.
.
Tampilkan postingan dengan label War. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label War. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: I Am Soldier + Subtitle Indonesia

Jumat, 30 Mei 2014

Download Film Gratis - I Am Soldier + Subtitle Indonesia


download film gratis i am soldier
Source: BRRip
Released: 17 March 2014 (UK)
Country: UK
Language: English
Genre: Action | Thriller | War
Director: Ronnie Thompson
Writer: Ronnie Thompson
Starcast: Duncan Casey, Lee Charles, Noel Clarke











Sinopsis

I Am Soldier follows Mickey Tomlinson (Tom Hughes), a military chef, who attempts the most dangerous military selection known to man: The Special Air Service (S.A.S.) selection. The S.A.S. Is the United Kingdom's most renowned Special Forces Regiment, tasked with life threatening missions in some of the most dangerous places on the planet. Mickey has more military experience than simply being a chef, something he doesn't let on to the other candidates...

Mickey is smashed by this selection process - his mind, body and soul scream for mercy as he endures torturous speed-marches over the steepest mountains, running for his life during 'Escape and Evasion' and then facing the most evil interrogation possible, during the deadly phase known as: 'Tactical Questioning.' Even after everything, there is still only one way you can really prove yourself: in combat... Many try to get into the S.A.S. Only the elite make it.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 27 Menit - 56 Detik
Ukuran: 193 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By:  Subscane.com

Download Film Gratis: Fetih 1453 + Subtitle Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2014

Download Film Gratis - Fetih 1453 + Subtitle Indonesia


download film gratis fetih 1453
Source: BRRip
Released: 25 April 2012 (USA)
Country: Turkey
Language: Turkish | Arabic
Genre: Action | Adventure | Drama | History | War
Director: Faruk Aksoy
Writers: Atilla Engin (screenplay), Irfan Saruhan (script writer)
Starcast: Devrim Evin, Ibrahim Celikkol, Dilek Serbest











Review

Film “Fetih 1453“ buatan Turki yang disutradari Faruk Aksoy ini diluncurkan serentak di berbagai belahan dunia pada tanggal 16 Februari 2012. Keseluruhan visualisasi yang disajikan adalah bentuk adaptasi dari sebuah hadits yang merupakan kisah nyata yang terjadi ratusan tahun silam. Saat itu, tentara kesultanan Usmani di bawah komando langsung dari sang Sultan Muhammad II mampu menaklukkan kota dengan pertahanan terbaik di dunia, yakni Konstantinopel.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 35 Menit - 59 Detik
Ukuran: 336 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Irfan Oxy

Download Film Gratis: Valley of the Wolves Palestine + Subtitle Indonesia

Minggu, 18 Mei 2014

Download Film Gratis - Valley of the Wolves Palestine + Subtitle Indonesia


download film gratis valley of the wolves palestine
Source: DVDRip
Released: 28 January 2011 (Turkey)
Country: Turkey
Language: Turkish | Hebrew | Arabic
Genre: Action | Drama | War
Director: Zübeyr Sasmaz
Writers: Cüneyt Aysan, Raci Sasmaz
Starcast: Necati Sasmaz, Erdal Besikçioglu, Nur Aysan











Review

Kapal MV Mavi Marmara menjadi terkenal ketika kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Palestina ini diserang pasukan Israel pada Mei 2010 silam. Tujuannya tak lain agar bantuan yang sudah dikumpulkan tidak bisa sampai untuk rakyat Palestina.

Tragedi penyerangan kapal MV Mavi Marmara, merupakan bagian dari gerakan “Gaza Freedom Flotilla” yang menyebabkan kemarahan dunia. Padahal keenam kapal yang diorganinasi oleh gerakan Free Gaza Movement dan the Turkish Foundation for Human Rights and Freedoms and Humanitarian Relief (IHH) dari awal sudah menyatakan bahwa hanya membawa bantuan kemanusiaan untuk penduduk Palestina, yang telah diblokade begitu lama dari dunia luar oleh zionis Israel, sehingga tidak bisa mendapat bantuan sama sekali dari dunia luar.

Jangankan berhasil mengantarkan misi kemanusiaan, keenam kapal yang gagal menembus blokade laut Israel di Gaza ini malah dipaksa kembali ke Turki. Sedangkan MV Mavi Marmara yang berisi 8 orang berkebangsaan Turki dan seorang Turki Amerika, menjadi bulan-bulanan senjata pasukan Israel.

Berangkat dari kejadian yang sempat menggegerkan dunia, Zübeyr Şaşmaz, sang sutradara, kini mengangkatnya ke layar kaca dan dikemas dengan judul Valley of the Wolves : Palestine.

Dalam film yang rilis 28 Januari 2011 ini, mengisahkan tentang sekelompok pasukan komando Turki yang dipimpin oleh Polat Alemdar (diperankan oleh Necati Sasmaz) berhasil menyusup ke wilayah Israel, untuk memburu seseorang yang amat bertanggungjawab atas tragedi penyerbuan Flotilla, Mose Ben Eliyezer (Erdal Besikçioglu). Film dibuka dengan adegan pembunuhan di atas kapal Marmara Mavi yang menyoroti pada popularitas daerah Turki.

Instruksi Polat adalah: balas kematian sembilan warga Turki di atas MV Mavi Marmara dan penderitaan semua orang Palestina.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
Jenis : MP4
Ukuran : 204 mb
Durasi : 1 Jam - 45 Menit - 53 Detik
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: tomlinux

Download Film Gratis: Lincoln + Subtitle Indonesia

Jumat, 09 Mei 2014

Download Film Gratis - Lincoln + Subtitle Indonesia


download film gratis lincoln
Source: DVDRip
Released: 2012
Country: USA
Language: English
Genre: Drama | Biography | History | War
Director: Steven Spielberg
Writers: Tony Kushner (screenplay), Doris Kearns Goodwin (book)
Starcast: Daniel Day-Lewis, Sally Field, David Strathairn, Joseph Gordon-Levitt










Review

Tahun 2012 nampaknya jadi tahun bagi para Presiden Amerika Serikat, dimana setidaknya ada total tiga film yang menjadikan sosok orang nomor satu Amerika menjadi tokoh utamanya. Yang pertama adalah Abraham Lincoln: Vampire Hunter yang mengangkat kisah fiksi dari novel tentang Abe Lincoln yang menjadi pemburu vampir. Lalu ada sosok Franklin D. Roosevelt yang diperankan oleh Bill Murray dalam dramedi Hyde Park on Hudson.

Tapi diantara film-film tersebut yang paling digarap dengan serius dan paling akurat dengan sejarah tentunya adalah Lincoln karya Steven Spielberg ini. Diangkat dari sebuah buku berjudul Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln karya sejarawan Doris Kearns Goodwin, film ini menceritakan empat bulan terakhir dari hidup Abraham Lincoln.

Sosok Presiden ke-16 Amerika Serikat ini diperankan oleh Daniel Day-Lewis yang sebelum filmnya tayang sudah digadang-gadang meraih nominasi Best Actor Oscar bahkan dijagokan menang. Pesona akting Day-Lewis yang dalam 10 tahun hanya bermain di lima film termasuk Lincoln (mendapat tiga nominasi Oscar dan empat Golden Globe) memang luar biasa. Lincoln sendiri mendapat 12 nominasi Oscar tahun ini termasuk Best Picture, terbanyak diantara film-film lainnya.

Pada Januari 1865 Abraham Lincoln resmi menjabat untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatan yang kedua ini Lincoln mempunyai dua problema yang harus ia pecahkan. Yang pertama adalah perang sipil yang sudah berlangsung selama empat tahun, meski diprediksi perang tersebut akan berakhir dalam hitungan bulan namun sudah ratusan ribu nyawa melayang. Yang kedua adalah usahanya untuk meloloskan Amandemen 13 yang berisi penghapusan dan larangan terhadap perbudakan.

Lincoln berusaha keras untuk mengesahkan amandemen tersebut sebelum perang berakhir. Namun hal itu tidak mudah, karena lawan politiknya dari partai demokrat yang sedang panas akibat kekalahan di pemilu tentunya tidak akan menyetujui begitu saja aturan tersebut. Untuk itulah Abe Lincoln mulai mengatur strategi untuk bisa mendapatkan suara dari beberapa anggota partai demokrat supaya bisa meloloskan amandemen tersebut.

Tentu saja kisah tentang Abraham Lincoln yang sanggup memberikan kemerdekaan bagi para budak sudah dikenal luas, tapi tidak semua orang tahu bagaimana jalan terjal yang harus ia lewati dan strategi macam apa yang ia lakukan. Lincoln akan banyak memperkenalkan pada penontonnya sisi lain Abraham Lincoln yang belum banyak diketahui orang.

Jika orang awam biasanya hanya mengenal Lincoln sebagai sosok pemimpin yang baik hati dan menjunjung kemerdekaan, maka disini sosoknya yang cerdik dan ahli strategi cukup disorot. Menyenangkan bagi kita yang sangat dangkal pengetahuan sejarahnya melihat Abraham Lincoln yang begitu cerdik Seperti yang dikatakan Thaddeus Stevens (Tommy Lee Jones), ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana orang-orang paling bersih di pemerintahan Amerika memainkan beberapa cara "kotor" untuk mencapai sebah tujuan mulia.

Lincoln memang tidak membeli suara dengan memberikan uang pelicin bagi para anggota partai demokrat, tapi ia menjanjikan posisi dan pekerjaan bagi mereka yang mau memberikan suara untuk meloloskan peraturan tersebut. Lincoln begitu cerdik disini dalam mengatur strategi supaya mereka mau berada di pihaknya. Beberapa cara persuasi digunakan dan terbukti efektif. Kehebatan Lincoln juga terlihat pada bagaimana ia bisa dengan begitu baik memanfaatkan sumber daya yang ia miliki.

Film ini berjalan dengan alur yang termasuk lambat. Awal film dimulai dengan berbagai dialog panjang dan tempo penceritaan yang pelan. Durasinya yang mendekati dua setengah jam membuat Lincoln adalah sebuah tontonan yang tidak akan mudah diikuti semua orang.

Film ini memang ber-setting di masa perang, tapi hampir tidak ada adegan peperangan yang terlihat. Hanya sekali adegan di bagian pembuka. Sisanya lebih banyak menampilkan usaha Lincoln dan bawahannya dalam mengatur strategi dan melakukan persuasi terhadap anggota demokrat.

Tensi yang lambat di awal membuat penonton mungkin akan kesulitan mengikuti kisahnya yang penuh dialog panjang karena sudah merasa bosan di awal film. Namun adegan yang menampilkan perdebatan antara pro dan kontra amandemen 13 selalu seru dan menarik diikuti.


Kemudian klimaksnya adalah disaat pemungutan suara yang begitu menegangkan dan berhasil diakhiri dengan mengharukan. Disinlah kebiasaan Spielberg yang terlalu mendramatisir filmnya terasa lagi, padahal Lincoln sedari awal punya rasa yang cukup berbeda dibanding beberapa film Spielberg yang seringkali berlebihan dalam mendramatisir. Lincoln terasa membumi, sederhana tapi mampu dengan maksimal memperlihatkan sosok Abraham Lincoln.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2013/01/lincoln-2012.html


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Durasi : 150 Menit
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Nyamuk_bising (Subscene.com)

Download Film Gratis: The Monuments Men + Subtitle Indonesia

Sabtu, 03 Mei 2014

Download Film Gratis - The Monuments Men + Subtitle Indonesia


download film gratis the monuments men
Source: BRRip
Released: 7 February 2014 (USA)
Country: USA | Germany
Language: English | German | Russian | French
Genre: Biography | Drama | War
Director: George Clooney
Writer: George Clooney (screenplay), Grant Heslov (screenplay)
Starcast: George Clooney, Matt Damon, Bill Murray, Cate Blanchett









Review

Setelah berhasil memenangkan Academy Awards untuk Argo (2012) yang ia produseri bersama Ben Affleck dan Grant Heslov, George Clooney kembali bekerjasama dengan Heslov untuk memproduksi The Monuments Men yang sekaligus menjadi film kelima yang diarahkannya.

Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Clooney dan Heslov berdasarkan buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History karya Robert M. Edsel dan Bret Witter, The Monuments Men bercerita mengenai sebuah kisah nyata bertema kepahlawanan yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang mengenai usaha penyelamatan berbagai benda seni dan budaya dunia dengan nilai kultural penting sebelum benda-benda tersebut dihancurkan oleh Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II.

Sebuah tema penceritaan yang jelas sangat menarik untuk dipresentasikan. Sayangnya, tema menarik tersebut gagal untuk mendapatkaan pengembangan yang kuat, baik dari naskah cerita yang ditulis oleh Clooney dan Heslov maupun dari tata pengarahan Clooney sendiri. Hasilnya, meskipun didukung dengan penampilan berkualitas prima dari jajaran pemerannya, The Monuments Men tampil datar dalam penyajiannya.

Berlatarbelakang kisah pada tahun 1943, The Monuments Men bercerita mengenai usaha Liutenant Frank Stokes (Clooney) dalam meyakinkan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, untuk mendukung usahanya dalam menyelamatkan berbagai benda seni dan budaya dunia bersejarah yang seringkali rusak maupun dicuri oleh pihak Nazi selama terjadinya Perang Dunia II.

Stokes sendiri berargumen bahwa benda-benda dengan nilai kultural tinggi tersebut sangatlah layak untuk diamankan dan dikembalikan ke tempat asalnya sebagai penanda dan pengingat manusia akan pencapaian sejarah yang telah berhasil diraih sebuah generasi. Dengan usahanya yang gigih, Presiden Amerika Serikat lantas menugaskan Stokes untuk mengumpulkan beberapa orang kepercayaannya untuk kemudian memulai misi mereka dalam mencari, mengumpulkan sekaligus melindungi benda-benda seni yang telah hilang.

Melalui penugasan tersebut, Stokes kemudian mengumpulkan kembali beberapa sahabat lamanya, Liutenant James Granger (Matt Damon), Sergeant Richard Campbell (Bill Murray), Sergeant Walter Garfield (John Goodman), Liutenant Jean Claude Clermont (Jean Dujardin), Private Preston Savitz (Bob Balaban) dan Liutenant Donald Jeffries (Hugh Bonneville), untuk mendukungnya dalam misi tersebut.


Setelah melalui beberapa perundingan, kelompok yang kini menamakan diri mereka The Monuments Men tersebut mulai berbagi tugas dan melakukan penjelajahan ke seluruh wilayah Eropa untuk menjalankan tugas mereka. Bukan sebuah tugas yang mudah, tentu saja. Selain harus menghadapi kesulitan dalam menemukan wilayah tempat keberadaan berbagai benda seni tersebut, mereka juga harus bersiap untuk kehilangan nyawa ketika memasuki banyak wilayah yang masih berada dalam kemelut peperangan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/03/23/review-the-monuments-men-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 58 Menit - 23 Detik
Ukuran: 239 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: FatHur

Download Film Gratis: Saving Private Ryan + Subtitle Indonesia

Jumat, 25 April 2014

Download Film Gratis - Saving Private Ryan + Subtitle Indonesia


download film gratis saving privat ryan
Source: DVDRip
Country: USA, France
Language: English
Released : 24 Jul 1998
Genre : Action, Adventure, Drama, History, War
Starcast : Tom Hanks, Tom Sizemore, Matt Damon, Edward Burns, Jeremy Davies, Barry Pepper, Giovanni Ribisi, Vin Diesel, Adam Goldberg, Dennis Farina











Review Saving Private Ryan

Film yang meraih 4 piala oscar di tahun 1999 ini mengisahkan tentang James Ryan (Matt Damon), prajurit yang diterjunkan ke Perancis selama invasi tentara sekutu ke Eropa, yang baru saja kehilangan tiga abangnya dalam perang.

Kebijakan pemerintah memerintahkan ia harus pulang karena keluarganya tidak mau kehilangan semua anak laki-lakinya.

Sebuah tim pasukan, yang dipimpin oleh Kapten John Miller (Tom Hanks) dan tentara lain-nya yang baru mendarat di pantai dari Normandy, diperintahkan untuk mencari dan menyelamatkan Prajurit James Ryan tersebut.


Trailer Saving Private Ryan







Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Jenis File: AVI
Ukuran: 258 MB



Download Subtitle Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Jenis File: SUB

Download Film Gratis: Seal Team Eight Behind Enemy Lines + Subtitle Indonesia

Rabu, 23 April 2014

Download Film Gratis - Seal Team 8: Behind Enemy Lines + Subtitle Indonesia



download film gratis seal team 8: behind enemy lines
Source: BRRip
Released: March 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Drama  | War
Director: Roel Reiné
Writers: Brendan Cowles, Shane Kuhn
Starcast: Lex Shrapnel, Anthony Oseyemi, Michael Everson











Sinopsis

Seal Tim Eight harus berjuang dan menyusup jauh ke Kongo Afrika, untuk menghancurkan tambang uranium rahasia, menghentikan penyelundupan uranium, dan menghentikan musuh paling berbahaya Amerika.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 37 Menit - 39 Detik
Ukuran: 201 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: ryannajoan

Download Film Gratis; Black Hawk Down + Subtitle Indonesia

Selasa, 15 April 2014

Download Film Gratis - Black Hawk Down + Subtitle Indonesia


Source: BRRip
Released: 2001
Country: USA | UK
Language: English | Somali
Genre: Drama | Thriller | History | War
Director: Ridley Scott
Writers: Mark Bowden (book),  Ken Nolan (screenplay)
Starcast: Josh Hartnett, Eric BanaEwan,  McGregor, Tom Sizemore, William: Fichtner, Tom Hardy, Orlando Bloom










Preview

Black Hawk Down  merupakan film layar lebar ke-11 yang disutradarai oleh Ridley Scott tahun 2001. Karena penggarapannya yang serius pada film ini sehingga mengantarkan Black Hawk Down ke pentas Oscar 2002 dengan mengantungi 4 nominasi. Dari 4 nominasi yang didapatkan, ia berhasil membawa pulang dua piala Oscar, yaitu menang kategori Best Editing dan Best Sound. Dua kategori gagal dimenangkan, yaitu Best Cinematography dan yang paling diinginkan oleh semua sutradara, Best Director.

Sebagai informasi, di tahun 2001 itu juga, Ridley mengeluarkan karyanya yang lain, Hannibal yang dibintangi Anthony Hopkins dan Julianne Moore. Sayangnya tak seperti Black Hawk Down, film yang cukup dipuji kritikus itu tak mengantungi satu pun nominasi.

Kembali ke Black Hawk Down, film yang dibuat berdasarkan kejadian nyata ini dibukukan oleh seorang penulis bernama Mark Bowden dengan judul Black Hawk Down: A Story of Modern War. Buku ini menggambarkan sengitnya pertempuran Mogadishu di mana sekelompok pasukan Amerika Serikat melakukan penyerbuan untuk menangkap penguasa Somalia, Mohamed Farrah Aidid.

Dengan sandi operasi berjuluk Irene, Jenderal Garrison (Sam Shepard) mengetuai serangan yang dilakukan oleh pasukan Delta, Ranger dan Resimen Operasi Khusus ke-160 dengan misi menangkap para kaki tangan dan bawahan penting dalam pemerintahan Farrah Aidid.

Serangan ini dipusatkan pada pasar Bakara, tempat yang dicurigai berkumpulnya orang-orang penting di bawah Aidid. Jenderal Garrison memperkirakan bahwa misi ini akan berlangsung tidak lebih dari setengah jam dengan membawa hasil yang diinginkan.

Pasukan Ranger yang dipimpin oleh Sersan Matt Eversmann (Josh Hartnett) diberi tugas untuk menyelesaikan misi ini dan diberi pesan agar jangan seorang pun dari pasukan yang ditinggalkan di medan pertempuran. Namun misi tak berjalan dengan mulus dan melenceng dari perkiraan semula.

Semuanya diawali oleh jatuhnya Pratu Todd Blackburn (Orlando Bloom) sewaktu akan melakukan penurunan dari helikopter. Serangan dengan persenjataan berat oleh para milisi Somalia kepada mereka semakin mempersulit misi tersebut. Korban dari pihak militer Amerika Serikat dan milisi mulai berjatuhan. Semuanya semakin diperparah dengan jatuhnya helikopter pemberi bantuan udara yaitu Black Hawk setelah dihantam dengan tembakan peluru roket dari pasukan milisi. Situasi pun semakin memanas dan runyam setelah satu helikopter kembali jatuh.

Misi yang semula diperkirakan berlangsung cepat dan singkat seketika berubah menjadi mimpi buruk yang tak bisa dibayangkan. Namun sesuai pesan yang diberikan pada mereka bahwa tak boleh ada yang ditinggalkan, mereka pun menuju ke lokasi jatuhnya kedua helikopter untuk mengevakuasi pilot dan awak yang ada di dalamnya. Dua orang penembak jitu dari pasukan Delta, Randy Shughart dan Gary Gordon akhirnya gugur dalam tugas setelah berusaha menyelamatkan salah seorang pilot yang selamat. Keduanya dianugerahi Medali Kehormatan Anumerta.

Sementara itu para prajurit yang memiliki sifat yang berbeda-beda harus bahu-membahu menyelamatkan rekan mereka yang terjebak dalam pertempuran yang berlangsung sepanjang malam.

Di Balik Produksi Black Hawk Down Film yang meraih pendapatan sebesar US$108 juta dolar lebih ini pada awalnya merupakan gagasan sutradara Simon West yang menyarankan produser Jerry Bruckheimer untuk membeli hak cipta buku Black Hawk Down: A Story of Modern War buah karya Mark Bowden dan mengijinkan West untuk menyutradarai jika filmnya dibuat.

Namun akhirnya West beralih ke proyek lain di mana dia lebih tertarik menyutradarai film yang diadapsi dari sebuah video game terkenal. Judul film itu adalah Lara Croft: Tomb Raider (2001). Film pun kemudian diserahkan penanganannya pada Ridley Scott. Agar tampak terlihat nyata, para aktor pun diberikan pelatihan militer yang sebenarnya untuk menghayati peran yang mereka mainkan.

Para aktor yang berperan sebagai anggota pasukan Delta pun diberikan pelatihan selama dua minggu, khususnya para aktor yang berperan sebagai pilot. Sebagai informasi bahwa pelatihan pilot ini diarahkan oleh Mike Durant yang asli sendiri di mana dia memang pernah ditawan selama beberapa hari oleh milisi Somalia dan akhirnya dibebaskan.

Film pun mengambil lokasi syuting bukan di Somalia, tapi di Rabat dan Sale, Maroko. Tak satu pun aktor atau orang Somalia yang terlibat dalam pembuatan film ini. Film Black Hawk Down sendiri ditaburi oleh banyak bintang besar yang berperan sebagai tentara Amerika Serikat. Namun mereka sendiri berasal dari berbagai negara di belahan dunia: Ewan McGregor sebagai John Grimes berasal dari Skotlandia, Eric Bana sebagai Sersan Hoot berasal dari Austria, Jason Issacs yang kita kenal lewat perannya sebagai Lucius Malfoy di franchise Harry Potter dan si peri Orlando Bloom di trilogi Lord of the Rings berasal dari Inggris, Kim Coates dari Kanada, dan masih banyak lagi yang lainnya yang mungkin kalian kenal dalam film ini.

Battle of Mogadishu Pertempuran Mogadishu (Battle of Mogadishu) merupakan bagian dari Operation Gothic Serpent yang berlangsung pada tanggal 3 dan 4 Oktober 1993 di Mogadishu, Somalia, antara pasukan Amerika Serikat yang dibantu oleh UNOSOM II dan pasukan milisi Somalia yang setia pada penguasa Mohamed Farrah Aidid yang mendapat dukungan dari pejuang rakyat sipil bersenjata.

Di bawah arahan Jenderal William F. Garrison, operasi ini dilakukan untuk menagkpa para pemimpin suku Habr Gid yang diketuai oleh Mohamed Farrah Aidid sendiri. Pasukan tersebut terdiri dari 19 pesawat udara, 12 kendaraan darat, termasuk beberapa jip Humvee, dan 160 prajurit.

Selama operasi tersebut, helikopter Black Hawk Down jatuh tertembak. Tiga helikopter lainnya rusak parah. Beberapa prajurit yang terluka yang mampu dievakuasi dibawa ke pangkalan militer, namun yang lainnya terjebak di daerah lokasi helikopter jatuh. Pertempuran sengit dengan milisi setempat berlangsung sepanjang malam. Keesokan paginya, pasukan gabungan dikirim untuk membantu para prajurit yang terjebak. Pasukan gabungan tersebut terdiri dari pasukan Pakistan, Malaysia dan Divisi Mountain ke-10 Amerika Serikat.

Mereka mengerahkan 100 kendaraan darat, termasuk tank M60 milik militer Pakistan dan kendaraan pengangkut lapis baja Condor milik militer Malaysia, serta beberapa dukungan udara. Angka korban tewas dari pihak Somalia tak diketahui secara pasti, namun diperkirakan beberapa ratus sampai lebih dari seribu milisi dan penyerang tewas, dengan jumlah korban terluka adalah 3.000 sampai 4.000 orang.

Komite Palang Merah Internasional memperkirakan 200 milisi Somalia tewas dan beberapa ratus orang terluka dalam pertempuran sengit tersebut. Buku Black Hawk Down: A Story of Modern War memperkirakan 700 orang milisi tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka, namun Somali National Alliance mengumumkan bahwa hanya 133 orang tewas dalam pertempuran itu.

Menurut koran Washington Post, 312 orang tewas dan 814 orang terluka. Pada awalnya, Pentagon melaporkan 5 tentara Amerika Serikat tewas, namun akhirnya menjadi 18 orang tewas dan 73 orang terluka. Di pihak pasukan PBB, satu orang tentara Malaysia tewas, tujuh tentara Malaysia dan dua tentara Pakistan terluka.

Di waktu itu, pertempuran ini menjadi pertempuran paling berdarah yang melibatkan pasukan militer Amerika Serikat setelah perang Vietnam setelah akhirnya berpindah pada Second Battle of Fallujah di Irak tahun 2004. Pada tanggal 2 Agustus 1996, penguasa Mohamed Farrah Aidid tewas di Mogadishu. Di hari berikutnya, Jenderal Garrison pensiun.

Kontroversi Seputar Black Hawk Down: Begitu Black Hawk Down dirilis, Somali Justice Advocay Center di California mengecam bahwa apa yang ada dalam film tersebut adalah brutal dan secara tidak manusiawi menggambarkan diri masyarakat Somalia. Mereka menyerukan untuk memboikot film ini.

Dalam sebuah wawancara radio, seorang aktor dalam film ini, Brendan Sexton mengatakan bahwa film ini sangat berbeda sekali dari yang diceritakan dalam naskah aslinya. Menurutnya, banyaknya adegan yang ada menimbulkan pertanyaan yang sulit terjawab oleh militer Amerika Serikat sehubungan dengan realita mengenai kekerasan perang, apa tujuan mereka yang sebenarnya di Somalia, dan lain sebagainya, yang tidak ditampilkan di film ini.

Sexton kemudian menulis sebuah artikel di tahun 2002 di mana dia berpendapat bahwa film Black Hawk Down gagal memberikan penjelasan di balik perlawanan masyarakat Somalia terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di negara mereka. Tulisnya: “Masyarakat Somalia seolah-olah digambarkan tidak tahu akan apa yang terjadi. Mereka hanya terlihat berusaha membunuh orang Amerika – sama seperti penjahat lainnya – akan melakukan apa saja untuk menggigit tangan yang memberi mereka makan. Tapi masyarakat Somalia bukanlah orang-orang yang bodoh. Bahkan banyak dari mereka yang geram karena kehadiran militer Amerika mendukung rezim Barre yang korup.

Dalam ulasannya di New York Times, kritikus film Elvis Mitchell mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap “kurangnya karakterisasi” yang ada dalam film dan menambahkan bahwa film ini “nyaris berbau unsur rasisme”. Kritik juga dilayangkan pada para aktor Afro-Amerika yang dipilih untuk memerankan orang Somalia di mana dalam film ini tak sedikit pun memperlihatkan bagian yang unik dari orang Somalia.

Begitu juga dengan pengucapan bahasa yang sedikit pun tidak menyerupai khas orang Somalia. Mereka gagal menangkap dialek, kebiasaan dan semangat hidup orang Somalia sebenarnya. Tak lama setelah Black Hawk Down dirilis, penulis Mark Bowden, yang juga menulis skenario film ini mengatakan pada surat kabar bahwa karakter yang dimainkan oleh Ewan McGregor didasarkan pada Ranger John Stebbins, “Namun pejabat di Pentagon meminta namanya diubah dalam upaya menjaga rasa malunya karena kasus sodomi dan pemerkosaan terhadap putrinya yang berumur 6 tahun.

Alih-alih, nama ini diubah menjadi John Grimes dengan “alasan kreatif”. Pejabat militer Malaysia yang pasukannya terlibat dalam Battle of Mogadishu melayangkan keluhan tentang keakurasian film ini. Brigadir Jenderal Purnawirawan Abdul Latif-Ahmed, yang pada saat itu mengetuai pasukan Malaysia di Mogadishu, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penonton di Malaysia akan mendapatkan kesan bahwa pertempuran sesungguhnya dilakukan sendiri oleh Amerika, sementara pasukan Malaysia adalah “supir bus yang datang untuk mengangkut mereka”.

Jenderal Perves Musharraf, yang kemudian hari menjadi Presiden Pakistan setelah kudeta, juga menuduh para pembuat film ini tidak menghargai kerja baik yang dilakukan oleh tentara Pakistan. Dalam biografinya berjudul In the Line of Fire: A Memoir, dia menuliskan: “Kinerja luar biasa pasukan Pakistan di saat situasi buruk itu sangat dihargai dan dikenal oleh PBB. Sayangnya, film Black Hawk Down mengabaikan peran penting Pakistan di Battle of Mogadishu.


Saat pasukan Amerika Serikat terjebat di wilayah pemukiman yang padat di kawasan Madina Bazaar di Mogadishu, Resimen Angkatan Darat Garis depan Ketujuh Pakistan-lah yang membantu membebaskan mereka. Keberanian pasukan Pakistan mestinya juga diberi penghargaan yang pantas, namun di film ini seolah insiden hanya melibatkan tentara Amerika saja.

sumber: http://rizaladam.wordpress.com/2011/02/18/black-hawk-down-2001/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2 - Link 3 - Link 4
Jenis : AVI
Ukuran : 210 mb
Durasi : 2 Jam - 24 Menit - 19 Detik
Source : BRRip



Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Rizal Adam (Subscene.com)

Download Film Gratis: Stalingrad + Subtitle Indonesia

Jumat, 11 April 2014

Download Film Gratis - Stalingrad + Subtitle Indonesia


Source: BRRip
Released: 10 October 2013 (Russia)
Country: Russia
Language: Russian | German
Genre: Action | War
Director: Fedor Bondarchuk
Writers: Sergey Snezhkin, Ilya Tilkin
Starcast: Thomas Kretschmann, Yanina Studilina, Philippe Reinhardt









Review


Pernah membayangkan bagaimana jadinya film perang tanpa visual effect? Tentunya akan mengurangi kesan dramatis pada film tersebut. Ada studio produksi di Moscow, Rusia bernama Main Road|Post yang mempunyai keterampilan dalam membuat film menjadi lebih dramatis dan seru dengan sentuhan visual effect. Karya terbaru mereka dapat dilihat pada film berjudul Stalingrad (2013). Film drama perang Rusia ini tampak lebih nyata dengan karya dari studio produksi Main Road|Post.

Tujuh puluh tahun telah berlalu sejak Pertempuran Stalingrad, perang sengit antara Adolf Hitler dan Joseph Stalin yang menewaskan hampir dua juta orang. Namun bulan ini, generasi baru Rusia datang ke bioskop untuk melihat film terbaru berjudul Stalingrad. Dirilis pada Oktober, Stalingrad telah menjadi film terlaris sejak kejatuhan Uni Soviet satu generasi lalu. Film ini juga cukup banyak ditonton di China, dan diikutsertakan dalam kompetisi film asing terbaik pada ajang Oscar.

Pertempuran Stalingrad merupakan kemenangan bagi Soviet, namun dengan banyak pengorbanan. Dengan keseluruhan korban tewas hampir dua juta pada kedua belah pihak, Stalingrad dianggap sebagai pertempuran paling berdarah dalam sejarah manusia.


Film ini berkisah tentang pertempuran epik mengerikan untuk Stalingrad. Pertempuran berlangsung selama lebih dari enam bulan sebelum tentara Jerman menyerah pada tahun 1943. Sebuah film aksi yang mengagumkan, dengan sedikit kisah romantis di dalamnya.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
File Format: AVI
Resolusi: 640x264
Durasi: 2 Jam - 10 Menit - 51 Detik
Ukuran: 293 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Dedet Cafe

Download Film Gratis: 300: Rise of an Empire + Subtitle Indonesia

Senin, 31 Maret 2014

Download Film Gratis - 300: Rise of an Empire + Subtitle Indonesia



Source: WEBRip
Released: 7 March 2014 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Drama | War
Director:  Noam Murro
Writers: Zack Snyder (screenplay), Kurt Johnstad (screenplay),
Starcast: Sullivan Stapleton, Eva Green, Lena Headey











Preview

This is Sparta!!! Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar kalimat itu? Seorang pria yang bermimpi menjadi Superman namun sayangnya hanya punya celana dalam dan tak bisa melindungi kumpulan otot miliknya? Tidak hanya itu, namun sebuah kalimat sederhana dari para pria dengan perawakan kekar yang bukan hanya mampu menunjukkan semangat mereka, namun juga sanggup membuat kita sebagai penonton mengangkat tangan dan berteriak “ahoo, ahoo, ahoo.” Ia tidak megah, namun 300 punya keunikan yang menjadikannya sebagai sebuah kenangan.  Kemasan past, present, dan future dari 300 ini tidak punya hal tersebut, 300: Rise of an Empire, it’s about scream, blood, slow motion, and abs!!! Without dignity. Oh, also British who fight for Greece!!! Bland. Borefest.

Sepuluh tahun sebelum kejadian di 300, seorang jenderal perang Athena, Themistocles (Sullivan Stapleton) berupaya untuk melindungi negerinya dari serangan pertama bangsa Persia. Kesuksesan berhasil ia raih, namun disisi lain justru ikut pula menjadikannya sebagai sosok yang dibenci karena telah membunuh King Darius I (Yigal Naor).

Aksi tersebut otomatis melahirkan misi balas dendam dari putra Darius I, Xerxes (Rodrigo Santoro) yang bertekad untuk memberikan bayaran setimpal pada Themistocles atas tindakan yang ia lakukan tersebut, dan mendeklarasikan perang terhadap Yunani.

Namun masalah bagi Themistocles tidak berhenti sampai disitu. Pada saat itu Kerajaan Persia sedang berada di puncak kejayaannya, bahkan sekutu Yunani telah menolak untuk bergabung dan memutuskan untuk mundur ketimbang harus merelakan banyak nyawa menyusul King Leonidas (Gerard Butler) yang kala itu bersama 300 pasukannya kalah dari Persia.

Tapi ternyata Themistocles punya rencana lain, menggunakan laut sebagai jalur untuk melakukan serangan, yang celakanya dengan jumlah dan tentara dan teknologi yang sedikit lebih baik telah berada di kendali seorang wanita bernama Artemisia (Eva Green).

Apakah pertanyaan dengan inti seperti ini mampir di pikiran anda: “Oh, ada lanjutannya? Bukannya sudah selesai ya? Kan Leonidas sudah mati.” Nah itu dia, tujuh tahun yang lalu 300 sudah ditutup dengan sangat jelas tanpa meninggalkan pertanyaan, lantas apa misi film ini? To get your money. Simple. Tidak dapat dipungkiri walaupun dangkal 300 punya style yang masih meninggalkan memori manis di ingatan penontonnya, dan hal tersebut sayangnya juga terlalu manis untuk ditinggalkan begitu saja oleh para produser film tersebut, termasuk di dalamnya Zack Snyder yang kini menjabat sebagai produser.

Masih ada potensi yang dapat dimanfaatkan, so, ambil resiko dan coba bentuk kembali, tidak peduli jika pada akhirnya ini akan terasa seperti kurang penting. Bukan hanya kurang penting, namun juga dipaksa. Tidak perlu waktu lama penonton akan dengan mudah merasakan bagaimana besarnya ambisi untuk menjadikan ini sebagai pintu pembuka sebuah senjata pengeruk uang yang menjanjikan, masa lalu, masa kini, dan masa depan, ketiganya coba dikombinasikan kedalam durasi 100 menit-an dengan bantuan narasi yang secara konsisten terus berusaha keras memaparkan struktur cerita, namun celakanya tidak mampu menjadikan kisah ini semakin jelas dan tajam.

Dari pondasi saja ia sudah salah, karena kita tahu ini merupakan tipe style over substance, so at least harus ada bekal yang menarik pada sisi cerita, dan 300: Rise of an Empire tidak mampu memberikan itu. Tidak hanya itu, 300: Rise of an Empire sebenarnya juga tidak menaruh respect pada penontonnya. Dari segi teknis ini sama persis dengan apa yang pernah dilakukan oleh 300 ditangan Zack Snyder, tujuh tahun lalu.

Kurang begitu yakin apakah keputusan untuk bermain di formula yang sama persis itu adalah sebuah tindakan percobaan dengan dua opsi, kembali berhasil atau gagal, atau justru Noam Murro, Zack Snyder, dan Kurt Johnstad beranggapan bahwa penonton tidak mengalami perkembangan pada standard yang mereka miliki selama lebih dari setengah dekade ini.

It’s like mocking with audience, terus bergerak cepat dengan berpindah dari satu pertempuran ke pertempuran lain tanpa peduli dengan detail kecil yang penting baik itu pada karakter dan cerita yang tidak berkembang. Dimana anda dapat merasakan hal tersebut? Lihat saja pada penggunaan slow motion yang sangat berlebihan. Meskipun tidak dapat dipungkiri dalam skala minor di beberapa bagian mereka berhasil tampil memikat, namun merupakan kesalahan besar membangun sebuah segmen yang menuntut tensi dan emosi dengan menggunakan karakter tak bernyawa.

Hal tersebut yang menjadikan ini terasa hambar, beberapa pengulangan yang ia hadirkan menjadi monoton dan menjemukan, terutama pada pergeseran speed dari normal ke slow-mo dan sebaliknya yang dibentuk oleh Noam Murro seperti sesuka hati tanpa pertimbangan. Jatuhnya ini annoying, dan semakin parah ketika setelah menghadirkan sikap kurang peduli tadi ia justru dengan penuh percaya tetap terus berupaya agar dapat tampil kompleks.

Sulit untuk menampik ini, namun ada rasa rindu pada 300 yang hadir ketika menyaksikan film ini. Dangkal, sederhana, namun ada simpati dan power dari pria-pria yang memperjuangkan kehormatan mereka dan rela mati demi negara itu. Film ini sebaliknya, jauh lebih dangkal namun uniknya terus berupaya agar dapat tampil kompleks, lebih tampak seperti kompilasi momen-momen membosankan dari serial-tv Spartacus, dengan konsisten terus mengemis atensi lewat sensasi pada visual yang sayangnya perlahan memberikan rasa jenuh.

Alur yang kacau berisikan karakter yang kosong dengan nyawa yang lemah, ini semakin rusak ketika ia juga tidak memberikan unsur fun didalamnya, minim humor yang mungkin saja dapat memberi nafas segar dibalik suguhan monoton yang kerap kehilangan fokusnya itu.

Divisi akting juga menjadi sumber utama kacaunya film ini. Bukan hanya minim, beberapa diantara mereka bahkan nihil emosi, dan menyebabkan permasalahan dan perjuangan yang akan mereka hadapi menjadi kurang memiliki arti yang kuat. Sullivan Stapleton menjadi tombak utama yang sayangnya sangat tumpul, lebih sering terlihat kosong dan jauh dari kesan heroik, kekurangan power, tidak memiliki karisma dan wibawa dari seorang pemimpin.

Yang mengejutkan justru datang dari Eva Green, wanita yang seperti telah terlahir dengan memiliki daya seduktif sangat besar, dan hal tersebut mampu ia manfaatkan untuk mendukung perannya sebagai sosok antagonis dengan karakter yang dingin namun penuh semangat.


Overall, 300: Rise of an Empire adalah film yang tidak memuaskan. Nilai positif yang dimiliki film ini mungkin hanya terletak pada adegan aksi visual yang tidak dapat dipungkiri beberapa diantaranya mampu tampil dengan cukup baik, karena selain itu 300: Rise of an Empire hanya berisikan kekacauan dari perang yang sejak awal sudah sangat lemah dari cerita dan karakter namun hingga akhir tidak pernah berhenti mencoba agar dapat terlihat megah dan kompleks dengan menghadirkan berbagai elemen sebuah film style over substance yang sayangnya dikemas terlalu overdo.

sumber: http://rorypnm.blogspot.com/2014/03/movie-review-300-rise-of-empire-2014.html



Trailer






Download Film Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x266
Durasi: 1 Jam - 43 Menit - 00 Detik
Ukuran: 222 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki