.
.
Tampilkan postingan dengan label Fantasy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fantasy. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: The Fox Lover + Subtitle Indonesia

Kamis, 12 Juni 2014

Download Film Gratis - The Fox Lover + Subtitle Indonesia


download film gratis the fox lover
Source: HDRip
Released: September 28, 2013
Country: China
Language: Mandarin
Genre: Fantasy | Romance
Director: Niu Chaoyang
Writer: Niu Chaoyang
Starcast: Gillian Chung, Julian Cheung, Kara Hui, and Kenny Kwan











Sinopsis

Diadaptasi dari sebuah cerpen klasik supranatural Pu Songling di Liaozhai Zhiyi. Kisah cinta dramatis antara siluman rubah Willow (Gillian Chung) dengan pemuda dungu Yuan Feng (Julian Cheung).

Berawal dari Yuan Feng yang diajak Ayahnya pergi ke lembah siluman rubah untuk menemui Madam Yu. Yuan Feng disuruh memilih salah satu dari 9 anak Madam Yu untuk dinikahkan dengannya. Dia memilih Willow yang ternyata ia justru tidak menyukainya.

Seiring berjalannya waktu didalam diri Willow tumbuh rasa cinta begitu mendalam hingga ia rela berkorban roh 1000 tahun miliknya demi kesembuhan Yuan Feng. Tapi sungguh tragis, impian cinta sejatinya hilang bersama tewasnya Willow ditangan Iblis Raja Kelelawar.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 04 Menit - 53 Detik
Ukuran: 256 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The House of Magic + Subtitle Indonesia

Selasa, 03 Juni 2014

Download Film Gratis - The House of Magic + Subtitle Indonesia


download film gratis the house of magic
Source: BDRip
Released: 26 December 2013 (Singapore)
Country: Belgium
Language: English | French | German
Genre: Animation | Adventure |  Family | Fantasy
Directors: Jeremy Degruson, Ben Stassen
Writers: James Flynn (screenplay), Dominic Paris (screenplay)
Starcast: Cinda Adams, Edward Asner, Emily Blunt












Sinopsis

Thunder, an abandoned young cat seeking shelter from a storm, stumbles into the strangest house imaginable, owned by an old magician and inhabited by a dazzling array of automatons and gizmos. Not everyone welcomes the new addition to the troupe as Jack Rabbit and Maggie Mouse plot to evict Thunder.

The situation gets worse when the magician lands in hospital and his scheming nephew sees his chance to cash in by selling the mansion. Our young hero is determined to earn his place and so he enlists the help of some wacky magician's assistants to protect his magical new home.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 28 Detik
Ukuran: 189 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia

Senin, 02 Juni 2014

Download Film Gratis - Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia


download film gratis whare the things are
Source: BRRip
Released: 16 October 2009 (USA)
Country: USA | Australia | Germany
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Spike Jonze
Writers: Spike Jonze (screenplay), Dave Eggers (screenplay)
Starcast: Max Records, Catherine O'Hara, Forest Whitaker











Review

Where the Wild Things Are adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi oleh sutradara Spike Jonze dari sebuah buku anak-anak populer berjudul sama karya Maurice Sendak yang dirilis pada tahun 1963. Walt Disney Pictures sendiri pernah membeli hak pembuatan versi film dari buku ini pada awal 80-an untuk diadaptasi menjadi sebuah film animasi yang akan menggabungkan karakter yang digambarkan secara animasi tradisional dan digabung dengan setting yang dibuat oleh komputer.

Namun, karena keterbatasan teknologi saat itu, proses adaptasi film ini lama-kelamaan menjadi tertunda hingga akhirnya di tahun 2001, Universal Pictures membeli hak adaptasi buku tersebut, namun tetap berencana untuk membuatnya dalam sebuah bentuk animasi. Akhirnya rencana untuk membuat adaptasi buku ini dalam bentuk animasi berubah setelah kedatangan sutradara Spike Jonze.

Mengisahkan mengenai Max (Max Records), seorang bocah 9 tahun penyendiri yang merasa bahwa kakaknya, Claire (Pepita Emmerichs) dan ibunya, Connie (Catherine Keener), mulai menjauhi dirinya. Kesal dengan keadaan yang ada, Max membuat keributan saat pacar sang ibu (Mark Ruffalo) datang berkunjung. Hasilnya, pertengkaran antara Max dan ibunya membuat Max melarikan diri dari rumahnya.

Dengan menggunakan sebuah sampan, Max mengarungi lautan dan tiba di sebuah pulau asing. Disana, ia menjumpai tujuh makhluk aneh berukuran raksasa yaitu Carol (James Gandolfini) yang sensitif, Ira (Forest Whitaker) yang selalu berbicara dengan suara halus, Judith (Catherine O’Hara) yang pesimis, Alexander (Paul Dano) yang bertubuh meyerupai kambing dan merasa selalu disisihkan, Douglas (Chris Cooper) yang bertubuh mirip burung dan merupakan teman akrab Carol, Bernard (Michael Berry, Jr) yang bertubuh mirip kerbau dan tidak pernah berbicara sekalipun, serta K.W. (Lauren Ambrose) yang suka menyendiri dan disukai oleh Carol.

Segera, Max dan ketujuh makhluk tersebut cepat menjadi akrab. Bahkan, Max diangkat menjadi raja bagi mereka. Namun, sifat Max yang memang suka meledak-ledak ternyata menjadi halangan tersendiri bagi keakraban mereka. Berulang kali, perpecahan antara kelompok tersebut hampir saja terjadi karena Max, khususnya antara hubungan Carol dan K.W., yang memang sepertinya sangat rentan.

Menyimak cerita yang ditawarkan di sepanjang film ini, mungkin sebagian orang akan sulit untuk menerima bahwa film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku cerita anak-anak. Dengan tone yang gelap, cenderung lebih dewasa dan tanpa kehangatan sedikitpun, Where the Wild Things Are sepertinya tidak akan mudah untuk dinikmati kaum muda (baca: anak-anak), maupun bagi mereka yang cenderung akan segera bosan dengan jalan cerita yang sedikit lamban.

Namun, justru hal-hal “gelap” itulah dimana keunggulan film ini banyak muncul. Spike Jonze, seorang yang lebih dikenal sebagai sutradara music video, berhasil memberikan unsur keindahan dari berbagai kesedihan hati yang coba dikeluarkan oleh Max. Para karakter-karakter raksasa yang ditemui Max sendiri, sebenarnya dapat dikatakan adalah perwujudan perasaan Max yang selama ini sering membuatnya merasa terisolir dari dunia luar, khususnya dari keluarganya. Jonze dengan pintar mengekspresikan hal ini dengan bahasa gambar yang indah.

Max Records, yang notabene adalah seorang pendatang baru di dunia akting, berhasil dengan sukses menggambarkan bagaimana perasaan seorang Max, yang sedang marah kepada dunia, sekaligus merasakan kesepian yang mendalam. Records berhasil membuat karakter Max terlihat (seringkali) menyebalkan, namun adakalanya membuat penonton merasa iba akan kesendirian yang dimunculkan Max. Para karakter pendukung – kebanyakan hanya dalam bentuk vokal – juga memberikan kesan tersendiri untuk kesuksesan Where the Wild Things Are. Lewat karakter-karakter pendukung ini, Where the Wild Things Are menjadi lebih hidup, sekaligus menyampaikan titik terkelam dari cerita film ini kepada para penontonnya.

Satu hal lagi yang menjadi keunggulan film ini adalah lagu-lagu dan score yang dibuat oleh Karen O (vokalis The Yeah Yeah Yeahs) dan Carter Burwell. Bersama, Karen O dan Burwell berhasil menambahkan emosi yang ingin ditonjolkan dari karakter Max, khususnya ketika Max mulai merasakan rasa depresi dan kesendirian.

Secara otomatis, berdasarkan jalan cerita yang ditawarkan, Where the Wild Things Are tentu bukanlah sebuah film yang dapat dinikmati oleh semua orang. Film ini membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi untuk menikmati kelamnya jalan cerita yang ditambah dengan lambannya cara penceritaan yang diberikan oleh Jonze. Namun, dibalik itu semua, Jonze berhasil memberikan sebuah keindahan atas berbagai kesedihan emosional yang ditampilkan oleh karakter Max dan tujuh karakter ‘monster’ yang ada di jalan cerita film ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/02/17/review-where-the-wild-things-are-2009/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 01 Detik
Ukuran: 213 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Winter's Tale + Subtitle Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

Download Film Gratis - Winter's Tale + Subtitle Indonesia


download film gratis winters tale
Source: WEBRip
Released: 14 February 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Drama | Fantasy | Mystery | Romance
Director: Akiva Goldsman
Writers: Akiva Goldsman (screenplay), Mark Helprin (novel)
Starcast: Colin Farrell, Jessica Brown Findlay, Russell Crowe












Review

Well… maybe it’s true: tidak semua novel dapat diadaptasi menjadi sebuah penceritaan film layar lebar. Kadang, hal tersebut disebabkan karena beberapa novel memiliki deretan karakter dan plot penceritaan yang terlalu kompleks untuk dapat dijabarkan dengan seksama dalam dua atau bahkan tiga jam penceritaan. Sementara itu, beberapa novel lainnya memiliki struktur penceritaan yang terlalu luas untuk dapat dibawa keluar dari daya imajinasi para pembacanya.

Kedua bentuk tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Akiva Goldsman ketika mengadaptasi novel karya Mark Helprin yang berjudul Winter’s Tale. Novel tersebut memiliki sejumlah karakter yang cukup rumit dalam penceritaannya serta alur magical realism yang menuntut pembaca untuk larut dalam berbagai fantasi yang dibentuk oleh Helprin sekaligus turut percaya bahwa fantasi-fantasi tersebut dapat terjadi di sekitar lingkungan nyata mereka pada saat yang bersamaan.

Jelas sebuah tantangan yang sangat serius – bahkan bagi seorang penulis naskah pemenang Academy Awards seperti Goldsman yang juga bertindak sebagai seorang sutradara bagi film ini.

Winter’s Tale sendiri berlatar belakang kisah di tahun 1916 dengan mengisahkan mengenai kehidupan seorang pemuda bernama Peter Lake (Colin Farrell) yang tumbuh dewasa dibawah asuhan jelmaan setan yang juga pimpinan sebuah kelompok kriminal di Manhattan, Pearly Soames (Russell Crowe). Hubungan keduanya kemudian memburuk ketika Peter memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Pearly dan kelompok kejahatannya.

Tentu saja, keputusan tersebut membuat Pearly mengerahkan seluruh kaki tangannya untuk memburu Peter. Beruntung, di suatu hari ketika ia akan tertangkap, Peter diselamatkan oleh seekor kuda putih ajaib yang dapat terbang dan kemudian terus menjadi pelindungnya. Dengan membawa kuda tersebut, Peter berniat untuk meninggalkan Manhattan dan bergegas berangkat ke Florida.

Dalam perjalanan mereka, kuda putih yang dibawa Peter ternyata secara tidak sengaja mempertemukannya dengan seorang gadis cantik bernama Beverly Penn (Jessica Brown Findlay). Segera saja, hubungan keduanya berkembang menjadi sebuah hubungan romansa dimana keduanya tidak lagi dapat dipisahkan satu sama lain.

Hubungan Peter dan Beverly sendiri sepertinya tidak ditakdirkan untuk berlangsung lama. Jauh sebelum Peter bertemu dengan kekasihnya tersebut, Beverly mengidap penyakit tuberkolosis yang kala itu masih belum dapat disembuhkan. Meskipun begitu, jalinan cinta yang terbentuk antara Peter dan Beverly dianggap membahayakan oleh Pearly karena dirinya merasa bahwa Beverly akan memberikan kekuatan magis pada Peter. Karena hal tersebut, Pearly mulai menyusun rencana untuk membunuh Beverly sekaligus menyingkirkan Peter untuk selama-lamanya.

Sebagai sebuah film yang mengemban plot dengan kandungan magical realism di dalam jalan penceritaannya, kelemahan terbesar dari Winter’s Tale jelas terletak dari kegagalannya untuk meyakinkan para penonton bahwa segala hal magis yang dialami oleh setiap karakter adalah benar-benar nyata. Arahan Akiva Goldsman dalam menulis jalan cerita film ini benar-benar terasa setengah matang: gagal dalam memberikan kontinuitas plot penceritaan yang baik sekaligus kurang mampu dalam menggali setiap karakter yang hadir dalam jalan cerita untuk menjadikan mereka deretan karakter yang mampu menjalin hubungan emosional yang kuat dengan penonton.

Hasilnya, selain tampil dengan jalan cerita yang kompleks, membingungkan dan sukar untuk dapat dirasakan sebagai sebuah penceritaan yang nyata, alur emosional film yang sebenarnya begitu dibutuhkan untuk dapat membuat film ini benar-benar efektif gagal untuk hadir dengan seksama di sepanjang 118 menit durasi penceritaan Winter’s Tale.

Untungnya, Goldsman mampu menghadirkan deretan jajaran pemeran dengan kapabilitas yang tinggi untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Colin Farrell dan Jessica Brown Findlay jelas-jelas menjadi nyawa utama bagi Winter’s Tale. Chemistry yang mereka jalin begitu kuat sekaligus hangat – sebuah kualitas yang membuat Winter’s Tale kembali terasa membeku setelah kedua karakter yang diperankan Farrell dan Brown Findlay tidak lagi bersama. Russell Crowe, Eva Marie Saint dan William Hurt juga terlihat meyakinkan dalam peran mereka.

Jika ada talenta akting yang benar-benar terbuang, maka penampilan tersebut datang dari Jennifer Connelly. Bukan salah aktris pemenang Academy Awards tersebut sebenarnya. Namun karakter yang diperankan oleh Connelly benar-benar hadir begitu dangkal – dengan plot penceritaan modern yang juga menjadi bagian terburuk dari film ini. Sementara itu, Will Smith hadir sebagai kejutan dalam film ini dengan peran yang sepertinya terlalu kecil untuk imej Smith yang telah terlalu besar. Buruk? Tidak juga. Hanya terasa terlalu membuang potensi besar yang ada dalam diri Smith. Bahkan pada bagian terbaiknya, film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Akiva Goldsman ini hanya mampu terasa sebagai sebuah presentasi yang medioker.

Tidak pernah benar-benar terasa membosankan maupun buruk namun di saat yang sama juga selalu gagal dalam mengikat perhatian maupun sisi emosional para penontonnya – kelemahan yang muncul akibat kegagalan Goldsman untuk benar-benar menterjemahkan berbagai keajaiban yang terdapat dalam jalan cerita novel Winter’s Tale karya Mark Helprin.

Penampilan para pengisi departemen akting film jelas menjadi satu-satunya keunggulan yang membuat Winter’s Tale masih cukup dapat dinikmati – dengan jalinan chemistry antara Colin Farrell dan Jessica Brown Findlay tampil bersinar dan menghidupkan jalinan romansa antara karakter yang mereka perankan. Jelas bukanlah sebuah debut penyutradaraan yang layak untuk dibanggakan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/22/review-winters-tale-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 56 Menit - 53 Detik
Ukuran: 252 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: 47 Ronin + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - 47 Ronin + Subtitle Indonesia


download film gratis 47 ronin
Source: BRRip
Released: 25 December 2013 (USA)
Country: USA
Language: English | Japanese
Genre: Action | Adventure | Fantasy
Director: Carl Rinsch
Writers: Chris Morgan (screenplay), Hossein Amini (screenplay)
Starcast: Keanu Reeves, Hiroyuki Sanada, Ko Shibasaki










Review

Film ini sesungguhnya telah dijadwalkan akan dirilis pada akhir november tahun lalu. Ya, bukan november tahun ini melainkan tahun lalu, didorong sedikit kebelakang menuju awal bulan februari 2013 dengan alasan terkait efek visual, namun kemudian kembali ditunda hingga akhir bulan desember dengan alasan reshoots. Kemungkinannya cuma dua, upaya untuk menjadikannya tampak semakin megah, atau upaya menyelamatkan ia dari jurang kehancuran. 47 Ronin, cukup rapi, stabil, namun monoton dan kurang bernyawa.

Karena statusnya sebagai pria berdarah campuran antara British dan Jepang, Kai (Keanu Reeves) harus rela dipandang sebelah mata oleh para samurai di kerajaan tempat ia bermukim, Ako. Ia dianggap seperti sebuah masalah, namun celakanya sebuah tindakan licik dari seorang wanita bernama Mizuki (Rinko Kikuchi) kemudian membawa Kai kedalam sebuah masalah yang jauh lebih besar, menyebabkan pemimpin mereka Lord Asano (Min Tanaka) memutuskan untuk menebus kesalahan dengan memilih melakukan seppuku, dan Ako berada dibawah kendali Lord Kira (Tadanobu Asano).

Namun walaupun kini hanya menyandang status ronin, serta dihalangi sebuah perintah dari pemimpin tertinggi, Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada) tetap berniat untuk membalaskan dendamnya kepada Lord Kira sebagai upaya untuk mengembalikan kehormatan mantan pemimpinnya. Ia kemudian mengajak Kai untuk bergabung, bukan hanya karena Oishi tahu kemampuan yang dimiliki Kai, namun ikut melibatkan nasib seorang wanita bernama Mika (Kou Shibasaki) yang akan dinikahi paksa oleh Kira, wanita pujaan hati Kai.

Jika dijabarkan dalam sebuah kalimat sederhana, 47 Ronin adalah film yang sejak awal sudah tampak sangat cemas. Sumbernya adalah dana melimpah yang ia miliki, kemudian memberikan dampak domino pada cerita yang ditulis oleh Walter Hamada, Chris Morgan, dan Hossein Amini, hingga merembes pada kinerja Carl Erik Rinsch dibangku sutradara. Ya, mereka tampak terbebani tentu saja oleh tuntutan agar film ini dapat menjadi sebuah kemasan yang mewah dan megah, tapi celakanya hal tersebut pula yang ternyata kemudian menyebabkan Rinsch dan rekan-rekannya justru memilih bermain aman, bahkan cenderung setengah hati di tiap elemen film.

Ini tidak total. Dari segi cerita memang terasa rapi, kita seperti dibawa kedalam sebuah urutan petualangan yang terangkai dengan baik, berhasil menghidupkan kembali salah satu legenda masyarakat Jepang ini. Namun jika mencoba menilik sedikit lebih kedalam anda dapat dengan mudah menemukan sebuah rasa bingung yang dimiliki oleh 47 Ronin. Film ini tidak berani, beban diawal tadi seperti menghalangi ia untuk bergerak lebih jauh dan lebih bebas, unsur sejarah ia kemas secara umum tanpa pendalaman yang berarti, kemudian melakukan kombinasi bersama sentuhan Hollywood.

Benar, tema kehormatan dan pengorbanan itu memang berhasil tersampaikan, namun dengan cara yang sangat biasa, standard dibanyak bagian, cerita terbangun dengan cara yang biasa, begitupula dengan karakter, hingga berakhir pada permainan CGI. Ini terlalu sederhana untuk sebuah legenda potensial yang kompleks, dan pada akhirnya penonton hanya akan berpegang pada warna balas dendam ketimbang hal-hal rumit yang tersimpan dibalik itu.

Screenwriter seperti sangat terbebani agar dapat menyusun sebuah kisah yang di satu sisi tampil serius namun juga harus menciptakan ruang bagi “hiburan” yang menyenangkan, memang rapi, namun ini monoton dan kaku. Sumber utama yang menyebabkan ia tampil monoton dan kaku adalah keputusan yang diambil oleh Carl Erik Rinsch sejak awal, 47 Ronin sudah ditekan sejak ia dimulai, diatur sedemikian rupa agar dapat tampil seimbang di semua elemen. Berhasil, namun gerak mondar-mandir yang ia hadirkan itu berada di level medium, jauh dari mengesankan.

Kurang bernyawa, sulit untuk menaruh simpati pada cerita dan karakter yang sejak awal tidak diberikan karakterisasi dan kedalaman yang mumpuni, padahal petualangan ini didominasi permainan dialog dalam gerak yang sabar dan stabil. Penggunaan english juga memberi dampak berarti, sulit untuk melakukan sinkronisasi pada karakter fiktif tersebut dengan kisah nyata, menghadirkan sebuah rintangan untuk dapat terjerat lebih dalam.

Yang unik dari 47 Ronin adalah ia menghadirkan sebuah proses panjang untuk mencapai finale di dua bagian, sisi emosional dari pesan dan karakter, dan juga sisi tampilan visual. Visual berhasil, set yang mengesankan, kostum yang memikat, efek visual yang cukup oke, ada nafas kuno dalam sentuhan modern yang ia tampilkan. Namun dari segi emosional: kurang memuaskan, kurang mencekam, daya tarik yang kurang kokoh dengan mudah tergerus ketika hiburan visual mulai hadir menemani. Itu juga sering menjadikan Keanu Reeves terasa kurang berharga, terlebih dengan kemampuan pemeran Jepang seperti Hiroyuki Sanada, Tadanobu Asano, dan Rinko Kikuchi memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki dengan baik.

Overall, 47 Ronin adalah film yang cukup memuaskan. Ini menarik jika menilik struktur cerita yang ia tampilkan, walaupun beberapa materi terasa kurang pas ia masih mampu untuk tampil cukup rapi, bahkan berhasil menggambarkan kembali secara garis besar informasi terkait perjuangan dan keberanian dari para Ronin. Yang menjadi masalah adalah ia tidak punya dinamika cerita yang bernyawa, yang hidup, yang menyenangkan, ini terlalu stabil di level yang sayangnya juga tidak tinggi, terasa kaku dan kerap kali monoton.

sumber: http://rorypnm.blogspot.com/2013/12/movie-review-47-ronin-2013.html


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 58 Menit - 42 Detik
Ukuran: 246 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia


download film gratis bridge to terabithia
Source: BRRip
Released: 16 February 2007 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Gabor Csupo
Writers: Jeff Stockwell (screenplay), David Paterson (screenplay)
Starcast: Josh Hutcherson, AnnaSophia Robb, Zooey Deschanel











Review

Bayangkan ada sebuah kerajaan sihir yang hanya kita yang bisa datangi, bayangkan kerajaan sihir itu diserang oleh Dark Master, bayangkan para Terabithian menunggu kehadiran kita untuk membebaskan kita dari Dark Master. Bridge to Terabithia adalah cerita tentang kehidupan sekolah, impian, realitas, dunia impian, kehilangan, kenangan dan tentang kerajaan ajaib Terabithia.

Jess, anak berusia 11 tahun dari keluarga yang biasa, dengan hidup yang biasa. Hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Leslie, gadis pindahan dengan imajinasi yang luar biasa. Berdua mereka menciptakan sebuah kerajaan Terabithia di hutan dekat rumah mereka. Tempat yang hanya mereka bisa datangi, jauh dari dunia nyata. Dunia mereka penuh dengan mahluk gaib, binatang ajaib, troll dan prajurit lebah dan Terabithian, penduduk Terabithia.

Di Terabithia, mereka bertarung, berlari, berkelana dan mencari keberanian yang datang dari diri mereka sendiri untuk menghadapi dunia nyata, masalah dalam keluarga mereka, dan anak-anak nakal di sekolah. Ketika sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi, apakah kerajaan sihir Terabithia akan hilang?


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 31 Detik
Ukuran: 212 mb

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia

Jumat, 30 Mei 2014

Download Film Gratis - X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia


download film gratis x-men days of future past
Source: HDCAM
Released: 23 May 2014 (USA) 
Country: USA | UK
Language: English | Vietnamese
Genre: Action | Adventure | Fantasy | Sci Fi
Director: Bryan Singer
Writers: Simon Kinberg (screenplay), Jane Goldman (story)
Starcast: Patrick Stewart, Ian McKellen, Hugh Jackman, Jennifer Lawrence, Halle Berry










Review

Mungkin berlebihan jika mengatakan bahwa X-Men: The Last Stand dan X-Men Origins: Wolverine hampir menamatkan riwayat franchise X-Men di layar lebar. Tapi yang jelas kedua film tersebut memang layak disebut sebagai yang terburuk dalam franchise ini. Setelah Brett Ratner merusak segala hal bagus yang diciptakan Bryan Singer dalam dua film pertama X-Men, para mutan ini memang baru mendapatkan film yang layak lagi lima tahun kemudian lewat sebuah reboot/prequel X-Men: First Class garapan Matthew Vaughn yang sukses memperkenalkan masa lalu dari Charles Xavier (Professor X) dan Erik Lensherr (Magneto). Wolverine pun pada akhirnya mendapat film solo yang lebih layak lewat The Wolverine.

Sampai pada akhirnya Bryan Singer kembali menyutradari film X-Men setelah 11 tahun "pergi". Tapi dia tidak hanya kembali karena film yang ia sutradarai bisa dibilang merupakan yang terbesar baik dari segi skala cerita, jumlah karakter, sampai bujet yang digelontorkan. Ya, Singer kembali dengan membawa sebuah ambisi besar tidak hanya untuk menciptakan film X-Men terbesar tapi juga mungkin film superhero terbesar yang bisa menandingi The Avengers.

Filmnya sendiri mengambil cerita dari komik Days of Future Past yang terbit tahun 1981 dan dianggap sebagai salah satu storyline terbaik dalam komik X-Men. Pada awalnya kita akan dibawa pada era masa depan yang begitu kelam dimana dunia dikuasai oleh robot-robot raksasa bernama Sentinel. Pada awalnya Sentinel diciptakan untuk membunuh mutan, dan itu berhasil dimana banyak mutan yang akhirnya tewas di tangan Sentinel.

Tapi lambat laun robot ini juga mulai membunuh manusia yang dari gen mereka berpotensi mempunyai keturunan mutan. Dunia pun menjadi tempat yang begitu mengerikan khususnya bagi para mutan. Para mutan yang bertahan hidup mulai menyusun rencana dibawah pimpinan Profesor X (Patrick Stewart). Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengirim Wolverine (Hugh Jackman) ke masa lalu tepatnya tahun 1973 dengan bantuan Kitty Pride (Ellen Page) guna memperingatkan Xavier muda (James McAvoy) tentang masa depan yang porak poranda tersebut.

Hal itu dilakukan dengan harapan mereka bisa menghentikan Bolivar Trask (Peter Dinklage) yang pada tahun 1973 sedang berencana untuk membuat Sentinel. Tapi tentu saja hal itu tidak mudah dilakukan karena pada masa itu Xavier tengah dirundung banyak duka, kehilangan kekuatannya, dan masih bersitegang luar biasa dengan Erik (Michael Fassbender) yang saat itu tengah di penjara atas tuduhan pembunuhan terhadap Presiden JFK.

Days of Future Past sudah dibuka dengan begitu luar biasa lewat gambaran masa depan yang kelam, penuh kesengsaraan dan kematian. Bahkan action sequence pembukanya pun begitu luar biasa meski sama sekali tidak menampilkan deretan mutan yang sudah punya nama besar dalam film-film sebelumnya. Tidak hanya itu, adegan tersebut juga dibalut dengan kebrutalan yang diatas rata-rata film superhero pada umumnya. Disinilah kehebatan Bryan Singer benar-benar terlihat. Disinilah pembeda nyata antara Singer dan Ratner terpampang jelas.

Disaat Brett Ratner menciptakan kekacauan saat menumpahkan banyak mutan ke dalam satu film serta banyak membunuh potensi masing-masing dari mereka, Singer justru sebaliknya. Meski banyak mutan baik lama maupun baru yang hadir, masing-masing dari mereka diberi kesempatan yang sama untuk bersinar meski kemunculannya tidak banyak seperti Storm atau Magneto-nya Ian McKellen.

Singer tahu benar potensi tiap-tiap mutan dan menggunakan itu untuk mengkoreografikan adegan aksi dengan begitu spektakuler. Hal ini membuat mutan-mutan yang memang sudah dicintai seperti Wolverine sampai Magneto-nya Fassbender tetap bersinar tapi disisi lain mutan baru seperti Blink dan Quicksilver sanggup mencuri perhatian. Dua nama yang disebut terakhir memang diluar dugaan sanggup mencuri perhatian. Sedangkan Quicksilver yang sebelum perilisan filmnya terlihat kurang meyakinkan ternyata bisa menjadi mutan yang super keren lewat rambut abu-abu, walkman, serta tingkah semaunya sendiri itu.

Kini menjadi tugas berat bagi Joss Whedon untuk menciptakan Quicksilver yang setidaknya tidak kalah keren dalam Avengers: Age of Ultron. Kabar baiknya, Days of Future Past bukanlah kemunculan pertama dan terakhir mereka, karena keduanya akan kembali lagi dalam sekuel-sekuel berikutnya. Film ini juga masih punya love/hate relationship dengan chemistry kuat yang dimiliki McAvoy dan Fassbender.

Hugh Jackman masih memikat seperti biasa lewat mulutnya yang kadang masih susah dikontrol dan sering melontarkan lelucon demi lelucon. Jenffier Lawrence dan Peter Dinklage makin melengkapi jajaran cast yang bermain luar biasa dalam film ini. J-Law membuktikan bahwa Mystique bukan hanya sosok bersisik biru tapi juga dengan kedalaman emosi. Sedangkan Dinklage sebagai Bolivar mungkin bukan villain yang mengancam lewat kemampuan fisiknya, tapi sosoknya tetap bisa menebar ancaman dalam tiap kemunculannya.

Singer pun berhasil memaksimalkan kapasitas akting para pemainnya yang seabrek itu dengan keberhasilannya merangkum aspek drama dalam film ini. Singer tidak melupakan aspek penting yang sering ditinggalkan banyak sutradara film aksi, yakni memberikan karakter yang dipedulikan penonton. Dengan memberikan hal itu, ketegangan yang tersaji dalam tiap adegan aksinya pun makin bertambah karena penonton merasakan kepedulian dan simpati pada karakter yang ada.

Pada akhirnya, klimaks yang menampilkan pertempuran di masa lalu dan masa depan sama-sama terasa begitu luar biasa, lebih cepat, lebih intens, lebih brutal dan terasa cukup tragis. Begitulah, Singer sukses menciptakan sebuah film X-Men yang luar biasa. Tapi keberhasilan Singer bukan hanya itu. Tidak hanya sukses menciptakan sebuah film X-Men yang bagus, dia juga sanggup memperbaiki banyak hal yang kacau dalam universe film X-Men selama ini.  X-Men: The Last Stand memang banyak "mengacaukan" dunia X-Men, dan Singer memanfaatkan dengan baik tema time travel yang ada untuk memperbaiki segala kekacauan tersebut. Dan di akhir credit scene akan menampilkan calon villain bagi sekuelnya, X-Men: Apocalypse yang akan rilis tahun 2016. Kabarnya sekuel yang bakal menampilkan Apocalypse sang mutan tertua di muka bumi tersebut akan lebih besar dan lebih masif dari Days of Future Past.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2014/05/x-men-days-of-future-past-2014.html


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x256
Durasi: 2 Jam - 02 Menit - 14 Detik
Ukuran: 252 mb


Download Subtitle Nya

Downlad Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Il Mare + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Il Mare + Subtitle Indonesia


download film gratis il mare
Source: BRRip
Released: 9 September 2000 (South Korea)
Country: South Korea
Language: Korean
Genre: Drama | Fantasy | Romance
Director: Hyun-seung Lee
Writers: Eun-Jeong Kim, Tae-Yeon Won (letters)
Starcast: Jung-Jae Lee, Gianna Jun, Mu-saeng Kim











Review

Desember 1999, beberapa hari lagi menuju millenium baru, Eun-joo (Jun Ji-hyun) baru saja selesai menuliskan dan memasukan kartu ucapan natal yang berisi pesan-pesan kepada penghuni baru yang akan menempati “Il Mare” dalam sebuah kotak surat merah, sambil berharap siapapun nanti yang akan tinggal disana akan membalasnya di kemudian hari.

“Il Mare” sendiri adalah sebuah rumah kecil nan unik yang terletak di kesunyian pinggir laut dimana sudah 2 tahun ini Eun-joo bersama anjingnya, coke menghabiskan waktu bersama dalam suka dan duka.

Di tempat yang sama, Sung-hyun (Lee Jung-jae), seorang arsitek muda baru saja menerima sepucuk surat ucapan natal di kotak suratnya. Sebuah surat yang dikirim seorang wanita yang mengaku pernah menjadi penghuni rumah miliknya. Jelas saja Sung-hyun menganggap surat itu hanyalah gurauan belaka yang dikirim oleh orang iseng karena bukan hanya karena rumah yang diberinya nama “Il Mare” itu baru saja selesai dibangun oleh ayahnya untuk dirinya namun juga bagaimana wanita misterius itu menuliskan tahun 1999 pada suratnya yang jelas membuat nya bingung karena tahun dimana ia hidup sekarang adalah tahun 1997.

Setelah beberapa kali melakukan korespodensi dengan wanita misterius bernama Eun-joo itu, Sung-hyun pun baru mulai menyadari bahwa dirinya dan Eun-joo ternyata memang terpisah jauh, sangat jauh malah, bukan oleh jarak, melainkan oleh waktu sepanjang 2 tahun. Hanya sebuah kotak surat ajaib yang terletak di depan “Il Mare” lah yang menjadi satu-satunya penghubung kisah manis dua insan manusia ini.

Terkadang drama romantis pun butuh sentuhan elemen fantasi untuk dapat menghasilkan sebuah tontonan yang menyegarkan dan lepas dari tema yang itu-itu saja, seperti halnya yang coba disajikan oleh film produksi Korea Selatan satu ini. Ya, Il Mare atau yang memiliki judul lain Siworae ini bisa dibilang adalah salah satu contoh unik bagaimana unsur fantasi dan perjalan waktu mampu melebur dengan baik dengan kisah percintaan dua manusia kesepian ini, dan hasilnya memang terbukti sangat ampuh menjadi sebuah hiburan yang ‘aneh’ namun meninggalkan kesan yang dalam di benak penontonnya.

Bagi yang tidak terbiasa menonton film-film bertema perjalanan waktu mungkin akan sedikit kesulitan mengikuti film besutan Lee Hyun-seung ini yang memiliki plot ‘agak’ rumit ini. Walaupun awalnya sekilas terlihat seperti drama percintaan biasa, namun sekali lagi pengaruh kuat elemen time travel membuat segalanya menjadi terasa berbeda.

Di butuhkan sedikit konsentrasi ekstra untuk dapat mencerna bagaimana Hyun-seung menceritakan kisahnya dalam setiap adegan cerdas di dalamnya, bagaimana kita ‘dipaksa’ untuk dapat memilah-milah antara kejadian masa depan dan masa lalu sehingga nanti tidak akan sampai tersesat pada bagaian ending-nya.

Plot yang tergolong lambat secara tidak langsung membantu penontonnya untuk lebih merasakan bagaimana kisah ini berkembang setiap menitnya, bagaimana melihat karakter-karakter didalamnya berinterakasi satu sama lain dengan dinamis. Selain kisahnya yang unik, seperti kebanyakan drama-drama Korea Selatan lainnya, penontonnya akan banyak disugguhkan adegan-adegan manis dengan visual yang indah.

“Il Mare” dengan latar belakang pantai sunyi nan indah berhasil di capture dengan sangat baik, menimbulkan kesan romantis sekaligus misterius secara bersamaan. Kehadiran Jun Ji-hyun dan Lee Jung-jae sebagai pasangan beda waktu juga terbilang cukup baik, walaupun tidak istimewa setidaknya mereka sudah pas membawakan karakter masing-masing dengan segala konflik internalnya.

Overall, tidak heran jika sampai Hollywood membuat versi daur ulangnya dalam The Lake House pada tahun 2006 lalu, karena apa yang coba disajikan oleh Il Mare ini memang terasa unik dan berbeda, memberikan penontonnya pengalaman tidak biasa dalam menyaksikan drama romantis, Beautiful and magical.

sumber: http://movienthusiast.com/2010/10/review-il-mare-siworae-2000/



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 36 Menit - 17 Detik
Ukuran: 197 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Valhalla Rising + Subtitle Indonesia

Kamis, 29 Mei 2014

Download Film Gratis - Valhalla Rising + Subtitle Indonesia


download film gratis valhalla rising
Source: BRRip
Released: 10 March 2010 (France)
Country: Denmark | UK
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Fantasy
Director: Nicolas Winding Refn
Writers: Nicolas Winding Refn, Roy Jacobsen
Starcast: Mads Mikkelsen, Maarten Stevenson, Alexander Morton










Sinopsis

Pada tahun 1000 Masehi ada seorang petarung handal yang hanya memiliki satu mata, oleh kaena itu dia dipanggil "One Eye". Dia menajdi tahanan sekelompok orang dan diadu dengan tahanan lain. Hebatnya dia selalu menang walopun bertarung dalam keadaan dirantai. Selain jago bertarung, One Eye yang tidak pernah bicara ini juga punya kemampuan membaca masa depan lewat mimpi. Melalui kemampuannya itu pula dia berhasil kabur dengan membantai orang-orang yang menahannya.

Bersama seorang bocah yang selalu memberinya makan & minum saat di tahanan, One Eye melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan sekelompok prajurit Kristen yang akan berangkat berperang ke Jerussalem. Ternyata perjalanan itu menemui hambatan luarbiasa yang membuat mereka terdampar di sebuah pulau misterius yang mereka anggap sebagai neraka.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 32 Menit - 44 Detik
Ukuran: 222 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: subscane.com

Download Film Gratis: Vampire Academy + Subtitle Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2014

Download Film Gratis - Vampire Academy + Subtitle Indonesia


download film gratis vampire academy
Source: BRRip
Released: 7 February 2014 (USA)
Country: USA | UK | Romania
Language: English
Genre: Action | Comedy | Horror | Fantasy
Director: Mark Waters
Writers: Richelle Mead (novel), Daniel Waters (screenplay)
Starcast: Zoey Deutch, Lucy Fry, Danila Kozlovsky











Review

Bagaimana menggambarkan Vampire Academy? Well… pertama-tama, bayangkan deretan karakter vampir yang ada di seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) – minus kehadiran tubuh yang bersinar ketika terkena cahaya matahari. Kemudian bayangkan kehidupan para karakter tersebut berada dalam sebuah institusi pendidikan layaknya yang ada dalam seri film Harry Potter (2001 – 2011) dimana mereka setiap harinya berinteraksi dengan jenis bahasa yang familiar dengan para karakter yang ada di Mean Girls (2004).

Di atas kertas, kombinasi tersebut mungkin mampu menjadikan Vampire Academy sebagai sebuah film dengan premis yang cukup menjanjikan. Sayangnya, premis kehadiran sebuah film drama komedi remaja yang menyenangkan tersebut lenyap begitu saja ketika Mark Waters dan Daniel Waters mengeksekusi Vampire Academy dengan pengarahan serta naskah cerita yang terlalu lemah untuk dapat membuat film ini terasa menarik untuk disaksikan.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Richelle Mead, Vampire Academy berkisah mengenai persahabatan antara seorang dhampir – sebutan untuk mereka yang berdarah campuran antara manusia dan vampir – bernama Rose Hathaway (Zoey Deutch) dengan seorang vampir berdarah murni bernama Lissa Dragomir (Lucy Fry) yang terjalin ketika mereka sama-sama menjalani masa pendidikan mereka di Vampire Academy.

Setelah sebuah kecelakaan yang merenggut seluruh keluarga Lissa, Rose memutuskan untuk membawa Lissa keluar dari institusi pendidikan tersebut karena merasakan adanya bahaya yang mengancam kehidupan mereka. Sayang, setelah beberapa lama keluar dari Vampire Academy, keduanya berhasil ditemukan oleh pihak sekolah dan kembali dibawa kesana.

Rose dan Lissa kembali harus menghadapi kejamnya kehidupan masa sekolah. Bosan selalu dianggap sebagai sosok yang lemah, Lissa akhirnya memutuskan untuk menggunakan kekuatan magis agar dapat menarik perhatian seluruh teman-teman sekolahnya. Berhasil, Lissa kini menjadi sosok yang begitu popular di Vampire Academy.

Di saat yang bersamaan, bahaya kembali mengancam keduanya setelah Rose mulai mencium adanya gelagat buruk dari beberapa orang di sekitarnya. Setelah melalui penyelidikan yang dibantu oleh mentornya, Dimitri Belikov (Danila Kozlovsky), Rose menyadari bahwa ancaman tersebut datang dari Strigoi – sebutan untuk kaum vampir jahat yang menghisap darah dengan membunuh korbannya – yang berusaha untuk membunuh Lissa. Bersama Dimitri, Rose mulai menyusun rencana untuk mengamankan Lissa dari ancaman yang membahayakan jiwanya.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/20/review-vampire-academy-2014/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x270
Durasi: 1 Jam - 44 Menit - 22 Detik
Ukuran: 220 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: n42n42

Download Film Gratis: Dorian Gray + Subtitle Indonesia

Minggu, 18 Mei 2014

Download Film Gratis - Dorian Gray + Subtitle Indonesia


download film gratis dorian gray
Source: BRRip
Released: 9 September 2009 (UK)
Country: UK
Language: English
Genre: Drama | Fantasy | Thriller
Director: Oliver Parker
Writers: Toby Finlay, Oscar Wilde (novel)
Starcast: Ben Barnes, Colin Firth, Rebecca Hall











Review

Walau hanya memiliki satu karya novel yang pernah diterbitkan ke publik umum, namun karya Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray, mungkin merupakan salah satu karya yang cukup banyak berpengaruh di dunia sastra. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1890, The Picture of Dorian Gray telah banyak diadaptasi ke berbagai bentuk media seperti teater, seni tari hingga film.


Tahun 2009 lalu, sutradara Inggris, Oliver Parker, juga mengadaptasi kisah tersebut ke dalam sebuah bentuk film yang dibintangi oleh Ben Barnes dan diberi judul Dorian Gray. Mengisahkan mengenai Dorian Gray (Barnes), seorang pemuda tampan yatim piatu yang baru saja diwarisi harta kekayaan yang cukup melimpah dari kakeknya. Oleh seorang pelukis, Basil Hallward (Ben Chaplin), yang mengagumi ketampanan Dorian, ia akhirnya menjadi obyek beberapa lukisan Basil. Oleh Basil pula, Dorian diperkenalkan kepada Lord Henry (Colin Firth), seorang bangsawan yang cukup ternama di kota London.

Perlahan, Dorian mulai menyerap berbagai filosofi hidup yang diterimanya oleh Lord Henry, yang sayangnya, mungkin bukanlah filosofi terbaik yang bisa didapatkan oleh seorang pemuda. Lord Henry mengajarkan Dorian bahwa semua hal tidak perlu melibatkan hati dan perasaan serta tujuan hidup adalah menikmati momen yang ada sekarang dengan bersenang-senang. Karena Lord Henry pula, Dorian akhirnya menjadi seperti terobsesi dengan masa muda dan wajah tampannya.

Obsesinya untuk tetap tampan dan muda tersebut ternyata membuat Dorian rela melakukan apa saja, termasuk, seperti yang dikatakannya pada Lord Henry, untuk menjual jiwanya pada setan. Perkataan ini ternyata menjadi semacam ‘kutukan’ tersendiri bagi Dorian. Ia ternyata terbukti dapat terus bertahan tampil muda dan tampan, dimana sebagai gantinya, lukisan dirinyalah yang terus menerus bertambah tua dan tampil buruk. Lebih dari itu, lukisan tersebut ternyata mencerminkan moral dari jiwa Dorian. Ketika Dorian lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, maka lukisan tersebut semakin lama semakin membusuk.

Berfokus pada diri Dorian Gray, sutradara Oliver Parker memilih aktor muda Ben Barnes sebagai pemeran karakter Dorian. Tidak salah, secara fisik Barnes sepertinya sangat sesuai dengan gambaran Dorian yang muda, tampan dan dengan gampang akan menarik perhatian gadis manapun yang melihatnya. Walau begitu, harus diakui pula Barnes tidak memiliki daya tarik yang cukup kuat sebagai seorang aktor utama. Kehadiran Barnes terasa sekali belum memiligi magnet yang tepat untuk dapat terus memikat perhatian penonton. Ini kemudian ditambah pula dengan akting dari Barnes yang masih dapat dikategorikan sebagai biasa saja.

Lemahnya penampilan Barnes juga disebabkan karena penampilannya harus menghadapi penampilan kuat dari para aktor senior yang mendampinginya, khususnya dari aktor Colin Firth, yang sering berbagi adegan dengannya. Sebagai Lord Henry, Firth tampil sempurna. Ia mampu membuat tokoh Lord Henry sebagai seorang karakter yang menarik, karakter yang menyuarakan apapun yang ada di pikirannya dan tak peduli dengan pendapat orang lain walaupun secara perlahan hal itu memberikan dampak buruk bagi orang lain. Firth tampil meyakinkan dan hampir selalu berhasil menjadi pertunjukan utama setiap ia berada di adegannya.

Naskah cerita film ini sendiri diadaptasi oleh Toby Finlay, yang harus mengadaptasi kisah The Picture of Dorian Gray yang cukup kompleks menjadi sebuah naskah cerita untuk sebuah film berdurasi 100 menit. Akibatnya, dapat dirasakan bahwa beberapa detil penceritaan film ini sepertinya tidak terlalu tergali dengan benar. Sisi penceritaan karakter seorang Dorian Gray juga sepertinya masih terasa kurang. Finlay sepertinya lebih berfokus pada kejadian-kejadian yang ada di sekitar kehidupan Dorian daripada memfokuskan mengenai bagaimana pribadi Dorian itu sendiri. Akibatnya, penonton yang seharusnya dapat merasakan bagaimana gejolak jiwa yang ada di diri Dorian, menjadi sama sekali tidak merasakan apa-apa terhadap karakter tersebut.

Walau begitu, beberapa titik kelemahan sisi cerita mampu ditutupi dengan cukup baik oleh keunggulan teknikal film ini. Sebagai sebuah naskah cerita yang telah dikenal sedikit berbau mistis dan gothic, sutradara Oliver Parker secara pintar mengaplikasikan mood tersebut ke sepanjang penceritaan gambar film ini. Gambar-gambar masa period kota London ditampilkan dengan gelap yang menghasilkan gambaran yang sedikit menyeramkan namun indah untuk dilihat. Beberapa tampilan efek khusus baik pewarnaan maupun efek CGI yang digunakan di bagian akhir film juga bekerja dengan baik dan memberikan tampilan yang sempurna.

Selain tata gambar, Dorian Gray juga cukup unggul dari sisi tata musiknya. Komposer Charlie Mole semenjak awal film berhasil menyediakan berbagai susunan musik yang sesuai menambah kesan gothic yang dimiliki film ini. Walaupun keunggulan musik tersebut dirasakan hanya sangat kuat pada awal film — sementara tampil biasa saja di durasi sisa film — namun secara keseluruhan tata musik film ini mampu turut bekerja menambah keunggulan film ini.

Secara keseluruhan, Dorian Gray dapat dikatakan cukup memiliki keunggulan yang mencolok dari sisi art direction. Pemilihan kostum, tata rias, lokasi dan sinematografi film ini sangat mendukung satu sama lain demi menciptakan suasana gothic nan misterius yang memang dimiliki oleh naskah cerita film ini. Terdapat beberapa kelemahan pada sisi naskah cerita — yang seharusnya dapat lebih tampil dramatis dan mempengaruhi pemikiran dan emosi para penontonnya — namun ternyata kurang tergali dengan baik. Para penonton yang kurang menyukai tipe penceritaan dengan alur yang berjalan sedikit lambat sebaiknya menghindari Dorian Gray, namun secara keseluruhan, film ini adalah sebuah karya yang cukup layak untuk diberikan kredit baik.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/05/12/review-dorian-gray-2009/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 53 Menit - 17 Detik
Ukuran: 235 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: xtalplanet

Download Film Gratis: The Lego Movie + Subtitle Indonesia

Selasa, 13 Mei 2014

Download Film Gratis - The Lego Movie + Subtitle Indonesia


download film gratis the lego movie
Source: WEBRip
Released: 7 February 2014 (USA)
Country: Australia | USA | Denmark
Language: English
Genre: Animation | Adventure | Comedy | Fantasy | Family
Directors: Phil Lord, Christopher Miller
Writers: Dan Hageman (story), Kevin Hageman (story)
Starcast: Will Arnett, Elizabeth Banks, Alison Brie, Morgan Freeman, Jonah Hill, Liam Neeson










Review

Setelah seri film Dungeons & Dragons (2000 – 2011), Transformers (2007 – 2011), G.I. Joe (2009 – 2013) dan Battleship (2012), Hollywood kembali mencoba peruntungannya dalam memproduksi film yang diangkat dari sebuah permainan melalui The LEGO Movie. The LEGO Movie sendiri bukanlah film pertama yang jalan ceritanya didasarkan atas permainan susun bangun yang terbuat dari plastik tersebut.

Sebelumnya, LEGO telah menginspirasi sejumlah film animasi yang kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk DVD maupun ditayangkan melalui media televisi – menjadikan The LEGO Movie sebagai film LEGO pertama yang dirilis di layar lebar. Untungnya, dibawah arahan duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009), The LEGO Movie mampu dikembangkan menjadi sebuah film yang tidak hanya tampil kuat dalam kualitas visualnya, namun juga hadir dengan kualitas naskah yang begitu hangat dan menghibur.

The LEGO Movie sendiri dimulai dengan penggambaran kehidupan di dunia LEGO dimana seluruh masyarakatnya menjalankan aktivitas harian mereka berdasarkan buku panduan yang telah dikeluarkan oleh Lord Business (Will Ferrell). Dalam dunia tersebutlah penonton kemudian diajak berkenalan dengan Emmet (Chris Pratt), seorang pekerja konstruksi yang, seperti semua orang di dunianya, hidup dengan peraturan yang telah ditetapkan Lord Business.

Namun, semua hal berubah ketika Emmet secara tidak sengaja menemukan Piece of Resistance – sebuah benda yang semenjak lama telah melegenda karena kemampuannya untuk menyelamatkan dunia dari senjata berbahaya yang disebut dengan Kragle – dan kemudian menyentuhnya – suatu hal yang semenjak lama telah dilarang oleh Lord Business. Ketika menyentuh Piece of Resistance itulah, Emmet mendapatkan banyak bayangan mengenai berbagai hal yang terjadi pada masa lalu dunia LEGO.

Sial, karena tidak kuat dalam menerima berbagai bayangan tersebut, Emmet kemudian jatuh pingsan. Ketika terbangun, Emmet telah berada dalam tahanan yang dikelola oleh tangan kanan Lord Business, Bad Cop (Liam Neeson). Disana, Emmet mulai menyadari niat buruk Lord Business untuk menghancurkan dunia LEGO dengan menggunakan Kragle.

Beruntung, Emmet kemudian diselamatkan oleh Wyldstyle (Elizabeth Banks) yang langsung membawa Emmet ke hadapan seorang penyihir bernama Vitruvius (Morgan Freeman). Oleh Vitruvius, Emmet mendapatkan banyak informasi mengenai Piece of Resistance, Kragle serta niat jahat dari Lord Business. Dan karena Emmet telah menemukan Piece of Resistance, Vitruvius menunjuk Emmet sebagai sosok pahlawan. Bersama, mereka segera membentuk kelompok untuk menghalangi niat Lord Business dalam menghancurkan dunia LEGO.

Layaknya LEGO yang memanfaatkan imajinasi para penggunanya untuk dapat mengkreasikan berbagai bentuk yang mereka inginkan, Phil Lord dan Chris Miller juga mampu mengembangkan begitu banyak plot penceritaan kreatif bagi The LEGO Movie melalui karakter-karakter yang juga didukung oleh deretan karakter popular seperti Batman, Superman, Green Lantern hingga karakter-karakter dari seri film Star Wars.

Jalan cerita yang dihadirkan sendiri sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang baru. Namun, seperti yang dapat dirasakan pada Cloudy with a Chance of Meatballs, Lord dan Miller memiliki kemampuan yang kuat dalam mengolah deretan dialog naskah cerita mereka sehingga mampu berisi banyak referensi budaya pop yang sedang mendunia saat ini maupun berbagai guyonan yang mampu memberikan hiburan. Ditambah dengan pemilihan ritme penceritaan yang berjalan dengan cukup cepat, The LEGO Movie berhasil dikemas menjadi sebuah film animasi yang begitu menyenangkan.

Penceritaan The LEGO Movie sendiri sedikit mengalami gangguan ketika Lord dan Miller terkesan mulai mengeksplorasi karakter-karakternya secara berlebihan di pertengahan film. Banyaknya karakter yang muncul seringkali membuat jalan cerita The LEGO Movie kehilangan fokus penceritaan utamanya. Tidak heran dengan durasi yang mencapai 100 menit, The LEGO Movie sempat beberapa kali terasa datar dalam kehadirannya. Bukan sebuah masalah besar. Kualitas penceritaan film ini mendapat dukungan yang solid dari para pengisi suaranya. Mulai dari Chris Pratt yang memerankan Emmet sang karakter utama hingga nama-nama seperti Elizabeth Banks, Morgan Freeman, Will Ferrell, Will Arnett hingga duo Channing Tatum dan Jonah Hill yang sempat bekerjasama dengan Lord dan Miller dalam 21 Jump Street (2012) mampu memberikan kontribusi terbaik lewat suara mereka. Kualitas tata produksi juga tidak perlu diragukan. Lord dan Miller berhasil menghadirkan warna-warna cerah yang begitu menyenangkan untuk disaksikan dalam filmnya.

Well… meskipun terdapat beberapa bagian yang memberikan titik-titik lemah dimana The LEGO Movie masih terasa menjemukan, Phil Lord dan Chris Miller secara keseluruhan berhasil kembali membuktikan daya kreativitas mereka yang begitu tinggi. Usai menghidupkan berbagai jenis makanan dalam Cloudy with a Chance of Meatballs, keduanya kini sukses turut memberikan kehidupan pada karakter-karakter yang terbuat dari mainan plastik dan mengeksplorasinya menjadi sebuah perjalanan kisah yang cukup menyenangkan. Ditambah dukungan pengisi suara yang begitu berhasil untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan dan kualitas tata produksi yang meyakinkan, The LEGO Movie adalah sebuah sajian animasi penuh warna yang akan berhasil memberikan momen-momen menyenangkan bagi para penontonnya.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/14/review-the-lego-movie-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 27 Detik
Ukuran: 212 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT

Subtitle By:  n42n42

Download Film Gratis: The Monkey King + Subtitle Indonesia

Rabu, 07 Mei 2014

Download Film Gratis - The Monkey King + Subtitle Indonesia


download film gratis the monkey king
Source: WEB-DL
Released: 14 September 2014 (USA)
Country: China | Hong Kong | USA
Language: Mandarin
Genre: Action | Adventure | Fantasy
Director: Pou-Soi Cheang
Writers: Kam-Yuen Szeto, Edmond Wong
Starcast: Donnie Yen, Yun-Fat Chow, Aaron Kwok











Review

Menyambut tahun baru Imlek 2014, salah satu film ambisius asal negeri China yang tentunya sudah sangat kamu kenal yakni THE MONKEY KING yang dirilis pada 31 Januari 2014 lalu. Film produksi Hong Kong-China itu diarahkan oleh Cheang Pou Soi dan memasang aktor papan atas Donnie Yen sebagai si kera sakti, Sun Go Kong. Film ini memulai masa produksi di Beijing pada 18 Oktober 2010 lalu dan disyuting dalam format IMAX 3D. |

Digadang-gadang sebagai adaptasi literatur China klasik dengan efek termahal ini menghabiskan biaya mencapai USD 88 juta atau mencapai lebih dari 1 triliun rupiah.

Sebelumnya THE MONKEY KING ini sempat beberapa kali mengalami perubahan jadwal rilis. Filmko dan Global Star Production yang memproduksi film ini sempat mengumumkan perilisan pada 7 Juli 2012, 4 Juli 2013, 20 November 2013 dan akhirnya dipastikan pada 31 Januari 2014.

Mengambil metode syuting 3D, Filmko sampai menggaet sineas Hollywood sebagai bagian visual efek film seperti David Ebner (Alice in Wonderland, Spider-Man 3).

Plot dalam THE MONKEY KING kali ini mengambil bagian saat sang Kera Sakti menantang Kaisar Langit di Surga sebelum dia melakukan perjalanan ke barat bersama rekan-rekannya nanti.

Adegan film The Monkey King ini langsung dibuka dengan pertempuran dahsyat antara Raja Khayangan alias Raja GIOK (Chow Yun Fat) dengan Siluman Kerbau (Aaron Kwok) yang hendak merebut tahta istana khayangan. Dalam pertempuran itu Raja Khayangan berhasil mengalahkan Siluman Kerbau. Namun ketika Raja Khayangan hendak menghabisi nyawa Siluman Kerbau, kekasih Siluman Kerbau yakni DEWI KIPAS yang ternyata adik dari Raja Khayangan memohon agar Siluman Kerbau diampuni.

Raja Khayangan akhirnya mengampuni Siluman Kerbau, namun dia dan Dewi Kipas akhirnya diusir ke Bumi. Akibat penyerbuan Siluman Kerbau tersebut, istana khayangan porak-poranda. Lalu salah seorang DEWI cantik yang ada di khayangan mengorbankan dirinya menjadi kristal-kristal kecil yang bisa mengembalikan kehancuran istana khayangan menjadi utuh seperti semula.

Dari sekian banyak pecahan kristal tersebut, INTI dari kristal tersebut jatuh ke Bumi tepatnya di Gunung Huagao. Inti kristal inilah yang kemudian melahirkan seekor kera yang ketika dewasa dijuluki Kera Agung alias Kera Sakti SUN WU KONG (Donnie Yen).

Siluman kerbau yang masih dendam kepada Raja Khayangan akhirnya menghasut Sun Wu Kong dengan berbagai cara, agar dia mau menghancurkan khayangan. Bahkan Siluman Kerbau berhasil menghasut Jendral Erlang yang mempunyai tiga mata supaya mau membantu dirinya. Dan ternyata akal bulus Siluman Kerbau berhasil. Sun Wu Kong marah besar dan mengacau Istana Khayangan.


Selain Donnie Yen, bintang papan atas China lainnya yang terlibat seperti Chow Yun Fat (Ksatria Langit), Aaron Kwok (Raja Iblis Kerbau), Joe Chen (Putri Kipas Besi), Peter Ho (Erlang Shen), Kelly Chen (Dewi Kwan Im) dan banyak lagi.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 59 Menit - 17 Detik
Ukuran: 218mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: http://subscene.com/u/817341

Download Film Gratis: The Amazing SpiderMan 2 + Subtitle Indonesia

Senin, 05 Mei 2014

Download Film Gratis - The Amazing SpiderMan 2 + Subtitle Indonesia


download film gratis the amazing spiderman 2
Source: HDCam
Released: 2 May 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Adventure | Fantasy
Director: Marc Webb
Writer: Alex Kurtzman (screenplay), Roberto Orci (screenplay),
Starcast: Andrew Garfield, Emma Stone, Jamie Foxx











Review

Di edisi pertama reboot miliknya dua tahun lalu itu superhero jenius dengan gerak cepat dan refleks yang memikat ini berhasil membuktikan bahwa ia tidak menjadi sesuatu yang totally useless ketika kembali beraksi bersama tubuh dibalut latex ketat itu hanya lima tahun setelah ia melakukan aksi terakhirnya. Sukses menampar sikap pesimis, beban yang sedikit berkurang, edisi kedua ini berhasil tampil lepas untuk menawarkan kembali cerita familiar itu dalam sebuah petualangan yang menyenangkan masih dengan aksi terbang dan melayang di antara gedung pencakar langit kota New York. The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro, when music and action sequence kill a bit draggy story minus. I'll simply say it's on again, it's on again.

Cute couple itu harus meninggalkan sekolah tempat mereka bertemu yang ditandai dengan acara upacara wisuda kelulusan, momen dimana Gwen Stacy (Emma Stone) menyampaikan pidatonya sementara disisi lain Peter Parker (Andrew Garfield) masih harus menyelamatkan kota New York dari aksi brutal seorang Russian Mobster bernama Aleksei Sytsevich (Paul Giamatti).

Semua memang berakhir indah, namun dari sana pula awal dari kemunculan bayangan yang selalu mencoba mengingatkan Peter pada janjinya untuk menjauh dari Gwen, menyebabkan kisah manis yang mereka punya berubah menjadi rumit. Paska peristiwa tersebut Peter memutuskan untuk kembali menuntaskan hasrat miliknya dengan mencari tahu keberadaan ayahnya (Campbell Scott).

Hal tersebut ternyata menyimpan sebuah fakta yang membawa Peter menuju Oscorp, perusahaan atau kerajaan bisnis yang memiliki pemimpin baru setelah ditinggal Norman Osborn (Chris Cooper) dan kini dikendalikan oleh Harry Osborn (Dane DeHaan), sahabat karib Peter yang masih bergelut dengan masalah pribadi, yang celakanya tidak tahu telah hadir monster baru yang berasal dari perusahaannya, seorang pekerja listrik bernama Max Dillon (Jamie Foxx) yang hanya ingin keluar dari kesepian dan memperoleh perhatian.

Menilik sinopsis diatas tadi akan hadir kesan ambigu pada misi utama yang ingin dicapai oleh The Amazing Spider-Man 2, banyak masalah yang potensial untuk dikembangkan namun faktanya mayoritas dari mereka tidak memperoleh sentuhan yang cukup dalam pada tahap eksekusi. Yap, timbunan konflik yang gemuk itu pada akhirnya memang akan terkesan dipaksa untuk mampu menyelip masuk kedalam alur cerita dengan berbagai isu, dari menciptakan ruang cerita untuk arena kreatifitas adegan aksi lewat Max Dillon, future plan yang tidak bisa dibuang pada sosok Harry, hingga pemanis tambahan pada Aleksei.

Berantakan, sedikit tidak konsisten, tapi masalahnya adalah Marc Webb tetap berhasil membentuk ini menjadi sajian berantakan yang menghibur. Aneh memang karena dibalik segala kekacauan yang mayoritas masih di isi dengan hal lama pada elemen script sulit pula untuk tidak mengakui bahwa The Amazing Spider-Man 2 mampu memberikan unsur fun yang terasa pas selama 142 menit durasi yang ia punya.

Cerita hasil kerja sama Alex Kurtzman, Roberto Orci, dan Jeff Pinkner yang terkesan pemalas dan sedikit terburu-buru dalam gerak berat yang ia hadirkan itu seperti membentuk sebuah rollercoaster, terkadang bermain dengan drama mengandalkan emosi yang coba menelusuri hubungan multi arah antar karakter dengan Peter sebagai sentralnya meskipun cenderung lebih sering berakhir terlalu stabil, dan ketika penonton mulai merasa tenang dan nyaman Marc Webb kemudian menghantam mereka dengan adegan aksi penuh koreografi dan akrobatik dinamis dalam gerak cepat yang presisi dan rapi hasil sentuhan “palsu” yang memikat dari departemen visual efek bersama kualitas 3D yang mumpuni. Hal tersebut yang kerap kali menjadi sumber hadirnya senyuman sembari terus bertanya apa sih sebenarnya maunya film ini.

The Amazing Spider-Man 2 seperti dikemas tanpa eksistensi dinding yang membatasi diri seorang Spider-Man sebagai seorang superhero yang hanya bertugas menyelamatkan penduduk dari bahaya. Memang tidak selevel dengan Spider-Man 2 versi Sam Raimi, tapi tragedi serta kisah romansa itu berhasil ditampilkan oleh Marc Webb yang uniknya ia kemas dengan terus menekankan kesan freestyle didalam penceritaan, bergerak bebas namun punya point-point utama yang berhasil muncul di dalam cerita dan tergambarkan dengan baik, walaupun disamping itu sayangnya mereka hanya sebatas ada karena Marc Webb cenderung lebih asyik bermain-main dengan banyak hal yang punya kapasitas minor.

Ya, The Amazing Spider-Man 2 adalah presentasi yang warna-warni, dan ini kacau sebetulnya, tapi disamping itu keputusan tersebut seolah telah di prediksi oleh mereka. Seperti sebuah perjudian, gambling, mari mencoba tampil sedikit lebih segar dan siap menerima resiko terburuknya, dan hasilnya tidak buruk serta cukup berimbang.

Cerita yang sedikit melelahkan, humor konyol yang cenderung mengandalkan slapstick klasik namun bekerja dengan baik, kurangnya tekanan dan ancaman dari sosok antagonis karena dibentuk dengan tipis tanpa motivasi yang kuat, hingga observasi pada dilema dengan menggunakan kekuasaan, tanggung jawab, resiko, hingga asmara yang juga tampil baik, ada sebuah pertarungan plus dan minus yang menarik dan menghasilkan dinamika cerita yang variatif untuk menyelamatkan ini dari situasi membosankan.

Tapi ada satu hal lainnya yang berhasil menjawab kepercayaan Marc Webb sejak awal disamping aksi balet di medan perang dimana Webb seperti paham kapan momen yang tepat untuk mempermainkan visual untuk menciptakan gambar yang impresif, serta score electronic hasil kolaborasi Hans Zimmer dan Pharrell Williams yang secara mengejutkan tampil kokoh dan mempertajam kesan segar dan kerap mengendalikan tensi serta tempo cerita.

Kisah cinta antara Peter dan Gwen, mereka mengalahkan kepentingan para penjahat dalam cerita untuk memperoleh posisi utama, dan itu terbayarkan lewat eksekusi mumpuni pada sebuah kejutan menjelang akhir. Tidak heran memang ketika kita akan memperoleh kisah cinta yang menjadi bagian dari fokus yang terpecah belah itu dalam bentuk yang impresif, karena Andrew Garfield dan Emma Stone mampu melakukan transfer pada kekuatan cinta yang mereka punya di kehidupan nyata kedalam layar tanpa terkesan berlebihan.

Chemistry tidak megah, namun kuat dan punya ketulusan yang terasa alami sehingga mampu membuat penontonnya tetap rooting kepada mereka ketika kisah cinta itu tergambarkan dalam penceritaan yang kurang bergelora. Andrew Garfield semakin mampu membuat penontonnya yakin bahwa ia Spider-Man yang baru, ia punya kelembutan yang tampil meyakinkan di kala suka dan duka. Emma Stone sendiri sedikit terbatasi ruang geraknya namun mampu membangun karakternya dengan efektif dan tajam.

Pemeran pendukung yang sejak awal sebenarnya turut berkontribusi pada sedikit meningkatnya ekspektasi justru harus puas menjadi bayangan. Mereka tidak punya ruang yang cukup, oke untuk Sally Field yang memang hanya punya satu bagian penting pada cerita, namun tidak dengan Jamie Foxx dan Dane DeHaan. Karakter Green Goblin memang baru sebatas perkenalan, namun ia dapat memberikan bahaya yang jauh lebih kuat. Dan Jamie Foxx seperti terbuang percuma, Electro tampil unthreatening bersama tujuan yang tidak fokus, untung saja Foxx masih mampu menciptakan pondasi yang jelas ketika karakternya masih berada dalam kondisi sederhana terkait ulang tahun dan atensi itu. Paul Giamatti mampu mencuri atensi sesaat, and I really hope Black Cat can be a part in next film to make a bigger room to Felicity Jones.


Overall, The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro adalah film yang cukup memuaskan. Anda dapat menyebutnya sebagai sebuah kemasan berani yang inovatif, sebuah petualangan tidak fokus tanpa motivasi yang kuat, sebuah kisah superhero dengan kedalaman penceritaan yang sedikit berantakan dan juga canggung, sebuah pertunjukkan adrenaline pumping sembari bermain bersama dilema yang digambarkan dengan mumpuni, sebuah video game dalam balutan dramatisasi yang terlalu stabil, hingga sebuah roman manis dan tidak berlebihan yang seolah tidak peduli dengan eksistensi bahaya disekitar mereka. For me, The Amazing Spider-Man 2 is a bold guilty pleasure. It’s an enjoyable stupid fun. I'll simply say it's on again, it's on again.

sumber: http://rorypnm.blogspot.sg/2014/04/movie-review-amazing-spider-man-2-2014.html



Trailer




Prekuel

The Amazing SpiderMan (2012)


Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 09 Menit - 57 Detik
Ukuran: 279 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com