.
.
Tampilkan postingan dengan label Mystery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mystery. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: Haunt + Subtitle Indonesia

Jumat, 06 Juni 2014

Download Film Gratis - Haunt + Subtitle Indonesia


download film gratis haunt
Source: BRRip
Released: 3 April 2014 (Singapore)
Country: USA
Language: English
Genre: Horror | Mystery | Thriller
Director: Mac Carter
Writer: Andrew Barrer
Starcast: Jacki Weaver, Liana Liberato, Harrison Gilbertson












Sinopsis

A mother and father and their three teen-age children move to a new home that has a "personal tragedy" associated with it. The son meets a mysterious neighbor girl and together they experiment with an old radio they find in an attic alcove that can be used to communicate with the dead. Something is unleashed that brings new horror.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 37 Detik
Ukuran: 187 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Winter's Tale + Subtitle Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

Download Film Gratis - Winter's Tale + Subtitle Indonesia


download film gratis winters tale
Source: WEBRip
Released: 14 February 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Drama | Fantasy | Mystery | Romance
Director: Akiva Goldsman
Writers: Akiva Goldsman (screenplay), Mark Helprin (novel)
Starcast: Colin Farrell, Jessica Brown Findlay, Russell Crowe












Review

Well… maybe it’s true: tidak semua novel dapat diadaptasi menjadi sebuah penceritaan film layar lebar. Kadang, hal tersebut disebabkan karena beberapa novel memiliki deretan karakter dan plot penceritaan yang terlalu kompleks untuk dapat dijabarkan dengan seksama dalam dua atau bahkan tiga jam penceritaan. Sementara itu, beberapa novel lainnya memiliki struktur penceritaan yang terlalu luas untuk dapat dibawa keluar dari daya imajinasi para pembacanya.

Kedua bentuk tantangan inilah yang harus dihadapi oleh Akiva Goldsman ketika mengadaptasi novel karya Mark Helprin yang berjudul Winter’s Tale. Novel tersebut memiliki sejumlah karakter yang cukup rumit dalam penceritaannya serta alur magical realism yang menuntut pembaca untuk larut dalam berbagai fantasi yang dibentuk oleh Helprin sekaligus turut percaya bahwa fantasi-fantasi tersebut dapat terjadi di sekitar lingkungan nyata mereka pada saat yang bersamaan.

Jelas sebuah tantangan yang sangat serius – bahkan bagi seorang penulis naskah pemenang Academy Awards seperti Goldsman yang juga bertindak sebagai seorang sutradara bagi film ini.

Winter’s Tale sendiri berlatar belakang kisah di tahun 1916 dengan mengisahkan mengenai kehidupan seorang pemuda bernama Peter Lake (Colin Farrell) yang tumbuh dewasa dibawah asuhan jelmaan setan yang juga pimpinan sebuah kelompok kriminal di Manhattan, Pearly Soames (Russell Crowe). Hubungan keduanya kemudian memburuk ketika Peter memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Pearly dan kelompok kejahatannya.

Tentu saja, keputusan tersebut membuat Pearly mengerahkan seluruh kaki tangannya untuk memburu Peter. Beruntung, di suatu hari ketika ia akan tertangkap, Peter diselamatkan oleh seekor kuda putih ajaib yang dapat terbang dan kemudian terus menjadi pelindungnya. Dengan membawa kuda tersebut, Peter berniat untuk meninggalkan Manhattan dan bergegas berangkat ke Florida.

Dalam perjalanan mereka, kuda putih yang dibawa Peter ternyata secara tidak sengaja mempertemukannya dengan seorang gadis cantik bernama Beverly Penn (Jessica Brown Findlay). Segera saja, hubungan keduanya berkembang menjadi sebuah hubungan romansa dimana keduanya tidak lagi dapat dipisahkan satu sama lain.

Hubungan Peter dan Beverly sendiri sepertinya tidak ditakdirkan untuk berlangsung lama. Jauh sebelum Peter bertemu dengan kekasihnya tersebut, Beverly mengidap penyakit tuberkolosis yang kala itu masih belum dapat disembuhkan. Meskipun begitu, jalinan cinta yang terbentuk antara Peter dan Beverly dianggap membahayakan oleh Pearly karena dirinya merasa bahwa Beverly akan memberikan kekuatan magis pada Peter. Karena hal tersebut, Pearly mulai menyusun rencana untuk membunuh Beverly sekaligus menyingkirkan Peter untuk selama-lamanya.

Sebagai sebuah film yang mengemban plot dengan kandungan magical realism di dalam jalan penceritaannya, kelemahan terbesar dari Winter’s Tale jelas terletak dari kegagalannya untuk meyakinkan para penonton bahwa segala hal magis yang dialami oleh setiap karakter adalah benar-benar nyata. Arahan Akiva Goldsman dalam menulis jalan cerita film ini benar-benar terasa setengah matang: gagal dalam memberikan kontinuitas plot penceritaan yang baik sekaligus kurang mampu dalam menggali setiap karakter yang hadir dalam jalan cerita untuk menjadikan mereka deretan karakter yang mampu menjalin hubungan emosional yang kuat dengan penonton.

Hasilnya, selain tampil dengan jalan cerita yang kompleks, membingungkan dan sukar untuk dapat dirasakan sebagai sebuah penceritaan yang nyata, alur emosional film yang sebenarnya begitu dibutuhkan untuk dapat membuat film ini benar-benar efektif gagal untuk hadir dengan seksama di sepanjang 118 menit durasi penceritaan Winter’s Tale.

Untungnya, Goldsman mampu menghadirkan deretan jajaran pemeran dengan kapabilitas yang tinggi untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Colin Farrell dan Jessica Brown Findlay jelas-jelas menjadi nyawa utama bagi Winter’s Tale. Chemistry yang mereka jalin begitu kuat sekaligus hangat – sebuah kualitas yang membuat Winter’s Tale kembali terasa membeku setelah kedua karakter yang diperankan Farrell dan Brown Findlay tidak lagi bersama. Russell Crowe, Eva Marie Saint dan William Hurt juga terlihat meyakinkan dalam peran mereka.

Jika ada talenta akting yang benar-benar terbuang, maka penampilan tersebut datang dari Jennifer Connelly. Bukan salah aktris pemenang Academy Awards tersebut sebenarnya. Namun karakter yang diperankan oleh Connelly benar-benar hadir begitu dangkal – dengan plot penceritaan modern yang juga menjadi bagian terburuk dari film ini. Sementara itu, Will Smith hadir sebagai kejutan dalam film ini dengan peran yang sepertinya terlalu kecil untuk imej Smith yang telah terlalu besar. Buruk? Tidak juga. Hanya terasa terlalu membuang potensi besar yang ada dalam diri Smith. Bahkan pada bagian terbaiknya, film yang menjadi debut penyutradaraan bagi Akiva Goldsman ini hanya mampu terasa sebagai sebuah presentasi yang medioker.

Tidak pernah benar-benar terasa membosankan maupun buruk namun di saat yang sama juga selalu gagal dalam mengikat perhatian maupun sisi emosional para penontonnya – kelemahan yang muncul akibat kegagalan Goldsman untuk benar-benar menterjemahkan berbagai keajaiban yang terdapat dalam jalan cerita novel Winter’s Tale karya Mark Helprin.

Penampilan para pengisi departemen akting film jelas menjadi satu-satunya keunggulan yang membuat Winter’s Tale masih cukup dapat dinikmati – dengan jalinan chemistry antara Colin Farrell dan Jessica Brown Findlay tampil bersinar dan menghidupkan jalinan romansa antara karakter yang mereka perankan. Jelas bukanlah sebuah debut penyutradaraan yang layak untuk dibanggakan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/22/review-winters-tale-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 56 Menit - 53 Detik
Ukuran: 252 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The Immigrant + Subtitle Indonesia

Jumat, 30 Mei 2014

Download Film Gratis - The Immigrant + Subtitle Indonesia


download film gratis the immigrant
Source: BRRip
Released: 23 May 2014 (USA)
Country: USA
Language: English | Polish
Genre: Drama | Mystery | Romance | Thriller
Director: James Gray
Writers: James Gray, Ric Menello
Starcast: Marion Cotillard, Joaquin Phoenix, Jeremy Renner











Review

Satu lagi film dengan cerita yang luar biasa bertajuk The Immigrant. Film ini dibintangi aktor nominator Oscar, Joaquin Phoenix dan Jeremy Renner, serta aktris cantik Marion Cotillard. Dengan arahan James Gray, tiga bintang besar ini berhasil mengantarkan The Immigrant masuk nominasi Palme d’Or 2013 di Cannes Film Festival.

The Immigrant mengisahkan Ewa Cybulski (Cotillard) adalah wanita imigran yang tiba di Pulau Ellis pada tahun 1921 di mana ia melihat kakaknya dideportasi. Ia jatuh ke dalam cengkeraman pria menawan yang jahat, Bruno Weiss (Phoenix) yang memaksanya masuk ke dalam kehidupan prostitusi.

Namun, sepupu Bruno, Orlando Sang Pesulap (Renner) muncul dan berjanji akan memberikan kehidupan yang lebih baik kepada Ewa. Keadaan menjadi dramatis karena Ewa tak bisa begitu saja melepaskan diri dari Bruno. Ewa dan Orlando berusaha melarikan diri dari kejahatan Bruno.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 57 Menit - 18 Detik
Ukuran: 246 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The Interpreter + Subtitle Indonesia

Rabu, 28 Mei 2014

Download Film Gratis - The Interpreter + Subtitle Indonesia


download film gratis the interpreter
Source: BRRip
Released: 22 April 2005 (USA)
Country: UK | USA | France | Germany
Language: Aboriginal | English | French | Portuguese
Genre: Mystery | Thriller
Director: Sydney Pollack
Writers: Martin Stellman (story), Brian Ward (story)
Starcast: Nicole Kidman, Sean Penn, Catherine Keener











Review

The Interpreter sebuah cerita thriller politik besutan Pollack Sydney, sebagian besar bersetting di gedung markas besar PBB di New York City, sebuah tempat yang sebelumnya tak pernah terjamah dunia perfilman. Desain yang indah dipadu dengan emosi serta intelijen membuat film ini memiliki berpotensi dramatis dan sosiologis. Terlebih lagi didukung dua bintang Hollywood yang berbakat besar, Nicole Kidman dan Sean Penn.

Seperti judulnya, "The Interpreter" berkisah tentang seorang penterjemah bahasa Afrika dari Amerika di PBB yaitu Silvia Broome. Silvia Broome sendiri adalah wanita kulit putih kelahiran Matobo, sebuah negara di Afrika yang menjadi penterjemah untuk PBB karena secara natural menguasai bahasa Ku yang merupakan bahasa ibu negara Afrika ini.

Suatu ketika berada di salah satu ruang kerja PBB, secara tidak sengaja ia mendengar sebuah percakapan yang intinya berencana untuk melakukan pembunuhan terhadap kepala negara Matobo, Edmund Zuwanie (Earl Cameron), yang konon merupakan seorang tirani dan telah dituduh melakukan genocide. Sialnya ia kepergok, jiwa Silvia mulai terancam hingga akhinya Secret Service turun tangan untuk melindungi jiwanya.

Agen Secret Service Tobin Keller (Sean Penn), yang ditugaskan untuk melindungi Silvia dan menyelidiki laporan yang disampaikan tentang rencana pembunuhan Zuwanie, justru skeptis atas kejujuran Silvia. Sebab jika dilihat dari latar belakangnya, Silvia adalah musuh politik Zuwanie yang dianggap adalah penyebab kematian keluarga Silvia.  Tidak hanya itu, Tobin pun menemukan bukti-bukti yang semakin memojokkan Silvia. Antara lain bukti hubungan Silvia dengan sebuah organisasi global yang terselubung sehingga bukan tidak mungkin wanita ini justru menjadi bagian dari rencana pembunuhan itu sendiri.

Sulit bagi Silvia untuk mempercayakan keselamatan jiwanya kepada seorang agen Federal yang masih menyangsikan kebenaran dan tidak percaya akan dirinya. Sementara Tobin juga masih sukar untuk memastikan apakah Silvia seorang tersangka atau korban.  Mampukah Tobin melindungi Silvia ? Atau yang lebih penting apakah Silvia bisa membuktikan adanya rencana pembunuhan terhadap Presiden Zuwanie sekaligus menyelamatkan jiwanya sendiri ?

Duet Nicole Kidman-Sean Penn yang keduanya pernah meraih Oscar pastinya menjadi tontonan yang menarik. Tidak diragukan lagi, chemistry dua bintang ini mampu mengalirkan emosi cerita dengan lancar.

Sementara Sydney Pollack yang menjadi sutradara sekaligus produser eksekutif sebagai salah satu jaminan baku mutu dari film yang saat itu menempati posisi teratas Box Office. Sebagai sutradara, ia mampu membuat para bintang yang diarahkannya memberikan kemampuan akting sebaik mungkin.  Tidak perlu diherankan karena sebelum menjadi sutradara, Pollack adalah aktor berkualitas pada masanya sehingga mampu mengkomunikasikan apa yang menjadi keinginannya pada para bintang yang berakting dalam filmnya. Puncak kariernya dicapai ketika Pollack meraih penghargaan sutradara terbaik untuk filmnya "Out of Africa" pada tahun 1985.

"The Interpreter" yang merupakan drama-thriller ini memang menyenangkan untuk dinikmati. Selain akting yang memukau dan jalan cerita yang mengalir, setting asli Markas Besar PBB, New York juga menjadi daya tarik tersendiri. Sekedar informasi, "The Interpreter" adalah film pertama yang diizinkan mengambil gambar di seluruh Markas Besar PBB termasuk beberapa ruangan-ruangan penting seperti General Assembly dan Security Counsil. Pengambilan gambar yang berlangsung April-Agustus 2004 itu hanya dilakukan selama akhir pekan agar tak menganggu jadwal kerja badan dunia tersebut.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 2 Jam - 04 Menit - 11 Detik
Ukuran: 309 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pisces

Download Film Gratis: Whiteout + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Whiteout + Subtitle Indonesia


download film gratis whiteout
Source: BRRip
Released: 11 September 2009 (USA)
Country: USA | Canada | France | Turkey
Language: English |Russisan
Genre: Action | Crime | Mystery | Thriller
Director: Dominic Sena
Writers: Jon Hoeber (screenplay), Erich Hoeber (screenplay)
Starcast: Kate Beckinsale, Gabriel Macht, Tom Skerritt












Review

Didasarkan pada sebuah novel grafis berjudul sama karya Greg Rucka dan Steve Lieber, yang dirilis pada tahun 1998, Whiteout sebenarnya telah menarik banyak perhatian rumah produksi untuk memulai proses pengadaptasiannya. Columbia Pictures adalah rumah produksi pertama yang berhasil memenangkan hak adaptasi novel tersebut pada tahun 1999. Namun berbagai hambatan yang terjadi, termasuk pada proses pengadaptasian dari novel grafis ke bentuk naskah cerita, membuat Columbia akhirnya menyerah untuk mengadaptasi Whiteout.

Setelah beberapa berpindah tangan, Dark Castle Entertainment akhirnya memperoleh hak adaptasi komik tersebut. Dominic Sena (Swordfish), yang merupakan penggemar berat komik tersebut, mengajukan diri untuk duduk di kursi sutradara. Dan akhirnya, proses produksi pun dimulai pada tahun 2007.

Whiteout sendiri berkisah mengenai seorang US Deputy Marshal, Carrie Stetko (Kate Beckinsale), yang selama dua tahun terakhir telah ditempatkan di Antartika, titik paling dingin dan terisolasi di planet Bumi. Penugasannya kesana sendiri bukan tanpa sebab. Carrie sendiri yang menginginkan agar ia dapat memperoleh tempat penugasan yang jauh karena ia masih menyalahkan dirinya sendiri atas penembakan yang ia lakukan pada partner kerjanya yang ia ketahui berkhianat beberapa tahun silam, yang mengakibatkan kematian partner-nya tersebut.

Tiga hari menjelang berakhirnya masa tugasnya di Antartika, ketika Carrie dan seluruh penghuni pangkalan bersiap untuk berangkat dari sana menghindari musim dingin yang akan datang, Carrie menemui kasus baru ketika pangkalannya menemukan sesosok mayat yang nantinya diketahui sebagai salah seorang anggota dari tim mereka.

Tak dinyana, penemuan mayat tersebut ternyata membawa Carrie pada kasus yang telah terkubur 60 tahun yang lalu. Bersama Robert Pryce (Gabriel Macht), seorang agen dari PBB yang ditugaskan menyelidiki kasus ini, Carrie berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dan membuka tabir kejahatan tersebut sesegera mungkin sebelum ia akhirnya akan terperangkap di pangkalan tersebut selama 6 bulan ke depan.

Whiteout sendiri sepertinya membuktikan bahwa walaupun Anda merupakan penggemar berat dari sebuah bahan yang dapat dijadikan sebuah naskah cerita, belum tentu Anda akan dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat dinikmati dalam media yang lain. Tidak banyak yang dapat diceritakan dari hasil adaptasi Dominic Sena terhadap novel grafis Whiteout ini. Jika menilik pada tertundanya tanggal perilisan Whiteout, yang sebenarnya dijadwalkan rilis pada akhir 2008 kemudian dipindah ke awal 2009, maka alasan penundaan tersebut sepertinya tertulis jelas pada kualitas film ini.

Sebenarnya Whiteout dimulai dengan cukup baik. Pengenalan yang dilakukan Sena pada tokoh Carrie Stetko dan wilayah kerjanya (serta sekilas dua tokoh antagonis yang akan banyak bercerita di akhir film) di awal film berlangsung baik. Proses ini masih berjalan cukup lancar hingga adegan dimana Carrie menemukan mayat yang menjadi sumber permasalahan utama film ini. Ketika karakter Carrie diceritakan memulai penyelidikan untuk memecahkan kasus ini, disinilah berbagai kegagalan demi kegagalan membuat kualitas Whiteout terus menerus menurun.

Penurunan kualitas ini mungkin dapat dibebankan pada ringannya kualitas penulisan naskah film ini. Penonton yang disuguhkan hanya satu permasalahan tidak diberikan sesuatu yang baru ketika proses pemecahan masalah tersebut berlangsung. Semua yang dilakukan Carrie sepertinya telah pernah dilakukan pada film-film sejenis sebelumnya. Hal ini diperparah juga dengan keputusan Sena yang menceritakan masa lalu Carrie yang kelam dengan memberikan beberapa adegan kilas balik di sepanjang film. Tidak hanya mengganggu, namun mungkin akan lebih tepat bila diletakkan dalam porsi yang seutuhnya, tidak diberikan sepotong demi sepotong seperti yang disuguhkan Sena di film ini.

Sebagai sebuah film dengan tema thriller, Whiteout juga sangat terasa kekurangan gairah misterius dan thriller-nya. Beberapa adegan action yang dihadirkan hanya dapat diberikan penilaian yang tidak buruk, namun tidak sampai membuat para penonton film ini merasa terikat dan ingin tahu apa yang akan terjadi di adegan berikutnya. Naskah film ini juga diperburuk dengan ending yang dipilihkan film ini. Ending yang diberikan Sena sama sekali tidak memberikan sesuatu yang dapat memberikan jawaban yang menyeluruh.

Naskah film ini mungkin bermaksud memberikan twist dengan pemilihan karakter antagonis utama yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Namun dengan cara ekseskusi yang sedingin suasanan di Antartika, film ini malah berakhir menjadi sangat, sangat tidak mengesankan. Walau para pemeran di film ini harus diakui memberikan peran yang cukup baik, namun sangat disayangkan tidak adanya chemistry antara masing-masing karakter yang ada di film ini. Sama sekali tidak terlihat adanya keterikatan antara Carrie dengan rekan-rekan sekerjanya atau bahkan dengan partnernya dalam menyelidiki kasus ini, Robert, yang kemungkinan besar akan dianggap para penonton sebagai calon kekasih Carrie. Ini tentu saja menjadikan lagi-lagi penonton merasa tidak akan tertarik untuk mengetahu bagaimana nasib masing-masing karakter di film ini.

Lemah di naskah ditambah dengan tidak terjalinnya hubungan yang berarti antara para karakternya serta merta membuat Whiteout seperti sebuah rencana yang sebenarnya belum matang benar untuk dikerjakan, namun karena sesuatu hal, harus dikerjakan dengan perasaan sangat terpaksa dan beban yang besar.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/02/26/review-whiteout-2009/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 44 Detik
Ukuran: 253 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: archangel gabriel

Download Film Gratis: The Illusionist + Subtitle Indonesia

Selasa, 27 Mei 2014

Download Film Gratis - The Illusionist + Subtitle Indonesia


download film gratis the illoosionist
Source: BRRip
Released: 1 September 2006 (USA)
Country: USA | Czech Republic
Language: English
Genre: Drama | Mystery | Romance | Thriller
Director: Neil Burger
Writers: Neil Burger (screenplay), Steven Millhauser (short story "Eisenheim the Illusionist")
Starcast: Edward Norton, Jessica Biel, Paul Giamatti










Review

Bersetting di Wina, Austria pada sekitar awal abad 19. Kala itu, adalah seorang pemuda bernama Eisenheim. Di masa remajanya, Eisenheim mulai tertarik pada dunia sulap setelah bertemu dengan seorang pesulap jalanan. Kemahiran Eisenheim membuat tertarik seorang puteri bangsawan, Sophie. Namun perbedaan kasta antara mereka membuat percintaan mereka pun harus kandas di tengah jalan. Sejak itu, Eisenheim pun memutuskan untuk berkelana keliling dunia.

Setelah lebih dari sepuluh tahun berkelana, si ilusionis ini pun kembali ke Wina. Dengan trik-triknya yang luar biasa spektakuler, namanya pun menjadi semakin terkenal. Bahkan pangeran Austria, Leopold, yang adalah pewaris tahta mengundangnya untuk mempertunjukkan keahlian bersulapnya. Disinilah Eisenheim bertemu kembali dengan Sophie. Sayangnya, Sophie kini menjadi tunangan sang pangeran. Sang pangeran sendiri memiliki tabiat yang buruk, ia sangat sombong dan diam-diam memendam ambisi untuk merebut tahta dari ayahnya.

Tatkala kedekatan Sophie dengan Eisenheim terendus oleh sang pangeran, maka sang pangeran pun memerintahkan kepala polisi, Inspektur Uhl untuk mencari cara menjebloskan si ilusionis ke dalam penjara. Namun, cinta Sophie dengan sang ilusionis sangatlah tulus, maka ia pun memberitahukan hal ini kepada sang pangeran. Sang pangeran yang murka pun tak sengaja menghabisi nyawa Sophie.

Eisenheim yang mengetahui hal ini pun murka, diam-diam ia pun menyusun rencana untuk melampiaskan dendamnya pada sang pangeran, toh usahanya ini harus berhadapan dengan Inspektur Uhl yang selalu mengikutinya. Lalu, akankah dendam Eisenheim terlampiaskan, diatas semuanya ternyata terdapat sebuah plot yang mengungkap apa yang sebenarnya sedang terjadi, sebuah plot yang menuntun pada sebuah twisted ending yang tak terduga...

Setelah The Prestige, kini kita pun disuguhi sebuah film dengan latar belakang ilmu sulap. Namun, berbeda dengan The Prestige yang mengetengahkan persaingan antara dua pesulap, The Illusionist lebih membidik kisah asmara sang pesulap dengan gadis pujaannya serta dendamnya terhadap sang pangeran licik. Kisahnya sendiri diangkat dari cerita pendek, Eisenheim The Illusionist, karya Steven Millhauser yang digubah menjadi sebuah skenario dan film oleh Neil Burger.

Tokoh Eisenheim sendiri dengan pas diperankan oleh Edward Norton. Demi perannya ini, Norton sempat berlatih sulap dengan pesulap kenamaan Ricky Jay. Sementara Sophie, diperankan oleh Jessica Biel. Paul Giamatti menampilkan performa aktingnya yang cukup bagus dalam memerankan tokoh Inspektur Uhl demikian pula dengan Rufus Sewell yang berperan sebagai pangeran Leopold.

Film yang diproduseri oleh Bob Yari (Crash, Sideways) ini memang berjalan dengan lamban, maka tak ayal akan sedikit membuat penonton sedikit bosan, namun pada dasarnya ceritanya sendiri cukup menarik, kisah percintaan antara sang ilusionis dan sang puteri bangsawan, ambisi seorang kepala polisi untuk membuka trik-trik sulap sang ilusionis serta mencari kesalahan untuk menjebloskannya ke dalam penjara mungkin beberapa hal yang bisa membuat film ini semakin menarik untuk disaksikan.

Dari segi akting sendiri, para bintangnya sudah menampilkan performa aktingnya yang pas. Ada yang menarik dari film ini, dimana tampilan warna dibuat dengan warna kromatik dan semi buram, mungkin hal ini disengaja untuk menegaskan bahwa cerita film bersetting pada awal abad 19. Sementara dari segi visual efek, kendati tidak semegah efek yang ditampilkan dalam The Prestige, namun efek visual yang ditampilkan sudah cukup baik dan menunjang isi ceritanya terutama saat adegan yang menampilkan kepiawaian Eisenheim sebagai seorang ilusionis handal.

Well, kendati mungkin alurnya sedikit lamban, namun sebuah film dengan latar belakang sulap memang masih cukup menarik untuk disaksikan. Selain itu, cerita film yang menggabungkan antara unsur romans dan misteri bisa jadi daya tarik tersendiri bagi Anda untuk menyaksikan film ini, selain penampilan para bintangnya terutama Edward Norton dan Jessica Biel serta tentu saja twisted ending yang ditawarkan di akhir film.

sumber: http://www.exodiac.com/film/review-EMR0000261.htm


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 48 Menit - 56 Detik
Ukuran: 235 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: fatsoen

Download Film Gratis: Non Stop + Subtitle Indonesia

Senin, 26 Mei 2014

Download Film Gratis - Non Stop + Subtitle Indonesia


download film gratis non stop
Source: BRRip
Released: 28 February 2014 (USA) 
Country: UK | France | USA
Language: English | German
Genre: Action | Mystery | Thriller
Director: Jaume Collet-Serra
Writers: John W. Richardson (screenplay), Christopher Roach (screenplay)
Starcast: Liam Neeson, Julianne Moore, Scoot McNairy










Review

Sama seperti halnya dengan nama Meryl Streep yang justru mulai menjadi jaminan kesuksesan komersial sebuah film ketika ia menginjak usia 57 tahun setelah membintangi The Devil Wears Prada (2006), transformasi karir Liam Neeson menjadi seorang bintang film aksi dimulai setelah ia membintangi Taken (2008) tepat ketika ia berusia 52 tahun. Setelah itu, Neeson tercatat menjadi bintang utama bagi film-film aksi seperti The A-Team (2010), Unknown (2011), The Grey (2012) serta sekuel bagi Taken, Taken 2 (2012), yang meskipun tidak seluruhnya meraih pujian dari kritikus film dunia namun terus berhasil menarik minat penonton sekaligus semakin memperkuat citra Neeson sebagai seorang aktor laga yang dapat dihandalkan.

Kharisma Neeson yang kuat, dingin dan begitu mengintimidasi bahkan mampu melebihi daya tarik yang dihasilkan nama-nama aktor spesialis laga seperti Arnold Schwarzenegger dan Sylvester Stallone dalam film-film teranyar mereka.

Non-Stop sendiri merupakan kali kedua Neeson bekerjasama dengan sutradara Jaume Collet-Serra setelah sebelumnya sukses berkolaborasi melalui Unknown. Dalam film ini, Neeson berperan sebagai seorang petugas keamanan udara bernama Bill Marks yang sedang berada pada titik terendah dalam kehidupannya: ia adalah seorang alkoholik akibat tekanan batin yang mendera setelah puterinya meninggal dunia, istrinya menceraikannya dan karirnya sedang berada di ujung tanduk juga akibat kecanduannya pada minuman keras.

Dalam tugas terakhirnya, Bill berada dalam sebuah perjalanan udara langsung dari New York, Amerika Serikat ke London, Inggris bersama dengan rekannya, Jack Hammond (Anson Mount). Perjalanan yang awalnya akan berjalan lancar tersebut mulai berantakan setelah Bill menerima serangkaian pesan teks yang berisikan ancaman bahwa para penumpang di pesawat yang ia awasi akan tewas dalam jangka waktu setiap 20 menit.

Ancaman itu sendiri datang dengan permintaan agar Bill mengirimkan uang berjumlah US$150 juta ke sebuah nomor rekening yang disertakan pada pesan teks tersebut. Tentu saja, sebagai seorang petugas keamanan, Bill tidak lantas menyerah dan langsung menuruti permintaan sang pengirim pesan teks. Dibantu dengan seorang pramugari, Nancy Hoffman (Michelle Dockery), dan seorang penumpang yang duduk di sebelahnya, Jen Summers (Julianne Moore), Bill mulai meneliti satu persatu setiap penumpang yang berada di dalam perjalanan pesawat itu.

Secara perlahan, 20 menit pertama berlalu… dan seorang penumpang pesawat ditemukan tewas. Ancaman itu nyata! Sebuah pesan teks kembali datang untuk mengingatkan Bill bahwa seorang penumpang lain akan tewas jika permintaannya tidak kunjung dikabulkan. Kali ini, Bill benar-benar mengerahkan tenaganya untuk menemukan siapa orang di balik deretan pesan teks ancaman yang ia terima.

Dengan naskah yang ditulis oleh John W. Richardson, Chris Roach dan Ryan Engle, Non-Stop dipenuhi dengan deretan konflik dan adegan yang cenderung terlihat seperti sebagai sebuah parodi bagi film-film aksi yang diperankan oleh Liam Neeson sebelumnya: konyol, bombastis hingga bagian-bagian yang mungkin akan diterima sebagai plot yang kurang (atau tidak?) masuk akal sama sekali. Namun, Jaume Collet-Serra jelas benar-benar tahu film apa yang sedang dirangkainya.

Melalui sentuhan film aksi menegangkan yang dihantarkan dengan ritme penceritaan yang begitu cepat, Non-Stop mampu tampil begitu hidup dalam bercerita, berhasil menempatkan deretan karakter menjadi calon korban sekaligus tersangka yang akan membuat setiap penonton terus-menerus memberikan tebakan mengenai jalan cerita film ini serta, tentu saja, aksi Neeson yang begitu memikat dalam memberikan dua sisi karakternya yang begitu bertolak belakang – sebagai sosok pahlawan yang mencoba menyelesaikan masalah sekaligus sebagai seorang pria dengan deretan permasalahan pribadi yang membuat karakter pahlawannya terkesan meragukan.

Masalah utama dalam penceritaan Non-Stop mungkin datang dari pengembangan karakter-karakternya. Jalan cerita Non-Stop menghadirkan begitu banyak karakter yang sepertinya dilakukan untuk memberikan tipuan pada penonton mengenai pelaku utama dari kasus yang berjalan dalam film ini. Sayangnya, dengan pengembangan karakter yang minim, banyak diantara karakter-karakter tersebut terkesan muncul dan menghilang begitu saja di sepanjang penceritaan film ini. Non-Stop bahkan tidak peduli dengan kehadiran talenta-talenta akting seperti Julianne Moore, Michelle Dockery, Scoot McNairy, Corey Stoll hingga Lupita Nyong’o dan menjadikan kehadiran mereka sia-sia akibat porsi penceritaan pada karakter yang mereka perankan hadir begitu terbatas.

Di sisi lainnya, dengan dukungan nama-nama tersebut, meskipun dengan pengembangan karakter yang terbatas, karakter-karakter yang terdapat dalam Non-Stop berhasil tampil begitu hidup dan meyakinkan dalam mendukung penampilan Liam Neeson. Sebuah masalah minor, namun cukup krusial, juga hadir dari penulisan ending cerita Non-Stop. Selipan mengenai peristiwa tragedi 9/11 hadir dengan pengembangan kisah yang kurang kuat yang berakibat pada struktur penceritaan Non-Stop yang sebenarnya telah tersusun cukup baik menjadi berakhir kurang mengikat secara emosional.

Terlepas dari beberapa masalah yang muncul pada pendalaman karakter sekaligus pengembangan beberapa bagian plot penceritaan yang terdapat dalam film ini, kolaborasi Jaume Collet-Serra dan Liam Neeson harus diakui berhasil memberikan momen-momen yang sangat menyenangkan bagi Non-Stop. Collet-Serra jelas tahu film seperti apa yang sedang ia garpa dan akan ia hasilkan. Karenanya, ia mampu memanfaatkan setiap sisi penceritaan yang dimiliki oleh naskah cerita Non-Stop semaksimal mungkin guna menjadikannya sebuah sajian aksi yang begitu menegangkan.

Tidak lupa, kharisma Neeson yang begitu kuat terpancar berhasil menjadikan karakternya begitu mudah untuk disukai dan diikuti pengisahannya. Ditambah dengan dukungan kualitas dari jajaran pemeran pendukung sekaligus tata produksi yang solid, Non-Stop adalah sebuah penceritaan aksi standar yang mampu dikelola secara maksimal dan berhasil menjadi sebuah sajian yang begitu memikat.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/03/03/review-non-stop-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 46 Menit - 37 Detik
Ukuran: 230 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By:  Pein Akatsuki

Download Film Gratis: Anna (Mindscape) + Subtitle Indonesia

Sabtu, 17 Mei 2014

Download Film Gratis - Anna (Mindscape) + Subtitle Indonesia


download film gratis anna (mindscape)
Source: BRRip
Released: 6 June 2014 (USA)
Country: USA | Spain | France
Language: English
Genre: Drama | Mystery | Thriller
Director: Jorge Dorado
Writers: Guy Holmes, Martha Holmes (story)
Starcast: Taissa Farmiga, Noah Taylor, Mark Strong











Review

Bermain-main dengan penjelajahan alam bawah sadar dari pikiran terdalam manusia dalam bungkusan fiksi ilmiah, thriller psikologis dan sedikit nuansa horor, ini seperti perkawinan dari Inception dan film-film old school ala Hitchcock, ya, tampaknya debut penyutradaraan Jorge Dorado dan Ombra Films milik seniornya, Jaume Collet-Serra (Orphan, Unknown) ini punya semua keasikan untuk sebuah tontonan misteri berkonsep tinggi yang ambisius plus dukungan cast yang bagus.

Aktor spesialis antagonis asal Inggris, Mark Strong bermain menjadi John Washington, eks memory detective (seseorang yang diberi anugerah (dan kutukan) menjelajahi pikiran orang lain guna memecahkan kasus-kasus kriminal yang susah diungkap) yang mengalami kemunduran karier pasca kematian sang istri.

Tetapi John tahu hidup terus berjalan, dan ia butuh uang untuk maju. Maka dengan bayang-banyang masa lalu yang menghantui, John berusaha bangkit, meminta atasannya di Mindscape, Sebastian (Brian Cox) untuk menugaskannya kembali.

Sebagai permulaan, Sebastian memberinya kasus ringan, jauh dari kriminalitas. Tugasnya hanya mencari tahu apa yang membuat remaja perempuan 16 tahun dari keluarga kaya, Anna (Taissa Farmiga) itu mendadak berhenti makan. Ya, simpel, tetapi siapa sangka dalam perjalannya John menemukan misteri gelap dari bagian terdalam pikiran Anna.

Judul aslinya adalah Mindscape, tetapi dalam peredaraannya ia juga punya nama lain, “Anna” sesuai subyek utamanya. Satu film yang sama, dua judul berbeda yang sebenarnya mewakili tujuan yang berbeda pula. Mindscape sendiri adalah nama perusahaan tempat John bekerja sebagai detektif memori, sementara Anna adalah fokus penyelidikannya.

Jadi ada sebuah ruang lingkup yang bergeser di sini, dari sebuah konsep tingkat tinggi sci-fi supranatural yang seperti ingin mencakup sesuatu yang lebih besar menggabungkan fiksi ilmiah dan supranatural, namun dalam perjalannya Dorado bersama penulis naskah Guy Holmes memilih menyempitkannya, memusatkan semuanya pada elemen misteri dan detektifnya melalui penjelajahan psikologis dari dua karakter utamanya.

Untuk sebuah thriller yang berkutat pada pikiran para tokohnya, Mindscape tidak sampai berakhir terlalu rumit, namun menariknya, Dorado dan Holmes konsisten menjaga ritme dan misterinya, membuat karakter John dan penontonnya berada di posisi yang sama untuk menganalis mental Anna. Apakah ia murni korban dari trauma masa lalu atau mungkin seorang sosiopat cerdas yang punya rencana lain, perjalanan kembali ke masa lalu melewati pikiran Anna memberi kita sedikit demi sedikit petunjuk tetang apa yang terjadi sebelumnya, lalu ada masa lalu John yang turut bercampur guna memberi sedikit keruwetan dalam penyelidikan.

Sampai tiga perempat filmnya, Dorado seperti sudah mengerjakan segalanya dengan rapi. Misterinya dijaga dengan baik, bersama tone mencekam, mencoba menghapus batasan alam mimpi dan alam nyata, termasuk dukungan performa yang bagus dari Mark Strong yang tampil lebih kalem dan tentu saja penampilan meyakinkan dari Taissa Farmiga yang tidak lain dan tidak bukan adalah adik dari aktris Vera Farmiga. Taissa sukses menghadirkan aura misterius pada karakternya, membuat pikirannya penontonnya terpecah.

Sayang di sisa filmnya Dorado seperti kedodoran. Twist yang ditunggu ternyata berakhir antiklimaks, karena apa yang terjadi di ujungnya seperti sudah tertebak jauh sebelumnya. Still, Mindscape apapun kekurangannya, ini tetap adalah sebuah permulaan yang bagus untuk ukuran sutradara debutan seperti Jorge Dorado.

sumber: http://movienthusiast.com/mindscape-anna-2014/



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 38 Menit - 50 Detik
Ukuran: 208 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: 1y3n

Download Film Gratis: Shutter + Subtitle Indonesia

Jumat, 16 Mei 2014

Download Film Gratis - Shutter + Subtitle Indonesia


download film gratis shutter
Source: DVDRip
Released : 2004
Country: Thailand
Language: Thai
Genre : Horror | Mystery | Thriller
Starcast : Ananda Everingham, Natthaweeranuch Thongmee and Achita Sikamana
Directors : Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongpoom
Writers : Parkpoom Wongpoom, Sopon Sukdapisit










Review

Banyak objek yang bisa dijadikan media penampakan mahluk halus, salah satu diantaranya adalah foto. Tak jarang ketika mengambil objek foto kerap juga muncul mahluk yang tak diharapkan dalam berbagai wujud tak terkecuali sosok manusia yang menyeramkan.

Percaya atau tidak mahluk-mahluk halus yang menampakan itu tiada lain adalah mereka yang pernah dekat, dikasihi, dicintai atau bahkan dibenci.

Setidaknya itulah yang dilukiskan sutradara Parkpoom Wongpoom dan Banjong Pisanthanakun dalam film horor Thailand, “Shutter.”

Ya, motivasi yang umum digunakan di banyak film horror adalah balas dendam. Film ini tidak menawarkan sesuatu yang baru, menggunakan fenomena hantu yang ga sengaja kefoto sebagai pemicu cerita.

Hampir sepanjang paruh pertama film, hantu terlihat hanya sekilas. Hal ini membuat kita menebak nebak apa yang sedang terjadi, petunjuk yang ditampilkan samar belum lagi misteri bayangan aneh pada foto-foto.

Ketika akhirnya misteri ini terbongkar sutradara memperlihatkan kita sekilas adegan sebelumnya sehingga kita dapat melihat potongan-potongan yang mengarah pada misteri tersebut.

Penyutradaraan yang “stylish” dan menarik akan membuat kita tidak bisa duduk nyaman namun penasaran.

Meskipun memiliki beberapa kekurangan kecil, Tetap saja Shutter adalah film horror yang mengerikan dan menyeramkan. Kalo di lihat dari sisi “hantu” nya, hantu di film ini memang bener bener seremmmm! Disajikan dengan sangat baik, di dukung dengan ide menarik dan peran karakter yang kuat.

Shutter adalah film horror asia yang booming di tahunnya. Menonton film ini akan menjadi sebuah pengalaman yang mengerikan sekaligus mengganggu.



Trailer



Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
Jenis : MP4
Ukuran : 135 mb
Durasi : 1 Jam - 32 Menit - 19 Detik
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT

Download Film Gratis: Jack Ryan Shadow Recruit + Subtitle Indonesia

Minggu, 11 Mei 2014

Download Film Gratis - Jack Ryan Shadow Recruit + Subtitle Indonesia


download film gratis jack ryan shadow recruit
Source: WEB-DL
Released: 17 January 2014 (USA)
Country: USA | Russia
Language: English | Russian
Genre: Action | Crime | Mystery | Thriller
Director: Kenneth Branagh
Writers: Adam Cozad, David Koepp
Starcast: Chris Pine, Kevin Costner, Keira Knightley











Review

Seperti halnya Casino Royale (2006) bagi seri film James Bond, Jack Ryan: Shadow Recruit adalah sebuah film yang menandai dimulainya proses reboot untuk seri film Jack Ryan yang dahulu telah dimulai dengan The Hunt for Red October (1990) dan kemudian berlanjut dengan Patriot Games (1992), Clear and Present Danger (1994) serta The Sum of All Fears (2002) – yang juga dimaksudkan sebagai sebuah reboot namun kemudian gagal untuk mendapatkan pengembangan lebih lanjut.

Sebagai sebuah seri yang akan menjadi dasar bagi kelanjutan kisah Jack Ryan berikutnya, Jack Ryan: Shadow Recruit harus diakui mampu memberikan kesempatan yang begitu luas bagi penonton untuk mengenal karakter yang diadaptasi dari seri novel karya Tom Clancy tersebut secara lebih dekat. Sayangnya, pengembangan cerita serta beberapa karakter pendukung yang dilakukan secara minimalis membuat Jack Ryan: Shadow Recruit terasa begitu medioker dan gagal tampil istimewa dalam penyampaian ceritanya.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Adam Cozad dan David Koepp, Jack Ryan: Shadow Recruit mengisahkan mengenai awal mula Jack Ryan (Chris Pine) bergabung bersama Central Intelligence Agency. Setelah melalui masa pemulihan fisik akibat cedera perang yang ia dapat ketika bertugas di Afghanistan, Ryan lalu dihubungi oleh salah satu agen CIA, Thomas Harper (Kevin Costner), yang kemudian merekrutnya sebagai analis finansial bagi berbagai rekening yang dicurigai mendanai kegiatan teroris yang dapat mengancam keamanan Amerika Serikat.

Semenjak saat itu, Ryan memulai kehidupan gandanya: sebagai seorang makelar di Wall Street yang juga meneliti transaksi finansial yang mencurigakan bagi pihak CIA serta sebagai seorang pria pekerja biasa yang kemudian selalu pulang untuk menemui kekasihnya, Cathy Muller (Keira Knightley).

Masalah muncul ketika Ryan menemukan deretan transaksi misterius dari sebuah perusahaan Rusia. Karena Ryan adalah satu-satunya orang yang mengetahui seluk beluk transaksi misterius tersebut, Harper kemudian mengirim Ryan untuk melakukan investigasi penuh terhadap perusahaan yang dipimpin oleh Viktor Cherevin (Kenneth Brannagh) tersebut.

Sialnya, kedatangan Ryan di Rusia langsung disambut dengan sebuah serangan yang dapat mengancam nyawanya. Meskipun dirinya sama sekali tidak memiliki kemampuan di bidang intelejen, serangan tersebut langsung memaksa Ryan untuk bertindak layaknya sebagai seorang agen rahasia dan secepat mungkin melaksanakan tugasnya untuk menggagalkan sebuah misi besar yang berniat untuk menghancurkan Amerika Serikat.

Sebagai seorang sutradara, Kenneth Branagh mampu mengelola jalan cerita Jack Ryan: Shadow Recruit dengan cukup baik – mulai dari bagian awal yang mengisahkan mengenai kehidupan pribadi dari karakter Jack Ryan, bagaimana ia bisa bergabung dengan CIA hingga rentetan konflik utama dimana ia harus berhadapan dengan karakter antagonis, Viktor Cherevin. Branagh berhasil mengeksekusi jalan cerita tersebut dengan ritme yang tepat: tidak pernah terasa terlalu lamban dalam bagian dramanya serta tidak pernah berlebihan dalam mengatur ritme adegan aksinya.

Permasalahan utama, sayangnya, hadir dari naskah cerita arahan Adam Cozad dan David Koepp. Cozad dan Koepp sepertinya hanya menghadirkan plot penceritaan yang klise serta familiar khas film-film sejenis tanpa pernah mampu untuk mengembangkannya menjadi sebuah penceritaan yang lebih kuat. Beberapa karakter pendukung bahkan gagal untuk tergali dengan baik meskipun, untungnya, dapat diselamatkan oleh penampilan para jajaran pemeran yang begitu apik.

Berperan sebagai Jack Ryan, Chris Pine hadir dengan penampilan yang meyakinkan. Kharisma Pine sebagai seorang aktor utama terasa cukup mampu untuk membawa karakternya untuk terus mendapatkan perhatian penonton, terutama ketika karakternya dilibatkan dalam adegan-adegan aksi beradrenalin tinggi. Departemen akting Jack Ryan: Shadow Recruit juga didukung dengan penampilan prima dari para pemeran pendukungnya meskipun dengan karakter-karakter yang kurang begitu dioptimalisasi kehadiran plot penceritaannya. Lihat saja bagaimana Keira Knightley (hampir) terjebak (hanya) sebagai karakter love interest bagi sang karakter utama. Untungnya, karakter yang diperankan Knightley kemudian diberikan plot penceritaan yang menuntutnya untuk tampil lebih reaktif dan berhasil dieksekusi aktris tersebut dengan sangat baik.

Branagh juga memberikan penampilan yang sangat kuat sebagai sang karakter antagonis, Viktor Cherevin. Karakter Viktor Cherevin dapat saja diperankan secara komikal untuk menjadikannya sebagai sosok penjahat berdarah dingin yang tidak akan dapat dikalahkan begitu saja. Namun, penampilan Branagh menjadikan karakter tersebut memiliki begitu banyak lapisan kepribadian yang membuatnya tampak masih begitu humanis terlepas dari keantagonisan yang selalu ditampilkannya. Sayangnya, tidak ada deskripsi yang lebih tepat untuk menggambarkan karakter Thomas Harper yang diperankan Kevin Costner selain sebagai pengasuh bagi karakter Jack Ryan. Porsi penceritaan yang diberikan bagi karakter tersebut begitu terbatas meskipun Costner masih mampu menyajikannya dengan penampilan yang cukup matang.


Mungkin akan terasa berlebihan jika mengharapkan Jack Ryan: Shadow Recruit mampu tampil sebagai Casino Royale bagi seri film Jack Ryan di masa yang akan datang. Bukanlah sebuah presentasi yang buruk namun Jack Ryan: Shadow Recruit terasa begitu medioker dalam penyajian jalan ceritanya. Terasa mudah dilupakan begitu saja akibat familiarnya kisah cerita yang dihadirkan dengan banyak film-film Hollywood sejenis. Tetap saja, dengan pengarahan dari Kenneth Branagh yang mampu menghadirkan film ini dengan ritme penceritaan yang cukup lancar, penampilan prima dari Chris Pine, Kenneth Branagh, Keira Knightley dan Kevin Costner serta tata produksi yang hadir dengan kualitas yang tidak mengecewakan, Jack Ryan: Shadow Recruit berhasil tampil sebagai sebuah film espionase yang cukup menghibur.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/01/21/review-jack-ryan-shadow-recruit-2014/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 45 Menit - 34 Detik
Ukuran: 223 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By:  blackcloud

Download Film Gratis: Angel & Demons + Subtitle Indonesia

Sabtu, 10 Mei 2014

Download Film Gratis - Angel & Demons + Subtitle Indonesia


download film gratis angel and demons
Source: BRRip
Released: 2009
Country: USA | Italy
Language: English | Italian | Latin | French | Swiss | German | Chinese
Genre: Mystery | Thriller
Director: Ron Howard
Writers: David Koepp (screenplay), Akiva Goldsman (screenplay)
Starcast: Tom Hanks, Ewan McGregor, Ayelet Zurer









Review

Angels & Demons adalah prekuel dari novel kontroversial The Da Vinci Code, namun untuk versi film, Angels & Demons disihir menjadi sebuah cerita sekuel. Sukses besar juga tampak pada perolehan dollar The Da Vinci Code membuat tim sukses Hanks-Howard bersama penulis Koepp-Goldsman kembali ingin meraup keuntungan lewat Angels & Demons .

Perbedaan pandangan antara agama & kepercayaan dengan ilmu pengetahuan sudah mendarah daging. Begitulah yang ingin diceritakan Dan Brown melalui bukunya Angel and Demons yang kemudian dijadikan film layar lebar. Pihak gereja Katholik sejak dulu diceritakan terbukti berusaha keras menjauhkan unsur ilmu dan pemikiran para ilmuwan dalam kepercayaan.

Perdebatan yang panjang itu akhirnya memunculkan perang antara pihak gereja dan ilmuwan dan para seniman yang memilih untuk terselubung. Kaum tersebut menyebut diri mereka ILLUMINATI.

Dalam film diceritakan, Paus pemimpin tertinggi gereja Khatolik baru saja meninggal dunia dan tugas administrasi selama Paus berikutnya belum terpilih yang sementara dipegang oleh seorang Camerlengo. Setelah seorang Paus meninggal, semua Cardinal dari segala penjuru dunia akan berkumpul untuk memilih Paus yang baru.

Tapi masalah muncul karena 4 orang yang dicalonkan sebagai Paus diculik dan diancam akan dibunuh tiap jam dari jam 8 malam. Kemudian sebagai puncak ancamannya adalah peledakan bom berupa "antimatter" yang dicuri dari para ilmuwan di Swiss yang baru saja ditemukan/diciptakan ilmuan tersebut.

Seorang inspektur polisi Vatican, Inspector Olivetti, mengirimkan anak buahnya untuk menjemput Professor Robert Langdon di Harvard University. Professor Langdon diharapkan untuk bisa mencari tahu tanda-tanda terselubung dan misteri dari kaum Illuminati dan membantu mencegah pembunuhan tersebut.

Selain Professor Langdon, untuk membantu menjinakkan bom pihak keamanan Vatican yaitu Pontifical Swiss Guard yang dipimpin Commander Richter meminta pertolongan Doctor Vittoria Vetra, salah seorang ilmuwan yang menemukan/menciptakan bom tersebut. Mereka berpacu dengan waktu berusaha menemukan tempat dimana para Cardinal yang diculik akan dibunuh.

Mendasarkan pada tanda-tanda yang ditinggalkan oleh seseorang yang menggunakan ciri khas kaum Illuminati, Professor Langdon, Doctor Vittoria dan 2 orang polisi Vatican berkeliling Vatican dan Roma untuk menguak rahasia dan misteri dibalik rencana pembunuhan para Cardinal dan pengeboman.

Film Angels and Demons ini merupakan bentuk kedua perjalanan cerita seorang Professor Robert Langdon yang ahlli dalam hal symbologist.

Di film pertama, The Da Vinci Code, Robert Langdon berusaha menguak rahasia keturunan Christ yang diceritakan diupayakan untuk dihilangkan oleh pihak gereja. Berbeda dengan The Da Vinci Code, Angels and Demons mengungkapkan dasar pemikiran Galileo Galilei yang bertentangan dengan pemikiran gereja.

Juga ditampilkan hasil karya Bernini yang meskipun merupakan salah satu seniman yang diminta banyak oleh pihak gereja untuk memperindah bangunan-bangunan milik gereja, ternyata Bernini adalah seorang Illuminati sejati.

Tidak banyak tanda-tanda yang berusaha diterjemahkan oleh Professor Langdon sebagaimana yang ada di The Da Vinci Code. Tapi alur cerita Angels and Demons jauh lebih menarik dan penuh intrik.

Dalam Angels and Demons secara garis besar kita diajak untuk berpikir lebih dalam mengenai pemahaman sebuah kepercayaan, antara kebenaran dan kebohongan yang kadang perbedaannya tipis sekali. Dan betapa kalau agama serta kepercayaan apapun di dunia dipisahkan dari pemikiran manusia akan ilmu pengetahuan dan seni budaya cuma akan menghasilkan ketidakselarasan dalam hidup manusia.

sumber: http://dianadji.multiply.com/reviews/item/65?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
Jenis : AVI
Ukuran : 192 mb
Durasi : 2 Jam - 26 Menit - 15 Detik
Source : BRRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT

Subtitle By: papaidan (Subscene.com)

Download Film Gratis: Belenggu

Rabu, 07 Mei 2014

Download Film Gratis - Belenggu


download film gratis belenggu
Source: DVDRip
Released: 28 February 2013 (Indonesia)
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Horror | Mystery | Thriller
Director: Upi Avianto
Writer: Upi Avianto
Starcast: Abimana Aryasatya, Avrilla, Laudya Cynthia Bella











Review

Menilai sekilas berdasarkan presentasi cerita dan penampilan visualnya, adalah sangat mudah untuk menduga bahwa Belenggu adalah hasil sebuah petualangan lain dari seorang Joko Anwar dalam melanjutkan kisah-kisah berdarahnya yang sebelumnya disajikan lewat film-film seperti Dead Time: Kala (2007) maupun Pintu Terlarang (2009). Salah! Terlepas dari gaya presentasi yang demikian serupa, Belenggu sendiri merupakan karya perdana Upi (Oh Tidak..!, 2011) dalam menyutradarai sebuah film thriller. Dan harus diakui, Upi memiliki kemampuan yang cukup dalam menghadirkan deretan misteri yang akan terus mampu menarik perhatian setiap penggemar film-film sejenis.

Kisah diawali dengan adegan mimpi: ketakutan berlari di hutan, Elang (Abimana Aryasatya) dijemput Jingga (Imelda Therinne), yang mengendarai Mercedes Benz klasik. Tiba-tiba ia dikelilingi mayat-mayat dan pembunuh berkostum kelinci, Elang terbangun dan lewat sebuah narasi penonton diberi tahu: Jingga adalah kunci dari semua hal mengerikan di kota gila ini. Jingga, pelacur, terobsesi belas dendam pada tiga lelaki yang memperkosanya. Elang terobsesi berprofesi pemain akrobat berkostum kelinci. Ia pernah masuk rumah sakit jiwa karena membunuh anak dan istrinya.

Tokoh satu lagi yang menjadi salah satu alur cerita adalah Ibu Kebaya (Jajang C Noer) yang terbelenggu dengan kematian purtinys, Laras (15 th) dalam sebuah kecelakaan. Ketika jumpa dengan Jingga, ia beranggapan Jingga itu mirip Laras.

Bekerja di sebuah bar, Elang yang penyendiri, bertetangga dengan Djenar (Laudya Chintya Bella), ibu gadis cilik Senja (Avrilla). Suaminya, Guntur (Verdi Solaiman), seorang pelempar pisau yang selalu mengenakan kostum kelinci dalam pertunjukannya.

Jatuh cinta pada Jingga dan bertekad membalas dendam pada lelaki yang memperkosa Jingga, membuat Elang seperti melakukan tiga pembunuhan. Karena itu, ia ditangkap oleh Josef (Arswendi Nasution), polisi. Untuk membuktikan dirinya tak bersalah Elang harus mengungkap rahasia mengerikan yang telah terkubur lama.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: AVI
Resolusi: 500x230
Durasi: 1 Jam - 36 Menit - 38 Detik
Ukuran: 181 mb