.
.
Tampilkan postingan dengan label Sci Fi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sci Fi. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: Outlander + Subtitle Indonesia

Kamis, 12 Juni 2014

Download Film Gratis - Outlander + Subtitle Indonesia


download film gratis outlander
Source: BRRip
Released: 19 February 2009 (Singapore)
Country: USA | Germany
Language: English | Norse, Old | Latin
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Howard McCain
Writers: Dirk Blackman, Howard McCain
Starcast: Jim Caviezel, Sophia Myles, Ron Perlman












Sinopsis

Film Outlander ini adalah sebuah film yang cukup unik karena menggabungkan 2 unsur yang sangat bertentangan, yaitu unsur peradaban kuno dan peradaban modern. Disutradarai oleh Howard McCain dan dibintangi oleh James Caviezel.

Kainan, seorang manusia dari luar angkasa, jatuh ke bumi pada masa kerajaan Viking di tahun 709. Dia mulai mempelajari bahasa dan budaya planet itu dengan menggunakan mesin penterjemah. Seekor alien predator yang ikut serta dengannya terlepas di bumi dan mulai meneror bangsa Viking di daerah Herot, Norwegia.

Saat mengejar monster itu, dia menemukan sebuah desa yang sudah dihancurkan, dia ditangkap oleh pendekar Wulfric, yang percaya bahwa dialah yang membunuh orang-orang di desa itu. Pada akhirnya, Kainan harus memimpin bangsa Viking untuk membunuh alien tersebut menggunakan teknologi bangsanya yang digabungkan dengan keahlian bangsa Viking dalam membuat pedang.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 54 Menit - 57 Detik
Ukuran: 245 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia

Senin, 09 Juni 2014

Download Film Gratis - Mutant Chronicles + Subtitle Indonesia


downlload film gratis mutant chronicles
Source: BRRip
Released: 10 October 2008 (UK)
Country: USA | UK
Language: English
Genre: Action | Adventure | Horror | Sci Fi
Director: Simon Hunter
Writer: Philip Eisner
Starcast: Thomas Jane, Ron Perlman, Devon Aoki












Sinopsis

Tahun 2707, Semua sumber daya bumi telah habis dikonsumsi manusia dan kekuasaan berada di tangan empat perusahaan besar yang menguasai seluruh dunia. Keempat perusahaan tersebut selalu berperang satu dengan yang lain untuk berebut wilayah. Dalam sebuah peperangan, secara tidak sengaja para tentara dari perusahaan besar tersebut membuka sebuah segel yang sebenarnya mengunci The Machine yang berencana mengubah seluruh manusia menjadi mutant. The Machine datang dari luar angkasa dengan tujuan yang sama berabad sebelumnya namun berhasil dikalahkan dan dikunci.

Makin lama, penduduk dunia banyak yang berubah menjadi monster yang mengerikan. Jari mereka berubah meruncing, dan tidak memiliki rasa takut menghadapi senjata apapun. Dengan adanya ancaman baru tersebut, manusia harus meninggalkan bumi supaya tidak musnah. Tetapi waktu untuk mengevakuasi seluruh manusia ke planet terdekat yang bisa dihuni tidak mencukupi. Akhirnya Brother Samuel (Ron Perlman), pemimpin aliran kepercayaan yang mengetahui seluk beluk manusia mutant menawarkan sebuah misi penghancuran mesin pembuat mutant. Brother Samuel mengumpulkan beberapa tentara untuk menjalankan misi tersebut.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 51 Menit - 27 Detik
Ukuran: 245mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Edge of Tomorrow + Subtitle Indonesia

Minggu, 08 Juni 2014

Download Film Gratis - Edge of Tomorrow + Subtitle Indonesia


download film gratis edge of tomorrow
Source: HDCAM
Released: 6 June 2014 (USA)
Country: USA | Australia
Language: English
Genre: Action | Sci Fi
Director: Doug Liman
Writers: Christopher McQuarrie (screenplay), Jez Butterworth (screenplay)
Starcast: Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton











Review

Biasanya adaptasi Hollywood terhadap materi yang berasal dari luar Amerika seperti komik dan novel dari Jepang atau Korea tidak pernah memuaskan. Kekecewaan tersebut seringkali karena terjadinya perubahan signifikan dalam film yang justru mengurangi kekuatan utama dari sumber cerita tersebut.

Karena itulah saat mendengar Hollywood akan mengadaptasi All You Need is Kill, sebuah light novel (novel Jepang yang mengambil target pasar para remaja) karya Hiroshi Sakurazaka tidak begitu tertarik. Meskipun punya dasar cerita yang cukup menarik yakni tentang seorang prajurit yang terbunuh di medan perang hanya untuk hidup kembali secara terus menerus dan mengulangi peperangan yang sama serta kehadiran berbagai nama besar mulai dari Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton dan Brendan Gleeson.

Film ini juga disutradarai oleh Doug Liman (The Bourne Identity, Mr & Mrs. Smith, Jumper) dan mempunyai Christopher McQuarrie (The Usual Suspects, The Wolverine) sebagai salah satu penulis naskahnya. Sedari pembukanya kita sudah langsung diajak melihat kondisi masa depan dimana Bumi tengah berada dalam ancaman kehancuran akibat kedatangan ras alien bernama Mimic yang berhasil menghancurkan banyak tempat dan membunuh banyak manusia.

Namun disaat harapan seolah sudah menghilang bagi umat manusia, pasukan militer Bumi pada akhirnya berhasil meraih satu kemenangan dalam sebuah pertempuran setelah rangkaian kekalahan yang dialami. Kemenangan itu berhail diraih berkat penggunaan baju mesin tempur yang membuat para tentara bisa memiliki kekuatan luar biasa lengkap dengan persenjataan berat.

Kehadiran Rita Vrataski (Emily Blunt) yang sanggup membunuh ratusan mimics dalam satu kali pertempuran juga menjadikannya simbol peperangan dan memberikan harapan baru bagi umat manusia. Disisi lain, ada Mayor William Cage (Tom Cruise) yang selama ini bertugas untuk mempromosikan peperangan tersebut guna menarik dukungan masyarakat. Tapi diluar dugaan, pada sebuah pertempuran vital ia "dipaksa" oleh Jenderal Brigham (Brendan Gleeson) untuk terjun langsung ke baris depan peperangan.

Cage yang belum pernah mendapat latihan dasar militer apalagi terjun ke medan perang tentu saja tidak bisa berbuat banyak melawan para alien tersebut meski telah memakai baju perang yang canggih. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya ia terbunuh meski sempat menghabisi salah satu alien. Yang mengejutkan, Cage terbangun kembali pada waktu beberapa jam sebelum peperangan terjadi. Hal itu kemudian terjadi secara berulang-ulang dan bagi Cage itu menjadi latihan yang terus membuatnya lebih baik dalam medan perang. Dengan bantuan Rita, Cage kini berusaha mencari cara untuk meraih kemenangan dalam peperangan tersebut.

Sebenarnya Edge of Tomorrow dimulai dengan tidak terlalu meyakinkan. Narasi dengan gaya realistis yang membuka film ini terkesan numpang lewat saja. Narasi pembuka macam ini seharusnya bisa menghadirkan kesan realistis dan membuat penonton ikut merasakan bagaimana mengerikan atau kacaunya situasi saat itu (salah satu contoh yang berhasil adalah pembukaan Pacific Rim), tapi film ini gagal menghadirkan kesan tersebut. Alurnya masih belum begitu menarik setelah filmnya berjalan beberapa saat meskipun harus diakui melihat Tom Cruise yang tidak berperan sebagai tough guy (pada awal hingga pertengahan film) cukup menyenangkan dan menyegarkan.

Yang tidak terlalu tahu banyak tentang film ini sebelum menontonnya pun cukup terkejut melihat bagaimana sosok William Cage lebih tepat disebut sebagai pengecut pada saat filmnya dimulai, dan Cruise sanggup memerankan semua itu dengan baik dan mengingatkan kita bahwa dia adalah aktor bagus yang tidak hanya ahli memainkan adegan aksi. Tapi semuanya jadi terasa semakin menarik saat Cage menemui ajalnya untuk pertama kali. Bisa dibilang saat itu Edge of Tomorrow sudah selesai dengan segala basa-basinya dan sudah mulai tancap gas. Momen setelah itu semakin terasa menarik saat Cage semakin banyak menemui ajalnya.

Salah satu daya tarik utamanya adalah bagaimana Doug Liman sanggup mengemas segala repetisi tersebut dengan begitu menarik dan tidak hanya mengulangi apa yang sudah terjadi. Setiap kematian yang dialami Cage pun terasa "menyenangkan" untuk dilihat berkat berbagai macam cara berbeda yang digunakan. Kita selalu dibuat penasaran untuk menunggu akan seperti apa kematian Cage yang berikutnya. Belum lagi ditambah dengan sentuhan komedi yang sering muncul dan diluar dugaan sangat efektif memancing tawa penonton. Komedinya berjalan baik berkat timing sesuai dari Doug

Liman serta pembawaan yang pas dari Tom Cruise. Ya, disini Cruise tidak hanya harus menjadi sosok pengecut di awal film tapi juga seringkali terkesan bodoh dengan segala kelakuannya apalagi saat dia masih belum terlatih dan harus dipaksa menghadapi segala jenis kematian. Komedinya berjalan tanpa dipaksakan, karakter Cage bisa terlihat lucu bahkan bodoh juga tanpa harus dibuat-buat, timing komedinya pun tidak hanya sesuai tapi juga seringkali mengejutkan. Semuanya semakin terasa menarik setelah karakter Rita mulai banyak terlibat.

Tidak hanya berkat kehebatan Emily Blunt memerankan sosok wanita perkasa, tapi juga interaksi yang ia bangun dengan Tom Cruise selalu menyenangkan. Rita yang keras dan Cage yang awalnya bodoh nyatanya sanggup menciptakan interaksi yang menyenangkan untuk dilihat. Berkat chemistry kuat antara Cruise dan Blunt, kita akan bisa merasakan sebuah hubungan yang simpatik diantara keduanya dan menciptakan sebuah kisah romansa yang mengalir secara perlahan dan natural. Terkadang kisah cinta dalam film aksi seperti ini muncul dengan dipaksakan, dan tanpa berhasil membuat ikatan yang kuat pada penonton untuk bisa bersimpatik pada keduanya. Tapi Edge of Tomorrow berhasil melakukan itu dan membuat kita akan menyukai hubungan Cage dan Rita.

Lalu jika bicara tentang adegan peperangannya memang diluar dugaan tidak terlalu banyak yang hadir, tapi berkat eksekusi yang baik dan efek CGI yang terlihat begitu menyatu kuantitas yang tidak terlalu banyak itu berhasil ditutupi oleh kualitasnya. Yang disayangkan adalah para J-Squad yang kemunculannya di bagian ini tersia-siakan. Overall ini adalah sebuah tontonan yang diluar dugaan amat menyenangkan dan salah satu blockbuster terbaik tahun ini.

sumber: http://movfreak.blogspot.sg/2014/06/edge-of-tomorrow-2014.html


Trailer







Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 45 Menit - 37 Detik
Ukuran: 211 mb


Download Subtitle Nya

Wait...

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT

Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Resident Evil Damnation + Subtitle Indonesia

Jumat, 06 Juni 2014

Download Film Gratis - Resident Evil Damnation + Subtitle Indonesia


download film gratis resident evil damnation
Source: BRRip
Released: 27 October 2012 (Japan)
Country: USA | Japan
Language: English | Russian
Genre: Animation | Action | Horror | Sci Fi | Thriller
Director: Makoto Kamiya
Writer: Shotaro Suga (screenplay)
Starcast: Matthew Mercer, Dave Wittenberg, Wendee Lee











Review

Hampir bersamaan dengan dirilisnya Resident Resident Evil 5: Retribution Capcom pun merilis film CG Resident Evil: Damnation. Sebenarnya ini bukan kali pertama Capcom merilis film CG Resident Evil karena mereka pernah melakukannya melalui Resident Evil: Degeneration tahun 2008 lalu. Toh walaupun disebut sebagai sekuel dari Resident Evil: Degeneration kisah film ini sama sekali tidak ada kaitannya. Betul, itu artinya karakter Claire Redfield, Angela Miller, sampai Curtis Miller dengan organisasi Tricell tidak akan disebut-sebut apalagi muncul dalam film ini. Jadi mengenai apakah sebenarnya film ini?

Resident Evil: Damnation mengambil setting di sebuah negara fiktif pecahan Uni Soviet: East Slavic Republic. Walaupun sudah ‘merdeka’ perang sipil antara tentara pemerintah di bawah Presiden Svetlana Belikova dan para pemberontak yang dipimpin para tetua (Elder) terus membuat East Slavic Republic bergolak. Perang yang terus berlarut-larut membuat kedua belah pihak meningkatkan kemampuan mereka. Walhasil perang tak hanya berlangsung dengan pistol dan peluru semata tetapi mulai memakai senjata biologis.

Rumor bahwa ada senjata biologis inilah yang kemudian membawa salah satu agen terbaik pemerintah Amerika Serikat, Leon S. Kennedy, ke sana. Belum Leon sadar betapa berbahayanya keadaan di sana ia tahu-tahu sudah terseret dalam konflik politik kedua pihak perang sipil. Tak hanya Leon harus bertahan hidup dari para penduduk East Slavic yang terkena parasit Las Plagas ia juga harus menghadapi ancaman para BOW alias senjata biologis yang dijadikan alat perang.

Di sisi lain Presiden Svetlana Belikova kedatangan seorang tamu VIP yang menjanjikannya bisa memenangkan perang menumpas para pemberontak. Tamu itu pun familiar oleh Leon dan kita semua yang telah memainkan Resident Evil 2 dan 4; tak lain tak bukan: Ada Wong. Bisakah Leon lolos hidup-hidup dari konflik politik dan biologis yang ia hadapi?

Ada jeda waktu empat tahun antara Resident Evil: Damnation dan prekuelnya sehingga peningkatan kualitas CG-nya sangat terasa. Raut muka dari Leon, Ada, dan lain-lain tampak lebih hidup sementara gerakan mereka pun lebih fluid (baca: tidak kaku). Sama-sama disutradarai oleh Makoto Kamiya, Resident Evil: Damnation memiliki aksi yang lebih seru dibandingkan prekuelnya.

Makoto Kamiya cukup pintar memakai berbagai macam sinematografi seperti first person mode di koridor-koridor yang gelap untuk membuat suasana tegang dan melempar darah di sana-sini untuk efek gore-nya. Oh ya Kamiya juga memakai teknik slow motion tetapi untungnya tak pernah berlebihan sehingga porsinya pas. Secara overall kualitas animasi maupun aksi di film ini jauh melebihi prekuelnya.

Kejutan lainya yang biasanya kisah zombie tidak pernah jauh-jauh dari sebuah breakout insidentil yang memaksa sekelompok orang berkumpul bersama dan bertahan hidup. Tidak begitu dengan film ini; Resident Evil: Damnation dengan berani menggabungkan ide perang sipil (politik) dengan survival horror sehingga hasilnya adalah sebuah kombinasi yang fresh dan baru.

Film ini tak pernah menggambarkan satu tokoh (selain mungkin Leon) dalam kisah ini sebagai malaikat yang tulus. Bahkan Buddy yang bisa dianggap sebagai hero sekunder dalam kisah ini tak luput dari cacat cela. Mungkin seperti politik dan kehidupan itu sendiri: tak ada yang benar-benar putih dan hitam. Tak selalu kedua elemen ini berpadu dengan baik dan ada kalanya film ini kadang hampir lupa diri sebagai film zombie untuk mengumbar kritik pada sistem sosialisme. Untung saja Makoto Kamiya selalu mengambil kendali sebelum kelewatan sehingga mampu menggiring film ke setpiece aksi ketimbang berdialog filosofis menceramahi penonton.

sumber: http://www.tukangreview.com/movie-review/resident-evil-damnation/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 01 Detik
Ukuran: 220 mb




Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Godzilla + Subtitle Indonesia

Sabtu, 31 Mei 2014

Download Film Gratis - Godzilla + Subtitle Indonesia


download film gratis godzilla
Source: CAM
Released: 16 May 2014 (USA)
Country: USA | Japan
Language: English | Japanese
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Gareth Edwards
Writers: Max Borenstein (screenplay), Dave Callaham (story)
Starcast: Aaron Taylor-Johnson, Elizabeth Olsen, Bryan Cranston











Review

Bagi sebagian masyarakat, mungkin tidak terlalu familiar dengan nama “Godzilla”. Lain hal dengan mereka yang menyukai monster raksasa dari Jepang yang satu ini, di mana film pertamanya debut pada tahun 1950an silam dan membawa kesuksesan tersendiri untuk serial film kaiju (dalam bahasa Jepang, monster raksasa).

Sebelumnya, mungkin beberapa dari Anda sempat mengetahui Godzilla dari film versi Amerika yang berjudul sama yang debut pada tahun 1998 lalu. Film Godzilla versi Amerika tersebut, sayangnya, mendapatkan banyak kritik dari fans Godzilla atas perubahan yang terjadi baik pada segi cerita maupun Godzilla sendiri. Kini, dengan mengambil tema dan style langsung dari Godzilla orisinil milik Jepang, hadir kembali sebagai versi reboot dari film tahun 1998 itu. Seperti apakah hasil reboot yang diantisipasi oleh para fans Godzilla tersebut?

Kisah dimulai dengan kunjungan peneliti Ishiro Serizawa (Ken Watanabe) dengan Vivienne Graham (Sally Hawkins) menuju Filipina, tempat di mana terjadi longsor yang sangat dalam secara tiba-tiba di area penambangan. Ketika ditelusuri, mereka menemukan bahwa terdapat dua “kepompong” raksasa yang bersemayam di dalam longsoran tersebut beserta sebuah kerangka raksasa yang telah lama mati di sana. Tidak lama setelah penemuan tersebut, di area nuklir Janjira, Jepang, terjadi aktivitas gempa yang tidak wajar. Aktivitas tersebut menyebabkan longsor di sekitar area tersebut dan menyebabkan Janjira menjadi wilayah terisolasi karena bahaya radiasi nuklir.

Lima belas tahun kemudian, Ford Brody yang merupakan salah satu penghuni Janjira yang berhasil evakuasi dan selamat dari bahaya tersebut, telah hidup dan berkeluarga dengan tenang. Sementara ayahnya, Joe Brody, yang merupakan supervisor dari area nuklir Janjira tersebut, masih mencari penyebab sesungguhnya dari aktivitas gempa yang tidak wajar tersebut hingga kini. Ia meyakinkan anaknya bahwa kejadian lima belas tahun silam tersebut bukan dikarenakan oleh gempa semata, tetapi oleh sesuatu yang lain yang lebih besar dan berbahaya dari sekedar gempa biasa.

Dan pernyataan Joe pun tepat, karena bencana tersebut dikarenakan bangkitnya monster yang dinamakan “MUTO” dari kepompong yang ditemukan oleh Serizawa di Filipina. Dan MUTO ini mulai beraktivitas kembali setelah lima belas tahun lamanya, sekaligus mulai mengancam keberadaan makhuk hidup di Bumi. Hampir mustahil untuk bisa melawan MUTO ini, akan tetapi Serizawa yakin hanya ada satu makhluk yang mampu melawannya.

Hampir semua yang diharapkan setelah melihat berbagai teaser dan trailer ada di dalam film ini. Godzilla versi reboot ini memiliki beberapa elemen yang mengambil dari elemen Godzilla versi Jepang yang lama, termasuk di antaranya desain monster dan suara raungan khasnya. Melihat seberapa besar bentuk monster raksasa ini, maka dapat ditebak pula bahwa kehancuran yang dibuatnya juga tidak akan kalah masifnya. Di dalam film, penonton bisa melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa kengerian dan teror yang dapat dilakukan oleh para monster raksasa ini terhadap sebuah kota yang mereka “kunjungi”.

Perkembangan cerita dari film Godzilla mungkin akan terasa cukup dangkal karena alur yang cenderung pelan dan naik turun. Para penonton yang mengharapkan banyak adegan pertarungan Godzilla melawan MUTO tersebut mungkin harus sedikit menurunkan ekspektasi tersebut karena porsi yang diberikan sepanjang film berlangsung tidaklah sebanyak yang diduga. Walau begitu, alur cerita dan perkembangan karakter manusia cukup kuat untuk bisa mendukung sisi emosional dari film ini, terutama perkembangan yang terjadi pada para tokoh yang menjadi sorotan utama di dalamnya.

Dengan menonton film Godzilla versi reboot ini, penonton pun disajikan sebuah film monster ala Jepang yang, untuk sebagian penikmatnya, mampu memberikan kesan klasik dan penyegar dari film-film Godzilla sebelumnya. Jika Anda adalah penikmat film monster, tentu saja film Godzilla (2014) ini tidak boleh Anda lewatkan begitu saja.

sumber: http://www.jagatreview.com/2014/05/review-film-godzilla-2014-masif-dan-klasik-ala-film-monster-jepang/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 52 Menit - 35 Detik
Ukuran: 227 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Snowpiercer + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Snowpiercer + Subtitle Indonesia


download film gratis snowpiercer
Source: BRRip
Released: 27 June 2013 (USA)
Country: South Korea | USA | France | Czech Republic
Language: English | Korean | Japanese | French
Genre: Action | Drama | Sci Fi
Director: Joon-ho Bong
Writers: Joon-ho Bong (screenplay), Kelly Masterson (screenplay)
Starcast: Chase Williamson, Ashley Bell, Clancy Brown, Ed Harris, Kang-ho Song, Ah-sung Ko








Review

Orang kaya bertindak sebagai penguasa, sedangkan kaum miskin berperan sebagai penderita. Kejam? Sebenarnya tidak, faktanya simbiosis tersebut kini tidak lagi menjadi sesuatu yang aneh, perlahan tampak seperti sebuah trend bahkan kewajiban yang berlaku pada banyak ekosistem masyarakat, karena kini melakukan tindakan humanisme sudah jauh dari kesan membanggakan.

Hal tersebut akan anda temukan pada karya terbaru dari Bong Joon-Ho, salah satu sutradara terbaik yang dimiliki Korea Selatan. Snowpiercer, sebuah kritik implisit menggunakan bencana apokaliptik yang menakjubkan.

Tahun 2014, dikala suhu global semakin menjadi isu yang mencemaskan, negara dunia sepakat untuk bersama melakukan upaya menurunkan suhu dengan membangun satu sistem pada atmosfer. Sayangnya keberhasilan tersebut hanya sesaat, karena perlahan suhu bumi yang tadinya panas berbalik secara frontal.

Ya, zaman es itu kembali, penduduk bumi tewas akibat suhu yang dalam kurun waktu tujuh menit dapat merubah tangan manusia menjadi bongkahan es. Namun tidak semua, masih ada sekelompok manusia beruntung dalam sebuah kereta api super cepat milik jutawan kaya bernama Wilford (Ed Harris), Snowpiercer, yang secara periodik terus berputar mengelilingi bumi.

Snowpiercer ibarat sebuah ekosistem baru, dimana yang kaya berada di posisi depan penuh dengan kebahagiaan, sedangkan si miskin berada di bagian ekor, setiap hari hanya makan sepotong jelly yang menjadikan mereka lupa bagaimana rasa dari sepotong daging.

Tepat 17 tahun kemudian, Curtis (Chris Evans) dan Edgar (Jamie Bell) mulai bosan dengan pidato utusan bernama Mason (Tilda Swinton), dan ingin merubah sistem tersebut. Walaupun awalnya ditentang oleh Gilliam (John Hurt), sebuah masalah yang menimpa Tanya (Octavia Spencer) kembali menghidupkan misi mereka, terlebih dengan adanya secercah harapan pada sosok yang diyakini dapat menolong, Namgoong Minsu (Song Kang-Ho).

Ada tiga hal utama yang sebenarnya sudah membuat Snowpiercer tampak sangat menarik bahkan sebelum ia mulai hadir di layar. Pertama adalah Bong Joon-Ho, anda bisa tanya google siapa pria ini, Barking Dogs Never Bite, Memories of Murder, The Host, Mother, tidak cukup satu paragraf untuk menggambarkan sutradara asal Korea ini yang gemar berpindah genre film.

Kedua adalah jajaran cast, bahkan belum memasukkan Alison Pill dan Go Ah-Sung yang juga tampil memikat. Dan yang terakhir adalah konsep cerita layaknya kapal Nuh yang di adaptasi dari novel grafik berjudul Le Transperceneige karya Jacques Lob, Benjamin Legrand dan Jean-Marc Rochette, yang kemudian merubah Snowpiercer menjadi sebuah film yang segmented.

Ya, Snowpiercer adalah film yang segmented, tingkat tinggi malah. Pada awalnya ini memang tampak seperti sebuah film fantasy yang akan memanjakan penontonnya dengan sentuhan action mewah untuk membangun cerita yang sesungguhnya sangat sederhana, bagaimana cara bergerak dari belakang kereta api menuju bagian depan.

Namun ternyata Snowpiercer punya cakupan yang jauh lebih “luas”, dimana narasi padat yang Bong Joon-Ho bentuk bersama dengan Kelly Masterson ini ingin bermain dengan cara yang lebih cerdas dalam menyampaikan misi utama mereka. Ini bukan film dimana anda akan dituntun untuk menemukan sebuah jawaban di akhir dan kemudian berteriak penuh kegembiraan, ini adalah film yang sepanjang ia berjalan terus berupaya memprovokasi anda, pada isu kemanusiaan.

Segi teknis memang memikat, namun itu semua di gunakan oleh Bong Joon-Ho hanya sebagai elemen pemanis. Cinematography gemilang dengan tingkat kepadatan yang berimbang, dibantu dengan score yang terus membantu proses membangun cerita, editing yang memikat, mereka di eksekusi dengan baik walaupun sebenarnya punya nilai minus pada CGI yang tidak begitu memukau, terutama kondisi di luar kereta api.

Kekuatan utama Snowpiercer terletak pada cara ia bercerita. Memang tidak ada perkembangan cerita yang begitu luas, namun ia berhasil membawa penontonnya masuk kedalam proses observasi dan analisa pada tema utama yang sukses menghadirkan konsistensi pada momentum, tekanan, dan dinamika cerita, serta mampu terus menarik atensi penonton.

Ya, Snowpiercer tampil menarik lewat cara yang pintar, keren, dan elegan. Sebuah kenikmatan yang menyenangkan ketika secara bertahap bersama karakter ikut berpindah antar gerbong, seperti ditarik kedalam petualangan sederhana yang mendebarkan, namun tetap diberikan banyak materi-materi segar yang variatif, dari pemandangan luar kereta api, masih dengan pergerakan plot dan warna cerita yang mengejutkan, serta black humor, hingga eksekusi pada hal sederhana seperti rokok, estafet, sauna, sushi, dan sekolah.

Begitu pula dengan kemudahan yang ia ciptakan agar penonton ikut menaruh simpati pada karakter, terlibat dalam permainan emosional walaupun tidak digali terlalu dalam. Mereka semua yang kemudian menjadikan beberapa nilai minus skala kecil, seperti pergerakan mondar-mandir yang di beberapa titik terkesan sedikit terlalu cepat dan terlalu lambat, terasa tidak begitu mengganggu.

Kunci utama dari menikmati Snowpiercer adalah mampu atau tidak penontonnya untuk terus mengikuti irama dari tempo yang ia berikan, naik dan turun, cepat dan lambat, dibeberapa bagian bahkan off-beat. Jika jawabannya ya, maka bersiaplah untuk mendapatkan sebuah petualangan berisikan perjuangan yang memang tidak akan menyediakan grand prize di akhir cerita, namun berhasil membuat tema kebebasan dan humanisme yang ia usung melekat lama di ingatan penontonnya. Ya, ini seperti sebuah alarm dini bahkan juga sindiran frontal yang implisit pada cara berjalan dunia masa kini yang dapat dengan mudah dikategorikan sebagai sesuatu yang salah.

Jika harus menilai secara individu tidak ada satupun karakter yang berdiri seorang diri dalam menggerakkan cerita, termasuk itu Chris Evans yang sebenarnya berperan sebagai tokoh central. Bong Joon-Ho sepeti punya misi lain untuk menyampaikan betapa pentingnya kerjasama dan saling membantu, ia memang kerap mendorong Evans sebagai penguasa panggung utama, namun tetap menjaga kontribusi dari Jamie Bell, Octavia Spencer, Tilda Swinton, Song Kang-Ho, dan Go Ah-Sung agar tidak tenggelam dan hilang, dan ikut berperan aktif dalam menggerakkan konflik dan isu yang dilemparkan.

Overall, Snowpiercer adalah film yang memuaskan. Konsep yang kokoh, eksekusi teknis dan cerita yang padat dan penuh percaya diri, ia mampu mengejutkan menggunakan kekerasan, berhasil menyentuh tanpa terkesan mellow, dan yang terpenting menyadarkan kembali penontonnya pada sisi humanisme. Beautiful & segmented, an amazing implicit thought-provoking critique about humanism. Pertanyaan terakhir yang muncul justru terasa unik, dari skala 1-10 dimana posisi Bong Joon-Ho saat ini pada bakat yang ia miliki? Lima film memukau dalam 13 tahun, gila.

sumber: http://rorypnm.blogspot.tw/2013/11/movie-review-snowpiercer-2013.html

Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 2 Jam - 05 Menit - 53 Detik
Ukuran: 254 mb

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia

Jumat, 30 Mei 2014

Download Film Gratis - X-Men Days of Future Past + Subtitle Indonesia


download film gratis x-men days of future past
Source: HDCAM
Released: 23 May 2014 (USA) 
Country: USA | UK
Language: English | Vietnamese
Genre: Action | Adventure | Fantasy | Sci Fi
Director: Bryan Singer
Writers: Simon Kinberg (screenplay), Jane Goldman (story)
Starcast: Patrick Stewart, Ian McKellen, Hugh Jackman, Jennifer Lawrence, Halle Berry










Review

Mungkin berlebihan jika mengatakan bahwa X-Men: The Last Stand dan X-Men Origins: Wolverine hampir menamatkan riwayat franchise X-Men di layar lebar. Tapi yang jelas kedua film tersebut memang layak disebut sebagai yang terburuk dalam franchise ini. Setelah Brett Ratner merusak segala hal bagus yang diciptakan Bryan Singer dalam dua film pertama X-Men, para mutan ini memang baru mendapatkan film yang layak lagi lima tahun kemudian lewat sebuah reboot/prequel X-Men: First Class garapan Matthew Vaughn yang sukses memperkenalkan masa lalu dari Charles Xavier (Professor X) dan Erik Lensherr (Magneto). Wolverine pun pada akhirnya mendapat film solo yang lebih layak lewat The Wolverine.

Sampai pada akhirnya Bryan Singer kembali menyutradari film X-Men setelah 11 tahun "pergi". Tapi dia tidak hanya kembali karena film yang ia sutradarai bisa dibilang merupakan yang terbesar baik dari segi skala cerita, jumlah karakter, sampai bujet yang digelontorkan. Ya, Singer kembali dengan membawa sebuah ambisi besar tidak hanya untuk menciptakan film X-Men terbesar tapi juga mungkin film superhero terbesar yang bisa menandingi The Avengers.

Filmnya sendiri mengambil cerita dari komik Days of Future Past yang terbit tahun 1981 dan dianggap sebagai salah satu storyline terbaik dalam komik X-Men. Pada awalnya kita akan dibawa pada era masa depan yang begitu kelam dimana dunia dikuasai oleh robot-robot raksasa bernama Sentinel. Pada awalnya Sentinel diciptakan untuk membunuh mutan, dan itu berhasil dimana banyak mutan yang akhirnya tewas di tangan Sentinel.

Tapi lambat laun robot ini juga mulai membunuh manusia yang dari gen mereka berpotensi mempunyai keturunan mutan. Dunia pun menjadi tempat yang begitu mengerikan khususnya bagi para mutan. Para mutan yang bertahan hidup mulai menyusun rencana dibawah pimpinan Profesor X (Patrick Stewart). Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengirim Wolverine (Hugh Jackman) ke masa lalu tepatnya tahun 1973 dengan bantuan Kitty Pride (Ellen Page) guna memperingatkan Xavier muda (James McAvoy) tentang masa depan yang porak poranda tersebut.

Hal itu dilakukan dengan harapan mereka bisa menghentikan Bolivar Trask (Peter Dinklage) yang pada tahun 1973 sedang berencana untuk membuat Sentinel. Tapi tentu saja hal itu tidak mudah dilakukan karena pada masa itu Xavier tengah dirundung banyak duka, kehilangan kekuatannya, dan masih bersitegang luar biasa dengan Erik (Michael Fassbender) yang saat itu tengah di penjara atas tuduhan pembunuhan terhadap Presiden JFK.

Days of Future Past sudah dibuka dengan begitu luar biasa lewat gambaran masa depan yang kelam, penuh kesengsaraan dan kematian. Bahkan action sequence pembukanya pun begitu luar biasa meski sama sekali tidak menampilkan deretan mutan yang sudah punya nama besar dalam film-film sebelumnya. Tidak hanya itu, adegan tersebut juga dibalut dengan kebrutalan yang diatas rata-rata film superhero pada umumnya. Disinilah kehebatan Bryan Singer benar-benar terlihat. Disinilah pembeda nyata antara Singer dan Ratner terpampang jelas.

Disaat Brett Ratner menciptakan kekacauan saat menumpahkan banyak mutan ke dalam satu film serta banyak membunuh potensi masing-masing dari mereka, Singer justru sebaliknya. Meski banyak mutan baik lama maupun baru yang hadir, masing-masing dari mereka diberi kesempatan yang sama untuk bersinar meski kemunculannya tidak banyak seperti Storm atau Magneto-nya Ian McKellen.

Singer tahu benar potensi tiap-tiap mutan dan menggunakan itu untuk mengkoreografikan adegan aksi dengan begitu spektakuler. Hal ini membuat mutan-mutan yang memang sudah dicintai seperti Wolverine sampai Magneto-nya Fassbender tetap bersinar tapi disisi lain mutan baru seperti Blink dan Quicksilver sanggup mencuri perhatian. Dua nama yang disebut terakhir memang diluar dugaan sanggup mencuri perhatian. Sedangkan Quicksilver yang sebelum perilisan filmnya terlihat kurang meyakinkan ternyata bisa menjadi mutan yang super keren lewat rambut abu-abu, walkman, serta tingkah semaunya sendiri itu.

Kini menjadi tugas berat bagi Joss Whedon untuk menciptakan Quicksilver yang setidaknya tidak kalah keren dalam Avengers: Age of Ultron. Kabar baiknya, Days of Future Past bukanlah kemunculan pertama dan terakhir mereka, karena keduanya akan kembali lagi dalam sekuel-sekuel berikutnya. Film ini juga masih punya love/hate relationship dengan chemistry kuat yang dimiliki McAvoy dan Fassbender.

Hugh Jackman masih memikat seperti biasa lewat mulutnya yang kadang masih susah dikontrol dan sering melontarkan lelucon demi lelucon. Jenffier Lawrence dan Peter Dinklage makin melengkapi jajaran cast yang bermain luar biasa dalam film ini. J-Law membuktikan bahwa Mystique bukan hanya sosok bersisik biru tapi juga dengan kedalaman emosi. Sedangkan Dinklage sebagai Bolivar mungkin bukan villain yang mengancam lewat kemampuan fisiknya, tapi sosoknya tetap bisa menebar ancaman dalam tiap kemunculannya.

Singer pun berhasil memaksimalkan kapasitas akting para pemainnya yang seabrek itu dengan keberhasilannya merangkum aspek drama dalam film ini. Singer tidak melupakan aspek penting yang sering ditinggalkan banyak sutradara film aksi, yakni memberikan karakter yang dipedulikan penonton. Dengan memberikan hal itu, ketegangan yang tersaji dalam tiap adegan aksinya pun makin bertambah karena penonton merasakan kepedulian dan simpati pada karakter yang ada.

Pada akhirnya, klimaks yang menampilkan pertempuran di masa lalu dan masa depan sama-sama terasa begitu luar biasa, lebih cepat, lebih intens, lebih brutal dan terasa cukup tragis. Begitulah, Singer sukses menciptakan sebuah film X-Men yang luar biasa. Tapi keberhasilan Singer bukan hanya itu. Tidak hanya sukses menciptakan sebuah film X-Men yang bagus, dia juga sanggup memperbaiki banyak hal yang kacau dalam universe film X-Men selama ini.  X-Men: The Last Stand memang banyak "mengacaukan" dunia X-Men, dan Singer memanfaatkan dengan baik tema time travel yang ada untuk memperbaiki segala kekacauan tersebut. Dan di akhir credit scene akan menampilkan calon villain bagi sekuelnya, X-Men: Apocalypse yang akan rilis tahun 2016. Kabarnya sekuel yang bakal menampilkan Apocalypse sang mutan tertua di muka bumi tersebut akan lebih besar dan lebih masif dari Days of Future Past.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2014/05/x-men-days-of-future-past-2014.html


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x256
Durasi: 2 Jam - 02 Menit - 14 Detik
Ukuran: 252 mb


Download Subtitle Nya

Downlad Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Tron Legacy + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Tron Legacy + Subtitle Indonesia


Source: BRRip
Released: 17 December 2010 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Joseph Kosinski
Writers: Edward Kitsis (screenplay), Adam Horowitz (screenplay)
Starcast: Jeff Bridges, Garrett Hedlund, Olivia Wilde










Review

Ketika Walt Disney merilis Tron untuk pertama kalinya pada tahun 1982, film tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para kritikus film dunia. Walau kebanyakan pendapat yang muncul turut menggarisbawahi kekurangan Tron dalam memberikan jalan cerita yang kuat, namun penggunaan teknologi yang jauh lebih maju dari masanya di dalam jalan cerita Tron mampu menjadikan film ini meraih banyak penggemar yang terus memujanya hingga saat ini.

Wajar jika hampir 30 tahun kemudian, Walt Disney memutuskan untuk membangkitkan kembali memori banyak penggemar film dunia akan Tron dengan membuatkan film tersebut sebuah sekuel, Tron: Legacy, dengan tentu saja menggunakan teknologi perfilman yang telah amat jauh berkembang (baca: eksploitasi teknologi 3D).

Dua aktor dari film pertama Tron, Jeff Bridges dan Bruce Boxleitner, kembali memerankan karakter Kevin Flynn dan Alan Bradley di sekuel ini. Namun, Bridges dan Boxleitner kali ini tidak berada pada kursi pemeran utama. Tokoh utama pada Tron: Legacy kini berada pada karakter anak Kevin Flynn, Sam Flynn, yang diperankan oleh aktor Garrett Hedlund.

Dikisahkan, semenjak terakhir kali bertemu 20 tahun yang lalu, Sam masih saja terus dihantui bayang-bayang sang ayah yang tak kunjung kembali pada keluarganya. Rasa penasaran akan dimana sebenarnya keberadaan sang ayah sendiri kini telah bercampur dengan sedikit kecurigaan bahwa sang ayah memang sengaja meninggalkan dirinya. Ini terus terjadi hingga akhirnya teman akrab sang ayah, Alan Bradley (Boxleitner), mengungkapkan bahwa dirinya menerima sebuah pesan misterius yang mungkin saja berasal dari Kevin Flynn.

Sedikit penasaran akan hal tersebut, Sam akhirnya mengunjungi tempat lokasi permainan milik keluarganya yang telah lama terabaikan, Flynn’s Arcade. Secara tidak sengaja, Sam kemudian menemukan kantor rahasia sang ayah yang kemudian justru membawanya ke sebuah dunia yang berada di dalam komputer, The Grid. Tidak disangka, di sanalah Sam kembali bertemu sang ayah.

Kevin sendiri kemudian menjelaskan dirinya selama ini terjebak di dalam The Grid dan tidak bisa keluar karena The Grid dipimpin oleh Clu, alter ego yang dulu dibuatnya untuk membantunya namun kemudian malah berbalik mengkhianatinya. Di dalam The Grid, Kevin sendiri tinggal bersama sebuah program komputer yang bernama Quorra (Olivia Wilde). Kini, bertiga mereka harus menemukan jalan untuk keluar dari The Grid sebelum satu-satunya pintu keluar dari dunia tersebut tertutup untuk selamanya.

Hampir 30 tahun jeda antara film pertama dengan sekuelnya dan telah direncanakan semenjak tahun 2005, sepertinya tidak membuat Walt Disney belajar banyak. Tron: Legacy masih menyerupai seri pertamanya: sebuah film yang sangat memikat di bidang tata visual dan teknologi namun jauh tertinggal dalam bidang naskah ceritanya. Jalan cerita film ini bergerak terlalu sederhana. Begitu sederhananya jalan cerita Tron: Legacy sehingga terkadang film ini hadir tanpa adanya sebuah konflik besar yang mampu mengikat perhatian para penontonnya. Berjalan datar, tanpa kehadiran emosi.

Tidak hanya memiliki jalan cerita yang ‘terlalu sederhana,’ Tron: Legacy juga kebanyakan diisi oleh dialog-dialog pendek yang bahkan terdengar terlalu bodoh untuk didengarkan. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan tata visual film yang begitu imajinatif sehingga seringkali mampu mengisi kekosongan yang disebabkan oleh kurang berkembangnya naskah cerita.

Berbicara mengenai tata visual, Tron: Legacy harus diakui adalah sebuah sajian yang sangat, sangat mengagumkan. Disajikan dalam teknologi 3D yang cukup mumpuni, warna-warna terang yang tampil di sepanjang jalan cerita film ini terlihat begitu memikat. Dipadukan dengan special effect yang juga tak kalah mengagumkannya, Tron: Legacy jelas adalah sebuah tontonan wajib bagi mereka yang memang lebih mengedepankan untuk menikmati tampilan visual daripada jalan cerita dari sebuah film.

Selain tata visual, tata suara dan tata musik adalah bagian teknis lain dari Tron: Legacy yang berhasil tampil mengungguli kualitas naskah ceritanya. Dikemas oleh duo pengusung aliran elektronika asal Perancis, Daft Punk, tata musik Tron: Legacy berhasil tampil menghentak dan mengisi setiap adegan dengan sangat sempurna. Perpaduan antara tata visual yang sangat memikat dan tata musik yang begitu menghentak inilah yang kemudian berhasil menghindarkan Tron: Legacy menjadi sebuah film yang memiliki kualitas sangat mengecewakan.

Naskah yang lemah memang akhirnya harus ‘memaksa’ para jajaran pemeran Tron: Legacy untuk tampil seadanya: tampil tanpa kemampuan akting yang memikat serta tampilan emosi yang kuat. Namun setelah melihat apa yang ditampilkan Tron: Legacy secara keseluruhan, kemampuan akting sepertinya bukanlah sesuatu yang sangat diperlukan di film ini. Diisi dengan banyak tata visual hasil karya komputer yang tampil memukau – merupakan film berteknologi 3D terbaik dari Walt Disney — dan kemudian diiringi dengan tata musik yang mampu memberikan hentakan dan mengisi emosi di setiap adegan, Tron: Legacy terlihat sama sekali melupakan bahwa naskah cerita yang padat dan berisi merupakan sesuatu yang sangat berarti dalam sebuah film. Indah untuk dilihat, namun sama sekali tidak berisi apapun yang dapat membuatnya menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diingat.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/12/17/review-tron-legacy-2010/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 2 Jam - 05 Menit - 08 Detik
Ukuran: 271 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: 11 A.M. + Subtitle Indonesia

Kamis, 29 Mei 2014

Downlad Film Gratis - 11 A.M. + Subtitle Indonesia


download film gratis 11 a.m.
Source: HDRip
Released: 28 November 2013 (South Korea)
Country: South Korea
Language: Korean | English
Genre: Sci Fi | Thriller
Director: Hyun-seok Kim
Writer: n/a
Starcast: Jae-yeong Jeong, Ok-bin Kim, Daniel Choi 











Review

Sukses dengan film Snowpiercer karya sutradara kondang Bong Joon Ho dengan raihan jumlah penonton yang mencapai lebih dari 9 jutaan di Korea sana yang kebilang cukup laris dan menarik banyak perhatian dunia karena film tersebut merupakan film Hollywood pertama Bong Joon Ho di kancah perfilman international, sepertinya tema Sci-FI memang tema yang cukup menarik dan mampu mendatangkan anemo masyarakat untuk berbondong-bondong menonton film tersebut sebut saja film Sci-FI Korea lain yang terbilang sukses seperti Save The Green Planet (2003) dan The Host (2006), meskupin ada beberapa diantaranya film sejenis yang terbilang kurang berkesan seperti 2009: Lost Memories (2002), Yesterday (2002) dan Natural City (2003) namun Korea merupakan negara yang cukup maju dalam perfilmannya dan saat ini film-filmnya tidak luput dari perhatian dunia karena selalu menghasilkan trobosan-trobosan baru dengan ide-ide baru yang cukup fresh.

11:AM merupakan film Sci-Fi/Thriller kayra director Kim Hyun Seok, sepertinya beliau ingin mencoba genre baru di dalam karyanya, sebelumnya Kim hyun Seok lebih terkenal dengan film-film romcomnya seperti When Romance Meets Destiny (2005) dan Cyrano Agency (2010), 11:AM rilis sekitar bulan November 2013 dan berhasil menjadi Box office nomor 1 sekitar satu pekan berada di posisi pertama dengan meraih sekitar 8 ratus ribuan lebih jumlah penonton, film ini dibintangi oleh aktor dan aktris kenamaan Jung Jae Young, Kim Ok Bin dan Choi Daniel.

11:AM menceritakan tentang sebuah team ilmuwan yang bekerja di laboratorium bawah air yang dirahasiakan keberadaannya yang terletak di sekitar Great Blue Hole, Belize. mereka bekerja keras membuat sebuah penemuan baru berupa mesin waktu untuk menjelajahi waktu yang dinamakan mesin Trotski, mereka bekerja atas sokongan sebuah perusahaan besar Rusia yang bergerak dalam bidang penelitian ilmiah. Woo Seok (Jung Jae Young) merupakan kepala team yang berambisi besar agar penemuannya sukses, dia ingin kembali ke masa lalu menjumpai mendiang istrinya yang telah meninggal, dia ingin memperbaiki kesalahan dimasa lalu dan ingin menunjukan pada dunia ilmu pengetahuan bahwa nasib manusia bisa dirubah dengan pergi ke masa lalu menggunakan mesin waktu, Woo Seok dibantu oleh Young Eun (Kim Ok Bin), Ji Wan (Choi Daniel) dan anggota team yang lain.

Dengan kebulatan tekad yang mereka miliki akhirnya mereka melakukan percobaan pertama dengan tujuan melintasi waktu ke hari berikutnya, Woo Seok dan Young Eun mereka berdua berangkat menjelajahi waktu dengan memasuki sebuah mesin waktu buatan mereka tepat pukul 11:00 AM kehari berikutnya, meski dengan hati was-was namun mereka mencoba menegarkan diri demi kesuksesan team mereka yang selama ini telah berusaha dengan keras, akhirnya mereka tiba dengan selamat di hari berikutnya.

Nnamun apa yang terjadi setiba disana? mereka tidak menemukan teman sesama team mereka, mereka menemukan banyak keganjilan yaitu laboratorium mereka yang mulai di lalap api, sesosok orang misterius berusaha membunuh Woo Seok selain itu mereka menemukan rekaman CCTV berisi rekaman proses kematian para anggota team tersebut tepat di hari itu, apa yang sebenarnya terjadi? Siapakah sosok misterius yang berusaha untuk membunuh Woo Seok? Dan bagaimanakah nasib para anggota team yang lain?


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x352
Durasi: 1 Jam - 38 Menit - 53 Detik
Ukuran: 201 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: DSS_Indo

Download Film Gratis: War of the Worlds Goliath + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - War of the Worlds Goliath + Subtitle Indonesia


download film gratis war of the worlds goliath
Source: BRRip
Released: 3 July 2014 (USA)
Country: Malaysia | Japan | USA
Language: English
Genre: Animation | Action | Adventure | Sci Fi
Director: Joe Pearson
Writers: David Abramowitz (screenplay), Joe Pearson (story)
Starcast: Beau Billingslea, Jim Byrnes, Tony Eusoff











Review

War of the Worlds: Goliath adalah sebuah film animasi fiksi ilmiah Malaysia pada tahun 2012 yang disutradarai oleh Joe Pearson yang dirilis pada tanggal 15 November 2012 di Malaysia. Film ini diisi oleh aktor Peter Wingfield, Adrian Paul, Tony Eusoff, Elizabeth Gracen, Jim Byrnes, Rob Middleton, Mark Sheppard, Matt Letscher, Adam Baldwin dan aktor pengisi suara lainnya. Film ini adalah sekuel dari novel H. G. Wells berjudul The War of the Worlds (1898).

Pada tanggal 22 September 2012, film animasi 'War of The Worlds: Goliath' (WOTWG), diakui sebagai Feature Film animasi 3D Terbaik di Festival Film 3D di Los Angeles. 3DFF adalah sebuah festival independen yang menarik tokoh-tokoh dari konten 3D dan industri infrastruktur. Ya, ini adalah film pertama buatan Malaysia yang telah diputar di 3DFF.

War of the Worlds: Goliath” berlatarkan Manhattan, New York pada tahun 1914 yang mana pada masa itu dunia dilanda kekacauan apabila makhluk asing datang menyerang. Segala harapan untuk kekal selamat diletakkan pada A.R.E.S. A.R.E.S adalah sebuah kumpulan yang diketuai oleh Teddy Roosevelt (Jim Byrnes), Nikola Tesla (Joey D'Auria) dan Red Baron (Matt Letscher).


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 28 Menit - 23 Detik
Ukuran: 178 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng

Download Film Gratis: Return to Nuke 'Em High Volume 1 + Subtitle Indonesia

Selasa, 27 Mei 2014

Download Film Gratis - Return to Nuke 'Em High Volume 1 + Subtitle Indonesia


download film gratis return to nuke
Source: BRRip
Released: 10 January 2014 (USA) 
Country: USA
Language: English
Genre: Comedy | Horror | Sci Fi
Director: Lloyd Kaufman
Writers: Travis Campbell, Casey Clapp (additional material)
Starcast: Asta Paredes, Catherine Corcoran, Vito Trigo 











Sinopsis

Return to the Class of Nuke 'Em High follows a young couple that are up against the school glee club. Unfortunately, the glee club has mutated into a gang called The Cretins. When the other students begin to undergo mutations, our couple must solve the mystery and save Tromaville High School.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 14 Detik
Ukuran: 189 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Sanjaykhan

Download Film Gratis: Sector 7 + Subtitle Indonesia

Kamis, 15 Mei 2014

Download Film Gratis - Sector 7 + Subtitle Indonesia


download film gratis sector 7
Source: BRRip
Released: 2011
Country: South Korea
Language: Korean (English Dubbing)
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Ji-hoon Kim
Writer: Ji-hoon Kim

Starcast: Ji-won Ha, Sung-kee Ahn and Ji-ho Oh











Review

Kehebohan yang ditimbulkan oleh thriller monster terbaru Korea Selatan satu ini memang luar biasa, bahkan jauh sebelum dirilis banyak penontonnya sangat yakin bahwa film garapan Kim Ji-Hoon ini akan mampu menandingi atau paling tidak menyamai kesuksesan koleganya, The Host, sesama film monster yang banyak dipuji kritikus itu apalagi Sector 7 di buat dalam format 3D, sesuatu yang tidak dimiliki oleh film Korea Selatan manapun sebelumnya.

Tapi terkadang ambisi terlalu besar yang tidak dibarengi kemampuan memadai itu bisa membunuh Ji-Hoon, karena apa yang terjadi pada Sector 7 ? Sector 7 adalah film dengan produksi WAH ! Dengan budget besar sekitar 8, 7 juta Dollar U.S.!
========

Jadi apa itu Sector 7? Ia adalah nama tempat penambangan minyak dan gas lepas pantai bersejarah yang terletak di perbatasan Korea Selatan dan Jepang, tempat dimana semua mimpi buruk ini bermulai. Ya suatu benda telah menunggu di kedalaman 8000 kaki di bawah laut lepas tersebut.

Penggalian minyak mengalami kegagalan dan markas pengeboran minyak memberikan perintah untuk mundur. Kapten Jeong Man dikirim untuk mengawasi penarikan kru Eclipse.
Namun, manajer peralatan, Hae Jun, menentang perintah markas dan yakin bahwa minyak akan ditemukan di Sector 7.

Termotivasi oleh keyakinan Hae Jun, sang kapten menyarankan untuk melakukan satu latihan terakhir. Sementara Hae Jun dan para kru terlibat sepenuhnya dalam upaya terakhir, mereka justru kehilangan komunikasi dengan markas, dan kru merasa ada sesuatu di luar sana.

Satu persatu tubuh menghilang dan mereka yang selamat harus berpikir cepat dan menghadapi monster dari dasar laut. Kelangsungan hidup nampaknya tidak memungkinkan, tapi Hae Jun dan para kru bertekad untuk keluar dari Sector 7 hidup-hidup.
======--=

Aksi Ha Ji-won di film ini pantas diacungi jempol. Bintang Secret Garden ini tdak kalah  dengan Angelina Jolie waktu melakukan banyak adegan action. Ji-won tampil meyakinkan sebagai Hae-jun, ahli pertambangan yang memimpin semua kru laki-laki dengan tegas dan cerdas.

Kisah Sector 7 sendiri terinspirasi mitos di Korea Selatan. Sebuah penelitian jaman dulu bilang kalau ada sumber minyak melimpah, melebihi yang ada di Arab, di lepas pantai dekat Pulau Jeju, Korea, dan Pulau Shinjuki, Jepang. Sampai sekarang sulit dibuktikan karena medannya berat.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3
Jenis : MP4
Ukuran : 141 mb
Durasi : 1 Jam - 41 Menit - 06 Detik
Source : BRRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT

Download Film Gratis: The Machine + Subtitle Indonesia

Rabu, 14 Mei 2014

Download Film Gratis - The Machine + Subtitle Indonesia


download film gratis the machine
Source: BRRip
Released: 21 March 2014 (UK)
Country: UK
Language: English
Genre: Sci Fi | Thriller
Director: Caradog W. James
Writer: Caradog W. James
Starcast: Caity Lotz, Toby Stephens, Sam Hazeldine 











Review

Sci-fi thriller British kecil ini mencoba kembali menghadirkan bagaimana manusia bermain-main sebagai Tuhan ketika menciptakan sesuatu yang tidak bisa dikendalikannya. Settingnya berada di masa depan yang tampaknya tidak jauh dari sekarang, masa depan ketika perang dingin antara sekutu dan Cina sudah berada di depan pintu, masa depan di mana ilmuwan pintar macam Dr. Vincent McCarthy (Toby Stephens) yang bekerja buat pemerintah dan militer mencoba kembali melanjutkan proyek A.I-nya setelah kekacauan yang terjadi sebelumnya.

McCarthy berada di tengah-tengah dua kepentingan yang berbeda, di satu sisi ia ditugaskan untuk membuat tentara super dengan implan otak baru yang berisisi program rancangannya, di satu sisi ia juga memanfaatkan temuannya itu buat putrinya yang mengidap autisme. Dan ketika kolega barunya, Ava (Caity Lotz) tewas terbunuh, ia kemudian menghidupkanya kembali dalam wujud mesin.

Usaha manusia menciptakan mesin sesempurna manusia sudah terekam berlulang-ulang dalam dunia film, sebut saja cult klasik Blade Runner, RoboCop sampai franchise Terminator atau The Matrix, tetapi jangan mengharapkan The Machine akan tampil sebesar seperti koleganya itu meskipun mengusung konsep sama.

Sebagai sebuah film low budget yang budget-nya mungkin tidak cukup untuk membayar honor Chris Evand di sekuel Captain America, sutradara asal Wales Caradog W. James harus memutar otak untuk memaksimalkan premis besarnya dengan dana dan set terbatas. Settingnya hanya berputar-putar di sebuah bungker militer besar, sebagian besar dananya mungkin hanya untuk menampilkan CGI berbentuk teknologi komputer canggih dan tentu saja sang mesin cantik dalam wujud Caity Lotz yang dibangkitkan dari kematian untuk dijadikan tentara super yang berkilauan.

Masalahnya adalah ketika ciptaan si dokter ternyata dlluar dugaan bisa berpikir dan memiliki emosi layaknya manusia yang berbuntut dan kompleksitas moral. Ya, berbicara soal moral dan pilihan-pilihan sulit, sepertinya hal-hal filosfis macam perkataan sang mesin yang dalam kepada McCarthy, “what makes my clever imitation of life any different from theirs? Apart from their flesh, what makes them any different from me?” coba ditonjolkan Caradog W. James guna mengalihkan presentasi klasik fiksi ilmiah suramnya yang minim kemewahan.

Masalahnya, naskah besutan James bukan hanya terlalu klise dengan segala cerita tentang bagaimana robot yang ingin menjadi manusia, namun juga ia tidak pernah benar-benar kuat membentuk segala urusan moral, termasuk sentuhan dramanya yang juga gagal menciptakan emosi yang semestinya, belum lagi beberapa subplot tentang industri militer dan pemberontakan para ‘mesin’ yang coba dijejelkan ke dalamnya ternyata tidak terlalu berguna menopang plot utamanya.

Sentralnya memang ada pada karkater Dr. Vincent McCarthy yang dimainkan oleh musuh James Bond dalam Die Another Day, Toby Stephens, tetapi bagaimanapun pada akhirnya semua perhatian tersita oleh bintang serial televisi Arrow yang juga mantan penari buat video klip Lady Gaga, Caity Lotz. Lotz harus menjadi ‘agen’ ganda yang tampil manis sebagai manusia dan dingin sebagai mesin yang belajar menjadi manusia.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 30 Menit - 27 Detik
Ukuran: 179 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Kgs_Dedi

Download Film Gratis: Gravity + Subtitle Indonesia

Sabtu, 10 Mei 2014

Download Film Gratis - Gravity + Subtitle Indonesia


download film gratis gravity
Source: BRRip
Released: 4 October 2013 (USA)
Country: USA
Language: English | Greenlandic
Genre: Drama | Sci Fi | Thriller
Director: Alfonso Cuarón
Writers: Alfonso Cuarón, Jonás Cuarón
Starcast: Sandra Bullock, George Clooney, Ed Harris











Review

Selain karena kegemaran mereka untuk berbagi cerita, umat manusia jelas menciptakanfilm agar mereka dapat merasakan pengalaman menjadi bagian sebuah dunia atau perjalananatau petualangan dari jalan cerita yang mereka dengar atau saksikan. Sebuah pengalaman.Film teranyar arahan Alfonso Cuarón, Gravity, jelas dengan seksama melakukan haltersebut.

Dengan kualitas tatanan produksi audio visual yang mengagumkan, Cuarón mampumemberikan penontonnya sebuah pengalaman mengenai bagaimana rasanya menikmatiperjalanan di luar angkasa sekaligus terjebak di dalamnya. Memang, Hollywood telahberulang kali mengeksploitasi angkasa luar sebagai bagian tidak terpisahkan dalam setiapfilm yang mereka produksi. Namun percayalah… kecuali Anda adalah seorang astronotyang telah berulang kali mengeksplorasi luar angkasa, maka Gravity akan menjadi satu-satunya kesempatan Anda untuk benar-benar melayang dan merasakan bagaimanapengalaman berada di lingkungan tanpa adanya gaya gravitasi tersebut.

Dengan naskah yang ditulis oleh Cuarón bersama dengan puteranya, Jonás Cuarón, Gravitymemulai kisahnya dengan memperkenalkan dua karakter utamanya: seorang ahli biomedisbernama Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) dan seorang astronot veteran bernama MattKowalski (George Clooney) yang sedang berada dalam misi perjalanan ke luar angkasa.

Perjalanan ke luar angkasa tersebut merupakan perjalanan luar angkasa perdana bagi Dr.Stone – sebuah pengalaman yang jelas kemudian seringkali memberikan rasa kegugupanyang luar biasa bagi dirinya.

Namun, dengan bantuan kemampuan Matt yang selalu mampu mencairkan suasana, Dr.Stone secara perlahan mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya – dan bahkanmulai menikmati rasa kesunyian yang mengelilingi lingkungan angkasa luar yang maha luas.

Sial, bahaya kemudian datang mengancam nyawa keduanya setelah sebuah satelit miliknegara Rusia yang baru saja dihancurkan tanpa disangka memberikan efek samping yangburuk ketika puing-puing satelit tersebut mulai melayang ke berbagai penjuru danmenghancurkan satelit-satelit lain yang berada di sekitarnya, termasuk menabrak kapal ulangalik Explorer yang digunakan oleh Dr. Stone dan Matt.

Akibat tabrakan tersebut, tidak hanya Dr. Stone terpisah dari Matt, namun komunikasinyadengan Bumi juga mengalami hambatan. Dr. Stone kini berada sendirian. Mengapung dikegelapan angkasa luar. Dalam kepanikan yang mulai melingkupi suasana hati dan jalanpemikirannya, Dr. Stone kemudian berusaha mencari cara untuk menyelamatkan hidupnya.

Meminggirkan sejenak tampilan visual arahan sinematografer Emmanuel Lubezki yang akanmampu menghanyutkan setiap orang yang menyaksikannya, Alfonso dan Jonás Cuarónmemanfaatkan interaksi yang terbentuk antara karakter Dr. Ryan Stone dengan MattKowalski sebagai jembatan bagi penonton untuk mengetahui lebih banyak tentang keduakarakter tersebut.

Dari dialog yang saling terlontar itu pula penonton dapat melihat bagaimana kedua karaktermemandang kehidupan sekaligus tragedi yang sedang dalam perjalanan untuk menyapamereka: Dr. Stone adalah karakter yang serius dan berusaha sekuat mungkin untukmenghindarkan dirinya dari kematian sementara Matt adalah sosok yang tetap tenang danmenikmati setiap detik perjalanan hidup yang masih ia miliki.

Lebih dari itu, Alfonso dan Jonás Cuarón secara perlahan juga menyelipkan berbagaipotongan kisah pribadi Dr. Stone dalam dialog yang terlontar, khususnya mengenai sosokputeri yang begitu disayanginya. Sayangnya, ketika tampilan visual Gravity tidak sedangmembentuk jalinan rasa ketegangan cerita dan karakter Dr. Ryan Stone dan Matt Kowalskitidak sedang berbagi kisah kehidupan mereka, naskah cerita Gravity sayangnya mulai terasakehilangan pegangannya – hal ini sangat, sangat dapat dirasakan pada paruh keduapenceritaan.

Aliran emosional yang semenjak awal telah terbentuk kuat serta sempat memuncak secaraperlahan mulai terasa menurun hingga akhirnya stagnan secara emosional sebelum paruhketiga penceritaan datang dan mulai kembali memacu adrenalin penonton. Tipisnya lapisanpenceritaan inilah yang harus diakui akan sangat mempengaruhi bagaimana reaksi penontonpada karakter-karakter yang sedang mereka saksikan di depan layar.

Alfonso dan Jonás Cuarón terkesan seperti kekurangan amunisi untuk mempertahankankekuatan emosional cerita di paruh pertama penceritaan sebelum akhirnya memberikanmenyajikan konklusi masalah di akhir kisah. Dengan monotonnya latar belakang lokasi,karakter serta konflik yang terbangun dalam jalan penceritaan, jelas kemampuan para aktoruntuk tetap mempertahankan perhatian penonton dan tidak merasa jenuh akan karakteryang mereka perankan adalah sangat dibutuhkan.

Beruntung, Alfonso Cuarón memiliki George Clooney dan Sandra Bullock. Well… karakterMatt Kowalski yang diperankan oleh Clooney memang sepertinya tergambar ataskepribadian Clooney sesungguhnya – sosok pria dengan penuh daya tarik dengankemampuan untuk memberikan rasa kehangatan pada siapapun yang mengenalnya. Punbegitu, tetap saja, dalam penampilannya yang begitu terbatas, Clooney mampu memberikankesan yang begitu mendalam pada karakter Matt Kowalski yang ia perankan.

Tugas sesungguhnya jelas berada di pundak Bullock. Bullock tidak hanya harusmemerankan sesosok wanita cerdas yang untuk pertama kalinya harus bertugas di luarwilayah kenyamanannya, namun ia juga harus berperan sebagai sosok ibu dengan masa laluyang cenderung kelam. Terdengar kompleks untuk seorang Bullock yang lebih dikenalsebagai ratu komedi? Tidak perlu khawatir. Bullock menjalankan tugasnya dengan sangat,sangat baik. Sempurna malah. Bullock mampu dengan lugas menampilkan setiap sisiemosional dari karakternya – mulai dari rasa kegugupannya dalam menjalankan tugasnya diawal film, ketakutannya ketika berada sendirian di angkasa luar hingga tumbuhnya kembalimomen-momen keberanian dirinya dalam merenggut kembali kehidupannya. Sempurna.

Kembali berfokus pada bagian teknis, Gravity jelas melaju terdepan sebagai salah satu filmdengan kualitas tata produksi paling mengagumkan dalam beberapa tahun terakhir. Arahangambar karya sinematografer Emmanuel Lubezki mampu menangkap keindahan sekaliguskemisteriusan yang menakutkan dari angkasa luar. Disajikan dengan teknologi visual 3D,Gravity akan mampu memberikan pengalaman yang begitu kuat kepada setiap penontonnyamengenai bagaimana rasanya melakukan perjalanan di angkasa luar sekaligus terjebakdalam berbagai intrik yang terjadi di sekitarnya.

Memperkuat ketegangan yang dihasilkan sisi visual film, tata musik karya Steven price jugamampu begitu mendukung setiap intensitas emosional yang berusaha disajikan dalam film ini.Yang jelas, secara keseluruhan, kualitas tata produksi Gravity adalah sebuah jawaban daripertanyaan mengapa sebuah film harus disaksikan di megahnya layar bioskop yangsepertinya semakin jarang dirasakan dari kebanyakan rilisan film belakangan.

Gravity is, simply, the best cinematic experience of the year! Sebuah mahakarya teknikalyang tidak hanya dapat disaksikan atau didengar namun juga dapat dirasakankeberadaannya. Pun begitu, tetap harus diakui bahwa penggalian yang kurang begitumendalam dari Alfonso dan Jonás Cuarón pada sisi penulisan karakter dan ceritamemberikan sedikit ganjalan untuk dapat menjalin hubungan emosional yang lebih kuat padatatanan pengisahan maupun karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita film ini.

Rasa keindahan dan ketegangan yang dihasilkan tampilan visual memang akan mampumenutupi kekurangan dari sisi cerita tersebut namun jelas tetap terasa sebagai sebuahkekosongan yang cukup berarti. Tetap saja, tidak ada alasan untuk tidak merayakankeberhasilan Cuarón dalam menggarap serta mengeksekusi Gravity yang begitu menantangindera ini. Bravo!

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2013/10/05/review-gravity-2013/



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 30 Menit - 58 Detik
Ukuran: 198 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng