.
.

Download Film Gratis: Habibie Dan Ainun

Sabtu, 26 April 2014

Download Film Gratis - Habibie Dan Ainun


download film gratis habibie dan ainun
Source: DVDRip
Released: 2012
Country: Indonesia
Language: Indonesian |German
Genre: Drama | Romance | Biography
Director: Faozan Rizal
Writers: Ginatri S. Noer, Ifan Adriansyah Ismail (screenplay), Bacharuddin Jusuf Habibie (book, Habibie & Ainun)
Starcast: Bunga Citra Lestari, Reza Rahadian, Tio Pakusodewo, Ratna Riantiarno, Mike Lucock









Review

Faozan Rizal, yang lebih dikenal atas arahan sinematografi-nya untuk film-film seperti Tendangan dari Langit (2011), The Perfect House (2011) dan Perahu Kertas (2012), melakukan debut penyutradaraannya lewat film berjudul Habibie & Ainun yang diangkat dari buku autobiografi berjudul sama karya mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Terlepas dari kehidupan B.J. Habibie yang dilingkupi dengan banyak intrik politik, Habibie & Ainun justru lebih memfokuskan penceritaannya pada kehidupan pribadi sang mantan presiden, khususnya naik turunnya hubungan asmara yang ia jalin dengan almarhumah sang istri.

Diperkuat dengan naskah cerita arahan Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail, Faozan Rizal berhasil mengarahkan Habibie & Ainun menjadi sebuah kisah cinta yang tidak hanya terasa hangat, namun juga mampu menjalin hubungan emosional yang begitu kuat dengan para penontonnya.

Telah lama menuntut ilmu di Jerman semenjak kematian ayahnya di tahun 1955, Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang akrab dengan nama panggilan Rudi (Reza Rahadian), kembali ke Indonesia pada tahun 1962 untuk meninggalkan sementara risetnya dalam meraih gelar dokter di bidang teknik akibat penyakit tuberkolosis yang ia derita.

Saat kepulangannya itulah, Rudi bertemu kembali dengan Hasri Ainun Besari, atau yang lebih akrab disapa dengan Ainun (Bunga Citra Lestari), gadis yang juga seorang dokter dan dahulu pernah menjadi teman satu sekolah Rudi ketika masa sekolah menengah pertama.

Sama-sama saling terpikat satu sama lain, tidak membutuhkan waktu lama bagi Rudi dan Ainun untuk kemudian melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Tak lama setelahnya, Rudi kemudian membawa Ainun untuk hidup bersamanya di Jerman.

Seiring dengan mahligai pernikahannya yang berlangsung bahagia, dimana Rudi kemudian dikaruniai dua orang putra, karirnya juga mampu melesat dengan cepat. Seusai mendapatkan gelar dokternya – dengan tesisnya yang berhubungan dengan teknik kedirgantaraan meraih banyak pujian, Rudi kemudian diundang oleh banyak perusahaan pembuat pesawat terbang untuk bekerja pada mereka.

Sebuah kesempatan yang sangat bagus, namun kecintaan Rudi pada tanah airnya telah membuatnya bertekad untuk membangun sebuah pesawat terbang untuk negaranya. Kesempatan itu akhirnya datang pada tahun 1973 ketika Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto, memintanya untuk kembali ke Indonesia dan mengaplikasikan kecerdasannya untuk membangun negara – yang juga menjadi awal keterlibatan Rudi dalam dunia politik Indonesia.

Harus diakui, tidak seperti kebanyakan drama romansa lainnya, jalan cerita Habibie & Ainun tidak banyak dipenuhi intrik maupun konflik asmara maupun kehidupan yang dramatis. Kisah cinta yang disajikan film ini cenderung terasa terlalu sederhana dan familiar.

Beruntung, naskah cerita Habibie & Ainun mampu digarap dengan baik oleh Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail. Ginatri dan Ifan mampu menyusun jalinan kisah asmara karakter Habibie dan Ainun dengan sangat hangat, mengisinya dengan komedi-komedi segar yang mampu membuat kedua karakter tersebut menjadi sangat mudah untuk disukai yang sekaligus berhasil secara perlahan mampu membangun jalinan emosional dengan para penonton.

Konflik-konflik minimalis yang dihadirkan juga mampu ditata dengan baik – mulai dari konflik yang datang dari hubungan keduanya hingga dari unsur politik dalam kehidupan karakter Habibie yang mulai mempengaruhi pernikahan tersebut – untuk kemudian dihadirkan dalam penyampaian yang mengalir dengan sangat lancar.

Sebagai seorang sutradara, eksekusi yang dilakukan Faozan Rizal terhadap jalan cerita Habibie & Ainun mampu membuat film ini mengalir dengan ritme penceritaan yang tepat. Berjalan dengan tempo yang sederhana, Faozan memberikan cukup banyak ruang bagi penonton untuk mengenal dua karakter utama dalam film ini sekaligus menyajikan deretan konflik dalam kehidupan mereka yang akhirnya akan mampu menghanyutkan hati setiap penontonnya.

Faozan juga mendapat dukungan tata sinematografi yang sangat baik dari Ipung Rachmat Syaiful yang berhasil menghadirkan deretan gambar yang begitu indah dan mampu mendukung emosi yang ingin disajikan dalam banyak adegan di film ini.

Walau beberapa kali masih terasa terlalu hiperbolis dalam menyajikan kemegahan tata orkestrasinya, namun musik arahan Tya Subiakto Satrio juga mampu menjadi elemen pelengkap yang sangat baik bagi jalan cerita Habibie & Ainun.

Tata teknis lainnya yang mampu tampil menonjol adalah arahan artistik yang mampu menghadirkan suasana negara Jerman dan Indonesia di masa lampau dengan sangat meyakinkan.

Berperan sebagai Habibie, Reza Rahadian sekali lagi berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan aktor terbaik yang dimiliki Indonesia untuk saat ini. Reza mampu menghidupkan karakter Habibie dengan tanpa cela – mulai dari gestur tubuh, pembawaan emosional hingga karakteristik puitisnya.

Chemistry yang ia jalin bersama Bunga Citra Lestari – yang juga tampil dalam kapasitas yang jelas tidak akan mengecewakan – mampu tampil sangat meyakinkan. Hubungan Reza dan Bunga mampu membawa penontonnya ke berbagai tingkatan emosional yang hadir di sepanjang penceritaan film ini.

Walau tampil dengan porsi cerita yang minimalis, kehadiran pemeran pendukung seperti Ratna Riantiarno, Mike Lucock, Vita Mariana Barazza, Teuku Rifnu Wikana hingga Hanung Bramantyo juga mampu memperkuat kualitas penampilan departemen akting Habibie & Ainun.

Dalam debut penyutradaraannya, Faozan Rizal mampu membuktikan bahwa ia tidak hanya sekedar mampu menangkap gambar-gambar yang indah untuk setiap filmnya. Habibie & Ainun juga membuktikan bahwa ia adalah seorang pencerita yang cukup baik. Didukung naskah cerita arahan Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail, Faozan mampu merangkai kisah percintaan antara karakter Habibie dan Ainun dengan begitu memikat, terasa hangat dan emosional pada banyak bagiannya.


Tidak dapat disangkal pula bahwa penampilan Reza Rahadian yang fantastis semakin memperkuat kualitas presentasi keseluruhan dari film ini. Adalah sangat jarang untuk menemukan film drama romansa dewasa Indonesia yang benar-benar dewasa, membumi dan berjalan alami seperti Habibie & Ainun. Habibie & Ainun mampu melesat menjadi film drama romansa Indonesia terbaik di sepanjang tahun ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/12/22/review-habibie-ainun-2012/


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Ukuran File: 174 MB (2 File)
Durasi : 2 Jam - 00 Menit - 35 Detik
Source : DVDRip

Download Film Gratis: Devil's Due + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Devil's Due + Subtitle Indonesia


download film gratis devils due
Source: BRRip
Released: 17 January 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Horror
Directors: Matt Bettinelli-Olpin, Tyler Gillett
Writers: Lindsay Devlin
Starcast: Allison Miller, Zach Gilford, Sam Anderson











Review

Hollywood sepertinya ingin memastikan semua penikmat film dunia tahu bahwa tidak ada cara yang lebih buruk untuk menghabiskan waktu dan uang mereka daripada dengan menyaksikan film-film horor yang menyajikan kisahnya melalui teknik found footage. Selang beberapa waktu setelah Paramount Pictures merilis Paranormal Activity: The Marked Ones, 20th Century Fox memutuskan bahwa mereka juga ingin menikmati kesuksesan komersial yang begitu mudah diraih Paramount Pictures dengan merilis Devil’s Due.

Diarahkan oleh duo Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett yang sebelumnya turut mengarahkan segmen 10/31/98 dalam film antologi horor V/H/S/ (2012), Devil’s Due dapat digambarkan sebagai versi modern dari film Rosemary’s Baby (1968) arahan Roman Polanski namun disajikan dengan teknik penceritaan found footage. Menarik? Mungkin saja.

Sayangnya, naskah arahan Lindsay Devlin serta pengarahan Bettinelli-Olpin dan Gillett terasa begitu terbatas sehingga membuat Devil’s Due hanya mampu tampil menarik ketika konflik penceritaannya telah memuncak… yang terjadi kira-kira 15 menit sebelum film ini berakhir.

Devil’s Due memulai visualisasi kisahnya dengan sang karakter utama, Zach McCall (Zach Gilford), sedang berada dibawah tekanan interogasi dari pihak kepolisian. Mundur kebelakang, Devil’s Due kemudian menggambarkan kehidupan Zach sebagai seorang pria yang baru saja menikahi wanita yang sangat dicintainya, Samantha (Allison Miller). Keduanya lantas memutuskan untuk menghabiskan masa bulan madu mereka dengan berliburan ke Republik Dominika.

Jelas, sepanjang masa liburan tersebut, Zach dan Samantha terus menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang. Bahkan, di hari terakhir sebelum berakhirnya masa liburan mereka, Zach dan Samantha menerima tawaran seorang supir taksi untuk membawa mereka ke sebuah pesta bawah tanah dimana keduanya mabuk berat sehingga lupa bagaimana cara mereka bisa kembali ke kamar hotel mereka keesokan paginya.

Seusai masa liburan, Zach dan Samantha mulai menjalani kehidupan mereka layaknya pasangan suami istri lainnya. Tidak ada masalah berarti… hingga akhirnya Samantha memberitahu Zach bahwa dirinya hamil. Meskipun hal tersebut terjadi di luar rencana mereka yang ingin menunda hadirnya seorang anak namun Zach dan Samantha tetap begitu bahagia dengan kehamilan tersebut.

Sayang, seiring dengan berjalannya waktu, kehamilan tersebut memberikan dampak buruk bagi Samantha – kepribadiannya berubah menjadi sosok yang lebih senang menyendiri dan sering berbuat kasar terhadap orang lain. Secara perlahan, Zach mulai menyadari bahwa kehamilan bukanlah satu-satunya yang membawa perubahan dalam diri Samantha. Ada dorongan supranatural yang berniat untuk merenggut bayi yang kini sedang dikandung Samantha oleh istrinya.

Sama seperti halnya dengan Paranormal Activity: The Marked Ones, bagian terlemah dari Devil’s Due berada di dua paruh awal penceritaan dimana film ini berusaha memperkenalkan para karakternya sekaligus memperdalam penceritaan mengenai kehidupan sang karakter dan konflik yang mereka hadapi sebelum akhirnya menghadapkan para karakter tersebut dengan titik puncak konflik tersebut.

Naskah arahan Lindsay Devlin memberikan opsi yang begitu minimal dalam pengembangan ceritanya. Penonton hanya disajikan keseharian dari pasangan karakter Zach dan Samantha McCall yang dihadirkan dari rekaman kamera milik Zach tanpa pernah membuatnya terasa benar-benar esensial untuk dihadirkan. Daripada terasa sebagai sebuah film horor, kebanyakan bagian dari dua pertiga penceritaan Devil’s Due terasa sebagai sebuah film romansa yang dihadirkan dalam teknik penceritaan found footage namun sama sekali tanpa kehadiran unsur romansa di dalam jalan penceritaannya. Datar.

Duo sutradara, Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, sendiri harus diakui masih mampu menghadirkan ritme penceritaan Devil’s Due dengan cukup lancar. Meskipun begitu, keputusan untuk menghabiskan hampir dua pertiga bagian film dengan penceritaan yang begitu datar jelas akan membuat banyak penonton merasa begitu kebosanan dengan jalan cerita yang mereka hadirkan.

Jajaran pengisi departemen akting sendiri mampu tampil maksimal dengan keberadaan Zach Miller dan Allison Miller di barisan terdepannya. Keduanya mampu hadir dengan chemistry yang begitu erat dan meyakinkan serta berhasil tampil kuat ketika Devil’s Due membutuhkan keduanya untuk hadir dalam penampilan yang mambawakan nuansa horor nan menegangkan maupun misterius.

Harus diakui, membuat sebuah film dengan teknik penceritaan found footage berhasil dirilik oleh banyak produser film karena biaya produksinya yang cukup murah. Namun, dibalik kemudahan pembiayaan tersebut, found footage juga bukanlah sebuah teknik penceritaan yang mudah untuk dieksekusi. Penonton harus benar-benar dapat diyakinkan bahwa mereka sedang menyaksikan sebuah kejadian nyata yang mampu menarik minat, perhatian sekaligus sisi emosional mereka.

Devil’s Due sayangnya sangat jauh dari keberhasilan tersebut. Seperti kebanyakan film horor yang menggunakan sistem found footage lainnya, Devil’s Due gagal memberikan landasan yang kuat bagi konflik utama filmnya untuk dapat benar-benar mencengkeram perhatian penontonnya. Hasilnya, Devil’s Due terasa begitu datar dan sama sekali gagal untuk dapat dinikmati dengan baik.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/01/22/review-devils-due-2014/


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 29 Menit - 01 Detik
Ukuran: 180 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: rzr17

Download Film Gratis: Merantau

Jumat, 25 April 2014

Download Film Gratis - Merantau


download film gratis merantau
Source: BRRip
Released: 5 November 2009 (Singapore)
Country: Indonesia
Language: Indonesian | English
Genre: Action | Drama
Director: Gareth Evans
Writers: Gareth Evans, Daiwanne Ralie (translation)
Starcast: Iko Uwais, Sisca Jessica, Christine Hakim











Review

Berangkat dari kebudayaan minangkabau, film ini menyajikan kerasnya kehidupan kota metropolitan Jakarta bagi seorang anak perantauan. Di minangkabau yang menganut matrilineal, seorang anak laki-laki diwajibkan untuk merantau. Begitu juga dengan Yuda (Iko Uwais). Ia pergi merantau ke Jakarta dengan meninggalkan ibu yang sangat dicintainya, Wulan (Christine Hakim) dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah). Ia harus meninggalkan kenyamanan, keindahan kampung halamannya, dan mencari eksistensi dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Berbekal alamat sebuah sekolah pencak silat, ia pun sampai di Jakarta. Namun malang, ternyata sekolah tersebut sudah ditutup, hanya tersisa puing-puing bangunan tuanya. Tak mempunyai tempat tinggal, akhirnya Yuda harus tidur di sembarang tempat. Secara tidak sengaja, ia berkenalan dengan anak jalanan, Adit (Yusuf Aulia). Adit ini mempunyai seorang kakak perempuan bernama Astri (Sisca Jessica). Ternyata, gadis ini sering dianiaya oleh bosnya. Merasa prihatin, Yuda pun menolong Astri untuk melawan.


Belakangan, diketahui bahwa Astri ini akan dijadikan korban human trafficking. Organisasi illegal yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Upaya penyelamatan yang dilakukan Yuda untuk Astri tentu saja tidak mudah. Situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: AVI
Resolusi: 500x282
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 47 Detik
Ukuran: 218 mb

Download Film Gratis: Saving Private Ryan + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Saving Private Ryan + Subtitle Indonesia


download film gratis saving privat ryan
Source: DVDRip
Country: USA, France
Language: English
Released : 24 Jul 1998
Genre : Action, Adventure, Drama, History, War
Starcast : Tom Hanks, Tom Sizemore, Matt Damon, Edward Burns, Jeremy Davies, Barry Pepper, Giovanni Ribisi, Vin Diesel, Adam Goldberg, Dennis Farina











Review Saving Private Ryan

Film yang meraih 4 piala oscar di tahun 1999 ini mengisahkan tentang James Ryan (Matt Damon), prajurit yang diterjunkan ke Perancis selama invasi tentara sekutu ke Eropa, yang baru saja kehilangan tiga abangnya dalam perang.

Kebijakan pemerintah memerintahkan ia harus pulang karena keluarganya tidak mau kehilangan semua anak laki-lakinya.

Sebuah tim pasukan, yang dipimpin oleh Kapten John Miller (Tom Hanks) dan tentara lain-nya yang baru mendarat di pantai dari Normandy, diperintahkan untuk mencari dan menyelamatkan Prajurit James Ryan tersebut.


Trailer Saving Private Ryan







Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Jenis File: AVI
Ukuran: 258 MB



Download Subtitle Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Jenis File: SUB

Download Film Gratis: Jokowi

Rabu, 23 April 2014

Download Film Gratis - Jokowi


download film gratis jokowi
Source: DVDRip
Released: 20 Juni 2013
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Drama
Director: KK Dheeraj
Writer: Azhar Kinoy Lubis
Starcast: Teuku Rifnu Wikana, Prisia Nasution, Ayu Dyah Pasha, Susilo Badar, Landung Simatupang, Ratna Riantiarno










Review

Selain film-film yang naskah ceritanya mengadaptasi sebuah novel, penonton Indonesia sepertinya saat ini sedang benar-benar menggemari film-film biopik yang jalan ceritanya menghadirkan kisah hidup para tokoh masyarakat populer. Tercatat, film-film seperti Sang Pencerah (2010), Soegija (2012), Habibie & Ainun (2012) hingga Sang Kiai (2013) mampu membujuk penonton Indonesia – yang dikenal sulit untuk datang ke bioskop dan menyaksikan film produksi negara mereka sendiri – untuk kemudian datang secara beramai-ramai dan menikmati kembali perjalanan hidup tokoh idola mereka.

Tidak mengherankan bila kemudian KK Dheeraj – yang namanya akan selamanya terpaut pada film-film seperti Genderuwo (2007), Anda Puas Saya Loyo (2008) atau Mr. Bean Kesurupan Depe (2012) yang diproduksi oleh rumah produksi yang ia miliki, K2K Production – secara jeli mencoba untuk memanfaatkan peluang pasar tersebut.

Tokoh yang coba ia angkat? Tidak lain adalah sosok Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sedang menjabat, Joko Widodo atau yang lebih akrab dengan sebutan Jokowi, yang kepopuleran figurnya memang begitu menanjak di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Jokowi sendiri sama sekali tidak mencoba menceritakan mengenai bagaimana kisah perjuangan Jokowi untuk mencapai posisinya saat ini di pemerintahan. Jokowi bahkan terlihat sama sekali berusaha menjauh dari berbagai sisi kehidupan Jokowi yang bersinggungan dengan dunia politik.

Naskah cerita yang ditulis oleh Joko Nugroho bersama sutradara Azhar Kinoi Lubis justru lebih memilih untuk menggambarkan bagaimana kehidupan seorang Jokowi di masa lampau, bagaimana kedua orangtuanya berusaha untuk membesarkannya hingga bagaimana perjalanan hidupnya tersebut mampu membentuk karakter seorang Jokowi hingga seperti saat ini.

Dengan tambahan dramatisasi di beberapa sudut cerita, Jokowi mampu tampil cukup lancar untuk bercerita meskipun usaha pengagungan karakter Jokowi yang terasa sedikit berlebihan membuat jalan cerita film ini lebih terasa sebagai sebuah sajian drama daripada sebuah biopik yang dapat membentuk hubungan emosional kepada penontonnya.

Jalan cerita Jokowi sendiri dimulai ketika Joko Widodo (Ilham Rohman Wijaya/Ilham Ridho Ilahi/Vincentius Aldy Pyo/Teuku Rifnu Wikana) terlahir dari pasangan Notomiharjo (Susilo Badar) dan Sujiatmi (Ayu Dyah Pasha). Berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang dapat disebut pas-pasan, Joko seringkali harus melalui kesehariannya dengan serba kekurangan.

Walaupun begitu, baik ayah dan ibunya selalu memastikan agar Joko dapat tetap terus mengenyam pendidikan yang layak sekaligus mengajarinya menjadi sosok yang jujur serta berani dalam dalam menghadapi kehidupan. Usaha tersebut tidak sia-sia. Selain menjadi sosok yang cerdas dalam melalui setiap jenjang pendidikannya, Joko juga tumbuh menjadi sosok yang tidak takut dalam menghadapi berbagai tantangan hidupnya serta selalu mengedepankan kesederhanaan serta kejujuran dalam setiap perbuatannya.

Harus diakui, sebagai sebuah biopik, Jokowi memiliki terlalu sedikit sudut penceritaan yang menarik untuk dapat dijabarkan kepada penontonnya. Hal inilah yang mungkin menyebabkan Joko Nugroho dan Azhar Kinoi Lubis memilih untuk lebih berkonsentrasi pada penceritaan kisah hidup karakter Joko Widodo semasa kecil – masa-masa dimana ia melalui gemuruh pemberontakan PKI, berbagai tantangan hidup yang harus dilalui orangtuanya serta kerikil-kerikil kecil yang terhampar pada jalanan hubungan antara dirinya dan sang ayah.

Begitu kuatnya peran masa kecil karakter Joko Widodo mengambil tempat di naskah cerita film ini, lebih dari separuh durasi Jokowi yang sepanjang 117 menit tersebut dihabiskan untuk memaparkan bagian penceritaan tersebut. Langkah yang dipilih dalam penceritaan Jokowi tersebut sebenarnya tidak salah. Namun, karakterisasi yang diberikan pada Jokowi membuatnya lebih terlihat sebagai sosok yang suci daripada sosok manusia yang mampu menyerap dan belajar dari pengalaman hidupnya untuk menjadi sosok yang lebih arif ketika dewasa. Jauh dari kesan humanis.

Terlebih lagi, ketika linimasa penceritaan berpindah ke masa dewasa karakter Jokowi, film ini terlihat bergerak dengan begitu cepat dalam memasukkan berbagai unsur ceritanya, mulai dari masa pendidikan sekolah serta kuliahnya, hubungan romansanya hingga usahanya untuk mampu menjadi sosok pria yang mandiri. Terasa begitu timpang antara pengisahan masa kecil karakter Joko Widodo yang tersaji dengan fokus yang kuat dengan masa dewasanya yang terkesan hanya dihadirkan bagai kilasan-kilasan kejadian belaka.

Terlepas dari kelemahan dari sisi penulisan naskahnya, Jokowi harus diakui mampu dihadirkan dengan dukungan penampilan akting serta kualitas produksi yang cukup memuaskan. Dua pemeran Jokowi, Vincentius Aldy Pyo yang memerankan Jokowi di masa kecil serta Teuku Rifnu Wikana yang memerankan karakter tersebut di masa dewasa, mampu memberikan kehidupan pada karakter yang mereka mainkan, mulai dari gestur tubuh hingga tata bicara karakter tersebut – meskipun rambut palsu yang digunakan oleh Teuku Rifnu Wikana dalam memerankan karakter Joko Widodo harus diakui benar-benar terlihat menggelikan dan cukup mengganggu.

Penampilan Prisia Nasution yang berperan sebagai love interest bagi karakter Joko Widodo juga berjalan begitu alami walaupun dengan porsi romansa yang begitu terbatas dan kurang tergali dengan baik. Tiga pemeran pendukung film ini, Susilo Badar, Ayu Dyah Pasha serta Sulung Landung, yang masing-masing berperan sebagai ayah, ibu dan kakek dari karakter Joko Widodo juga harus diakui mampu memberikan penampilan yang begitu kuat dan emosional. Peran ketiganya juga yang sering memberikan nilai tambah pada jalan penceritaan Jokowi yang kadang terkesan terlalu mendramatisasi keadaan secara berlebihan.

Kualitas tata produksi Jokowi juga mampu tampil mengesankan dengan desain produksi yang mampu membawa penontonnya ke atmosfer cerita yang berlatarbelakangkan masa lalu dengan baik hingga tata sinematografi arahan Muhammad Firdaus yang mampu menghasilkan gambar-gambar bernuansa keras namun tetap indah untuk disaksikan. Meskipun kualitas penceritaan Jokowi – tidak buruk namun minim dalam menghadirkan rangkaian kisah yang menarik sebagai sebuah biopik – sama sekali tidak menjawab pertanyaan mengapa biopik ini terasa esensial untuk diproduksi selain untuk urusan komersial, namun Jokowi masih beruntung didukung dengan talenta-talenta kuat yang mengisi departemen akting serta tata produksinya.


Berkat bantuan mereka, Jokowi masih mampu berjalan cukup lancar dalam mengalirkan kisahnya meskipun seringkali gagal untuk membuat penonton benar-benar peduli dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam jalan penceritaan film ini. Lebih dari itu, Jokowi mungkin hanya dapat dipandang sebagai sebuah usaha yang cukup baik namun masih kekurangan amunisi yang tepat untuk dapat mengeksekusinya sehingga mampu menjadi sebuah presentasi yang mengesankan secara keseluruhan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2013/06/28/review-jokowi-2013/


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Alternatif: Part 1 - Part 2
File Format: AVI
Resolusi: 500x250
Durasi: 1 Jam - 48 Menit - 48 Detik
Ukuran: 228 mb

Download Film Gratis: Jurassic Park 3 + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Jurassic Park 3 + Subtitle Indonesia


download film gratis jurassic park 3
Source: DVDRip
Released : 2001
Genre : Action | Adventure | Sci-Fi
Starcast : Sam Neill, William H. Macy, Téa Leoni, Alessandro Nivola, Michael Jeter
Director: Joe Johnston
Writers: Michael Crichton (characters), Peter Buchman












Review

Setelah sukses pada sekuel sebelumnya di pasaran mancanegara dan juga berhasil meraup keuntungan puluhan bahkan ratusan juta dollar, tak heran film drama sci fi adventure ini membuat sekuel berikutnya. Film ini sendiri mengungkapkan kejadian dari berbagai kehidupan binatang purba yang sudah langka.

Delapan tahun setelah kecelakaan yang menimpa InGen, Dr. Alan Gran kembali meniti hidup normal yang penuh bahagia karena kediamannya yang sekarang, jauh dari urusan dan kehidupan dinosaurus dan fosil. Sayangnya, dana yang ia simpan mulai berkurang untuk penelitian selanjutnya. Oleh sebab itu, ia menerima tawaran pengusaha kaya Paul Kirby dalam pengembangan penelitiannya. Satu hal yang tak diketahui oleh Dr. Grant kalau pengusaha kaya ini, Kirbi hanya membutuhkan ahli dinosaurus untuk membantu dirinya dan istrinya mencari anak mereka yang masih berumur 14 tahun, Eric yang mendapat kecelakaan di Isla Sorna, saat melakukan olah raga paragliding.

Dimana pulau tersebut adalah tempat penelitian Dr. Grant dan timnya dalam mengembang biakkan dinosaurus dan binantang purba lainnya. Ternyata, tanpa diduga perkembangan bintang purba lainnya dari species Velociraptors sudah mengerti dan pandai berkomunikasi dibanding hewan menyusui lainnya. Keadaan makin rumit ketika kalangan spesies pandai ini mengetahui keberadaan mereka.


Maka perburuan dan pengejaran pun tak dapat dihindarkan. Nyawa mereka menjadi taruhan karena diburu setiap saat oleh binatang raksasa tersebut. Bagaimana kelanjutan penelitian Dr. Grant sekaligus diburu oleh binatang asuhannya? Bisakah mereka meloloskan diri dan dapatkah dia menjinakkan binatang purba yang sudah pintar itu?


Trailer







Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
Format File: AVI


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Format File: SUB & SRT

Download Film Gratis: Pantai Selatan

Download Film Gratis - Pantai Selatan


download film gratis pantai selatan
Source: DVDRip
Released: 26 September 2013
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Horror
Director: Chiska Doppert
Writers: Alexander Harry
Starcast: Dewi Perssik, Monique Henry, Nikita Mirzani, Fifie Buntaran, Ricky Perdana










Sinopsis

Dalam keadaan hamil Lastri melarikan diri dari rumahnya karena dipaksa menikah oleh orangtuanya. Agus, calon suami, tak peduli dengan kondisi Lastri. Ia tetap ingin Lastri jadi istri keduanya. Lastri bersembunyi di goa Blorong, sebelum Agus dan teman-temannya menemukannya.

Lastri yang menolak pulang dan memilih bunuh diri dengan cara terjun dari tebing jurang. Di lautan itu, seekor ular besar muncul dan mengeluarkan janin dari perut Lastri. Sang ular besar adalah penguasa goa Blorong. Ia asuh anak Lastri hingga besar. Larasati namanya. Larasati meninggalkan goa ketika dewasa. Kecantikannya menggoda anak-anak muda.

Namun mereka justru menjadi korban Larasati. Larasati telah menjelma menjadi titisan dewi ular. Saat membunuh salah satu penggodanya, Aryo menyaksikan kejadian tersebut. Wajah Larasati yang mirip Lastri membuat Aryo berani mendekati gadis ini. Ia juga ceritakan misteri kematian ibunya. Dendam Lastri membuncah. Ia menuntut balas dan keadilan atas kematian ibunya. Agus dan kawan-kawan sasarannya.


Tasya, wartawan, tertarik dengan serangkaian kematian misterius. Rasa penasaran Tasya mempertemukannya dengan Larasati. Tasya juga membantu menemukan laki-laki misterius yang telah menghamili Lastri. Nama laki-laki itu tersimpan tak diketahui sampai lastri bunuh diri.



Trailer







Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: avi
Resolusi: 500x280
Durasi: 1 Jam - 15 Menit - 50 Detik
Ukuran: 154 mb

Download Film Gratis: Seal Team Eight Behind Enemy Lines + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Seal Team 8: Behind Enemy Lines + Subtitle Indonesia



download film gratis seal team 8: behind enemy lines
Source: BRRip
Released: March 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Drama  | War
Director: Roel Reiné
Writers: Brendan Cowles, Shane Kuhn
Starcast: Lex Shrapnel, Anthony Oseyemi, Michael Everson











Sinopsis

Seal Tim Eight harus berjuang dan menyusup jauh ke Kongo Afrika, untuk menghancurkan tambang uranium rahasia, menghentikan penyelundupan uranium, dan menghentikan musuh paling berbahaya Amerika.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 37 Menit - 39 Detik
Ukuran: 201 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: ryannajoan

Download Film Gratis: Emak Ingin Naik Haji

Senin, 21 April 2014

Download Film Gratis - Emak Ingin Naik Haji


download film gratis emak ingin naik haji
Source: DVDRip
Released: 12 November 2009 (Indonesia)
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Drama
Director: Aditya Gumay
Writers: Adenin Adlan, Aditya Gumay
Starcast: Ati Kanser Zein, Reza Rahadian, Didi Petet











Review

Mizan Productions yang sukses menghadirkan Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku bekerja sama dengan Smaradhana Pro meluncurkan Emak Ingin Naik Haji, sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi, berserah diri, dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja terlupakan oleh sebagian besar dari kita.

Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang Emak, seorang wanita paruh baya yang dengan gigih berusaha untuk dapat mewujudkan impiannya, yaitu pergi ke tanah suci Mekah untuk menunaikan haji. Kehidupan Emak sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue yang dititipkan di warung atau pesanan orang. Kalau beruntung, ada juga sedikit tambahan uang dari Zein, anak Emak satu-satunya yang berjualan lukisan keliling hasil karyanya sendiri.

Walaupun Emak tahu bahwa naik haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, tetapi Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak tersebut, juga berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud?

Emak Ingin Naik Haji digarap oleh Aditya Gumay yang mengadaptasi sebuah cerpen berjudul sama yang ditulis oleh Asma Nadia pada 2007. Aditya mengakui, saat pertama kali membaca cerpen tersebut, ia tak kuasa menitikkan air mata dan ingin mewujudkannya dalam layar lebar. Ia pun kemudian bekerja sama dengan Adenin Adlan untuk menggarap skenario Emak Ingin Naik Haji hingga rampung pada Januari 2008.

Beberapa artis senior terlibat dalam film Emak Ingin Naik Haji. Sebut saja, Aty Kanser yang berperan sebagai Emak, Didi Petet, Niniek L. Karim, Henidar Amroe, Cut Memey, dan Reza Rahardian yang populer setelah berakting dalam film Perempuan Berkalung Sorban.

Meski dibuat dengan biaya minim, produser Emak Ingin Naik Haji, Putut Widjanarko, meyakinkan bahwa film ini tak kalah berkualitas dengan dua film sebelumnya yang sukses diluncurkan Mizan Productions. Keunggulan Emak Ingin Naik Haji adalah tema sosial yang mengangkat kehidupan sehari-hari masyarakat. Lebih khususnya, Emak Ingin Naik Haji menyentil fenomena sosial keluarga muslim yang hidup berkecukupan dan dapat berkali-kali naik haji sementara banyak keluarga muslim lain yang tak mampu menunaikan rukun Islam kelima tersebut atau harus bersusah payah menabung bertahun-tahun untuk mewujudkan impiannya pergi haji.

Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekah, tetapi karena persoalan finansial, maka pergi haji menjadi sebuah hal yang sangat jauh di awang-awang. Sementara Juragan Haji, yang diperankan oleh Didi Petet, bersama keluarganya dengan penuh kemudahan dapat melakukan ibadah haji dan umroh kapan saja mereka inginkan. Adapula Pak Joko, yang memaksakan diri untuk pergi haji karena ingin memamerkan titel hajinya untuk meraup suara pada pemilihan umum.

Aty Kanser yang berperan sebagai Emak di film ini mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film tersebut adalah karena ingin menyemarakkan syiar Islam. “Kalau bukan karena syiar mah, Emak nggak mau ikutan,” ujar Emak Aty Kanser yang kerap berperan sebagai seorang ibu yang tabah. Sementara itu, Reza Rahardian, yang berperan sebagai Zein, mengatakan bahwa film Emak Ingin Naik Haji adalah kado untuk ibunda tercintanya.

Film ini juga mengasah kepiawaian Reza dalam memerankan Zein. Untuk mendalami karakter Zein, Reza mengakui bahwa ia sampai harus bermalam di rumah yang menjadi lokasi rumahnya dalam film. “Saya harus tinggal, menetap, tidur, mandi di lokasi tersebut bahkan setelah semua kru, sutradara sudah pulang semua,” ujar Reza. Reza menambahkan, film Emak Ingin Naik Haji adalah film luar biasa yang membuatnya yakin untuk berperan sebagai Zein saat pertama kali membaca skenarionya.


Meski tak menargetkan dengan angka, co-producer Emak Ingin Naik Haji, Gangsar Sukrisno, menegaskan bahwa film Emak Ingin Naik Haji adalah film keluarga, sebuah drama religi yang layak dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Film ini pun ibarat oase di tengah padang pasir film bertema cinta yang marak di layar lebar. Kehadiran film ini pun ikut menyemarakkan film bertema religi yang mulai mendapat tempat di masyarakat akhir-akhir ini.

sumber: http://majalahmadina.wordpress.com/2009/10/05/segera-tayang-di-bioskop-film-emak-ingin-naik-haji/



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: avi
Resolusi: 500x280
Durasi: 1 Jam - 16 Menit - 07 Detik
Ukuran: 160 mb

Download Film Gratis: Captain America 2 The Winter Soldier + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Captain America 2 The Winter Soldier + Subtitle Indonesia


Download film gratis captai america 2
Source: HDCam
Released: 4 April 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Directors: Anthony Russo, Joe Russo
Writers: Christopher Markus (screenplay), Stephen McFeely (screenplay)
Starcast: Chris Evans, Samuel L. Jackson, Scarlett Johansson











Review

So what went wrong with Captain America: The First Avenger (2011)? Well… terlepas dari pemilihan Chris Evans yang benar-benar memiliki penampilan, kharisma dan kemampuan yang tepat untuk memerankan sang karakter utama, Captain America: The First Avenger tidak pernah benar-benar terasa sebagai sebuah film yang diperuntukkan kepada Captain America secara keseluruhan. Dengan penggalian karakter utama yang cukup terbatas serta paruh penceritaan lanjutan yang kemudian menghadirkan beberapa karakter ciptaan Marvel Comics yang telah terlebih dahulu meraih popularitasnya, Captain America: The First Avenger lebih kental terasa sebagai media publikasi untuk mengenalkan karakter Captain America kepada penonton dalam skala luas sebelum karakter tersebut akhirnya diikutsertakan dalam The Avengers (2012) – yang sekaligus menjadikan  Captain America: The First Avenger terasa seperti promosi berdurasi 125 menit bagi The Avengers.

Bukan sebuah presentasi yang benar-benar buruk namun kurang mampu untuk memberikan kesan esensial sebagai pemicu hadirnya sebuah franchise superhero yang baru. Kelemahan di bagian penulisan naskah itulah yang sepertinya menjadi fokus pembenahan utama dalam seri kedua pengisahan Captain America, Captain America: The Winter Soldier. Kali ini, duo penulis naskah Christopher Markus dan Stephen McFeely mencoba untuk memberikan sentuhan penceritaan yang lebih mendalam dan kuat, baik kepada kehidupan personal sang karakter utama, orang-orang yang berada di sekitarnya maupun berbagai konflik yang terjalin dalam interaksi mereka satu sama lain. And it works!

Layaknya film-film yang didedikasikan untuk karakter superhero Marvel Comics lainnya, Captain America: The Winter Soldier akhirnya mampu menjelma menjadi sebuah film bagi Captain America secara seutuhnya. Namun apakah hal tersebut sekaligus berhasil menjadikan Captain America: The Winter Soldier sebagai salah satu film terbaik dalam Marvel Cinematic Universe? Let’s see.

Berlatar belakang masa penceritaan dua tahun semenjak berbagai konflik yang terjadi dalam The Avengers, Steve Rogers (Chris Evans) kini melanjutkan kehidupannya di Washington D.C., Amerika Serikat dengan melanjutkan tugasnya sebagai Captain America bersama agen spionase S.H.I.E.L.D. sekaligus terus berusaha untuk mengikuti perkembangan dunia yang telah ditinggalkannya ketika tubuhnya dibekukan selama beberapa puluh tahun.

Suatu hari, setelah ia terlibat dalam sebuah operasi untuk membantu S.H.I.E.L.D. dalam membebaskan kapal laut mereka dari serangan bajak laut Algeria yang dipimpin oleh Georges Batroc (Georges St-Pierre) bersama dengan agen rahasia Natasha Romanoff (Scarlett Johansson), Steve mulai mempertanyakan sikap kepemimpinan Nick Fury (Samuel L. Jackson) ketika mengetahui bahwa Nick menyimpan rahasia dari dirinya mengenai misi sebenarnya dari keberadaan agen Natasha Romanoff dalam operasi tersebut.

Keraguan Steve terhadap dirinya itulah yang membuat Nick kemudian mengenalkan sebuah misi rahasia milik S.H.I.E.L.D. bernama Operation:Insight kepada Steve. Tidak lama sesudahnya, Nick justru kemudian kehilangan aksesnya pada Operation:Insight dan mengalami penyerangan bertubi-tubi dari seorang pembunuh misterius yang dikenal dengan sebutan The Winter Soldier. Beruntung, Nick dapat menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Dalam keadaan terluka, Nick menemui Steve di apartemennya dan menyerahkan sebuah flash drive sekaligus mengingatkan Steve untuk tidak mempercayai orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sialnya, begitu mengetahui bahwa ia adalah orang terakhir yang ditemui oleh Nick, pimpinan senior S.H.I.E.L.D., Alexander Pierce (Robert Redford), justru menjadikan Steve sebagai seorang buronan setelah ia menolak untuk memberi informasi mengenai apa tujuan Nick ketika datang ke apartemennya. Diburu oleh orang-orang yang selama ini ia percayai, Steve Rogers kini harus terus berlari untuk menyelamatkan diri sekaligus mencari tahu mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam S.H.I.E.L.D. serta orang-orang yang terlibat didalamnya.

Christopher Markus dan Stephen McFeely harus diakui berhasil untuk meningkatkan kualitas penulisan penceritaan Captain America: The Winter Soldier dengan memberikan deretan intrik dan konflik yang lebih kuat sekaligus karakter-karakter yang lebih mampu dimanfaatkan keberadaannya untuk menjadikan gerakan cerita film menjadi lebih dinamis.

Namun, di saat yang bersamaan, kekuatan penceritaan tersebut kurang mampu dieksekusi dengan baik oleh duo Anthony Russo dan Joe Russo (You, Me and Dupree, 2006) yang duduk di kursi penyutradaan menggantikan posisi Joe Johnston. Duo Russo serasa tidak pernah benar-benar mampu untuk mengeksplorasi jalan cerita yang ia tangani dengan sempurna. Terlalu lamban dalam mengalurkan sisi penceritaan drama film dan di saat yang bersamaan juga terasa tidak mampu untuk menghasilkan sajian aksi yang kuat di saat jalan cerita membutuhkan elemen tersebut. Hasilnya, meskipun telah didukung dengan jalan penceritaan yang lebih padat berisi, eksekusi lemah duo Russo gagal untuk memberikan kepuasan secara utuh dalam deretan tahapan penceritaan Captain America: The Winter Soldier.

Chris Evans sendiri masih tampil sangat prima sebagai Steve Rogers atau Captain America. Daya tarik keseluruhan yang dimiliki oleh Evans mungkin telah hampir menyamai dengan kharisma yang dimiliki oleh Robert Downey, Jr. dalam memerankan Tony Stark alias Iron Man: telah cukup sulit untuk membayangkan kedua karakter tersebut jika diperankan oleh aktor yang berbeda. Pemberian porsi penceritaan yang lebih besar pada karakter Natasha Romanoff juga mampu dibarengi dengan chemistry yang begitu erat antara Evans dan Scarlett Johansson.

Meskipun sama sekali tidak pernah diberikan porsi penceritaan yang mengarah kepada terbentuknya jalinan kisah romansa antara kedua karakter yang mereka perankan namun Evans dan Johansson berhasil membentuk jalinan chemistry (secara seksual?) yang akan mampu membuat para penonton bahwa kedua karakter mereka mampu hadir dengan porsi penceritaan yang lebih dari sekedar jalinan persahabatan. Begitulah jalinan keeratan chemistry yang berhasil dijalin Evans dan Johansson dalam film ini.

Para pemeran pendukung lain juga mampu memberikan kontribusi akting yang sangat meyakinkan bagi Captain America: The Winter Soldier. Samuel L. Jackson mampu tampil prima dengan perannya sebagai Nick Fury yang juga mendapatkan porsi peran lebih besar di film ini. Kehadiran kembali karakter Bucky Barnes yang diperankan oleh Sebastian Stan juga mampu tampil mencuri perhatian – meskipun dengan porsi penceritaan yang harus diakui kurang memuaskan.

Sayangnya, hal yang sama juga terjadi pada Robert Redford, Anthony Mackie dan Emily VanCamp. Karakter-karakter yang mereka perankan terasa memiliki peran yang cukup vital dalam jalinan penceritaan Captain America: The Winter Soldier. Namun, eksplorasi karakter yang begitu terbatas membuat karakter-karakter tersebut justru akhirnya terasa kurang esensial. Captain America: The Winter Soldier juga hadir dengan kualitas produksi yang berkelas – meskipun entah kenapa tidak pernah benar-benar terasa istimewa jika dibandingkan dengan film-film produksi Marvel Studios lainnya. Mungkin jika Captain America: The Winter Soldier mampu mendapatkan pengarahan yang lebih kuat lagi maka film ini akan berhasil tampil lebih mengesankan.


Bukan berarti bahwa film ini hadir dengan kualitas yang seadanya atau bahkan mengecewakan. Namun hasil penulisan naskah Christopher Markus dan Stephen McFeely yang mampu menyelipkan berbagai intrik lebih menegangkan jika dibandingkan dengan seri sebelumnya gagal dieksekusi dengan lebih layak oleh duo sutradara Anthony dan Joe Russo. Karenanya, meskipun didukung dengan kualitas naskah yang membaik, penampilan jajaran pengisi departemen akting yang begitu apik serta kualitas produksi yang cukup cemerlang, Captain America: The Winter Soldier masih saja kurang mampu menggenggam perhatian para penontonnya dengan seutuhnya pada banyak bagian ceritanya. Peningkatan dari seri sebelumnya namun jelas masih memiliki beberapa ruang narasi yang perlu mendapatkan perbaikan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/04/09/review-captain-america-the-winter-soldier-2014/



Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x290
Durasi: 2 Jam - 15 Menit - 08 Detik
Ukuran: 266 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By:  Sanjaykhan

Download Film Gratis: The Returned + Subtitle Indonesia

Minggu, 20 April 2014

Download Film Gratis - The Returned + Subtitle Indonesia


download film gratis the returned
Source: BRRip
Released: 15 November 2013 (Spain)
Country: Spain | Canada
Language: English
Genre: Drama | Horror | Thriller
Director: Manuel Carballo
Writers:  Hatem Khraiche (story), Hatem Khraiche
Starcast: Kris Holden-Ried, Emily Hampshire, Claudia Bassols











Review

Film zombie terakhir yang yang mungkin telah kalian tonton adalah World War Z, sebuah horor besar berskala masif, sangat menegangkan dan ada Brad Pritt gondrong di dalamnya berlari ke sana ke mari, jelas jika dibandingkan dari segi produksi, The Returned milik sutradara Exorcimus, Manuel Carballo ini tidak ada apa-apanya; budget kecil, tanpa special efek dan cast ngetop.

Tetapi The Returned punya kekuatan lain yang mampu menjadi daya tarik tersendiri, ada konsep berbeda ditawarkan premisnya ketika menjadikan para zombie sebagai korban, ya, korban, sebuah premis yang mungkin membuat George A.Romero akan mengeleng-gelengkan kepalanya.

Seperti World War Z - dan kebanyakan film zombie lain-, ada epidemik virus mematikan yang menginfeksi bumi, membuat banyak manusia di dalamnya terjangkit, berubah menjadi mayat hidup haus darah. Nah, di sini menariknya, peristiwa yang berlangsung sejak 20 tahun lalu itu berangsur-angsur mulai pulih ketika ditemukan sebuah penawar, sejenis protein yang membuat para penderitanya kembali menjadi manusia – mereka di sebut ‘The Returned” (yang kembali) -. Hanya saja serum protein itu belum sempurna, memberi para returned kekebalan sementara yang cuma bertahan 24 jam, dan mereka akan kembali menjadi zombie jika telat mendapatkan suntikan serum itu dan tidak akan pernah bisa disembuhkan lagi.

Fokusnya ada pada cerita Kate (Emily Hampshire), dokter yang menangani para pasien dari unit returned. Di rumah Kate juga punya kekasih, Alex (Kris Holden-Ried), seorang returned juga. Masalahnya, suatu hari stok persedian protein mulai menipis, membuat Kate harus berjuang dengan cara apapun untuk menyelamatkan sang pujaan hati sementara di luar sana situasi sosial mulai bergejolak, menentang kehadiran para returned yang dianggap sebagai bom waktu berjalan.

Jika kamu adalah fans fanatik zombie konvensional dan tidak senang jika subgenre ini diotak-atik, The Returned jelas bukan pilihan bagus buatmu. Ya, ini berbeda, meskipun poster versi U.S-nya sedikit mengelabuimu. Alih-alih menghadirkan sebuah horor zombie yang diisi dengan banyak ketegangan klasik dikejar-kejar mayat hidup, Manuel Carballo mengambil pendekatan lain buat The Returned-nya, pedekatan yang lebih berasa seperti thriller melodrama ketimbang horor.

Penampakan zombie-nya mungkin bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, minim gore dan darah, tetapi tenang, naskah garapan Hatem Khraiche masih punya banyak cara untuk tetap menghadirkan ketegangan tersendiri, ketegangan yang datangnya dari situasi dan kondisi yang dihadapai para karakternya, khususnya Kate di sini ketika ia harus berjuang menyelamatkan kekasihnya dari persediaan serum dan waktu yang menipis.

Lalu di dunia luar yang lebih luas juga terjadi pergolakan ketika para manusia normal merasa terancam dengan kehadiran kelompok returned, membuat sebagian dari mereka yang merasa insecure mulai berani melakukan pembunuhan kepada para mereka yang “kembali”, membuat The Returned dipenuhi dengan masalah-masalah diskriminasi dan moral, mana yang baik dan mana yang buruk semuanya menjadi ambigu.

Sayang, untuk konsep zombi pasca kiamat semenarik ini, Carballlo kurang piawai meghadirkan set pieces-nya. The Returned terasa kurang wah! Benar-benar terlihat seperti film dengan ide cemerlang namun kekurangan budget. Narasinya digantungkan di pundak pasangan Emily Hampshire dan Kris Holden-Ried tanpa dukungan chemistry meyakinkan.


Ya, kita tertarik kepada mereka, apalagi setelah sebuah twist mengejutkan merubah segalanya dan endingnya yang mengingatkan kita akan film pada The Mist bikin gregetan, tetapi pada akhirnya performa mereka tidak cukup kuat untuk membuat penontonnya peduli hanya sebatas sebagai pengamat dari kejauhan melihat kemalangan demi kemalangan menimpa mereka.

sumber: http://movienthusiast.com/2014/01/review-returned-2013/



Trailer





Download Film Nya\

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 37 Menit - 53 Detik
Ukuran: 198 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Phetel Batlow

Download Film Gratis: Pukulan Maut

Download Film Gratis - Pukulan Maut


download film gratis pukulan maut
Source: DVDRip
Released: 09 Januari 2014
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Action
Director:  Nayato Fio Nuala
Writer: Alexander Harry
Starcast: Maxime Boutier, Kaemita, Monique Henry, Munajat Raditya, Sunny Pang










Review

Nayato Fio Nuala adalah sutradara film layar lebar paling produktif. Setelah tahun lalu rehat dengan hanya merilis dua judul horor, awal tahun 2014 ini ia membuka scene perfilman lokal dengan fitur bergenre action bertajuk PUKULAN MAUT yang diproduseri oleh Sagar Mahtani.

Filmnya sendiri menyorot tiga remaja bernama Kay (Kaemita), Aldo (Maxime Bouttier) dan Joe (Munajat Raditya) yang dengan alasan masing-masing akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa. Karena merasa tidak gila, suatu hari Kay mengajak temannya kabur menggunakan mobil ambulance.

Saat kabur itulah mereka mengambil koper berisi sejumlah uang di samping mayat seorang wanita yang mati tertembak. Namun yang tidak diketahui oleh ketiganya, koper tersebut berisi benda penting yang tengah menjadi rebutan dua mafia dengan orang-orang suruhan yang tak segan membunuh siapa pun pencuri koper itu.

Jika kamu mengikuti film-film Nayato, kamu akan tahu bahwa dari trailernya saja, film ini menawarkan pengulangan-pengulangan yang selalu dia hadirkan dalam setiap karya-karyanya. Tone suram? Check. Hujan? Check. Shot-shot dramatis di padang ilalang atau semacam itu? Check. Jalan cerita? Mmm... setidaknya dari sinopsis terlihat menjanjikan. Untuk kedua kalinya setelah Tarung AKA Fight: City Of Darkness (2011), Nayato kembali mengangkat genre action.


Bila sebelumnya bersetting Hong Kong, kali ini berlatar di sebuah hotel bernuansa creepy yang lebih tepat dibuat untuk film horor. Bila Tarung adegan fight-nya terlihat asal dan berantakan, PUKULAN MAUT tampak sedikit lebih rapi meski tidak tahu unsur apa yang disajikan dalam koreografinya. Setidaknya ketika karakter yang dimainkan Sunny Pang beraksi, apa yang hadir di layar tampak meyakinkan. Sisanya, melelahkan. Penonton dibombardir adegan pertarungan brutal dengan background permasalahan tak begitu kuat yang sebenarnya bisa dengan mudah diselesaikan.

sumber: http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/review-pukulan-maut-8c3e23.html



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: avi
Resolusi: 500x230
Durasi: 1 Jam - 14 Menit - 38 Detik
Ukuran: 157 mb


Download Film Gratis: Little Manhattan + Subtitle Indonesia

Sabtu, 19 April 2014

Download Film Gratis - Little Manhattan + Subtitle Indonesia


download film gratis little manhattan
Source: DVDRip
Released : 2005
Country: USA
Genre : Comedy | Romance | Family
Starcast :   Josh Hutcherson, Charlie Ray and Bradley Whitford
Director : Mark Levin
Writer : Jennifer Flackett












Review

Anda salah satu penggemar film Bridge to Terabithia  ? Kalo iya, mungkin anda harus menonton film ini. Atau mungkin anda sudah menonton film ini dan belum menonton filmBridge to Terabithia? Mungkin saja, kalo begitu anda jangan melewatkan kedua film itu.

Selain dibintangi oleh salah satu pemeran BtT, yaituJosh Hutcherson. Film ini jg mempuyai ide cerita yang hampir sama dengan film Bridge to Terabithia. Yaitu mengenai persahabatan dua anak kecil.

Cuma bedanya kalo di Bridge to Terabithia kedua anak kecil ini tidak mengatakan cinta, akan tetapi di film ini kedua anak kecil ini sudah mengatakan cinta dan bisa merasakan manis dan asamnya cinta tersebut. Padahal usia mereka masih terbilang hijau di umur tersebut
--------

.Gabe seorang bocah berumur 10 tahun sedang mengalami masa-masa terindahnya ketika dia jatuh cinta untuk pertama kali pada seorang bocah perempuan bernama Rosemary (11 tahun), yang tidak lain adalah teman Gabe sejak taman kanak-kanak.

Perjalanan cinta Gabe terhadap Rosemary membuat film ini dipenuhi dengan adegan-adegan konyol yang mengundang seyum dan tawa. Saya larut dalam alur film ini dan membuat saya sedikit flashback ketika saya mengalami perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Gabe, yaitu cinta pertama, atau tepatnya untuk saya mungkin adalah cinta monyet. Hehehe.

Berkebalikan dengan apa yang dirasakan oleh Gabe, orang tua Gabe sedang mengalami proses perceraian yang secara tidak langsung juga mempengaruhi pola pikir Gabe akan arti sebuah hubungan.

Konflik perasaan baik antara Gabe dan Rosemary atau Gabe dengan kedua orang tuanya merupakan inti dari alur cerita di film yang berjudul Little Manhattan ini.


Setting film yang mengambil gambar di Manhattan, New York memberikan kita sedikit gambaran bagaimana kehidupan yang terjadi di sana. Akhir kata film ini sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga dan menjadikan salah satu bahan diskusi (mungkin).



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Durasi : 84 Menit
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT

Download Film Gratis: Antboy + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Antboy + Subtitle Indonesia


download film gratis antboy
Source: BRRip
Released: 16 April 2014 (USA)
Country: Denmark
Language: Danish
Genre: Adventure | Comedy | Family
Director: Ask Hasselbalch
Writers:  Anders Ølholm (screenplay), Torbjørn Rafn (story)
Starcast: Oscar Dietz, Nicolas Bro, Samuel Ting Graf











Review

Bagi para penggemar film superhero yang diperankan oleh anak-anak, terdapat sebuah judul bertema tersebut yang bisa cukup menghibur para penonton. Bertajuk Antboy, film asal Denmark ini mengetengahkan aksi seorang anak yang memiliki kekuatan super.

Dikisahkan, seorang anak berusia 12 tahun bernama Pelle terkena gigitan seekor semut aneh. Setelah itu, tiba-tiba saja ia memiliki kekuatan super yang tak pernah dibayangkan olehnya sama sekali. Dibantu oleh temannya sang penggila komik bernama Wilhelm, Pelle pun membuat sebuah kostum khusus sambil menutupi rahasianya dengan menyamar sebagai Antboy. Cerita semakin rumit saat Antboy menghadapi musuh pertamanya bernama The Flea.


Antboy merupakan adaptasi dari buku anak-anak populer karangan penulis Denmark Kenneth Bogh Andersen. Filmnya sendiri sangat kental dengan unsur komedi dan petualangan yang menyenangkan untuk ditonton. Sebelumnya, Antboy pernah tayang di Festival Film Internasional Toronto pada 7 September 2013. Di negara asalnya yaitu Denmark, film ini sudah tayang pada 3 Oktober 2013. Menyusul kemudian di Inggris pada 19 Oktober 2013 lalu  Amerika Serikat pada 16 April kemarin.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 16 Menit - 33 Detik
Ukuran: 155 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng

Download Film Gratis: I Frankenstein + Subtitle Indonesia

Jumat, 18 April 2014

Download Film Gratis - I Frankenstein + Subtitle Indonesia


download film gratis i frankenstein
Source: BRRip
Released: 24 January 2014 (USA)
Country: USA | Australia
Language: English
Genre: Action | Fantasy | Sci Fi
Director: Stuart Beattie
Writers: Stuart Beattie (screenplay), Kevin Grevioux (screen story)
Starcast: Aaron Eckhart, Bill Nighy, Miranda Otto











Preview

Frankenstein adalah salah satu nama yang sering kali tidak dimengerti oleh orang awam. Ketika menyebut nama itu orang sering menyangka bahwa itu adalah si makhluk monster padahal sebenarnya makhluk monster tersebut tak memiliki nama. Victor Frankenstein adalah nama sang dokter yang menciptakan monster itu. Novel Frankenstein yang ditulis oleh Mary Shelley ketika masih berumur 18 tahun itu kemudian menjadi salah satu novel klasik yang masih dibaca hingga hari ini.

Frankenstein sendiri menjadi salah satu sosok trinitas monster yang paling terkenal bersama dengan vampir dan manusia serigala. Mengingat terkenalnya sosok monster Frankenstein tidak mengejutkan bila ada banyak adaptasi film, theater, sampai komik mengenainya.

I, Frankenstein adalah film yang dibintangi oleh Aaron Eckhart sebagai sang monster Frankenstein tetapi feelnya sendiri lebih seperti serial Underworld yang merupakan franchise yang cukup populer. Dengan menjadikan film I, Frankenstein sebagai genre stylish gothic action movie ketimbang horor apakah film ini akan lebih memperkaya perpustakaan adaptasi film Frankenstein?

Kisah I, Frankenstein dibuka sesudah kisah dari novelnya berakhir di mana sang monster menemukan sang penciptanya mati setelah berusaha memburunya. Sang monster mengubur penciptanya tetapi lantas diserang oleh para laskar iblis. Di saat ia diserang oleh laskar iblis mendadak datang bantuan dari para laskar gargoyle. Si monster diberitahu bahwa selama ini dunia supernatural yang tak pernah terlihat oleh manusia sedang berperang: laskar iblis yang ingin menguasai dunia terus menerus dihadang oleh para laskar gargoyle.

Leonore sang Ratu Gargoyle ingin si monster Frankenstein (yang ia namai Adam) untuk membantunya tetapi Adam menolak dan mengasingkan diri selama ratusan tahun lamanya. Dalam ratusan tahun itu laskar iblis yang jumlahnya tak terbatas semakin menguat sementara para gargoyle yang jumlahnya lebih terbatas mulai terdesak. Adam kembali ke peradaban setelah para laskar iblis mulai mendeteksinya kembali.


Rupanya di bawah pimpinan Pangeran Naberius yang jahat, para laskar iblis mempekerjakan seorang ilmuwan cantik Terra untuk menciptakan teknologi yang bisa menghidupkan manusia. Apa rencana para iblis dengan teknologi tersebut dan bisakah Adam membantu para gargoyle untuk mengalahkan para iblis?

sumber: http://tukangreview.com/movie-review/i-frankenstein/



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2 - Link 3 - Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x284
Durasi: 1 Jam - 33 Menit - 03 Detik
Ukuran: 200 mb


Download Subtitle Nya

Download Now


Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki

Download Film Gratis: Gangster Squad + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Gangster Squad + Subtitle Indonesia


download film gratis ganster squad
Source: HDRip
Released: 2013
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Crime |  Drama
Director: Ruben Fleischer
Writer: Will Beall, Paul Lieberman (book)
Starcast: Sean Penn, Ryan Gosling, Emma Stone











Review

Diangkat berdasarkan kisah nyata yang terangkum dalam buku berjudul Tales from the Gangster Squad yang ditulis oleh Paul Lieberman, Gangster Squad mengisahkan mengenai usaha para anggota Los Angeles Police Department untuk mengenyahkan sekelompok penjahat yang dipimpin oleh Mickey Cohen (Sean Penn) dari Los Angeles pada sekitar tahun 1940an.

Saat itu, Mickey Cohen dan kawanannya telah menjadi sosok penjahat yang begitu berpengaruh di masyarakat Los Angeles akibat keberhasilannya dalam merangkul banyak pejabat sekaligus para petinggi pihak kepolisian untuk selalu memuluskan maupun menghilangkan jejak kejahatannya.

Obsesi Mickey Cohen sendiri tidak berhenti di Los Angeles. Ia beserta kawanannya mulai menyusun rencana untuk memperluas lagi jaringan kejahatannya hingga berbagai penjuru kota di Amerika Serikat maupun dunia.

Tidak rela melihat kota Los Angeles berada di bawah pengaruh Mickey Cohen, kepala Los Angeles Police Department, Chief Bill Parker (Nick Nolte), secara sembunyi-sembunyi membentuk sekelompok pasukan polisi untuk bergerilya dalam menghancurkan kekuatan kelompok kejahatan Mickey Cohen.

Pasukan kepolisian yang nantinya dinamakan Gangster Squad itu sendiri dipimpin oleh Sergeant John O’Mara (Josh Brolin) dan beranggotakan Sergeant Jerry Wooters (Ryan Gosling), detektif Coleman Harris (Anthony Mackie), Conway Keeler (Giovanni Ribisi), Navidad Ramirez (Michael Peña) dan Max Kennard (Robert Patrick).

Sergeant John O’Mara sendiri tidak berniat untuk menghadapi Mickey Cohen secara langsung. Ia lebih memilih untuk menghancurkan kekuatan Mickey Cohen secara perlahan dengan merusak berbagai usaha bisnisnya.

Secara perlahan, usaha tersebut berhasil. Namun, di saat yang sama, Mickey Cohen mulai mencium berbagai gelagat aneh tersebut dan mulai merancang rencana untuk menuntut balas kepada pihak yang ingin menghancurkannya.
=========

Dengan nama-nama pemeran seperti Josh Brolin, Ryan Gosling, Sean Penn, Nick Nolte sampai Emma Stone, sepertinya akan sangat mudah untuk mengharapkan Gangster Squad menjadi sebuah presentasi film yang menghibur secara keseluruhan.

Well… it’s true. Pada kebanyakan bagian, Gangster Squad mampu menjadi sebuah sajian yang cukup kuat, khususnya dari segi penampilan para jajaran pemerannya yang apik. Penn, seperti biasa, selalu memiliki kemampuan lebih untuk menghidupkan karakter yang ia perankan, termasuk satu karakter antagonis seperti di film ini.

Brolin juga mampu tampil dengan kharisma maksimal sebagai seorang polisi yang begitu bernafsu untuk menyingkirkan kejahatan dari kota yang begitu ia cintai. Gosling tampil… well… tampan. Dengan nada suara yang direndahkan, Gosling mampu menjadikan karakternya yang unik berhasil mencuri perhatian di setiap kehadirannya.

Nama-nama lain memang hadir dalam kapasitas pendukung. Pun begitu, mereka tetap mampu dihidupkan dengan sangat baik oleh setiap pemerannya.


Gangster Squad sendiri menjadi film pertama bagi sutradara Ruben Fleischer yang sama sekali tidak menyertakan unsur komedi di dalam jalan ceritanya seperti dua karyanya terdahulu, Zombieland (2009) dan 30 Minutes or Less (2011). Pada beberapa momen di film ini, Fleischer sebenarnya mampu menghadirkan momen-momen kuat dengan keberhasilannya menghadirkan sisi kekerasan yang terkesan nyata maupun kemampuannya dalam menjaga intensitas ketegangan cerita di banyak adegan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2013/01/15/review-gangster-squad-2013/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2 - Link 3 - Link 4
Jenis : AVI
Ukuran : 173 mb
Durasi : 1 Jam - 52 Menit - 43 Detik
Source : HDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: zakyzuzaki (Subscene.com)

Download Film Gratis: Enemy + Subtitle Indonesia

Rabu, 16 April 2014

Download Film Gratis - Enemy + Subtitle Indonesia


Source: HDRip
Released: 6 February 2014 (USA)
Country: Canada | Spain
Language: English
Genre: Mystery | Thriller
Director: Denis Villeneuve
Writers: Javier Gullón (screenplay), José Saramago (novel)
Starcast: Jake Gyllenhaal, Mélanie Laurent, Sarah Gadon











Trailer









Download Film Gratis Nya

Downlad Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 27 Menit - 45 Detik
Ukuran: 179 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Phetel Batlow