.
.
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: Slank Nggak Ada Matinya

Jumat, 23 Mei 2014

Download Film Gratis - Slank Nggak Ada Matinya


download film gratis slank nggak ada matinya
Source: DVDRip
Released: 24 Desember 2013
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Drama | Biography
Director: Fajar Bustomi
Writer: Cassandra Massardi
Starcast: Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Shahab, Ajun Perwira, Deva Mahendra










Review

Jika Generasi Biru (2009) yang disutradarai oleh Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar adalah sebuah film musikal eksperimental yang dibuat untuk memperingati 25 tahun perjalanan karir bermusik Slank, maka Slank Nggak Ada Matinya mungkin akan lebih tepat dilihat sebagai retrospektif terhadap 30 tahun keberadaan Slank di industri musik Indonesia dengan jalan penceritaan yang lebih berfokus pada setiap pribadi yang mengisi kelompok musik tersebut.

Berbeda dengan Generasi Biru dimana masing-masing personel Slank turut berlaku sebagai pemeran utama dalam film tersebut, Slank Nggak Ada Matinya menempatkan Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Shahab, Ajun Perwira dan Deva Mahendra yang masing-masing berperan sebagai para personel Slank. Lalu, apakah kelima aktor muda Indonesia tersebut mampu memerankan serta menghidupkan karakter para personel Slank yang semenjak lama dikenal sebagai sosok yang cukup eksentrik tersebut?

Dengan naskah yang ditulis oleh Cassandra Massardi (Crazy Love, 2013) dan disutradarai oleh Fajar Bustomi (Bestfriend?, 2008), Slank Nggak Ada Matinya memulai kisahnya pada tahun 1996 dimana Slank sedang berada di ambang perpecahan setelah tiga personelnya keluar dari kelompok musik tersebut. Tidak ingin Slank bubar begitu saja, dua personel yang juga pendiri Slank, Bimbim (Adipati Dolken) dan Kaka (Ricky Harun), akhirnya memilih untuk melakukan reformasi pada kelompok musik mereka: Ivanka (Aaron Shahab) yang sebelumnya merupakan personel tambahan ditarik menjadi personel tetap serta Ridho (Ajun Perwira) dan Abdee (Deva Mahenra) kemudian ditetapkan sebagai personel tambahan untuk melengkapi formasi bermusik Slank.

Dengan formasi baru tersebut – yang merupakan formasi ke-14 Slank di sepanjang karir mereka, Slank melanjutkan tur musik mereka sekaligus mulai bersiap untuk merilis sebuah album baru. Melihat kontribusi yang sangat besar dari Ridho dan Abdee bagi musikalitas Slank yang baru, tidak butuh waktu lama bagi Kaka dan Bimbim untuk kemudian menetapkan keduanya sebagai dua personel tetap baru bagi Slank.

Namun, masalah sebenarnya tidak hanya datang dari kehidupan profesional para personel Slank. Dibalik kepopuleran mereka, Bimbim, Kaka dan Ivanka sedang dirundung begitu banyak masalah akibat ketergantungan mereka terhadap obat-obatan terlarang. Bahkan ibu kandung Bimbim, Bunda Iffet (Meriam Bellina), yang kini telah ditunjuk sebagai manajer mereka tidak sanggup menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Meskipun begitu, Bunda Iffet sendiri tidak menyerah begitu saja. Dibantu dengan Abdee dan Ridho yang bukanlah para pengguna obat-obatan terlarang, Bunda Iffet mulai berusaha lebih keras agar Bimbim, Kaka dan Ivanka dapat terlepas dari jeratan barang haram tersebut sekaligus dapat bermusik dengan jalan pemikiran yang jauh lebih baik lagi.

Meskipun masih terdapat kekurangan di beberapa bagiannya, khususnya pada pengembangan kisah pada beberapa karakter pendukung serta banyaknya plot penceritaan minor yang seharusnya tidak begitu diperlukan keberadaannya, namun naskah cerita yang disusun Cassandra Massardi telah merangkum satu bagian dari perjalanan karir bermusik Slank dengan cukup baik.

Fokus yang diberikan pada usaha masing-masing personel kelompok musik tersebut untuk melepaskan diri mereka dari jeratan obat-obatan terlarang mampu dikembangkan dengan baik dan menjadi jalinan kisah yang cukup menarik untuk diikuti. Beberapa plot cerita tambahan seperti kisah romansa serta kisah pembuatan beberapa lagu dan album mereka juga berhasil dimasukkan dan mendapatkan porsi penceritaan tersendiri dalam presentasi kisah Slank Nggak Ada Matinya – meskipun mereka yang berharap untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang perjalanan musikalitas Slank mungkin akan tetap merasa terasingkan oleh film ini. Oh. Lalu bagaimana dengan penampilan Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Shahab, Ajun Perwira dan Deva Mahendra yang masing-masing berperan sebagai para personel Slank?

Well… miscast mungkin adalah penjelasan yang paling masuk akal. Sejujurnya, kelima aktor tersebut sama sekali tidak tampil dalam penampilan akting yang begitu buruk – dengan Deva Mahenra mampu mencuri perhatian lewat perannya sebagai Abdee. Namun, kelimanya gagal untuk memberikan kehidupan sekaligus jiwa pada karakter-karakter yang mereka perankan. Pada kebanyakan bagian, kelimanya terlihat hanya berusaha meniru dari gestur tubuh para personel Slank tanpa pernah sekalipun terlihat benar-benar mampu menjadi mereka. Mimicking. Suatu hal yang berbeda ketika penonton melihat penampilan dari Meriam Bellina yang mampu menjadikan karakter Bunda Iffet begitu emosional dalam setiap kehadirannya.

Jajaran departemen akting Slank Nggak Ada Matinya juga diperkuat dengan beberapa penampilan lain, termasuk penampilan dari para personel Slank serta beberapa nama seperti Tora Sudiro, Poppy Sovia, Epy Kusnandar, Hanung Bramantyo dan Ringgo Agus Rahman yang membuat presentasi film ini menjadi semakin menarik.

Jika saja sutradara Fajar Bustomi dan tim produksi Slank Nggak Ada Matinya mau menghabiskan lebih banyak waktu dalam memilih jajaran pemeran yang lebih tepat untuk memerankan setiap personel Slank, mungkin film ini akan terlihat berjalan lebih dinamis. Didukung dengan naskah cerita karya Cassandra Massardi yang merangkum satu bagian perjalanan dari karir bermusik Slank dengan cukup baik serta pengarahan Fajar Bustomi yang berhasil mengalirkan penceritaan film ini dengan cukup lancar, Slank Nggak Ada Matinya sebenarnya bukanlah sebuah presentasi yang sangat mengecewakan. Film ini menyimpan potensi yang besar untuk menjadi sebuah film biopik yang kuat namun, sayangnya, gagal untuk meraih kualitas tersebut akibat dukungan departemen akting yang cenderung lemah.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2013/12/30/review-slank-nggak-ada-matinya-2013/



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 32 Menit - 18 Detik
Ukuran: 190 mb

Download Film Gratis: Shahid + Subtitle Indonesia

Rabu, 14 Mei 2014

Download Film Gratis - Shahid + Subtitle Indonesia


download film gratis subtitle indonesia
Source: DVDRip
Released: 18 October 2013 (India)
Country: India
Language: Hindi
Genre: Biography | Drama
Director: Hansal Mehta
Writers: Sameer Gautam Singh, Sameer Gautam Singh (story)
Starcast: Rajkummar Rao, Prabhleen Sandhu, Mohammed Zeeshan Ayyub










Sinopsis

Shahid menelusuri kisah nyata dibunuh aktivis hak asasi manusia dan pengacara Shahid Azmi. Dari mencoba untuk menjadi teroris untuk menjadi salah dipenjarakan di bawah undang-undang anti-terorisme kejam untuk menjadi pengacara kriminal Shahid jejak perjalanan pribadi inspirasi dari anak laki-laki yang menjadi mesias tidak mungkin untuk hak asasi manusia sementara menyusul maraknya kekerasan komunal di India.

Ini kisah seorang Muslim yang miskin berjuang untuk berdamai dengan ketidakadilan, ketimpangan dan naik di atas keadaannya adalah bukti inspirasi untuk jiwa manusia.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x336
Durasi: 2 Jam - 10 Menit - 37 Detik
Ukuran: 281 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

ahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Ackiel_Khan

Download Film Gratis: Lincoln + Subtitle Indonesia

Jumat, 09 Mei 2014

Download Film Gratis - Lincoln + Subtitle Indonesia


download film gratis lincoln
Source: DVDRip
Released: 2012
Country: USA
Language: English
Genre: Drama | Biography | History | War
Director: Steven Spielberg
Writers: Tony Kushner (screenplay), Doris Kearns Goodwin (book)
Starcast: Daniel Day-Lewis, Sally Field, David Strathairn, Joseph Gordon-Levitt










Review

Tahun 2012 nampaknya jadi tahun bagi para Presiden Amerika Serikat, dimana setidaknya ada total tiga film yang menjadikan sosok orang nomor satu Amerika menjadi tokoh utamanya. Yang pertama adalah Abraham Lincoln: Vampire Hunter yang mengangkat kisah fiksi dari novel tentang Abe Lincoln yang menjadi pemburu vampir. Lalu ada sosok Franklin D. Roosevelt yang diperankan oleh Bill Murray dalam dramedi Hyde Park on Hudson.

Tapi diantara film-film tersebut yang paling digarap dengan serius dan paling akurat dengan sejarah tentunya adalah Lincoln karya Steven Spielberg ini. Diangkat dari sebuah buku berjudul Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln karya sejarawan Doris Kearns Goodwin, film ini menceritakan empat bulan terakhir dari hidup Abraham Lincoln.

Sosok Presiden ke-16 Amerika Serikat ini diperankan oleh Daniel Day-Lewis yang sebelum filmnya tayang sudah digadang-gadang meraih nominasi Best Actor Oscar bahkan dijagokan menang. Pesona akting Day-Lewis yang dalam 10 tahun hanya bermain di lima film termasuk Lincoln (mendapat tiga nominasi Oscar dan empat Golden Globe) memang luar biasa. Lincoln sendiri mendapat 12 nominasi Oscar tahun ini termasuk Best Picture, terbanyak diantara film-film lainnya.

Pada Januari 1865 Abraham Lincoln resmi menjabat untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatan yang kedua ini Lincoln mempunyai dua problema yang harus ia pecahkan. Yang pertama adalah perang sipil yang sudah berlangsung selama empat tahun, meski diprediksi perang tersebut akan berakhir dalam hitungan bulan namun sudah ratusan ribu nyawa melayang. Yang kedua adalah usahanya untuk meloloskan Amandemen 13 yang berisi penghapusan dan larangan terhadap perbudakan.

Lincoln berusaha keras untuk mengesahkan amandemen tersebut sebelum perang berakhir. Namun hal itu tidak mudah, karena lawan politiknya dari partai demokrat yang sedang panas akibat kekalahan di pemilu tentunya tidak akan menyetujui begitu saja aturan tersebut. Untuk itulah Abe Lincoln mulai mengatur strategi untuk bisa mendapatkan suara dari beberapa anggota partai demokrat supaya bisa meloloskan amandemen tersebut.

Tentu saja kisah tentang Abraham Lincoln yang sanggup memberikan kemerdekaan bagi para budak sudah dikenal luas, tapi tidak semua orang tahu bagaimana jalan terjal yang harus ia lewati dan strategi macam apa yang ia lakukan. Lincoln akan banyak memperkenalkan pada penontonnya sisi lain Abraham Lincoln yang belum banyak diketahui orang.

Jika orang awam biasanya hanya mengenal Lincoln sebagai sosok pemimpin yang baik hati dan menjunjung kemerdekaan, maka disini sosoknya yang cerdik dan ahli strategi cukup disorot. Menyenangkan bagi kita yang sangat dangkal pengetahuan sejarahnya melihat Abraham Lincoln yang begitu cerdik Seperti yang dikatakan Thaddeus Stevens (Tommy Lee Jones), ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana orang-orang paling bersih di pemerintahan Amerika memainkan beberapa cara "kotor" untuk mencapai sebah tujuan mulia.

Lincoln memang tidak membeli suara dengan memberikan uang pelicin bagi para anggota partai demokrat, tapi ia menjanjikan posisi dan pekerjaan bagi mereka yang mau memberikan suara untuk meloloskan peraturan tersebut. Lincoln begitu cerdik disini dalam mengatur strategi supaya mereka mau berada di pihaknya. Beberapa cara persuasi digunakan dan terbukti efektif. Kehebatan Lincoln juga terlihat pada bagaimana ia bisa dengan begitu baik memanfaatkan sumber daya yang ia miliki.

Film ini berjalan dengan alur yang termasuk lambat. Awal film dimulai dengan berbagai dialog panjang dan tempo penceritaan yang pelan. Durasinya yang mendekati dua setengah jam membuat Lincoln adalah sebuah tontonan yang tidak akan mudah diikuti semua orang.

Film ini memang ber-setting di masa perang, tapi hampir tidak ada adegan peperangan yang terlihat. Hanya sekali adegan di bagian pembuka. Sisanya lebih banyak menampilkan usaha Lincoln dan bawahannya dalam mengatur strategi dan melakukan persuasi terhadap anggota demokrat.

Tensi yang lambat di awal membuat penonton mungkin akan kesulitan mengikuti kisahnya yang penuh dialog panjang karena sudah merasa bosan di awal film. Namun adegan yang menampilkan perdebatan antara pro dan kontra amandemen 13 selalu seru dan menarik diikuti.


Kemudian klimaksnya adalah disaat pemungutan suara yang begitu menegangkan dan berhasil diakhiri dengan mengharukan. Disinlah kebiasaan Spielberg yang terlalu mendramatisir filmnya terasa lagi, padahal Lincoln sedari awal punya rasa yang cukup berbeda dibanding beberapa film Spielberg yang seringkali berlebihan dalam mendramatisir. Lincoln terasa membumi, sederhana tapi mampu dengan maksimal memperlihatkan sosok Abraham Lincoln.

sumber: http://movfreak.blogspot.com/2013/01/lincoln-2012.html


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Durasi : 150 Menit
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Nyamuk_bising (Subscene.com)

Download Film Gratis: The Monuments Men + Subtitle Indonesia

Sabtu, 03 Mei 2014

Download Film Gratis - The Monuments Men + Subtitle Indonesia


download film gratis the monuments men
Source: BRRip
Released: 7 February 2014 (USA)
Country: USA | Germany
Language: English | German | Russian | French
Genre: Biography | Drama | War
Director: George Clooney
Writer: George Clooney (screenplay), Grant Heslov (screenplay)
Starcast: George Clooney, Matt Damon, Bill Murray, Cate Blanchett









Review

Setelah berhasil memenangkan Academy Awards untuk Argo (2012) yang ia produseri bersama Ben Affleck dan Grant Heslov, George Clooney kembali bekerjasama dengan Heslov untuk memproduksi The Monuments Men yang sekaligus menjadi film kelima yang diarahkannya.

Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Clooney dan Heslov berdasarkan buku berjudul The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History karya Robert M. Edsel dan Bret Witter, The Monuments Men bercerita mengenai sebuah kisah nyata bertema kepahlawanan yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang mengenai usaha penyelamatan berbagai benda seni dan budaya dunia dengan nilai kultural penting sebelum benda-benda tersebut dihancurkan oleh Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II.

Sebuah tema penceritaan yang jelas sangat menarik untuk dipresentasikan. Sayangnya, tema menarik tersebut gagal untuk mendapatkaan pengembangan yang kuat, baik dari naskah cerita yang ditulis oleh Clooney dan Heslov maupun dari tata pengarahan Clooney sendiri. Hasilnya, meskipun didukung dengan penampilan berkualitas prima dari jajaran pemerannya, The Monuments Men tampil datar dalam penyajiannya.

Berlatarbelakang kisah pada tahun 1943, The Monuments Men bercerita mengenai usaha Liutenant Frank Stokes (Clooney) dalam meyakinkan Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, untuk mendukung usahanya dalam menyelamatkan berbagai benda seni dan budaya dunia bersejarah yang seringkali rusak maupun dicuri oleh pihak Nazi selama terjadinya Perang Dunia II.

Stokes sendiri berargumen bahwa benda-benda dengan nilai kultural tinggi tersebut sangatlah layak untuk diamankan dan dikembalikan ke tempat asalnya sebagai penanda dan pengingat manusia akan pencapaian sejarah yang telah berhasil diraih sebuah generasi. Dengan usahanya yang gigih, Presiden Amerika Serikat lantas menugaskan Stokes untuk mengumpulkan beberapa orang kepercayaannya untuk kemudian memulai misi mereka dalam mencari, mengumpulkan sekaligus melindungi benda-benda seni yang telah hilang.

Melalui penugasan tersebut, Stokes kemudian mengumpulkan kembali beberapa sahabat lamanya, Liutenant James Granger (Matt Damon), Sergeant Richard Campbell (Bill Murray), Sergeant Walter Garfield (John Goodman), Liutenant Jean Claude Clermont (Jean Dujardin), Private Preston Savitz (Bob Balaban) dan Liutenant Donald Jeffries (Hugh Bonneville), untuk mendukungnya dalam misi tersebut.


Setelah melalui beberapa perundingan, kelompok yang kini menamakan diri mereka The Monuments Men tersebut mulai berbagi tugas dan melakukan penjelajahan ke seluruh wilayah Eropa untuk menjalankan tugas mereka. Bukan sebuah tugas yang mudah, tentu saja. Selain harus menghadapi kesulitan dalam menemukan wilayah tempat keberadaan berbagai benda seni tersebut, mereka juga harus bersiap untuk kehilangan nyawa ketika memasuki banyak wilayah yang masih berada dalam kemelut peperangan.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/03/23/review-the-monuments-men-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 58 Menit - 23 Detik
Ukuran: 239 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: FatHur

Download Film Gratis: Habibie Dan Ainun

Sabtu, 26 April 2014

Download Film Gratis - Habibie Dan Ainun


download film gratis habibie dan ainun
Source: DVDRip
Released: 2012
Country: Indonesia
Language: Indonesian |German
Genre: Drama | Romance | Biography
Director: Faozan Rizal
Writers: Ginatri S. Noer, Ifan Adriansyah Ismail (screenplay), Bacharuddin Jusuf Habibie (book, Habibie & Ainun)
Starcast: Bunga Citra Lestari, Reza Rahadian, Tio Pakusodewo, Ratna Riantiarno, Mike Lucock









Review

Faozan Rizal, yang lebih dikenal atas arahan sinematografi-nya untuk film-film seperti Tendangan dari Langit (2011), The Perfect House (2011) dan Perahu Kertas (2012), melakukan debut penyutradaraannya lewat film berjudul Habibie & Ainun yang diangkat dari buku autobiografi berjudul sama karya mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Terlepas dari kehidupan B.J. Habibie yang dilingkupi dengan banyak intrik politik, Habibie & Ainun justru lebih memfokuskan penceritaannya pada kehidupan pribadi sang mantan presiden, khususnya naik turunnya hubungan asmara yang ia jalin dengan almarhumah sang istri.

Diperkuat dengan naskah cerita arahan Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail, Faozan Rizal berhasil mengarahkan Habibie & Ainun menjadi sebuah kisah cinta yang tidak hanya terasa hangat, namun juga mampu menjalin hubungan emosional yang begitu kuat dengan para penontonnya.

Telah lama menuntut ilmu di Jerman semenjak kematian ayahnya di tahun 1955, Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang akrab dengan nama panggilan Rudi (Reza Rahadian), kembali ke Indonesia pada tahun 1962 untuk meninggalkan sementara risetnya dalam meraih gelar dokter di bidang teknik akibat penyakit tuberkolosis yang ia derita.

Saat kepulangannya itulah, Rudi bertemu kembali dengan Hasri Ainun Besari, atau yang lebih akrab disapa dengan Ainun (Bunga Citra Lestari), gadis yang juga seorang dokter dan dahulu pernah menjadi teman satu sekolah Rudi ketika masa sekolah menengah pertama.

Sama-sama saling terpikat satu sama lain, tidak membutuhkan waktu lama bagi Rudi dan Ainun untuk kemudian melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Tak lama setelahnya, Rudi kemudian membawa Ainun untuk hidup bersamanya di Jerman.

Seiring dengan mahligai pernikahannya yang berlangsung bahagia, dimana Rudi kemudian dikaruniai dua orang putra, karirnya juga mampu melesat dengan cepat. Seusai mendapatkan gelar dokternya – dengan tesisnya yang berhubungan dengan teknik kedirgantaraan meraih banyak pujian, Rudi kemudian diundang oleh banyak perusahaan pembuat pesawat terbang untuk bekerja pada mereka.

Sebuah kesempatan yang sangat bagus, namun kecintaan Rudi pada tanah airnya telah membuatnya bertekad untuk membangun sebuah pesawat terbang untuk negaranya. Kesempatan itu akhirnya datang pada tahun 1973 ketika Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto, memintanya untuk kembali ke Indonesia dan mengaplikasikan kecerdasannya untuk membangun negara – yang juga menjadi awal keterlibatan Rudi dalam dunia politik Indonesia.

Harus diakui, tidak seperti kebanyakan drama romansa lainnya, jalan cerita Habibie & Ainun tidak banyak dipenuhi intrik maupun konflik asmara maupun kehidupan yang dramatis. Kisah cinta yang disajikan film ini cenderung terasa terlalu sederhana dan familiar.

Beruntung, naskah cerita Habibie & Ainun mampu digarap dengan baik oleh Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail. Ginatri dan Ifan mampu menyusun jalinan kisah asmara karakter Habibie dan Ainun dengan sangat hangat, mengisinya dengan komedi-komedi segar yang mampu membuat kedua karakter tersebut menjadi sangat mudah untuk disukai yang sekaligus berhasil secara perlahan mampu membangun jalinan emosional dengan para penonton.

Konflik-konflik minimalis yang dihadirkan juga mampu ditata dengan baik – mulai dari konflik yang datang dari hubungan keduanya hingga dari unsur politik dalam kehidupan karakter Habibie yang mulai mempengaruhi pernikahan tersebut – untuk kemudian dihadirkan dalam penyampaian yang mengalir dengan sangat lancar.

Sebagai seorang sutradara, eksekusi yang dilakukan Faozan Rizal terhadap jalan cerita Habibie & Ainun mampu membuat film ini mengalir dengan ritme penceritaan yang tepat. Berjalan dengan tempo yang sederhana, Faozan memberikan cukup banyak ruang bagi penonton untuk mengenal dua karakter utama dalam film ini sekaligus menyajikan deretan konflik dalam kehidupan mereka yang akhirnya akan mampu menghanyutkan hati setiap penontonnya.

Faozan juga mendapat dukungan tata sinematografi yang sangat baik dari Ipung Rachmat Syaiful yang berhasil menghadirkan deretan gambar yang begitu indah dan mampu mendukung emosi yang ingin disajikan dalam banyak adegan di film ini.

Walau beberapa kali masih terasa terlalu hiperbolis dalam menyajikan kemegahan tata orkestrasinya, namun musik arahan Tya Subiakto Satrio juga mampu menjadi elemen pelengkap yang sangat baik bagi jalan cerita Habibie & Ainun.

Tata teknis lainnya yang mampu tampil menonjol adalah arahan artistik yang mampu menghadirkan suasana negara Jerman dan Indonesia di masa lampau dengan sangat meyakinkan.

Berperan sebagai Habibie, Reza Rahadian sekali lagi berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan aktor terbaik yang dimiliki Indonesia untuk saat ini. Reza mampu menghidupkan karakter Habibie dengan tanpa cela – mulai dari gestur tubuh, pembawaan emosional hingga karakteristik puitisnya.

Chemistry yang ia jalin bersama Bunga Citra Lestari – yang juga tampil dalam kapasitas yang jelas tidak akan mengecewakan – mampu tampil sangat meyakinkan. Hubungan Reza dan Bunga mampu membawa penontonnya ke berbagai tingkatan emosional yang hadir di sepanjang penceritaan film ini.

Walau tampil dengan porsi cerita yang minimalis, kehadiran pemeran pendukung seperti Ratna Riantiarno, Mike Lucock, Vita Mariana Barazza, Teuku Rifnu Wikana hingga Hanung Bramantyo juga mampu memperkuat kualitas penampilan departemen akting Habibie & Ainun.

Dalam debut penyutradaraannya, Faozan Rizal mampu membuktikan bahwa ia tidak hanya sekedar mampu menangkap gambar-gambar yang indah untuk setiap filmnya. Habibie & Ainun juga membuktikan bahwa ia adalah seorang pencerita yang cukup baik. Didukung naskah cerita arahan Ginatri S. Noer dan Ifan Adriansyah Ismail, Faozan mampu merangkai kisah percintaan antara karakter Habibie dan Ainun dengan begitu memikat, terasa hangat dan emosional pada banyak bagiannya.


Tidak dapat disangkal pula bahwa penampilan Reza Rahadian yang fantastis semakin memperkuat kualitas presentasi keseluruhan dari film ini. Adalah sangat jarang untuk menemukan film drama romansa dewasa Indonesia yang benar-benar dewasa, membumi dan berjalan alami seperti Habibie & Ainun. Habibie & Ainun mampu melesat menjadi film drama romansa Indonesia terbaik di sepanjang tahun ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/12/22/review-habibie-ainun-2012/


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Ukuran File: 174 MB (2 File)
Durasi : 2 Jam - 00 Menit - 35 Detik
Source : DVDRip

Download Film Gratis: The Wolf Of Wall Street + Subtitle Indonesia

Sabtu, 29 Maret 2014

Download Film Gratis - The Wolf of Wall Street + Subtitle Indonesia


Source: BRRip
Released: 2013
Country: USA
Language: English
Genre: Biografi, Comedy, Crime, Drama
Director:  Martin Scorsese
Writers: Terence Winter (screenplay), Jordan Belfort (book)
Starcast: Leonardo DiCaprio, Jonah Hill, Margot Robbi










Review


Jadi ini dia kolaborasi kelima antara Martin Scorsese dan Leonardo DiCaprio yang terakhir kali berduet di tahun 2010 lalu dalam Shutter Island. Kali ini mereka kembali dalam adaptasi memoir milik Jordan Belfort yang berjudul sama. Jordan Belfort sendiri adalah mantan pialang saham sukses yang dijuluki The Wolf of Wall Street dan kini dikenal sebagai seorang motivator.

DiCaprio yang memerankan Belfort memang bakal menjadi sorotan utama, namun film ini tidak hanya memiliki DiCaprio. Ada Matthew McConaughey yang kini tengah berada di puncak karirnya dan digadang-gadang menjadi calon kuat pemenang Oscar tahun ini bersaing dengan DiCaprio sendiri, ada Jonah Hill yang perlahan mulai membuktikan bahwa dia tidak hanya bisa bermain dalam komedi-komedi jorok, ada Jean Dujardin sang aktor terbaik Oscar tahun 2012 lalu, hingga Kyle Chandler yang tengah kebanjiran peran dalam film-film bagus macam Argo, Zero Dark Thirty hingga The Spectacular Now.

Filmnya sendiri sempat mengundang kontroversi saat dirilis akibat banyaknya adegan seks, penggunaan kokain, dialog penuh sumpah serapah, bahkan penggunaan hewan dalam filmnya sempat mengundang kontroversi dari banyak organisasi pecinta hewan. Dengan durasi hampir tiga jam (179 menit) nampaknya The Wolf of Wall Street akan jadi kolaborasi tergila Scorsese-DiCaprio.

Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio) mengawali karirnya di Wall Street dengan bekerja untuk firma milik Mark Hanna (Matthew McConaughey). Lewat bimbingan Mark, Jordan mulai belajar menjadi pialang saham yang "baik" lengkap dengan gaya hidup hedonism penuh kokain dan seks seperti yang diajarkan sang mentor.

Setelah peristiwa Black Monday yang mengejutkan dunia saham termasuk membuat bangkrut tempatnya bekerja, Jordan pindah ke sebuah perusahaan bisnis penny stocks di sebuah kota kecil di Long Island. Berkat bekal dan bakatnya merayu dengan tipuan licik pada para klien, perlahan Jordan pun meraup sukses disana.

Tidak lama, bersama dengan teman barunya Donnie Azoff (Jonah Hill) Jordan membuka perusahaan kecil-kecilan yang dinamai Stratton Oakmont. Dengan mempekerjakan beberapa teman Jordan yang lebih banyak berurusan dengan marijuana daripada saham, mereka pun memulai usaha mereka dari nol. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya Stratton Oakmont menjadi perusahaan besar yang mempunyai banyak karyawan. Tentunya semua itu berasal dari kelihaian mereka untuk merayu dan akhirnya "membuang" para klien yang sudah berinvestasi.

Keserakahan Jordan membuatnya tidak tahu bagaimana mengontrol diri. Kehidupannya semakin liar dengan kokain dan seks tidak terkontrol, bahkan ia berselingkuh dan akhirnya menikah dengan Naomi Lapaglia (Margot Robbie). Semuanya lancar sampai seorang agen FBI Patrick Denham (Kyle Chandler) mulai curiga dan menyelidiki perusahaan tersebut.

Kisahnya memang berada di seputaran wall street, bisnis saham, serta tipu menipu dalam hal perekonomian, namun jangan khawatir anda akan tersesat dalam berbagai istilah ekonomi yang membuat pusing orang awam. Naskah yang ditulis oleh Terence Winter berbaik hati untuk tidak banyak bermain dengan istilah asing tersebut dan jikapun ada semuanya akan dijelaskan sejelas mungkin. Scorsese dan Winter tahu benar hal tersebut, bahkan di sebuah adegan Leonardo DiCaprio berbicara pada penonton (breaking the fourth wall) dan berkata bahwa ia memahami bahwa percuma membawa berbagai istilah cerdas tersebut karena toh penonton akan menjadi pusing dan malah kesulitan menikmati filmnya.

Lagipula The Wolf of Wall Street memang bukanlah berfokus pada intrik sahamnya, melainkan kepada segala keliaran dan gaya hidup gila yang dijalani oleh para karakternya. Akan ada banyak kokain yang dihisap, pelacur yang diajak berhubungan seks kapan pun dimana pun, akan banyak orang teler yang perilakunya tidak terkendali disini. Ini adalah satir penuh komedi hitam dari Scorsese tentang mereka yang menganut pola hidup hedonisme dan punya uang berlebih dan (literally) membuang-buang uang yang mereka punya. Rasanya sah-sah saja jika menyebut film ini gila dilihat dari konten yang ada termasuk kuantitas konten tersebut. Kekacauan terjadi dimana-mana hingga pesta pora yang bising dan gila terjadi di dalam ruang kerja adalah contoh kekacauan dalam film ini.

Filmnya memang kacau, ceritanya kacau, karakternya pun kacau tapi semua kekacauan itu dalam konteks kualitas film yang positif. Meski membuat film penuh kekacauan dan karakter yang hidupnya kacau balau, Scorsese mampu mengemas film ini dengan begitu baik lewat penceritaan yang enak diikuti dan sama sekali tidak membosankan meski mendekati durasi tiga jam. Anda akan dibuat terkejut bahkan tertawa melihat bagaimana kegilaan setiap karakternya. Perilaku gila dan tidak terkontrol yang semuanya dipicu oleh keserakahan, kelicikan dan kepuasan akan uang serta kemewahan yang tidak pernah terpenuhi. Cara Scorsese menggambarkan semua itu sekilas memang terlihat berlebihan namun memang film ini berkisah tentang segala sesuatu yang berlebihan.

Temponya berjalan cepat, secepat kesuksesan yang diraih oleh Jordan dan teman-temannya. Sama cepatnya juga dengan bagaimana mereka menghancurkan diri mereka lewat segala kegilaan dan keserakahan tersebut. Ini juga adalah studi tentang bagaimana seseorang menghancurkan hidup mereka karena tidak mampu mengontrol diri. Akting dari para pemainnya memuaskan. Leonardo DiCaprio sudah terbiasa menjadi orang gila, namun aktingnya disini adalah yang paling gila.

Disini dia teler, bertingkah liar, berteriak sepanjang waktu, punya adiksi akan narkoba, seks dan tentunya uang. Namun totalitasnya membuat apa yang dia tampilkan tidak hanya berakhir sebagai sebuah performa konyol yang asal gila. Kedalaman yang dia berikan pada sosok Jordan Belfort menjadi sebuah studi yang sempurna akan kegilaan yang muncul akibat keserakahan dan kontrol diri yang buruk pada seseorang. Jonah Hill pun mengulangi penampilan bagusnya dengan memberikan kegilaan yang sering dia berikan dalam komedi-komedi joroknya.
sumber: http://movfreak.blogspot.com/2014/01/the-wolf-of-wall-street-2013.html



Trailer The Wolf of Wall Street




Download Film nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif:Alternatif 1 alternatif 2
File Format: MP4
Resolusi: 640x270
Durasi: 02:59 Menit
Ukuran: 391



Download Subtitle nya


Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

File Format: Srt & Sub
Bahasa: Indonesia