.
.
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Download Film Gratis: The House of Magic + Subtitle Indonesia

Selasa, 03 Juni 2014

Download Film Gratis - The House of Magic + Subtitle Indonesia


download film gratis the house of magic
Source: BDRip
Released: 26 December 2013 (Singapore)
Country: Belgium
Language: English | French | German
Genre: Animation | Adventure |  Family | Fantasy
Directors: Jeremy Degruson, Ben Stassen
Writers: James Flynn (screenplay), Dominic Paris (screenplay)
Starcast: Cinda Adams, Edward Asner, Emily Blunt












Sinopsis

Thunder, an abandoned young cat seeking shelter from a storm, stumbles into the strangest house imaginable, owned by an old magician and inhabited by a dazzling array of automatons and gizmos. Not everyone welcomes the new addition to the troupe as Jack Rabbit and Maggie Mouse plot to evict Thunder.

The situation gets worse when the magician lands in hospital and his scheming nephew sees his chance to cash in by selling the mansion. Our young hero is determined to earn his place and so he enlists the help of some wacky magician's assistants to protect his magical new home.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4, Link 5
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 25 Menit - 28 Detik
Ukuran: 189 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia

Senin, 02 Juni 2014

Download Film Gratis - Where the Wild Things Are + Subtitle Indonesia


download film gratis whare the things are
Source: BRRip
Released: 16 October 2009 (USA)
Country: USA | Australia | Germany
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Spike Jonze
Writers: Spike Jonze (screenplay), Dave Eggers (screenplay)
Starcast: Max Records, Catherine O'Hara, Forest Whitaker











Review

Where the Wild Things Are adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi oleh sutradara Spike Jonze dari sebuah buku anak-anak populer berjudul sama karya Maurice Sendak yang dirilis pada tahun 1963. Walt Disney Pictures sendiri pernah membeli hak pembuatan versi film dari buku ini pada awal 80-an untuk diadaptasi menjadi sebuah film animasi yang akan menggabungkan karakter yang digambarkan secara animasi tradisional dan digabung dengan setting yang dibuat oleh komputer.

Namun, karena keterbatasan teknologi saat itu, proses adaptasi film ini lama-kelamaan menjadi tertunda hingga akhirnya di tahun 2001, Universal Pictures membeli hak adaptasi buku tersebut, namun tetap berencana untuk membuatnya dalam sebuah bentuk animasi. Akhirnya rencana untuk membuat adaptasi buku ini dalam bentuk animasi berubah setelah kedatangan sutradara Spike Jonze.

Mengisahkan mengenai Max (Max Records), seorang bocah 9 tahun penyendiri yang merasa bahwa kakaknya, Claire (Pepita Emmerichs) dan ibunya, Connie (Catherine Keener), mulai menjauhi dirinya. Kesal dengan keadaan yang ada, Max membuat keributan saat pacar sang ibu (Mark Ruffalo) datang berkunjung. Hasilnya, pertengkaran antara Max dan ibunya membuat Max melarikan diri dari rumahnya.

Dengan menggunakan sebuah sampan, Max mengarungi lautan dan tiba di sebuah pulau asing. Disana, ia menjumpai tujuh makhluk aneh berukuran raksasa yaitu Carol (James Gandolfini) yang sensitif, Ira (Forest Whitaker) yang selalu berbicara dengan suara halus, Judith (Catherine O’Hara) yang pesimis, Alexander (Paul Dano) yang bertubuh meyerupai kambing dan merasa selalu disisihkan, Douglas (Chris Cooper) yang bertubuh mirip burung dan merupakan teman akrab Carol, Bernard (Michael Berry, Jr) yang bertubuh mirip kerbau dan tidak pernah berbicara sekalipun, serta K.W. (Lauren Ambrose) yang suka menyendiri dan disukai oleh Carol.

Segera, Max dan ketujuh makhluk tersebut cepat menjadi akrab. Bahkan, Max diangkat menjadi raja bagi mereka. Namun, sifat Max yang memang suka meledak-ledak ternyata menjadi halangan tersendiri bagi keakraban mereka. Berulang kali, perpecahan antara kelompok tersebut hampir saja terjadi karena Max, khususnya antara hubungan Carol dan K.W., yang memang sepertinya sangat rentan.

Menyimak cerita yang ditawarkan di sepanjang film ini, mungkin sebagian orang akan sulit untuk menerima bahwa film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku cerita anak-anak. Dengan tone yang gelap, cenderung lebih dewasa dan tanpa kehangatan sedikitpun, Where the Wild Things Are sepertinya tidak akan mudah untuk dinikmati kaum muda (baca: anak-anak), maupun bagi mereka yang cenderung akan segera bosan dengan jalan cerita yang sedikit lamban.

Namun, justru hal-hal “gelap” itulah dimana keunggulan film ini banyak muncul. Spike Jonze, seorang yang lebih dikenal sebagai sutradara music video, berhasil memberikan unsur keindahan dari berbagai kesedihan hati yang coba dikeluarkan oleh Max. Para karakter-karakter raksasa yang ditemui Max sendiri, sebenarnya dapat dikatakan adalah perwujudan perasaan Max yang selama ini sering membuatnya merasa terisolir dari dunia luar, khususnya dari keluarganya. Jonze dengan pintar mengekspresikan hal ini dengan bahasa gambar yang indah.

Max Records, yang notabene adalah seorang pendatang baru di dunia akting, berhasil dengan sukses menggambarkan bagaimana perasaan seorang Max, yang sedang marah kepada dunia, sekaligus merasakan kesepian yang mendalam. Records berhasil membuat karakter Max terlihat (seringkali) menyebalkan, namun adakalanya membuat penonton merasa iba akan kesendirian yang dimunculkan Max. Para karakter pendukung – kebanyakan hanya dalam bentuk vokal – juga memberikan kesan tersendiri untuk kesuksesan Where the Wild Things Are. Lewat karakter-karakter pendukung ini, Where the Wild Things Are menjadi lebih hidup, sekaligus menyampaikan titik terkelam dari cerita film ini kepada para penontonnya.

Satu hal lagi yang menjadi keunggulan film ini adalah lagu-lagu dan score yang dibuat oleh Karen O (vokalis The Yeah Yeah Yeahs) dan Carter Burwell. Bersama, Karen O dan Burwell berhasil menambahkan emosi yang ingin ditonjolkan dari karakter Max, khususnya ketika Max mulai merasakan rasa depresi dan kesendirian.

Secara otomatis, berdasarkan jalan cerita yang ditawarkan, Where the Wild Things Are tentu bukanlah sebuah film yang dapat dinikmati oleh semua orang. Film ini membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi untuk menikmati kelamnya jalan cerita yang ditambah dengan lambannya cara penceritaan yang diberikan oleh Jonze. Namun, dibalik itu semua, Jonze berhasil memberikan sebuah keindahan atas berbagai kesedihan emosional yang ditampilkan oleh karakter Max dan tujuh karakter ‘monster’ yang ada di jalan cerita film ini.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2010/02/17/review-where-the-wild-things-are-2009/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x264
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 01 Detik
Ukuran: 213 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

Download Film Gratis - Bridge to Terabithia + Subtitle Indonesia


download film gratis bridge to terabithia
Source: BRRip
Released: 16 February 2007 (USA)
Country: USA
Language: English
Genre: Adventure | Drama | Family | Fantasy
Director: Gabor Csupo
Writers: Jeff Stockwell (screenplay), David Paterson (screenplay)
Starcast: Josh Hutcherson, AnnaSophia Robb, Zooey Deschanel











Review

Bayangkan ada sebuah kerajaan sihir yang hanya kita yang bisa datangi, bayangkan kerajaan sihir itu diserang oleh Dark Master, bayangkan para Terabithian menunggu kehadiran kita untuk membebaskan kita dari Dark Master. Bridge to Terabithia adalah cerita tentang kehidupan sekolah, impian, realitas, dunia impian, kehilangan, kenangan dan tentang kerajaan ajaib Terabithia.

Jess, anak berusia 11 tahun dari keluarga yang biasa, dengan hidup yang biasa. Hidupnya berubah ketika dia bertemu dengan Leslie, gadis pindahan dengan imajinasi yang luar biasa. Berdua mereka menciptakan sebuah kerajaan Terabithia di hutan dekat rumah mereka. Tempat yang hanya mereka bisa datangi, jauh dari dunia nyata. Dunia mereka penuh dengan mahluk gaib, binatang ajaib, troll dan prajurit lebah dan Terabithian, penduduk Terabithia.

Di Terabithia, mereka bertarung, berlari, berkelana dan mencari keberanian yang datang dari diri mereka sendiri untuk menghadapi dunia nyata, masalah dalam keluarga mereka, dan anak-anak nakal di sekolah. Ketika sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi, apakah kerajaan sihir Terabithia akan hilang?


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 31 Detik
Ukuran: 212 mb

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!


Download Subtitle Nya

Download Now

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscane.com

Download Film Gratis: Walking with Dinosaurs + Subtitle Indonesia

Senin, 26 Mei 2014

Download Film Gratis - Walking with Dinosaurs + Subtitle Indonesia


downlad film gratis walking with dinosaurs
Source: BRRip
Released: 20 December 2013 (USA)
Country: USA | UK | India
Language: English
Genre: Animation | Adventure | Family
Directors: Barry Cook, Neil Nightingale
Writer: John Collee
Starcast: Charlie Rowe, Karl Urban, Angourie Rice











Review

Sesekali ada baiknya untuk menoleh kebelakang dan mencaritahu ada cerita apa di zaman purbakala. Seperti pada Walking With Dinosaurs, Anda akan dibawa kembali ke 70 juta tahun silam oleh seekor burung Alexornis bernama Alex (John Leguizamo).

Berawal saat Ricky (Charlie Rowe) mengikuti pamannya, Uncle Zack (Karl Urban) ke sebuah pedalaman untuk menggali fosil yang diketahui adalah gigi dari jenis predator purbakala, Gorgosaurus. Ricky yang semula enggan untuk ikut, justru dipertemukan dengan Alex, burung yang dapat berbicara dan mengisahkan cerita dari fosil gigi Gorgosaurus tersebut.

WALKING WITH ... Bukan kisah tentang Alex, melainkan sahabatnya, Patchi (Justin Long), sejenis Pachyrhinosaurus, pemakan tumbuh-tumbuhan. Patchi adalah bungsu dari keluarga kecilnya. Ia selalu ditindas oleh kakak-kakaknya terutama Scowler (Skyler Stone) yang terkenal sombong dan menyebalkan.

Sedari kecil, Patchi mengalami masa-masa sulit, bahkan untuk makanan saja, ia hanya mendapat makanan sisa. Namun Patchi tak pernah bersedih hati. Ditambah lagi, suatu ketika, Patchi bertemu dengan jenis Pachyrhinosaurus lainnya, Juniper (Tiya Sircar), yang berada dari kelompok yang berbeda dari Patchi.

Liarnya kehidupan kala itu, menewaskan Ayah Patchi dalam upaya menyelamatkan dirinya. Bertambah buruk ketika Patchi tak lagi dapat menemui cinta pertamanya, Juniper lantaran kini perjalanan rutin menuju Selatan sudah dimulai. Perjalanan musiman para hewan purba, antar Utara dan Selatan guna menyesuaikan kondisi musim.

Puncaknya adalah ketika Patchi beranjak dewasa, dan ia harus menghadapi Scowler, kakaknya sendiri yang tengah menjadi ketua rombongan, juga mencuri Juniper dari Patchi. Di sini, Patchi harus bangkit dari keterpurukannya dan menuju awal baru yang lebih cerah. Mampukah Patchi merubah nasib hidupnya? Lalu bagaimanakah dengan fosil gigi Gorgosaurus yang ditemukan Ricky dan Uncle Zack?

Walking With Dinosaurs, persembahan Animal Logic, BBC Earth, juga BBC Worldwide merupakan kisah keluarga yang sangat menyentuh. Hal ini diilhami dari bagaimana seekor Pachyrhinosaurus, dapat menunjukan sisi baik kepada golongan sesamanya. Uniknya lagi, John Collee selaku penulis skenario memposisikan plot cerita Walking With Dinosaurs dari sudut pandang orang ketiga, yakni Alex, sang burung.

Hal ini tentunya membuat sepanjang film berisikan narasi-narasi lucu dan menghibur akibat komentar-komentar dari Alex. Barry Cook dan Neil Nightingale juga bersama-sama membesut Walking With Dinosaurs menjadi tontonan yang kental dengan rasa kekeluargaan dan kebaikan hati.

Hadir di penghujung tahun 2013, Walking With Dinosaurs yang merupakan film dengan pasar anak-anak, diharapkan mampu menginspirasi penonton dalam hal-hal yang positif. Perlu diingat, sisi komedi dan humor dalam film ini sangatlah pas, tidak berlebihan, tidak juga kurang.

Ditempat lain, dengan durasi 87 menit, Walking With Dinosaurs juga menampilkan visualisasi gambar yang sangat memanjakan mata. Apalagi film ini juga akan hadir dalam format 3D yang mampu memberikan pengalaman baru bagi Anda saat menontonnya.

sumber: http://www.21cineplex.com/review/walking-with-dinosaurs-mengintip-cerita-dinosaurus-dari-sebuah-fosil,2926.htm


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x280
Durasi: 1 Jam - 27 Menit - 22 Detik
Ukuran: 191 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: angel water

Download Film Gratis: The Lego Movie + Subtitle Indonesia

Selasa, 13 Mei 2014

Download Film Gratis - The Lego Movie + Subtitle Indonesia


download film gratis the lego movie
Source: WEBRip
Released: 7 February 2014 (USA)
Country: Australia | USA | Denmark
Language: English
Genre: Animation | Adventure | Comedy | Fantasy | Family
Directors: Phil Lord, Christopher Miller
Writers: Dan Hageman (story), Kevin Hageman (story)
Starcast: Will Arnett, Elizabeth Banks, Alison Brie, Morgan Freeman, Jonah Hill, Liam Neeson










Review

Setelah seri film Dungeons & Dragons (2000 – 2011), Transformers (2007 – 2011), G.I. Joe (2009 – 2013) dan Battleship (2012), Hollywood kembali mencoba peruntungannya dalam memproduksi film yang diangkat dari sebuah permainan melalui The LEGO Movie. The LEGO Movie sendiri bukanlah film pertama yang jalan ceritanya didasarkan atas permainan susun bangun yang terbuat dari plastik tersebut.

Sebelumnya, LEGO telah menginspirasi sejumlah film animasi yang kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk DVD maupun ditayangkan melalui media televisi – menjadikan The LEGO Movie sebagai film LEGO pertama yang dirilis di layar lebar. Untungnya, dibawah arahan duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009), The LEGO Movie mampu dikembangkan menjadi sebuah film yang tidak hanya tampil kuat dalam kualitas visualnya, namun juga hadir dengan kualitas naskah yang begitu hangat dan menghibur.

The LEGO Movie sendiri dimulai dengan penggambaran kehidupan di dunia LEGO dimana seluruh masyarakatnya menjalankan aktivitas harian mereka berdasarkan buku panduan yang telah dikeluarkan oleh Lord Business (Will Ferrell). Dalam dunia tersebutlah penonton kemudian diajak berkenalan dengan Emmet (Chris Pratt), seorang pekerja konstruksi yang, seperti semua orang di dunianya, hidup dengan peraturan yang telah ditetapkan Lord Business.

Namun, semua hal berubah ketika Emmet secara tidak sengaja menemukan Piece of Resistance – sebuah benda yang semenjak lama telah melegenda karena kemampuannya untuk menyelamatkan dunia dari senjata berbahaya yang disebut dengan Kragle – dan kemudian menyentuhnya – suatu hal yang semenjak lama telah dilarang oleh Lord Business. Ketika menyentuh Piece of Resistance itulah, Emmet mendapatkan banyak bayangan mengenai berbagai hal yang terjadi pada masa lalu dunia LEGO.

Sial, karena tidak kuat dalam menerima berbagai bayangan tersebut, Emmet kemudian jatuh pingsan. Ketika terbangun, Emmet telah berada dalam tahanan yang dikelola oleh tangan kanan Lord Business, Bad Cop (Liam Neeson). Disana, Emmet mulai menyadari niat buruk Lord Business untuk menghancurkan dunia LEGO dengan menggunakan Kragle.

Beruntung, Emmet kemudian diselamatkan oleh Wyldstyle (Elizabeth Banks) yang langsung membawa Emmet ke hadapan seorang penyihir bernama Vitruvius (Morgan Freeman). Oleh Vitruvius, Emmet mendapatkan banyak informasi mengenai Piece of Resistance, Kragle serta niat jahat dari Lord Business. Dan karena Emmet telah menemukan Piece of Resistance, Vitruvius menunjuk Emmet sebagai sosok pahlawan. Bersama, mereka segera membentuk kelompok untuk menghalangi niat Lord Business dalam menghancurkan dunia LEGO.

Layaknya LEGO yang memanfaatkan imajinasi para penggunanya untuk dapat mengkreasikan berbagai bentuk yang mereka inginkan, Phil Lord dan Chris Miller juga mampu mengembangkan begitu banyak plot penceritaan kreatif bagi The LEGO Movie melalui karakter-karakter yang juga didukung oleh deretan karakter popular seperti Batman, Superman, Green Lantern hingga karakter-karakter dari seri film Star Wars.

Jalan cerita yang dihadirkan sendiri sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang baru. Namun, seperti yang dapat dirasakan pada Cloudy with a Chance of Meatballs, Lord dan Miller memiliki kemampuan yang kuat dalam mengolah deretan dialog naskah cerita mereka sehingga mampu berisi banyak referensi budaya pop yang sedang mendunia saat ini maupun berbagai guyonan yang mampu memberikan hiburan. Ditambah dengan pemilihan ritme penceritaan yang berjalan dengan cukup cepat, The LEGO Movie berhasil dikemas menjadi sebuah film animasi yang begitu menyenangkan.

Penceritaan The LEGO Movie sendiri sedikit mengalami gangguan ketika Lord dan Miller terkesan mulai mengeksplorasi karakter-karakternya secara berlebihan di pertengahan film. Banyaknya karakter yang muncul seringkali membuat jalan cerita The LEGO Movie kehilangan fokus penceritaan utamanya. Tidak heran dengan durasi yang mencapai 100 menit, The LEGO Movie sempat beberapa kali terasa datar dalam kehadirannya. Bukan sebuah masalah besar. Kualitas penceritaan film ini mendapat dukungan yang solid dari para pengisi suaranya. Mulai dari Chris Pratt yang memerankan Emmet sang karakter utama hingga nama-nama seperti Elizabeth Banks, Morgan Freeman, Will Ferrell, Will Arnett hingga duo Channing Tatum dan Jonah Hill yang sempat bekerjasama dengan Lord dan Miller dalam 21 Jump Street (2012) mampu memberikan kontribusi terbaik lewat suara mereka. Kualitas tata produksi juga tidak perlu diragukan. Lord dan Miller berhasil menghadirkan warna-warna cerah yang begitu menyenangkan untuk disaksikan dalam filmnya.

Well… meskipun terdapat beberapa bagian yang memberikan titik-titik lemah dimana The LEGO Movie masih terasa menjemukan, Phil Lord dan Chris Miller secara keseluruhan berhasil kembali membuktikan daya kreativitas mereka yang begitu tinggi. Usai menghidupkan berbagai jenis makanan dalam Cloudy with a Chance of Meatballs, keduanya kini sukses turut memberikan kehidupan pada karakter-karakter yang terbuat dari mainan plastik dan mengeksplorasinya menjadi sebuah perjalanan kisah yang cukup menyenangkan. Ditambah dukungan pengisi suara yang begitu berhasil untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan dan kualitas tata produksi yang meyakinkan, The LEGO Movie adalah sebuah sajian animasi penuh warna yang akan berhasil memberikan momen-momen menyenangkan bagi para penontonnya.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2014/02/14/review-the-lego-movie-2014/


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1, Link 2, Link 3, Link 4
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 27 Detik
Ukuran: 212 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT

Subtitle By:  n42n42

Download Film Gratis: Little Manhattan + Subtitle Indonesia

Sabtu, 19 April 2014

Download Film Gratis - Little Manhattan + Subtitle Indonesia


download film gratis little manhattan
Source: DVDRip
Released : 2005
Country: USA
Genre : Comedy | Romance | Family
Starcast :   Josh Hutcherson, Charlie Ray and Bradley Whitford
Director : Mark Levin
Writer : Jennifer Flackett












Review

Anda salah satu penggemar film Bridge to Terabithia  ? Kalo iya, mungkin anda harus menonton film ini. Atau mungkin anda sudah menonton film ini dan belum menonton filmBridge to Terabithia? Mungkin saja, kalo begitu anda jangan melewatkan kedua film itu.

Selain dibintangi oleh salah satu pemeran BtT, yaituJosh Hutcherson. Film ini jg mempuyai ide cerita yang hampir sama dengan film Bridge to Terabithia. Yaitu mengenai persahabatan dua anak kecil.

Cuma bedanya kalo di Bridge to Terabithia kedua anak kecil ini tidak mengatakan cinta, akan tetapi di film ini kedua anak kecil ini sudah mengatakan cinta dan bisa merasakan manis dan asamnya cinta tersebut. Padahal usia mereka masih terbilang hijau di umur tersebut
--------

.Gabe seorang bocah berumur 10 tahun sedang mengalami masa-masa terindahnya ketika dia jatuh cinta untuk pertama kali pada seorang bocah perempuan bernama Rosemary (11 tahun), yang tidak lain adalah teman Gabe sejak taman kanak-kanak.

Perjalanan cinta Gabe terhadap Rosemary membuat film ini dipenuhi dengan adegan-adegan konyol yang mengundang seyum dan tawa. Saya larut dalam alur film ini dan membuat saya sedikit flashback ketika saya mengalami perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Gabe, yaitu cinta pertama, atau tepatnya untuk saya mungkin adalah cinta monyet. Hehehe.

Berkebalikan dengan apa yang dirasakan oleh Gabe, orang tua Gabe sedang mengalami proses perceraian yang secara tidak langsung juga mempengaruhi pola pikir Gabe akan arti sebuah hubungan.

Konflik perasaan baik antara Gabe dan Rosemary atau Gabe dengan kedua orang tuanya merupakan inti dari alur cerita di film yang berjudul Little Manhattan ini.


Setting film yang mengambil gambar di Manhattan, New York memberikan kita sedikit gambaran bagaimana kehidupan yang terjadi di sana. Akhir kata film ini sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga dan menjadikan salah satu bahan diskusi (mungkin).



Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Durasi : 84 Menit
Source : DVDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT

Download Film Gratis: Antboy + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Antboy + Subtitle Indonesia


download film gratis antboy
Source: BRRip
Released: 16 April 2014 (USA)
Country: Denmark
Language: Danish
Genre: Adventure | Comedy | Family
Director: Ask Hasselbalch
Writers:  Anders Ølholm (screenplay), Torbjørn Rafn (story)
Starcast: Oscar Dietz, Nicolas Bro, Samuel Ting Graf











Review

Bagi para penggemar film superhero yang diperankan oleh anak-anak, terdapat sebuah judul bertema tersebut yang bisa cukup menghibur para penonton. Bertajuk Antboy, film asal Denmark ini mengetengahkan aksi seorang anak yang memiliki kekuatan super.

Dikisahkan, seorang anak berusia 12 tahun bernama Pelle terkena gigitan seekor semut aneh. Setelah itu, tiba-tiba saja ia memiliki kekuatan super yang tak pernah dibayangkan olehnya sama sekali. Dibantu oleh temannya sang penggila komik bernama Wilhelm, Pelle pun membuat sebuah kostum khusus sambil menutupi rahasianya dengan menyamar sebagai Antboy. Cerita semakin rumit saat Antboy menghadapi musuh pertamanya bernama The Flea.


Antboy merupakan adaptasi dari buku anak-anak populer karangan penulis Denmark Kenneth Bogh Andersen. Filmnya sendiri sangat kental dengan unsur komedi dan petualangan yang menyenangkan untuk ditonton. Sebelumnya, Antboy pernah tayang di Festival Film Internasional Toronto pada 7 September 2013. Di negara asalnya yaitu Denmark, film ini sudah tayang pada 3 Oktober 2013. Menyusul kemudian di Inggris pada 19 Oktober 2013 lalu  Amerika Serikat pada 16 April kemarin.



Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x360
Durasi: 1 Jam - 16 Menit - 33 Detik
Ukuran: 155 mb



Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Lebah Ganteng