusaha untuk menghubungi Nomura. Dan ketika Nomura memberikan tanggapan pada Bayu, kehidupan keduanya secara perlahan mulai berubah dan terhubung satu sama lain.

Disengaja atau tidak, Killers terasa mendapatkan pengaruh yang cukup kuat dari dari film-film thriller asal Korea Selatan seperti I Saw the Devil (2010) atau Bedevilled (2010) – sebuah presentasi psychological thriller yang kelam, gloomy dan benar-benar meminta perhatian penuh dari penontonnya untuk mampu menyelami karakter-karakter yang hadir di dalam jalan cerita. Keberadaan adegan-adegan sadis nan berdarah bukanlah menjadi santapan utama dalam film ini. Benar bahwa adegan-adegan tersebut merupakan bagian esensial dalam jalan cerita Killers namun The Mo Brothers terlihat lebih mengeksplorasi berbagai konflik yang terjadi pada dua karakter utama dan bagaimana konflik-konflik tersebut mempengaruhi kehidupan mereka berdua.

Dalam beberapa bagian – khususnya bagian penceritaan yang melibatkan karakter Nomura Shuhei, formula tersebut berhasil dieksekusi dengan baik. Sayangnya, di bagian lain yang presentasi ceritanya justru lebih besar, The Mo Brothers terasa masih begitu terbata-bata dalam menghadirkan ceritanya. Permasalahan muncul pada bagian kisah yang melibatkan karakter Bayu Aditya ketika Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel berupaya menghadirkan susunan cerita yang lebih kompleks dengan kehadiran konflik dan karakter yang lebih berlapis jika dibandingkan dengan kisah penceritaan karakter Nomura Shuhei namun gagal memberikan penggalian yang kuat pada elemen-elemen penceritaan tersebut.

Banyak bagian dari kisah penceritaan karakter Bayu Aditya terasa hanya menyentuh permukaan dari permasalahan yang dihadirkan, mulai dari konflik yang dihadapi sang karakter dalam urusan pekerjaannya, hubungan romansanya hingga pengembangan karakternya ketika sisi kelam dirinya mulai terasa mengambil alih seluruh kehidupannya. Hal inilah yang menyebabkan plot kisah yang menyajikan lebih banyak sisi drama ini gagal untuk benar-benar menghasilkan ikatan emosional yang sebenarnya cukup dibutuhkan agar penonton dapat merasakan perbedaan dari perubahan karakter Bayu Aditya dengan karakter Nomura Shuhei. Ritme penceritaan yang diberikan The Mo Brothers sendiri cukup mampu memberikan atmosfer yang sesuai pada Killers.

Melalui penataan cerita yang sederhana, The Mo Brothers memberikan ruang yang cukup luas pada konflik dan karakter yang hadir di dalam jalan cerita film ini untuk memberikan kesan mencekam yang lebih dalam. Tidak sepenuhnya berjalan lancar. Beberapa bagian Killers, khususnya di bagian pertengahan, terasa begitu lamban akibat kurang esensialnya cerita yang ingin disampaikan. Killers juga terasa antiklimaks dengan pemberian ending yang jauh dari kesan memuaskan – film ini, sejujurnya, akan terasa lebih kuat jika berakhir 20 menit lebih awal ketika karakter Nomura Shuhei selesai mengerjakan “tugas akhirnya”. Lebih dari itu, ending yang disajikan The Mo Brothers terkesan dipaksakan untuk memberikan ending yang berdarah namun gagal untuk dieksekusi dengan rapi.

Pengarahan dari The Mo Brothers sendiri terasa begitu kuat pada departemen akting dan tata produksi film ini. Meskipun beberapa karakter terkesan kurang tergali dengan baik porsi penceritaannya – seperti karakter-karakter yang diperankan oleh Luna Maya, Ray Sahetapy, Epy Kusnandar, Dimas Argoebie atau Tara Basro, namun para jajaran pemeran film ini mampu hadir dengan penampilan akting yang sangat kuat. Kazuki Kitamura tampil dengan sempurna dalam memerankan karakter Nomura Shuhei – sadis, dingin namun hadir dengan kharisma yang begitu kuat. Lawan mainnya, Oka Antara, juga hadir dengan penampilan akting yang berkelas. Berbeda dengan Kazuki Kitamura yang hadir sebagai seorang sosok yang murni bersifat sadis, karakter yang diperankan oleh Oka Antara memang memiliki lapisan penceritaan yang cukup mendalam – karakternya adalah seorang pecundang yang berusaha untuk mengambil alih pimpinan kehidupannya sendiri.

Meskipun tampil goyah pada beberapa bagian penceritaan – dan akan mendapatkan perbandingan secara langsung terhadap penampilan Kazuki Kitamura, penampilan Oka Antara sebagai Bayu Aditya tetap hadir sebagai sebuah penampilan yang cukup cemerlang. Killers juga menampilkan penampilan apik dari aktris Jepang, Rin Takanashi, yang mampu mendampingi sekaligus menjadi padanan yang pas bagi penampilan dari Kazuki Kitamura.

Sama halnya seperti Rumah Dara, The Mo Brothers mampu menghadirkan kualitas produksi yang begitu berjelas bagi Killers. Tata kamera arahan Gunnar Nimpuno bergerak begitu dinamis sehingga mampu menangkap sudut-sudut gambar yang terasa begitu efektif dalam bercerita. Begitu juga dengan departemen artistik yang secara meyakinkan menghadirkan dukungan atmosfer suasana yang tepat bagi penceritaan Killers. Dukungan tata musik dan suara dari Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi semakin menambah kuat kualitas departemen produksi dari film ini. Kualitas produksi yang benar-benar sangat memuaskan. Sayangnya, Killers terasa seperti kembali mengulangi beberapa kesalahan yang dilakukan The Mo Brothers lewat debut penyutradaraan layar lebar mereka, Rumah Dara, beberapa tahun lalu. Memiliki konsep penceritaan yang sebenarnya sangat menyenangkan, keduanya lantas harus tersandung ketika menterjemahkan konsep tersebut dalam eksekusi akhirnya, khususnya ketika berhubungan dengan pengembangan konflik sekaligus karakter yang berlapis.

Hasilnya jelas dapat dirasakan dari dua penceritaan yang disajikan dalam Killers: penceritaan karakter Nomura Shuhei yang minimalis mampu dieksekusi dengan lancar sedangkan bagian penceritaan dari karakter Bayu Aditya yang cenderung lebih kompleks terkesan hadir cukup berantakan pada kebanyakan bagiannya. Keputusan untuk mempertemukan dua karakter sentral tersebut juga gagal menghasilkan sebuah ending yang maksimal ketika The Mo Brothers kurang mampu memberikan sisi penceritaan yang lebih mendalam. Bukan berarti Killers adalah sebuah presentasi yang buruk – departemen produksi dan penampilan akting yang dihadirkan para pemeran film ini jelas hadir dalam kualitas yang kuat. Namun secara keseluruhan, Killers terasa cukup mengecewakan akibat lemahnya eksekusi cerita di banyak bagiannya.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/11/review-killers-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 17 Menit - 33 Detik
Ukuran: 280 mb

Download Film Gratis: Man On Fire + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Man On Fire + Subtitle Indonesia


download film gratis man on fire
Source: BRRip
Released: 23 April 2004 (USA)
Country: USA | UK
Language: English | Spanish
Genre: Action | Drama | Crime | Thriller
Director: Tony Scott
Writers: A.J. Quinnell (novel), Brian Helgeland (screenplay)
Starcast: Denzel Washington, Christopher Walken, Dakota Fanning










Review

Konon di Amerika Latin setiap satu jam terjadi aksi penculikan, termasuk di Mexico. Penculiknya tidak segan-segan untuk menyiksa korban apabila tuntutan tebusan tidak ditanggapi serius oleh keluarga korban. Tapi yang lebih parahnya walaupun sudah dibayar tebusannya, kecil kemungkinan korban kembali dalam keadaan selamat. Permasalahan inilah yang diangkat oleh Tony Scott dalam film ini.

Akibat maraknya aksi penculikan tersebut, banyak orang yang akhirnya menyewa jasa pengawalan swasta alias Bodyguard. Samuel Ramos dan Lisa, istrinya, atas saran Paul Rayburn mempekerjakan seorang pensiunan militer dan CIA, John Creasy. Creasy akan bertugas menjaga putri semata wayang Ramos dan Lisa, Pita. Creasy sendiri punya masalah yang tidak dijelaskan dalam film ini, ia mengalami ketergantungan alkohol. Walaupun begitu ia tetap berusaha fokus terhadap tugasnya.

Awal perkenalannya dengan Pita tidak berlangsung dengan baik. Padahal Pita ingin bersahabat dengan Creasy. Tapi hari demi hari hubungan Pita dan Creasy semakin membaik. Pita bahkan menamai boneka beruang kesayangannya dengan panggilan Creasy Bear dan menulis di buku hariannya bahwa ia sangat menyayangi Creasy. Sebaliknya Creasy pun semakin merasa nyaman berada dekat dengan Pita. Ia mengajari Pita berenang dan juga sering berdiskusi degan Pita tentang pelajaran-pelajaran Pita.

Tetapi momen kebahagiaan tersebut dirusak oleh sebuah kejadian menyakitkan. Tepat ketika Pita selesai les Piano, sekelompok orang hendak menculik Pita, Creasy pun dengan sigap mencegah penculikan tersebut. Ia terlibat baku tembak degan beberapa orang penculik. Sayangnya ia pun tertembak. Pita yang sebenarnya sudah berlari tapi karena melihat Creasy jatuh tertembak akhirnya kembali menghampiri Creasy. Pita pun diculik dihadapan Creasy yang tidak berdaya. Apakah Creasy tewas dan apakah pita berhasil diselamatkan??

Film ini menyajikan tema penculikan yang diakhiri dengan balas dendam yg manis. Sosok hero yang ditampilkan pun sangat manusiawi, John Creasy yang memiliki ketergantungan alkohol dan tidak anti peluru. Dipadu dengan jalinan hubungan yang unik dengan kliennya, Pita. Chemistry antara Denzel Washington dan Dakota Fanning begitu menyatu. Skenarionya pun digarap dengan baik. Semua elemen dibuat sebaik mungkin sehingga sangat sedikit celah yang dapat membuat film ini kedodoran intensitasnya.

Setiap peran diberikan porsi yang cukup. Cara revenge Creasy pun dibuat dengan penuh totalitas. Tepat seperti apa yg dikatakan oleh Rayburn, temannya si Creasey, "Creasey's art is death. He's about to paint his masterpiece." Dan benar saja, Creasey pun dalam film ini menunjukkan dengan begitu lugasnya cara efektif untnk membuat seseorang mengakui perbuatannya. Walaupun genre film ini adalah action tapi ada beberapa scene yang bisa memancing emosi penonton menjadi haru biru. Pada akhirnya Man On Fire menjadi sebuah film action yang memiliki jalinan cerita dan penokohan yang kuat yang semuanya digarap dengan totalitas tinggi.

sumber: http://michelstory.blogspot.com/2010/11/man-on-fire-2004.html


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 26 Menit - 07 Detik
Ukuran: 305 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Drive Hard + Subtitle Indonesia

Selasa, 03 Juni 2014

Download Film Gratis - Drive Hard + Subtitle Indonesia


download film gratis drive hard
Source: BRRip
Released: 2014 (USA)
Country: Canada | Australia
Language: English
Genre: Action | Comedy | Crime
Director: Brian Trenchard-Smith
Writers: Chad Law, Evan Law
Starcast: John Cusack, Thomas Jane, Zoe Ventoura











Sinopsis

A former race car driver turned driver's training instructor (Jane) is abducted by a mysterious thief (Cusack) and forced to be the wheel-man for a crime that puts both in the sights of the cops and the mob and leads them all on a chase across Australia's Gold Coast.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 48 Detik
Ukuran: 205 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The House of Magic + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - The House of Magic + Subtitle Indonesia


download film gratis the house of magic
Source: BDRip
Released: 26 December 2013 (Singapore)
Country: Belgium
Language: English | French | German
Genre: Animation | Adventure |  Family | Fantasy
Directors: Jeremy Degruson, Ben Stassen
Writers: James Flynn (screenplay), Dominic Paris (screenplay)
Starcast: Cinda Adams, Edward Asner, Emily Blunt












Sinopsis

Thunder, an abandoned young cat seeking shelter from a storm, stumbles into the strangest house imaginable, owned by an old magician and inhabited by a dazzling array of automatons and gizmos. Not everyone welcomes the new addition to the troupe as Jack Rabbit and Maggie Mouse plot to evict Thunder.

The situation gets worse when the magician lands in hospital and his scheming nephew sees his chance to cash in by selling the mansion. Our young hero is determined to earn his place and so he enlists the help of some wacky magician's assistants to protect his magical new home.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 28 Detik
Ukuran: 189 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia

Senin, 02 Juni 2014

Download Film Gratis - Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia


download film gratis whare the things are
Source: BRRip
Released: 16 October 2009 (USA)
Country: USA | Australia | Germany
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Spike Jonze
Writers: Spike Jonze (screenplay), Dave Eggers (screenplay)
Starcast: Max Records, Catherine O'Hara, Forest Whitaker











Review

Where the Wild Things Are adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi oleh sutradara Spike Jonze dari sebuah buku anak-anak populer berjudul sama karya Maurice Sendak yang dirilis pada tahun 1963. Walt Disney Pictures sendiri pernah membeli hak pembuatan versi film dari buku ini pada awal 80-an untuk diadaptasi menjadi sebuah film animasi yang akan menggabungkan karakter yang digambarkan secara animasi tradisional dan digabung dengan setting yang dibuat oleh komputer.

Namun, karena keterbatasan teknologi saat itu, proses adaptasi film ini lama-kelamaan menjadi tertunda hingga akhirnya di tahun 2001, Universal Pictures membeli hak adaptasi buku tersebut, namun tetap berencana untuk membuatnya dalam sebuah bentuk animasi. Akhirnya rencana untuk membuat adaptasi buku ini dalam bentuk animasi berubah setelah kedatangan sutradara Spike Jonze.

Mengisahkan mengenai Max (Max Records), seorang bocah 9 tahun penyendiri yang merasa bahwa kakaknya, Claire (Pepita Emmerichs) dan ibunya, Connie (Catherine Keener), mulai menjauhi dirinya. Kesal dengan keadaan yang ada, Max membuat keributan saat pacar sang ibu (Mark Ruffalo) datang berkunjung. Hasilnya, pertengkaran antara Max dan ibunya membuat Max melarikan diri dari rumahnya.

Dengan menggunakan sebuah sampan, Max mengarungi lautan dan tiba di sebuah pulau asing. Disana, ia menjumpai tujuh makhluk aneh berukuran raksasa yaitu Carol (James Gandolfini) yang sensitif, Ira (Forest Whitaker) yang selalu berbicara dengan suara halus, Judith (Catherine O’Hara) yang pesimis, Alexander (Paul Dano) yang bertubuh meyerupai kambing dan merasa selalu disisihkan, Douglas (Chris Cooper) yang bertubuh mirip burung dan merupakan teman akrab Carol, Bernard (Michael Berry, Jr) yang bertubuh mirip kerbau dan tidak pernah berbicara sekalipun, serta K.W. (Lauren Ambrose) yang suka menyendiri dan disukai oleh Carol.

Segera, Max dan ketujuh makhluk tersebut cepat menjadi akrab. Bahkan, Max diangkat menjadi raja bagi mereka. Namun, sifat Max yang memang suka meledak-ledak ternyata menjadi halangan tersendiri bagi keakraban mereka. Berulang kali, perpecahan antara kelompok tersebut hampir saja terjadi karena Max, khususnya antara hubungan Carol dan K.W., yang memang sepertinya sangat rentan.

Menyimak cerita yang ditawarkan di sepanjang film ini, mungkin sebagian orang akan sulit untuk menerima bahwa film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku cerita anak-anak. Dengan tone yang gelap, cenderung lebih dewasa dan tanpa kehangatan sedikitpun, Where the Wild Things Are sepertinya tidak akan mudah untuk dinikmati kaum muda (baca: anak-anak), maupun bagi mereka yang cenderung akan segera bosan dengan jalan cerita yang sedikit lamban.

Namun, justru hal-hal “gelap” itulah dimana keunggulan film ini banyak muncul. Spike Jonze, seorang yang lebih dikenal sebagai sutradara music video, berhasil memberikan unsur keindahan dari berbagai kesedihan hati yang coba dikeluarkan oleh Max. Para karakter-karakter raksasa yang ditemui Max sendiri, sebenarnya dapat dikatakan adalah perwujudan perasaan Max yang selama ini sering membuatnya merasa terisolir dari dunia luar, khususnya dari keluarganya. Jonze dengan pintar mengekspresikan hal ini dengan bahasa gambar yang indah.

Max Records, yang notabene adalah seorang pendatang baru di dunia akting, berhasil dengan sukses menggambarkan bagaimana perasaan seorang Max, yang sedang marah kepada dunia, sekaligus merasakan kesepian yang mendalam. Records berhasil membuat karakter Max terlihat (seringkali) menyebalkan, namun adakalanya membuat penonton merasa iba akan kesendirian yang dimunculkan Max. Para karakter pendukung – kebanyakan hanya dalam bentuk vokal – juga memberikan kesan tersendiri untuk kesuksesan Where the Wild Things Are. Lewat karakter-karakter pendukung ini, Where the Wild Things Are menjadi lebih hidup, sekaligus menyampaikan titik terkelam dari cerita film ini kepada para penontonnya.

Satu hal lagi yang menjadi keunggulan film ini adalah lagu-lagu dan score yang dibuat oleh Karen O (vokalis The Yeah Yeah Yeahs) dan Carter Burwell. Bersama, Karen O dan Burwell berhasil menambahkan emosi yang ingin ditonjolkan dari karakter Max, khususnya ketika Max mulai merasakan rasa depresi dan kesendirian.

Secara otomatis, berdasarkan jalan cerita yang ditawarkan, Where the Wild Things Are tentu bukanlah sebuah film yang dapat dinikmati oleh semua orang. Film ini membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi untuk menikmati kelamnya jalan cerita yang ditambah dengan lambannya cara penceritaan yang diberikan oleh Jonze. Namun, dibalik itu semua, Jonze berhasil memberikan sebuah keindahan atas berbagai kesedihan emosional yang ditampilkan oleh karakter Max dan tujuh karakter ‘monster’ yang ada di jalan cerita film ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/02/17/review-where-the-wild-things-are-2009/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 01 Detik
Ukuran: 213 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com