.
.
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: Outlander + Subtitle Indonesia

Kamis, 12 Juni 2014

Download Film Gratis - Outlander + Subtitle Indonesia


download film gratis outlander
Source: BRRip
Released: 19 February 2009 (Singapore)
Country: USA | Germany
Language: English | Norse, Old | Latin
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Howard McCain
Writers: Dirk Blackman, Howard McCain
Starcast: Jim Caviezel, Sophia Myles, Ron Perlman












Sinopsis

Film Outlander ini adalah sebuah film yang cukup unik karena menggabungkan 2 unsur yang sangat bertentangan, yaitu unsur peradaban kuno dan peradaban modern. Disutradarai oleh Howard McCain dan dibintangi oleh James Caviezel.

Kainan, seorang manusia dari luar angkasa, jatuh ke bumi pada masa kerajaan Viking di tahun 709. Dia mulai mempelajari bahasa dan budaya planet itu dengan menggunakan mesin penterjemah. Seekor alien predator yang ikut serta dengannya terlepas di bumi dan mulai meneror bangsa Viking di daerah Herot, Norwegia.

Saat mengejar monster itu, dia menemukan sebuah desa yang sudah dihancurkan, dia ditangkap oleh pendekar Wulfric, yang percaya bahwa dialah yang membunuh orang-orang di desa itu. Pada akhirnya, Kainan harus memimpin bangsa Viking untuk membunuh alien tersebut menggunakan teknologi bangsanya yang digabungkan dengan keahlian bangsa Viking dalam membuat pedang.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 54 Menit - 57 Detik
Ukuran: 245 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia

Senin, 09 Juni 2014

Download Film Gratis - Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia


downlload film gratis mutant chronicles
Source: BRRip
Released: 10 October 2008 (UK)
Country: USA | UK
Language: English
Genre: Action | Adventure | Horror | Sci Fi
Director: Simon Hunter
Writer: Philip Eisner
Starcast: Thomas Jane, Ron Perlman, Devon Aoki












Sinopsis

Tahun 2707, Semua sumber daya bumi telah habis dikonsumsi manusia dan kekuasaan berada di tangan empat perusahaan besar yang menguasai seluruh dunia. Keempat perusahaan tersebut selalu berperang satu dengan yang lain untuk berebut wilayah. Dalam sebuah peperangan, secara tidak sengaja para tentara dari perusahaan besar tersebut membuka sebuah segel yang sebenarnya mengunci The Machine yang berencana mengubah seluruh manusia menjadi mutant. The Machine datang dari luar angkasa dengan tujuan yang sama berabad sebelumnya namun berhasil dikalahkan dan dikunci.

Makin lama, penduduk dunia banyak yang berubah menjadi monster yang mengerikan. Jari mereka berubah meruncing, dan tidak memiliki rasa takut menghadapi senjata apapun. Dengan adanya ancaman baru tersebut, manusia harus meninggalkan bumi supaya tidak musnah. Tetapi waktu untuk mengevakuasi seluruh manusia ke planet terdekat yang bisa dihuni tidak mencukupi. Akhirnya Brother Samuel (Ron Perlman), pemimpin aliran kepercayaan yang mengetahui seluk beluk manusia mutant menawarkan sebuah misi penghancuran mesin pembuat mutant. Brother Samuel mengumpulkan beberapa tentara untuk menjalankan misi tersebut.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 27 Detik
Ukuran: 245mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The House of Magic + Subtitle Indonesia

Selasa, 03 Juni 2014

Download Film Gratis - The House of Magic + Subtitle Indonesia


download film gratis the house of magic
Source: BDRip
Released: 26 December 2013 (Singapore)
Country: Belgium
Language: English | French | German
Genre: Animation | Adventure |  Family | Fantasy
Directors: Jeremy Degruson, Ben Stassen
Writers: James Flynn (screenplay), Dominic Paris (screenplay)
Starcast: Cinda Adams, Edward Asner, Emily Blunt












Sinopsis

Thunder, an abandoned young cat seeking shelter from a storm, stumbles into the strangest house imaginable, owned by an old magician and inhabited by a dazzling array of automatons and gizmos. Not everyone welcomes the new addition to the troupe as Jack Rabbit and Maggie Mouse plot to evict Thunder.

The situation gets worse when the magician lands in hospital and his scheming nephew sees his chance to cash in by selling the mansion. Our young hero is determined to earn his place and so he enlists the help of some wacky magician's assistants to protect his magical new home.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 28 Detik
Ukuran: 189 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia

Senin, 02 Juni 2014

Download Film Gratis - Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia


download film gratis whare the things are
Source: BRRip
Released: 16 October 2009 (USA)
Country: USA | Australia | Germany
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Spike Jonze
Writers: Spike Jonze (screenplay), Dave Eggers (screenplay)
Starcast: Max Records, Catherine O'Hara, Forest Whitaker











Review

Where the Wild Things Are adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi oleh sutradara Spike Jonze dari sebuah buku anak-anak populer berjudul sama karya Maurice Sendak yang dirilis pada tahun 1963. Walt Disney Pictures sendiri pernah membeli hak pembuatan versi film dari buku ini pada awal 80-an untuk diadaptasi menjadi sebuah film animasi yang akan menggabungkan karakter yang digambarkan secara animasi tradisional dan digabung dengan setting yang dibuat oleh komputer.

Namun, karena keterbatasan teknologi saat itu, proses adaptasi film ini lama-kelamaan menjadi tertunda hingga akhirnya di tahun 2001, Universal Pictures membeli hak adaptasi buku tersebut, namun tetap berencana untuk membuatnya dalam sebuah bentuk animasi. Akhirnya rencana untuk membuat adaptasi buku ini dalam bentuk animasi berubah setelah kedatangan sutradara Spike Jonze.

Mengisahkan mengenai Max (Max Records), seorang bocah 9 tahun penyendiri yang merasa bahwa kakaknya, Claire (Pepita Emmerichs) dan ibunya, Connie (Catherine Keener), mulai menjauhi dirinya. Kesal dengan keadaan yang ada, Max membuat keributan saat pacar sang ibu (Mark Ruffalo) datang berkunjung. Hasilnya, pertengkaran antara Max dan ibunya membuat Max melarikan diri dari rumahnya.

Dengan menggunakan sebuah sampan, Max mengarungi lautan dan tiba di sebuah pulau asing. Disana, ia menjumpai tujuh makhluk aneh berukuran raksasa yaitu Carol (James Gandolfini) yang sensitif, Ira (Forest Whitaker) yang selalu berbicara dengan suara halus, Judith (Catherine O’Hara) yang pesimis, Alexander (Paul Dano) yang bertubuh meyerupai kambing dan merasa selalu disisihkan, Douglas (Chris Cooper) yang bertubuh mirip burung dan merupakan teman akrab Carol, Bernard (Michael Berry, Jr) yang bertubuh mirip kerbau dan tidak pernah berbicara sekalipun, serta K.W. (Lauren Ambrose) yang suka menyendiri dan disukai oleh Carol.

Segera, Max dan ketujuh makhluk tersebut cepat menjadi akrab. Bahkan, Max diangkat menjadi raja bagi mereka. Namun, sifat Max yang memang suka meledak-ledak ternyata menjadi halangan tersendiri bagi keakraban mereka. Berulang kali, perpecahan antara kelompok tersebut hampir saja terjadi karena Max, khususnya antara hubungan Carol dan K.W., yang memang sepertinya sangat rentan.

Menyimak cerita yang ditawarkan di sepanjang film ini, mungkin sebagian orang akan sulit untuk menerima bahwa film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku cerita anak-anak. Dengan tone yang gelap, cenderung lebih dewasa dan tanpa kehangatan sedikitpun, Where the Wild Things Are sepertinya tidak akan mudah untuk dinikmati kaum muda (baca: anak-anak), maupun bagi mereka yang cenderung akan segera bosan dengan jalan cerita yang sedikit lamban.

Namun, justru hal-hal “gelap” itulah dimana keunggulan film ini banyak muncul. Spike Jonze, seorang yang lebih dikenal sebagai sutradara music video, berhasil memberikan unsur keindahan dari berbagai kesedihan hati yang coba dikeluarkan oleh Max. Para karakter-karakter raksasa yang ditemui Max sendiri, sebenarnya dapat dikatakan adalah perwujudan perasaan Max yang selama ini sering membuatnya merasa terisolir dari dunia luar, khususnya dari keluarganya. Jonze dengan pintar mengekspresikan hal ini dengan bahasa gambar yang indah.

Max Records, yang notabene adalah seorang pendatang baru di dunia akting, berhasil dengan sukses menggambarkan bagaimana perasaan seorang Max, yang sedang marah kepada dunia, sekaligus merasakan kesepian yang mendalam. Records berhasil membuat karakter Max terlihat (seringkali) menyebalkan, namun adakalanya membuat penonton merasa iba akan kesendirian yang dimunculkan Max. Para karakter pendukung – kebanyakan hanya dalam bentuk vokal – juga memberikan kesan tersendiri untuk kesuksesan Where the Wild Things Are. Lewat karakter-karakter pendukung ini, Where the Wild Things Are menjadi lebih hidup, sekaligus menyampaikan titik terkelam dari cerita film ini kepada para penontonnya.

Satu hal lagi yang menjadi keunggulan film ini adalah lagu-lagu dan score yang dibuat oleh Karen O (vokalis The Yeah Yeah Yeahs) dan Carter Burwell. Bersama, Karen O dan Burwell berhasil menambahkan emosi yang ingin ditonjolkan dari karakter Max, khususnya ketika Max mulai merasakan rasa depresi dan kesendirian.

Secara otomatis, berdasarkan jalan cerita yang ditawarkan, Where the Wild Things Are tentu bukanlah sebuah film yang dapat dinikmati oleh semua orang. Film ini membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi untuk menikmati kelamnya jalan cerita yang ditambah dengan lambannya cara penceritaan yang diberikan oleh Jonze. Namun, dibalik itu semua, Jonze berhasil memberikan sebuah keindahan atas berbagai kesedihan emosional yang ditampilkan oleh karakter Max dan tujuh karakter ‘monster’ yang ada di jalan cerita film ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/02/17/review-where-the-wild-things-are-2009/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 01 Detik
Ukuran: 213 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: The Nut Job + Subtitle Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

Download Film Gratis - The Nut Job + Subtitle Indonesia


download film gratis the nut job
Source: HDRip
Released: 17 January 2014 (USA)
Country: Canada | South Korea | USA
Language: English
Genre: Animation | Adventure | Comedy
Director: Peter Lepeniotis
Writers: Lorne Cameron (screenplay), Peter Lepeniotis
Starcast: Will Arnett, Brendan Fraser, Liam Neeson











Review

Berbeda dengan Jepang industri animasi di Korea Selatan sebenarnya tidak maju-maju amat. Antusiasme penonton lokal pun tak terlalu tinggi, berbeda dengan publik negeri Sakura yang menerima animasi (2D maupun 3D) sebagai bagian dari kultur negara mereka. Dengan The Nut Job negeri Ginseng sepertinya ingin mengubah persepsi ini.

Bekerja sama dengan studio di Amerika dan dengan kru multi-negara The Nut Job, digarap dengan budget lebih dari 40 Juta USD, adalah salah satu film paling ambisius hasil kerja sama negara Korsel dan Amerika. Keambisiusan ini berbayar dengan hasil box office yang lumayan tinggi di Amerika pada opening weekendnya. Apa itu berarti ini memang salah satu film animasi yang berkualitas?

Surly si tupai adalah hewan yang paling dibenci di lapangan taman kota Oakton. Persoalannya adalah sementara semua binatang di bawah pimpinan Raccoon sibuk untuk bekerja sama dan mengumpulkan persediaan makanan demi musim dingin, Surly tidak mau ikut bekerja sama dan hanya mencari makanan untuk dirinya sendiri.

Lebih jahatnya lagi Surly (dan rekannya Buddy) terkadang tanpa sengaja menyabotase pekerjaan dari teman-temannya. Akhirnya karena seluruh anggota Oakton muak dengan tingkah laku Surly ia pun dibuang dari komunitasnya dan disuruh bertahan hidup sendiri di kota.

Kota di luar taman adalah tempat yang berat bagi Surly untuk bertahan hidup. Akan tetapi kecerdikan dari Surly membuat ia menemukan sebuah tempat yang berisi banyak sekali kacang. Masalahnya gudang kacang itu dimiliki oleh seorang pemimpin mafia King yang baru saja keluar dari penjara tetapi sudah memikirkan bagaimana caranya untuk melakukan perampokan besar terakhir di dalam hidupnya.

Bagaimana King akan merampok bank ditambah dengan bagaimana Surly ingin merampok persediaan kacangnya menjadikan The Nut Job sebagai animasi dengan dua cerita yang berjalan beriringan. Dua cerita ini sayangnya tak pernah berhasil dijalin secara erat oleh sang sutradara Peter Lepeniotis. Pada dasarnya The Nut Job adalah perpanjangan dari jalan cerita pendeknya Surly Squirrell dan ada kemungkinan bahwa sang sutradara tak punya cukup bahan untuk membangunnya menjadi sebuah film animasi sepanjang 90 menit.

Di antara deretan talenta voice acting impresif yang dihadirkan untuk film ini (termasuk Liam Neeson) ironis bahwa karakter terbaik dalam animasi ini justru Buddy yang dengan segala kepolosan dan loyalitasnya mampu menyentuh penontonya. Kenapa ironis? Karena Buddy adalah sosok bisu dalam film ini yang menyampaikan semua sifat dan karakternya hanya melalui gerak-gerik dan mimik mukanya semata!

sumber: http://www.tukangreview.com/movie-review/the-nut-job/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 20 Menit - 58 Detik
Ukuran: 174 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Rio 2 + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Rio 2 + Subtitle Indonesia


download film gratis rio 2
Source: HDTS
Released: 16 May 2014 (USA)
Country: USA
Language: English | Portuguese
Genre: Animation | Adventure | Comedy
Director: Carlos Saldanha
Writers: Don Rhymer (story), Carlos Saldanha (story)
Starcast: Jesse Eisenberg, Anne Hathaway, Jemaine Clement











Review

Harus menjadi lebih besar, harus menjadi lebih menarik, harus menjadi lebih menyenangkan, dan masih banyak lagi “harus menjadi lebih” dalam konteks positif yang disandang oleh sebuah film dengan status sekuel. Yang kerap menjadi masalah adalah hal tersebut juga menjadi awal terciptanya beban yang jika tidak dapat di kendalikan dengan baik justru akan membawa dampak negatif. Rio 2 an unfocused random party animation which seems confused when deliver a lot of important message.

Blu (Jesse Eisenberg) dan istrinya Jewel (Anne Hathaway) sepertinya belum dapat menjauh dari masalah yang terkait hukum. Bersama ketiga anak mereka Blu dan Jewel kini memang telah hidup bahagia di sebuah suaka yang dikelola oleh Linda (Leslie Mann) dan Tulio (Rodrigo Santoro), namun mereka berdua pula yang membawa masalah baru bagi Blu dan keluarganya.

Ketika sedang membuat sarapan televisi menyiarkan kabar bahwa Linda dan Tulio yang sedang berpetualang di hutan Amazon telah menemukan eksitensi dari Spix's Macaws lain, jenis dimana Blu dan keluarganya dianggap sebagai satu-satunya yang tersisa. Uniknya hal tersebut justru dimanfaatkan oleh Jewel. Jewel ingin agar keluarga mereka terbang dari Rio ke hutan Amazon untuk mengenalkan anak-anaknya tentang dunia, bukan hanya sebatas bermain bersama teknologi.

Semangat bahkan semakin besar ketika Rafael (George Lopez), Nico (Jamie Foxx), dan Pedro (will.i.am) juga memilih ikut dalam upaya mencari bakat untuk mengisi karnaval yang mereka rencanakan. Namun ternyata sikap enggan yang sejak awal telah Blu tunjukkan punya makna tersendiri, banyak masalah telah menantinya didalam hutan Amazon.

Dalam bentuk sederhana, Rio 2 tidak lebih baik dari Rio (2011). Narasi yang Rio 2 miliki sangat jauh dari kesan rapi, bahkan kasarnya ini dibentuk tanpa disertai sebuah ketulusan, mereka semua tampak memang sengaja dilemparkan dengan bebas dan kemudian dijaga oleh Carlos Saldanha dan rekan-rekannya supaya tetap sempit, tidak bergerak terlalu jauh agar tidak melukai pesta yang sejak awal dengan mudah akan terlihat telah dicanangkan menjadi pusat cerita.

Tentu saja aneh jika mengharapkan cerita rumit dari Rio yang telah menyandang ciri khas dari animasi karya Blue Sky Studios yang selalu straightforward, tapi nilai minus yang tercipta ketika mereka berdiri secara individu itu juga tidak hilang saat konflik-konflik kecil seperti hubungan suami dan mertua, ego dalam keluarga, cinta penuh rasa takut, hingga isu dalam cakupan yang lebih luas seperti lingkungan hidup itu disatukan, berantakan, sering kali terasa terputus. Ini yang menjadi masalah besar, tidak ada petualangan yang menyenangkan disini. Berbagai pergeseran dan perpindahan penuh lompatan dalam gerak cepat yang ia hadirkan terasa canggung dan kasar, tidak ada alur yang halus karena tiap konflik seperti punya kesibukan masing-masing yang harus mereka ungkapkan.

Tentu saja patut memberikan apresiasi pada rasa percaya diri Carlos Saldanha untuk menjadikan Rio 2 semakin luas, namun hal tersebut juga menghilangkan daya tarik yang telah diciptakan oleh film pertama. Dalam bentuk grafik ini menurun, step by step kita penonton bahkan juga karakter perlahan kehilangan semangat karena penceritaan yang melelahkan, semua terasa campur aduk tapi tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa jalur yang mereka miliki perlahan akan bersatu disatu titik, dan cerita yang menjadi kusut itu juga semakin memperlihatkan rasa ragu yang ia miliki.

Yap, rasa percaya diri itu hanya eksis di awal. Terkadang ini tampak mencoba membawa isu potensial itu bergerak lebih jauh, namun juga kerap berpaling dan kemudian melakukan blunder dengan menyuntikkan komedi mengandalkan karakter yang tidak semua bekerja dengan baik akibat penempatan yang kurang tepat. Rasa ragu ini yang menggerus sisi enjoyable, ia tampak tidak yakin bahwa cara yang akan ia gunakan dapat menyampaikan pesan yang dibawa, berputar-putar seperti bermain tarik dan ulur dengan penonton yang sebenarnya hanya ingin kepastian: menjadi serius atau konyol?

Rio 2 terlalu sering mencoba mengolah isu serius agar dapat tampil mendidik tanpa berupaya menggali mereka sedikit lebih dalam, dan fokus yang terbagi itu menjadikan ia tidak mampu menjaga sisi fun yang menjadi penyelamat pendahulunya itu. Ini yang menyedihkan, karena kita suka Rio, dan sejak awal telah siap ikut dalam petualangan tanpa mempermasalahkan materi klasik dan konvensional yang akan hadir. Kehangatan yang sederhana itu hilang, meskipun sesungguhnya pendekatan yang Carlos Saldanha terapkan pada dasarnya masih sama. Disini Carlos seperti terbebani dengan tugas yang semakin besar sehingga walaupun semakin luas ruang cerita faktanya punya kepadatan yang terasa sesak, ia bahkan banyak menggunakan lagu sebagai media lain untuk menggerakkan plot.  Hal tersebut yang menghalangi Rio 2 untuk menghadirkan sesuatu yang mungkin juga telah dinantikan penontonnya, pertumbuhan yang mumpuni dari film pertama.

Ya, secara keseluruhan ini sama saja, nilai cerita sedikit menurun, dan hal tersebut di tutupi dengan kinerja visual yang, well, masih menyenangkan. Tidak megah memang, bahkan kualitas 3D juga punya keseimbangan positif dan negatif dari ekspresif hingga tingkat kecerahan, tapi walaupun beberapa dari mereka tampil menjengkelkan dengan penyatuan yang terasa kikuk, namun sulit untuk menampik hiruk pikuk dari musikal yang dipenuhi koreografi dengan gerakan-gerakan energik itu tidak memberikan kesenangan yang mumpuni. Ini cerdik, visual bekerja sebagai pengalih perhatian penonton, menjadikan mereka sibuk dengan permainan mata dan melupakan krisis karakter yang stuck itu.

Salah? Tidak, namun pergerakan penuh warna dan musik dalam cita rasa bebas dari aksi kejar hingga permainan olahraga itu tidak mampu mengimbangi nilai minus yang dihasilkan cerita. Tapi selain visual ada satu elemen lain yang juga tampil menarik, pengisi suara. Ada energi yang hidup disini, kerap berperan menyelamatkan dialog, cerita, bahkan lelucon yang terasa mentah dan tumpul. Butuh waktu untuk klik lagi dengan Blu, dan ketika Jesse Eisenberg mulai memperoleh irama sisi cemas dan bingung karakter tergambarkan dengan baik. Banyak yang bersinar disini, Anne Hathaway memberikan vokal yang kuat dan khas, duet Leslie Mann - Rodrigo Santoro dan Jamie Foxx - will.i.am juga cukup baik, hingga Andy García dengan suaranya tegas, begitupula dengan Jemaine Clement. Tapi dalam konteks performa memorable menjadi milik Bruno Mars dan Kristin Chenoweth.

Overall, Rio 2 adalah film yang cukup memuaskan. Jika anda hanya melemparkan dua pilihan antara apakah ini memuaskan atau tidak, maka jawabannya adalah Rio 2 worthed untuk dinikmati, terlebih bersama keluarga dan anak. Sekalipun terasa kurang tajam banyak pesan positif yang dibawa film ini, dari keluarga, teknologi, hingga lingkungan, at least mereka tergambarkan walaupun akan terkesan berantakan jika diamati sedikit lebih detail. Hanya satu masalah besar disini, Rio tidak mampu menaikkan standard mereka, tidak mampu menjadi karakter yang bukan hanya sanggup meraup banyak profit namun juga mampu menjadi sosok ikonik, bahkan film kedua ini akan lebih mudah terlupakan dibandingkan dengan pendahulunya.

sumber: http://rorypnm.blogspot.com/2014/04/movie-review-rio-2-2014.html


Trailer




Download Film Gratis Nya

 Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 32 Menit - 24 Detik
Ukuran: 205 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: 47 Ronin + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - 47 Ronin + Subtitle Indonesia


download film gratis 47 ronin
Source: BRRip
Released: 25 December 2013 (USA)
Country: USA
Language: English | Japanese
Genre: Action | Adventure | Fantasy
Director: Carl Rinsch
Writers: Chris Morgan (screenplay), Hossein Amini (screenplay)
Starcast: Keanu Reeves, Hiroyuki Sanada, Ko Shibasaki










Review

Film ini sesungguhnya telah dijadwalkan akan dirilis pada akhir november tahun lalu. Ya, bukan november tahun ini melainkan tahun lalu, didorong sedikit kebelakang menuju awal bulan februari 2013 dengan alasan terkait efek visual, namun kemudian kembali ditunda hingga akhir bulan desember dengan alasan reshoots. Kemungkinannya cuma dua, upaya untuk menjadikannya tampak semakin megah, atau upaya menyelamatkan ia dari jurang kehancuran. 47 Ronin, cukup rapi, stabil, namun monoton dan kurang bernyawa.

Karena statusnya sebagai pria berdarah campuran antara British dan Jepang, Kai (Keanu Reeves) harus rela dipandang sebelah mata oleh para samurai di kerajaan tempat ia bermukim, Ako. Ia dianggap seperti sebuah masalah, namun celakanya sebuah tindakan licik dari seorang wanita bernama Mizuki (Rinko Kikuchi) kemudian membawa Kai kedalam sebuah masalah yang jauh lebih besar, menyebabkan pemimpin mereka Lord Asano (Min Tanaka) memutuskan untuk menebus kesalahan dengan memilih melakukan seppuku, dan Ako berada dibawah kendali Lord Kira (Tadanobu Asano).

Namun walaupun kini hanya menyandang status ronin, serta dihalangi sebuah perintah dari pemimpin tertinggi, Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada) tetap berniat untuk membalaskan dendamnya kepada Lord Kira sebagai upaya untuk mengembalikan kehormatan mantan pemimpinnya. Ia kemudian mengajak Kai untuk bergabung, bukan hanya karena Oishi tahu kemampuan yang dimiliki Kai, namun ikut melibatkan nasib seorang wanita bernama Mika (Kou Shibasaki) yang akan dinikahi paksa oleh Kira, wanita pujaan hati Kai.

Jika dijabarkan dalam sebuah kalimat sederhana, 47 Ronin adalah film yang sejak awal sudah tampak sangat cemas. Sumbernya adalah dana melimpah yang ia miliki, kemudian memberikan dampak domino pada cerita yang ditulis oleh Walter Hamada, Chris Morgan, dan Hossein Amini, hingga merembes pada kinerja Carl Erik Rinsch dibangku sutradara. Ya, mereka tampak terbebani tentu saja oleh tuntutan agar film ini dapat menjadi sebuah kemasan yang mewah dan megah, tapi celakanya hal tersebut pula yang ternyata kemudian menyebabkan Rinsch dan rekan-rekannya justru memilih bermain aman, bahkan cenderung setengah hati di tiap elemen film.

Ini tidak total. Dari segi cerita memang terasa rapi, kita seperti dibawa kedalam sebuah urutan petualangan yang terangkai dengan baik, berhasil menghidupkan kembali salah satu legenda masyarakat Jepang ini. Namun jika mencoba menilik sedikit lebih kedalam anda dapat dengan mudah menemukan sebuah rasa bingung yang dimiliki oleh 47 Ronin. Film ini tidak berani, beban diawal tadi seperti menghalangi ia untuk bergerak lebih jauh dan lebih bebas, unsur sejarah ia kemas secara umum tanpa pendalaman yang berarti, kemudian melakukan kombinasi bersama sentuhan Hollywood.

Benar, tema kehormatan dan pengorbanan itu memang berhasil tersampaikan, namun dengan cara yang sangat biasa, standard dibanyak bagian, cerita terbangun dengan cara yang biasa, begitupula dengan karakter, hingga berakhir pada permainan CGI. Ini terlalu sederhana untuk sebuah legenda potensial yang kompleks, dan pada akhirnya penonton hanya akan berpegang pada warna balas dendam ketimbang hal-hal rumit yang tersimpan dibalik itu.

Screenwriter seperti sangat terbebani agar dapat menyusun sebuah kisah yang di satu sisi tampil serius namun juga harus menciptakan ruang bagi “hiburan” yang menyenangkan, memang rapi, namun ini monoton dan kaku. Sumber utama yang menyebabkan ia tampil monoton dan kaku adalah keputusan yang diambil oleh Carl Erik Rinsch sejak awal, 47 Ronin sudah ditekan sejak ia dimulai, diatur sedemikian rupa agar dapat tampil seimbang di semua elemen. Berhasil, namun gerak mondar-mandir yang ia hadirkan itu berada di level medium, jauh dari mengesankan.

Kurang bernyawa, sulit untuk menaruh simpati pada cerita dan karakter yang sejak awal tidak diberikan karakterisasi dan kedalaman yang mumpuni, padahal petualangan ini didominasi permainan dialog dalam gerak yang sabar dan stabil. Penggunaan english juga memberi dampak berarti, sulit untuk melakukan sinkronisasi pada karakter fiktif tersebut dengan kisah nyata, menghadirkan sebuah rintangan untuk dapat terjerat lebih dalam.

Yang unik dari 47 Ronin adalah ia menghadirkan sebuah proses panjang untuk mencapai finale di dua bagian, sisi emosional dari pesan dan karakter, dan juga sisi tampilan visual. Visual berhasil, set yang mengesankan, kostum yang memikat, efek visual yang cukup oke, ada nafas kuno dalam sentuhan modern yang ia tampilkan. Namun dari segi emosional: kurang memuaskan, kurang mencekam, daya tarik yang kurang kokoh dengan mudah tergerus ketika hiburan visual mulai hadir menemani. Itu juga sering menjadikan Keanu Reeves terasa kurang berharga, terlebih dengan kemampuan pemeran Jepang seperti Hiroyuki Sanada, Tadanobu Asano, dan Rinko Kikuchi memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki dengan baik.

Overall, 47 Ronin adalah film yang cukup memuaskan. Ini menarik jika menilik struktur cerita yang ia tampilkan, walaupun beberapa materi terasa kurang pas ia masih mampu untuk tampil cukup rapi, bahkan berhasil menggambarkan kembali secara garis besar informasi terkait perjuangan dan keberanian dari para Ronin. Yang menjadi masalah adalah ia tidak punya dinamika cerita yang bernyawa, yang hidup, yang menyenangkan, ini terlalu stabil di level yang sayangnya juga tidak tinggi, terasa kaku dan kerap kali monoton.

sumber: http://rorypnm.blogspot.com/2013/12/movie-review-47-ronin-2013.html


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 58 Menit - 42 Detik
Ukuran: 246 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia


download film gratis bridge to terabithia
Source: BRRip
Released: 16 February 2007 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Gabor Csupo
Writers: Jeff Stockwell (screenplay), David Paterson (screenplay)
Starcast: Josh Hutcherson, AnnaSophia Robb, Zooey Deschanel











Review

Bayangkan ada sebuah kerajaan sihir yang hanya kita yang bisa datangi, bayangkan kerajaan sihir itu diserang oleh Dark Master, bayangkan para Terabithian menunggu kehadiran kita untuk membebaskan kita dari Dark Master. Bridge to Terabithia adalah cerita tentang kehidupan sekolah, impian, realitas, dunia impian, kehilangan, kenangan dan tentang kerajaan ajaib Terabithia.

Jess, anak berusia 11 tahun dari keluarga yang biasa, dengan hidup yang biasa. Hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Leslie, gadis pindahan dengan imajinasi yang luar biasa. Berdua mereka menciptakan sebuah kerajaan Terabithia di hutan dekat rumah mereka. Tempat yang hanya mereka bisa datangi, jauh dari dunia nyata. Dunia mereka penuh dengan mahluk gaib, binatang ajaib, troll dan prajurit lebah dan Terabithian, penduduk Terabithia.

Di Terabithia, mereka bertarung, berlari, berkelana dan mencari keberanian yang datang dari diri mereka sendiri untuk menghadapi dunia nyata, masalah dalam keluarga mereka, dan anak-anak nakal di sekolah. Ketika sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi, apakah kerajaan sihir Terabithia akan hilang?


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 31 Detik
Ukuran: 212 mb

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Godzilla + Subtitle Indonesia

Sabtu, 31 Mei 2014

Download Film Gratis - Godzilla + Subtitle Indonesia


download film gratis godzilla
Source: CAM
Released: 16 May 2014 (USA)
Country: USA | Japan
Language: English | Japanese
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Gareth Edwards
Writers: Max Borenstein (screenplay), Dave Callaham (story)
Starcast: Aaron Taylor-Johnson, Elizabeth Olsen, Bryan Cranston











Review

Bagi sebagian masyarakat, mungkin tidak terlalu familiar dengan nama “Godzilla”. Lain hal dengan mereka yang menyukai monster raksasa dari Jepang yang satu ini, di mana film pertamanya debut pada tahun 1950an silam dan membawa kesuksesan tersendiri untuk serial film kaiju (dalam bahasa Jepang, monster raksasa).

Sebelumnya, mungkin beberapa dari Anda sempat mengetahui Godzilla dari film versi Amerika yang berjudul sama yang debut pada tahun 1998 lalu. Film Godzilla versi Amerika tersebut, sayangnya, mendapatkan banyak kritik dari fans Godzilla atas perubahan yang terjadi baik pada segi cerita maupun Godzilla sendiri. Kini, dengan mengambil tema dan style langsung dari Godzilla orisinil milik Jepang, hadir kembali sebagai versi reboot dari film tahun 1998 itu. Seperti apakah hasil reboot yang diantisipasi oleh para fans Godzilla tersebut?

Kisah dimulai dengan kunjungan peneliti Ishiro Serizawa (Ken Watanabe) dengan Vivienne Graham (Sally Hawkins) menuju Filipina, tempat di mana terjadi longsor yang sangat dalam secara tiba-tiba di area penambangan. Ketika ditelusuri, mereka menemukan bahwa terdapat dua “kepompong” raksasa yang bersemayam di dalam longsoran tersebut beserta sebuah kerangka raksasa yang telah lama mati di sana. Tidak lama setelah penemuan tersebut, di area nuklir Janjira, Jepang, terjadi aktivitas gempa yang tidak wajar. Aktivitas tersebut menyebabkan longsor di sekitar area tersebut dan menyebabkan Janjira menjadi wilayah terisolasi karena bahaya radiasi nuklir.

Lima belas tahun kemudian, Ford Brody yang merupakan salah satu penghuni Janjira yang berhasil evakuasi dan selamat dari bahaya tersebut, telah hidup dan berkeluarga dengan tenang. Sementara ayahnya, Joe Brody, yang merupakan supervisor dari area nuklir Janjira tersebut, masih mencari penyebab sesungguhnya dari aktivitas gempa yang tidak wajar tersebut hingga kini. Ia meyakinkan anaknya bahwa kejadian lima belas tahun silam tersebut bukan dikarenakan oleh gempa semata, tetapi oleh sesuatu yang lain yang lebih besar dan berbahaya dari sekedar gempa biasa.

Dan pernyataan Joe pun tepat, karena bencana tersebut dikarenakan bangkitnya monster yang dinamakan “MUTO” dari kepompong yang ditemukan oleh Serizawa di Filipina. Dan MUTO ini mulai beraktivitas kembali setelah lima belas tahun lamanya, sekaligus mulai mengancam keberadaan makhuk hidup di Bumi. Hampir mustahil untuk bisa melawan MUTO ini, akan tetapi Serizawa yakin hanya ada satu makhluk yang mampu melawannya.

Hampir semua yang diharapkan setelah melihat berbagai teaser dan trailer ada di dalam film ini. Godzilla versi reboot ini memiliki beberapa elemen yang mengambil dari elemen Godzilla versi Jepang yang lama, termasuk di antaranya desain monster dan suara raungan khasnya. Melihat seberapa besar bentuk monster raksasa ini, maka dapat ditebak pula bahwa kehancuran yang dibuatnya juga tidak akan kalah masifnya. Di dalam film, penonton bisa melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa kengerian dan teror yang dapat dilakukan oleh para monster raksasa ini terhadap sebuah kota yang mereka “kunjungi”.

Perkembangan cerita dari film Godzilla mungkin akan terasa cukup dangkal karena alur yang cenderung pelan dan naik turun. Para penonton yang mengharapkan banyak adegan pertarungan Godzilla melawan MUTO tersebut mungkin harus sedikit menurunkan ekspektasi tersebut karena porsi yang diberikan sepanjang film berlangsung tidaklah sebanyak yang diduga. Walau begitu, alur cerita dan perkembangan karakter manusia cukup kuat untuk bisa mendukung sisi emosional dari film ini, terutama perkembangan yang terjadi pada para tokoh yang menjadi sorotan utama di dalamnya.

Dengan menonton film Godzilla versi reboot ini, penonton pun disajikan sebuah film monster ala Jepang yang, untuk sebagian penikmatnya, mampu memberikan kesan klasik dan penyegar dari film-film Godzilla sebelumnya. Jika Anda adalah penikmat film monster, tentu saja film Godzilla (2014) ini tidak boleh Anda lewatkan begitu saja.

sumber: http://www.jagatreview.com/2014/05/review-film-godzilla-2014-masif-dan-klasik-ala-film-monster-jepang/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 52 Menit - 35 Detik
Ukuran: 227 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Justice League Crisis on Two Earths + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Justice League Crisis on Two Earths + Subtitle Indonesia


download film gratis justice league crisis on two earths
Source: BRRip
Released: 23 February 2010 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Animation | Action | Adventure
Directors: Sam Liu, Lauren Montgomery
Writers: Dwayne McDuffie, Jerry Siegel (creator)
Starcast: William Baldwin, Mark Harmon, Chris Noth











Review

Kisah diawali usaha pelarian Alexander ‘Lex’ Luthor dan Jester dari kejaran anggota Crime Syndicate, Lex Luthor akhirnya berhasil melarikan diri menuju bumi tempat dimana para Justice League berada. Namun Lex Luthor yang ini BUKAN Lex Luthor biasa, ia jagoan di dunianya, dunia paralel dimana para Justice League dikenal sebagai Crime Syndicate, kelompok penjahat super yang tangguh dan kejam. Walau berat hati akhirnya para anggota Justice League menyetujui ajakan Lex Luthor untuk kembali ke dunianya untuk bersama-sama melawan aksi jahat Crime Syndicate.

Namun tanpa sepengetahuan mereka, Owlman salah satu anggota Crime Syndicate mempunyai rencana jahat tersendiri, rencana yang jika tercapai akan menpengaruhi kestabilan dunia paralel di DC Universe.

Disarikan dari salah satu kisah komik paling terkenal yaitu JLA:Earth 2, ya disarikan karena film ini tidak full mengangkat isi cerita komik tersebut, seperti biasa ada beberapa perubahan di film animasinya. Dan ini film animasi DC Universe PALING lengkap!. Aksi, cerita, dan animasi yang pas dan bagus membuat film ini jadi salah satu film amimasi DC terbaik. Belum pernah rasanya melihat film animasi DC yang gaya bertarung para superheronya begitu terkoreografi dengan bagus, jurus-demi-jurus mengalir bagai pendekar beladiri tidak seperti superhero kebanyakan yang asal gebak-gebuk.

Johnny Quick, Ultraman, Superwoman, Owlman Aksi pertarungannya pun banyak dan cukup panjang, sehingga cukup menghibur apalagi ditambah dengan kehadiran banyaknya tokoh-tokoh baik itu super-villian (yang semuanya merupakan kebalikan dari para superhero) dan superhero lini dua JLA yang ikut membantu pertarungan melawan Crime Syndicate.

Untuk ceritanya pun cukup padat dan mudah dimengerti, yang menarik ada beberapa elemen JLA yang kembali diceritakan lagi, seperti masa lalu Martian Manhunter dan awal bergabungnya JLA. Overall ini adalah salah satu masterpiece DC Animation dan membuktikan mereka sebagai produsen film animasi komik yang paling hebat…. Sayang… untuk film live-action DC Comics masih jauh ketinggalan dari lawan-lawannya.

sumber: http://thenationofdibot.wordpress.com/2010/02/16/justice-league-crisis-on-two-earths-2010/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 15 Menit - 21 Detik
Ukuran: 168 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia

Jumat, 30 Mei 2014

Download Film Gratis - X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia


download film gratis x-men days of future past
Source: HDCAM
Released: 23 May 2014 (USA) 
Country: USA | UK
Language: English | Vietnamese
Genre: Action | Adventure | Fantasy | Sci Fi
Director: Bryan Singer
Writers: Simon Kinberg (screenplay), Jane Goldman (story)
Starcast: Patrick Stewart, Ian McKellen, Hugh Jackman, Jennifer Lawrence, Halle Berry










Review

Mungkin berlebihan jika mengatakan bahwa X-Men: The Last Stand dan X-Men Origins: Wolverine hampir menamatkan riwayat franchise X-Men di layar lebar. Tapi yang jelas kedua film tersebut memang layak disebut sebagai yang terburuk dalam franchise ini. Setelah Brett Ratner merusak segala hal bagus yang diciptakan Bryan Singer dalam dua film pertama X-Men, para mutan ini memang baru mendapatkan film yang layak lagi lima tahun kemudian lewat sebuah reboot/prequel X-Men: First Class garapan Matthew Vaughn yang sukses memperkenalkan masa lalu dari Charles Xavier (Professor X) dan Erik Lensherr (Magneto). Wolverine pun pada akhirnya mendapat film solo yang lebih layak lewat The Wolverine.

Sampai pada akhirnya Bryan Singer kembali menyutradari film X-Men setelah 11 tahun "pergi". Tapi dia tidak hanya kembali karena film yang ia sutradarai bisa dibilang merupakan yang terbesar baik dari segi skala cerita, jumlah karakter, sampai bujet yang digelontorkan. Ya, Singer kembali dengan membawa sebuah ambisi besar tidak hanya untuk menciptakan film X-Men terbesar tapi juga mungkin film superhero terbesar yang bisa menandingi The Avengers.

Filmnya sendiri mengambil cerita dari komik Days of Future Past yang terbit tahun 1981 dan dianggap sebagai salah satu storyline terbaik dalam komik X-Men. Pada awalnya kita akan dibawa pada era masa depan yang begitu kelam dimana dunia dikuasai oleh robot-robot raksasa bernama Sentinel. Pada awalnya Sentinel diciptakan untuk membunuh mutan, dan itu berhasil dimana banyak mutan yang akhirnya tewas di tangan Sentinel.

Tapi lambat laun robot ini juga mulai membunuh manusia yang dari gen mereka berpotensi mempunyai keturunan mutan. Dunia pun menjadi tempat yang begitu mengerikan khususnya bagi para mutan. Para mutan yang bertahan hidup mulai menyusun rencana dibawah pimpinan Profesor X (Patrick Stewart). Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengirim Wolverine (Hugh Jackman) ke masa lalu tepatnya tahun 1973 dengan bantuan Kitty Pride (Ellen Page) guna memperingatkan Xavier muda (James McAvoy) tentang masa depan yang porak poranda tersebut.

Hal itu dilakukan dengan harapan mereka bisa menghentikan Bolivar Trask (Peter Dinklage) yang pada tahun 1973 sedang berencana untuk membuat Sentinel. Tapi tentu saja hal itu tidak mudah dilakukan karena pada masa itu Xavier tengah dirundung banyak duka, kehilangan kekuatannya, dan masih bersitegang luar biasa dengan Erik (Michael Fassbender) yang saat itu tengah di penjara atas tuduhan pembunuhan terhadap Presiden JFK.

Days of Future Past sudah dibuka dengan begitu luar biasa lewat gambaran masa depan yang kelam, penuh kesengsaraan dan kematian. Bahkan action sequence pembukanya pun begitu luar biasa meski sama sekali tidak menampilkan deretan mutan yang sudah punya nama besar dalam film-film sebelumnya. Tidak hanya itu, adegan tersebut juga dibalut dengan kebrutalan yang diatas rata-rata film superhero pada umumnya. Disinilah kehebatan Bryan Singer benar-benar terlihat. Disinilah pembeda nyata antara Singer dan Ratner terpampang jelas.

Disaat Brett Ratner menciptakan kekacauan saat menumpahkan banyak mutan ke dalam satu film serta banyak membunuh potensi masing-masing dari mereka, Singer justru sebaliknya. Meski banyak mutan baik lama maupun baru yang hadir, masing-masing dari mereka diberi kesempatan yang sama untuk bersinar meski kemunculannya tidak banyak seperti Storm atau Magneto-nya Ian McKellen.

Singer tahu benar potensi tiap-tiap mutan dan menggunakan itu untuk mengkoreografikan adegan aksi dengan begitu spektakuler. Hal ini membuat mutan-mutan yang memang sudah dicintai seperti Wolverine sampai Magneto-nya Fassbender tetap bersinar tapi disisi lain mutan baru seperti Blink dan Quicksilver sanggup mencuri perhatian. Dua nama yang disebut terakhir memang diluar dugaan sanggup mencuri perhatian. Sedangkan Quicksilver yang sebelum perilisan filmnya terlihat kurang meyakinkan ternyata bisa menjadi mutan yang super keren lewat rambut abu-abu, walkman, serta tingkah semaunya sendiri itu.

Kini menjadi tugas berat bagi Joss Whedon untuk menciptakan Quicksilver yang setidaknya tidak kalah keren dalam Avengers: Age of Ultron. Kabar baiknya, Days of Future Past bukanlah kemunculan pertama dan terakhir mereka, karena keduanya akan kembali lagi dalam sekuel-sekuel berikutnya. Film ini juga masih punya love/hate relationship dengan chemistry kuat yang dimiliki McAvoy dan Fassbender.

Hugh Jackman masih memikat seperti biasa lewat mulutnya yang kadang masih susah dikontrol dan sering melontarkan lelucon demi lelucon. Jenffier Lawrence dan Peter Dinklage makin melengkapi jajaran cast yang bermain luar biasa dalam film ini. J-Law membuktikan bahwa Mystique bukan hanya sosok bersisik biru tapi juga dengan kedalaman emosi. Sedangkan Dinklage sebagai Bolivar mungkin bukan villain yang mengancam lewat kemampuan fisiknya, tapi sosoknya tetap bisa menebar ancaman dalam tiap kemunculannya.

Singer pun berhasil memaksimalkan kapasitas akting para pemainnya yang seabrek itu dengan keberhasilannya merangkum aspek drama dalam film ini. Singer tidak melupakan aspek penting yang sering ditinggalkan banyak sutradara film aksi, yakni memberikan karakter yang dipedulikan penonton. Dengan memberikan hal itu, ketegangan yang tersaji dalam tiap adegan aksinya pun makin bertambah karena penonton merasakan kepedulian dan simpati pada karakter yang ada.

Pada akhirnya, klimaks yang menampilkan pertempuran di masa lalu dan masa depan sama-sama terasa begitu luar biasa, lebih cepat, lebih intens, lebih brutal dan terasa cukup tragis. Begitulah, Singer sukses menciptakan sebuah film X-Men yang luar biasa. Tapi keberhasilan Singer bukan hanya itu. Tidak hanya sukses menciptakan sebuah film X-Men yang bagus, dia juga sanggup memperbaiki banyak hal yang kacau dalam universe film X-Men selama ini.  X-Men: The Last Stand memang banyak "mengacaukan" dunia X-Men, dan Singer memanfaatkan dengan baik tema time travel yang ada untuk memperbaiki segala kekacauan tersebut. Dan di akhir credit scene akan menampilkan calon villain bagi sekuelnya, X-Men: Apocalypse yang akan rilis tahun 2016. Kabarnya sekuel yang bakal menampilkan Apocalypse sang mutan tertua di muka bumi tersebut akan lebih besar dan lebih masif dari Days of Future Past.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2014/05/x-men-days-of-future-past-2014.html


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x256
Durasi: 2 Jam - 02 Menit - 14 Detik
Ukuran: 252 mb


Download Subtitle Nya

Downlad Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Tron Legacy + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Tron Legacy + Subtitle Indonesia


Source: BRRip
Released: 17 December 2010 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Joseph Kosinski
Writers: Edward Kitsis (screenplay), Adam Horowitz (screenplay)
Starcast: Jeff Bridges, Garrett Hedlund, Olivia Wilde










Review

Ketika Walt Disney merilis Tron untuk pertama kalinya pada tahun 1982, film tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para kritikus film dunia. Walau kebanyakan pendapat yang muncul turut menggarisbawahi kekurangan Tron dalam memberikan jalan cerita yang kuat, namun penggunaan teknologi yang jauh lebih maju dari masanya di dalam jalan cerita Tron mampu menjadikan film ini meraih banyak penggemar yang terus memujanya hingga saat ini.

Wajar jika hampir 30 tahun kemudian, Walt Disney memutuskan untuk membangkitkan kembali memori banyak penggemar film dunia akan Tron dengan membuatkan film tersebut sebuah sekuel, Tron: Legacy, dengan tentu saja menggunakan teknologi perfilman yang telah amat jauh berkembang (baca: eksploitasi teknologi 3D).

Dua aktor dari film pertama Tron, Jeff Bridges dan Bruce Boxleitner, kembali memerankan karakter Kevin Flynn dan Alan Bradley di sekuel ini. Namun, Bridges dan Boxleitner kali ini tidak berada pada kursi pemeran utama. Tokoh utama pada Tron: Legacy kini berada pada karakter anak Kevin Flynn, Sam Flynn, yang diperankan oleh aktor Garrett Hedlund.

Dikisahkan, semenjak terakhir kali bertemu 20 tahun yang lalu, Sam masih saja terus dihantui bayang-bayang sang ayah yang tak kunjung kembali pada keluarganya. Rasa penasaran akan dimana sebenarnya keberadaan sang ayah sendiri kini telah bercampur dengan sedikit kecurigaan bahwa sang ayah memang sengaja meninggalkan dirinya. Ini terus terjadi hingga akhirnya teman akrab sang ayah, Alan Bradley (Boxleitner), mengungkapkan bahwa dirinya menerima sebuah pesan misterius yang mungkin saja berasal dari Kevin Flynn.

Sedikit penasaran akan hal tersebut, Sam akhirnya mengunjungi tempat lokasi permainan milik keluarganya yang telah lama terabaikan, Flynn’s Arcade. Secara tidak sengaja, Sam kemudian menemukan kantor rahasia sang ayah yang kemudian justru membawanya ke sebuah dunia yang berada di dalam komputer, The Grid. Tidak disangka, di sanalah Sam kembali bertemu sang ayah.

Kevin sendiri kemudian menjelaskan dirinya selama ini terjebak di dalam The Grid dan tidak bisa keluar karena The Grid dipimpin oleh Clu, alter ego yang dulu dibuatnya untuk membantunya namun kemudian malah berbalik mengkhianatinya. Di dalam The Grid, Kevin sendiri tinggal bersama sebuah program komputer yang bernama Quorra (Olivia Wilde). Kini, bertiga mereka harus menemukan jalan untuk keluar dari The Grid sebelum satu-satunya pintu keluar dari dunia tersebut tertutup untuk selamanya.

Hampir 30 tahun jeda antara film pertama dengan sekuelnya dan telah direncanakan semenjak tahun 2005, sepertinya tidak membuat Walt Disney belajar banyak. Tron: Legacy masih menyerupai seri pertamanya: sebuah film yang sangat memikat di bidang tata visual dan teknologi namun jauh tertinggal dalam bidang naskah ceritanya. Jalan cerita film ini bergerak terlalu sederhana. Begitu sederhananya jalan cerita Tron: Legacy sehingga terkadang film ini hadir tanpa adanya sebuah konflik besar yang mampu mengikat perhatian para penontonnya. Berjalan datar, tanpa kehadiran emosi.

Tidak hanya memiliki jalan cerita yang ‘terlalu sederhana,’ Tron: Legacy juga kebanyakan diisi oleh dialog-dialog pendek yang bahkan terdengar terlalu bodoh untuk didengarkan. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan tata visual film yang begitu imajinatif sehingga seringkali mampu mengisi kekosongan yang disebabkan oleh kurang berkembangnya naskah cerita.

Berbicara mengenai tata visual, Tron: Legacy harus diakui adalah sebuah sajian yang sangat, sangat mengagumkan. Disajikan dalam teknologi 3D yang cukup mumpuni, warna-warna terang yang tampil di sepanjang jalan cerita film ini terlihat begitu memikat. Dipadukan dengan special effect yang juga tak kalah mengagumkannya, Tron: Legacy jelas adalah sebuah tontonan wajib bagi mereka yang memang lebih mengedepankan untuk menikmati tampilan visual daripada jalan cerita dari sebuah film.

Selain tata visual, tata suara dan tata musik adalah bagian teknis lain dari Tron: Legacy yang berhasil tampil mengungguli kualitas naskah ceritanya. Dikemas oleh duo pengusung aliran elektronika asal Perancis, Daft Punk, tata musik Tron: Legacy berhasil tampil menghentak dan mengisi setiap adegan dengan sangat sempurna. Perpaduan antara tata visual yang sangat memikat dan tata musik yang begitu menghentak inilah yang kemudian berhasil menghindarkan Tron: Legacy menjadi sebuah film yang memiliki kualitas sangat mengecewakan.

Naskah yang lemah memang akhirnya harus ‘memaksa’ para jajaran pemeran Tron: Legacy untuk tampil seadanya: tampil tanpa kemampuan akting yang memikat serta tampilan emosi yang kuat. Namun setelah melihat apa yang ditampilkan Tron: Legacy secara keseluruhan, kemampuan akting sepertinya bukanlah sesuatu yang sangat diperlukan di film ini. Diisi dengan banyak tata visual hasil karya komputer yang tampil memukau – merupakan film berteknologi 3D terbaik dari Walt Disney — dan kemudian diiringi dengan tata musik yang mampu memberikan hentakan dan mengisi emosi di setiap adegan, Tron: Legacy terlihat sama sekali melupakan bahwa naskah cerita yang padat dan berisi merupakan sesuatu yang sangat berarti dalam sebuah film. Indah untuk dilihat, namun sama sekali tidak berisi apapun yang dapat membuatnya menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diingat.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/12/17/review-tron-legacy-2010/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 2 Jam - 05 Menit - 08 Detik
Ukuran: 271 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Son of Batman + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Son of Batman + Subtitle Indonesia


download film gratis son of batman
Source: BRRip
Released: 6 May 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Animation | Action | Adventure
Director: Ethan Spaulding
Writers: Bob Kane (characters), Grant Morrison (comic book)
Starcast: Jason O'Mara, Stuart Allan, Thomas Gibson











Review

Tahun 2014 agaknya bakal menjadi oasis bagi para penggemar Batman. Mengobati jadwal rilis 'Man of Steel: Batman Vs Superman' yang mundur menjadi 6 November 2015, sebuah animasi baru bertajuk 'Batman and Son' unjuk gigi melalui DC Entertainment. Hebatnya, tak hanya menampilkan aksi Batman sebagai jagoan utama, animasi ini juga akan menyuguhkan sosok Damian Wayne yang dikenal sebagai anak kandung dari Manusia Kalong tersebut.

Diceritakan, (lahir di komik 'Batman: Son of the Demon' di tahun 1987) Damian Wayne digambarkan lahir dari rahim Talia al Ghul yang merupakan putri salah satu penjahat besar kota Gotham, Ra's al Ghul. Batman yang sebelumnya tidak mengetahui ia punya anak tentu saja terkejut ketika istri dan anaknya tiba-tiba datang ke kota Ghotam City.

Mereka datang bermaksud untuk meminta tolong membalas dendam kan kematian ayahnya Talia yang tak lain adalah kakeknya Demian Wayne anaknya Bruce Wayne. Ra's dibunuh dengan keji oleh seorang penjahat kejam yang bernama Deathstroke.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 14 Menit - 09 Detik
Ukuran: 152 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: War of the Worlds Goliath + Subtitle Indonesia

Kamis, 29 Mei 2014

Download Film Gratis - War of the Worlds Goliath + Subtitle Indonesia


download film gratis war of the worlds goliath
Source: BRRip
Released: 3 July 2014 (USA)
Country: Malaysia | Japan | USA
Language: English
Genre: Animation | Action | Adventure | Sci Fi
Director: Joe Pearson
Writers: David Abramowitz (screenplay), Joe Pearson (story)
Starcast: Beau Billingslea, Jim Byrnes, Tony Eusoff











Review

War of the Worlds: Goliath adalah sebuah film animasi fiksi ilmiah Malaysia pada tahun 2012 yang disutradarai oleh Joe Pearson yang dirilis pada tanggal 15 November 2012 di Malaysia. Film ini diisi oleh aktor Peter Wingfield, Adrian Paul, Tony Eusoff, Elizabeth Gracen, Jim Byrnes, Rob Middleton, Mark Sheppard, Matt Letscher, Adam Baldwin dan aktor pengisi suara lainnya. Film ini adalah sekuel dari novel H. G. Wells berjudul The War of the Worlds (1898).

Pada tanggal 22 September 2012, film animasi 'War of The Worlds: Goliath' (WOTWG), diakui sebagai Feature Film animasi 3D Terbaik di Festival Film 3D di Los Angeles. 3DFF adalah sebuah festival independen yang menarik tokoh-tokoh dari konten 3D dan industri infrastruktur. Ya, ini adalah film pertama buatan Malaysia yang telah diputar di 3DFF.

War of the Worlds: Goliath” berlatarkan Manhattan, New York pada tahun 1914 yang mana pada masa itu dunia dilanda kekacauan apabila makhluk asing datang menyerang. Segala harapan untuk kekal selamat diletakkan pada A.R.E.S. A.R.E.S adalah sebuah kumpulan yang diketuai oleh Teddy Roosevelt (Jim Byrnes), Nikola Tesla (Joey D'Auria) dan Red Baron (Matt Letscher).


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 28 Menit - 23 Detik
Ukuran: 178 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng

Download Film Gratis: Valhalla Rising + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Valhalla Rising + Subtitle Indonesia


download film gratis valhalla rising
Source: BRRip
Released: 10 March 2010 (France)
Country: Denmark | UK
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Fantasy
Director: Nicolas Winding Refn
Writers: Nicolas Winding Refn, Roy Jacobsen
Starcast: Mads Mikkelsen, Maarten Stevenson, Alexander Morton










Sinopsis

Pada tahun 1000 Masehi ada seorang petarung handal yang hanya memiliki satu mata, oleh kaena itu dia dipanggil "One Eye". Dia menajdi tahanan sekelompok orang dan diadu dengan tahanan lain. Hebatnya dia selalu menang walopun bertarung dalam keadaan dirantai. Selain jago bertarung, One Eye yang tidak pernah bicara ini juga punya kemampuan membaca masa depan lewat mimpi. Melalui kemampuannya itu pula dia berhasil kabur dengan membantai orang-orang yang menahannya.

Bersama seorang bocah yang selalu memberinya makan & minum saat di tahanan, One Eye melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan sekelompok prajurit Kristen yang akan berangkat berperang ke Jerussalem. Ternyata perjalanan itu menemui hambatan luarbiasa yang membuat mereka terdampar di sebuah pulau misterius yang mereka anggap sebagai neraka.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 32 Menit - 44 Detik
Ukuran: 222 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: subscane.com

Download Film Gratis: My Lucky Star + Subtitle Indonesia

Rabu, 28 Mei 2014

Download Film Gratis - My Lucky Star + Subtitle Indonesia


download film gratis my lucky star
Source: BRRip
Released: 17 September 2013 (China)
Country: China
Language: Chinese
Genre: Adventure | Comedy | Romance
Director: Dennie Gordon
Writers: Amy Snow (screenplay), Chris Chow (screenplay)
Starcast: Ziyi Zhang, Leehom Wang, Ruby Lin











Sinopsis

"My Lucky Star" adalah sebuah film komedi romantis tentang perjalanan seorang Sophie (Zhang Ziyi) yang secara tidak sengaja terlibat dalam suatu kejahatan internasional ketika ia sedang melakukan perjalanan wisata dari Beijing ke Singapura, Hongkong dan Macau.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 53 Menit - 29 Detik
Ukuran: 231 mb

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: hokhun