.
.

Download Film Gratis: Warkop DKI Dongkrak Antik

Jumat, 02 Mei 2014

Download Film Gratis - Warkop DKI Dongkrak Antik


download film gratis warkop dki dongkrak antik
Source: VCDRip
Released: 1982 (Indonesia)
Country: Indonesia
Language: Indonesian
Genre: Comedy
Director: Arizal
Writer: N/A
Starcast: Dono Warkop, Kasino Warkop, Indro Warkop, Meriam Bellina, Idjah Bomber, Piet Burnama, Mat Solar









Sinopsis

Kali ini Warkop DKI ditemani satu pelawak lagi, Mat Solar. Masing-masing memiliki kekhasan: Kasino pemarah, Dono pelupa, Indro gagap, dan Mat Solar setengah tuli. Mereka bekerja di sebuah hotel yang dipimpin oleh Paulus (Pitrajaya Burnama). Keanehan mereka itulah yang menjadi sumber kelucuan dan jadi serba salah tindak maupun salah paham, sebuah resep kuno yang anehnya masih juga dipakai dan menarik penonton.


Puncaknya acara tahun baru di hotel tersebut. Mereka tampil sebagai pengisi acara dengan nama "Wah Gede Banget". Tampillah lagu-lagu Beatles, Rolling Stone dan beberapa lagu daerah. Cuma akhirnya acara itu tetap berantakan.


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
Jenis : AVI
Ukuran : 124 mb
Durasi : 1 Jam - 24 Menit - 55 Detik
Source : VCDRip

Download Film Gratis: Django Unchained + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - Django Unchained + Subtitle Indonesia


download film Django Unchained
Source: BDRip
Released: 2012
Country: USA
Language: English | German | French
Genre: Adventure | Crime | Drama
Director: Quentin Tarantino
Writer: Quentin Tarantino

Starcast: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Samuel L. Jackson  and Leonardo DiCaprio









Review

Idenya diambil dari spaghetti western milik Sergio Corbucci, termasuk nama tokoh utamanya, Django yang legendaris itu, tetapi jika kamu berbicara soal seorang sutradara senyentrik seperti Quentin Tarantino, pastinya kamu tahu bahwa ia tidak pernah meminjam sesuatu dengan begitu saja.

Seperti kebiasaannya, Tarantino selalu membuat versinya sendiri dengan lebih banyak kegilaan, humor satir, dialog-dialog panjang, balas dendam dan tentu saja tumpahan darah, lihat saja ketika ia meminjam kung-fu dan pernak-pernik Shaw Brothers untuk dijadikan ajang balas dendam The Bride yang marah di dwilogi Kill Bill, atau yang terakhir, ketika ia menulis kembali sejarah perang dunia ke II versinya sendiri dalam Inglorious Basterds yang luar biasa itu.

Jadi ketika ia kemudian mencoba membuat sebuah film bertema koboi tentu saja ini akan menjadi sajian berbeda dari kebanyakan western movie membosankan yang pernah kamu lihat sebelumnya.

Premisnya sebenarnya sederhana, seorang suami yang mencari istrinya yang hilang, tetapi coba tambahkan ini; Lokasinya di barat tua yang panas dan gersang, ada budak kulit hitam beruntung, Django (Jamie Foxx) yang merdeka dan menjadi pemburu hadiah bersama sahabat barunya, seorang dokter gigi Jerman, Dr. Schultz yang dimainkan (lagi-lagi) dengan gemilang oleh Chistoph Waltz bersama opening scene 10 menitnya yang mungkin hanya bisa dikalahkan oleh penampilannya sendiri sebagai Jew Hunter ketika ia mengintrogasi pemilik peternakan malang di Inglorious Basterds empat tahun lalu.

Set waktunya sendiri berada di 1858, dua tahun sebelum perang saudara berlangsung, era di mana setiap orang akan terheran-heran ketika melihat pria kulit hitam berani menunggang kuda.

Lalu ada Leonardo Di Caprio sebagai pemilik perkebunan, Calvin Candie yang kejam sebagai tujuan duo bounty hunter itu berikutnya karena dipercaya Candie adalah orang yang memiliki Broomhilda (Kerry Washington), istri Django yang hilang itu.

Sama-sama menggunakan sejarah sebagai latar belakang berceritanya, tetapi tidak seperti Inglorius Basterds yang kental dengan elemen historisnya, Django Unchained tampak murni hanya sebagai setting untuk meletakan narasi sederhananya.

Ini kisah tentang from hero to zero, menggabungkan eastern, western atau mungkin southern dengan elemen koboi, pemburu hadiah, perbudakan, rasisme dan balas dendam yang kental dalam semangat spaghetti western modifikasi yang di presentasikan dengan keren seperti kebanyakan film Tarantino bersama segala editing jenius ( meskipun kali ini tanpa campur tangan Sally Menke, langganan Tarantino yang meninggal 2010 lalu) kejutan-kejutan menarik dan pemilihan soundtrack, scoring enerjik yang meskipun terdengar salah tempat namun malah menjadikan setiap momennya ,dan tentu saja yang sudah kamu tunggu, elemen kekerasan tingkat tingginya yang banyak melibatkan banyak darah bermuncratan, tubuh berlubang dan kepala-kepala yang hancur berantakan, seperti misalnya, adegan terbaik yang berlangsung di kediaman adik perempuan Candie itu sudah sedikit banyak mengingatkan kita ketika Uma Thurman ketika ia membantai para ”Crazy 88″ di Kill Bill. Vol 1, hanya saja kali ini samurai dan elemen kung-fu nya digantikan dengan banyak hujanan peluru dari senapan dan revolver dengan gaya khas western yang kental.

Jamie Foxx boleh saja beruntung mendapat tempat utama sebagai Django yang mendominasi semua bagian, namun kredit terbesar berada di para pemeran pembantunya. Ada Cristoph Waltz yang kembali tampil memesona menghidupkan semua bagian dengan kekuatan aktingnya, lalu ada Leonardo Di Caprio yang tampil menghibur sebagai majikan perkebunan yang kejam, pemuja Mandingo yang brutal, bahkan penampilan sebentar Samuel L. Jackson pun tak kalah apiknya, plus jangan lewatkan cameo Tarantino dalam sebuah adegan yang kocak.

Mungkin bukan karya terbaik Tarantino yang pernah kamu saksikan, tetapi jika kamu adalah fansnya, sulit untuk tidak jatuh cinta dengan Django Unchained yang konon merupakan bagian kedua dari sebuah trilogi setelah sebelumnya Inglorious Basterds sudah memulainya terlebih dahulu.


Apalagi untuk ukuran sebuah western movie yang biasa dijadikan tontonan nomor dua, Tarantino sudah melakukan sebuah usaha fantastis untuk menaikan pamor genre klasik ini dengan caranya sendiri tanpa harus menghilangkan semangat baratnya yang keras dan panas, terlebih kamu akan kembali bertemu dengan seorang Christoph Waltz yang lagi-lagi tampil bagus.

sumber: http://movienthusiast.com/2013/01/review-django-unchained-2012/


Trailer






Download Film Gratis Nya

Download Part 1
Download Part 2

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Part 1 - Part 2
Jenis : AVI
Durasi : 165 Menit
Source : BDRip


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa : Indonesia
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Subscene.com

Download Film Gratis: Tokarev + Subtitle Indonesia

Kamis, 01 Mei 2014

Download Film Gratis - Tokarev + Subtitle Indonesia


download film gratis tokarev
Source: BRRip
Released: 2014 (USA)
Country: USA | France
Language: English
Genre: Action | Crime | Thriller
Director: Paco Cabezas
Writers: Jim Agnew, Sean Keller
Starcast: Nicolas Cage, Rachel Nichols, Aubrey Peeples











Review

Paul Maguire (Nicolas Cage) adalah seorang pria yang tampak sempurna dengan profesinya sebagai kontraktor di sektor perdagangan, dan memiliki keluarga. Istrinya Vanessa (Rachel Nichols) dan putrinya Caitlin (Aubrey Peeples) sangat memujanya. Namun sebenarnya di masa lalu, Paul adalah seorang penjahat dan dia masih berhubungan dengan rekan lamanya, Kane (Max Ryan) dan Doherty (Michael McGrady).

Suatu malam Paul dan Vanessa pergi keluar untuk makan malam dengan beberapa teman, meninggalkan Caitlin di rumah dengan teman-temannya Mike (Max Fowler) dan Evan (Jack Falahee). Di tengah makan malam, Detektif St John (Danny Glover) memasuki restoran dan mengatakan kepadanya bahwa sesuatu telah terjadi pada Caitlin.

Evan dan Mike memberitahu polisi dan Paul bahwa mereka sedang menonton TV dengan Caitlin, tiba-tiba beberapa pria Rusia menerobos masuk dan membawanya. Mereka mencoba menghentikan tetapi para pria Rusia itu tetap bisa menghalangi Mike dan Evan. Pada akhirnya, Caitlin ditemukan tak bernyawa, pada saat itu juga Paul merasa dunianya hancur.

Beberapa tahun sebelum Caitlin lahir, Paul dan teman-temannya pernah merampok jutaan dolar dari seorang gangster Rusia. Paul menggunakan uang untuk kabur dan percaya bahwa mereka telah lolos dari kasus perampokan itu hingga sekarang. Paul yakin penculikan putrinya adalah pembalasan untuk kejahatan yang dilakukannya di masa muda.


Paul mengabaikan polisi dan mulai menginvestigasi sendiri, selain itu dia juga menentang keinginan bos lamanya Frank O'Connell (Peter Stormare). Paul dan teman-temannya mulai mencari dengan berbagai cara untuk terhubung kembali dengan Chernov (Pasha D. Lychnikoff), yaitu seorang bos mafia legendaris yang dulu mereka rampok uangnya. Paul yang awalnya mendapatkan dukungan dari Vanessa, kini Vanessa merasa takut bila Paul kembali menjadi pembunuh seperti dulu.


Trailer




Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x270
Durasi: 1 Jam - 38 Menit - 26 Detik
Ukuran: 201 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By:  tag-dgn

Download Film Gratis: X-Men First Class + Subtitle Indonesia

Download Film Gratis - X Men First Class + Subtitle Indonesia


download film gratis x men first class
Source: BRRip
Released: 3 June 2011 (USA)
Country: USA | UK
Language: English | German | French | Spanish | Russian
Genre: Action | Adventure | Sci Fi
Director: Matthew Vaughn
Writers: Ashley Miller (screenplay), Zack Stentz (screenplay)
Starcast: James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence










Review

Setelah seri ketiga dari franchise X-Men, X-Men: The Last Stand (2006), yang diarahkan oleh Brett Ratner mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia – hal yang kemudian dialami juga oleh spin-off prekuel dari franchise tersebut, X-Men Origins: Wolverine (2009) arahan Gavin Hood – Marvel Studios dan 20th Century Fox sebagai pihak produser kemudian memutuskan untuk memberikan sebuah prekuel penuh bagi franchise X-Men yang kini telah berusia sebelas tahun itu.

Dalam X-Men: First Class, penonton dibawa jauh kembali menuju masa – masa ketika Professor X masih belum mengalami kebotakan dan lebih dikenal dengan nama Dr Charles Xavier, Magneto – juga masih lebih dikenal dengan nama Erik Lensherr – belum menemukan dan menggunakan topi baja anehnya serta keduanya masih menjalami masa-masa indah persahabatan mereka.

Memulai kisahnya pada tahun 1944, X-Men: First Class akan mengisahkan masa lalu kelam dari Erik Lensherr (Bill Milner) dan ibunya yang menjadi korban tawanan pihak tentara Jerman di Auschwitz semasa Perang Dunia II. Dalam satu kesempatan, ibunya bahkan tewas di hadapan Erik akibat perbuatan Sebastian Shaw (Kevin Bacon), salah seorang ilmuwan Nazi yang juga merupakan pimpinan kelompok Hellfire Club, sebuah kelompok yang memiliki rencana untuk mengambil alih dunia. Kematian ibunya itulah yang secara perlahan menumbuhkan sifat kelam di dalam diri Erik sekaligus dendam yang begitu kuat.

Hampir dua dekade kemudian, Erik dewasa (Michael Fassbender), yang merupakan seorang mutan dengan kekuatan dapat mengendalikan setiap benda yang terbuat dari bahan metal, memulai perburuannya terhadap Shaw dan orang-orang yang yang telah memperlakukan dirinya serta ibunya dengan begitu buruk.

Erik kemudian bertemu dengan Charles Xavier (James McAvoy), seorang mutan dengan kemampuan dapat membaca jalan pemikiran orang lain, serta Raven (Jennifer Lawrence), mutan yang dapat mengubah bentuk tubuhnya menjadi apapun yang ia inginkan. Atas persamaan yang mereka miliki, Erik dan Charles kemudian membentuk sebuah persahabatan yang sangat erat.

Jalan Erik untuk dapat membunuh Shaw datang ketika agen rahasia CIA, Moira McTaggert (Rose Byrne), datang kepada mereka dan meminta bantuan untuk menangkap Shaw. Agen McTaggert sendiri mencurigai bahwa Shaw sedang menyusun rencana untuk mengadu domba hubungan Amerika Serikat dan Rusia dengan harapan agar terjadi Perang Dunia III.

Erik dan Charles, bersama dengan Raven, kemudian merekrut para mutan lainnya yang dapat mereka temukan untuk membentuk sebuah kekuatan yang lebih kuat dalam melawan Shaw – yang juga merupakan seorang mutan dan telah memiliki pasukan mutan sendiri untuk mendukung pergerakannya.

Menceritakan kembali kisah masa lalu dari Professor X dan Magneto yang nantinya akan memimpin dua kubu yang saling berseteru, X-Men: The First Class juga memperkenalkan beberapa mutan yang sebelumnya belum pernah ditampilkan dalam seri-seri X-Men sebelumnya. Beberapa diantara mereka, seperti Azazel (Jason Flemyng) dan Alex Summers/Havok (Lucas Till) mampu tampil cukup istimewa dengan kekuatan yang mereka miliki.

Dari seluruh jajaran pemeran pendukung yang ada, Jennifer Lawrence mampu tampil meyakinkan dengan chemistry yang ia ciptakan dengan James McAvoy dan khususnya dengan Nicholas Hoult yang memerankan Henry McCoy/Beast. Dari para pemeran karakter utama, rasanya penonton tidak akan dapat menemukan talenta yang lebih baik untuk memerankan karakter Charles Xavier dan Erik Lensherr daripada James McAvoy dan Michael Fassbender. Keduanya mampu dengan baik menghidupkan karakter yang mereka perankan sekaligus memberikan sebuah sentuhan baru (dan lebih segar, tentunya) dari apa yang selama ini telah diberikan oleh aktor Patrick Stewart dan Ian McKellen dalam seri-seri X-Men sebelumnya.

Sebagai pemeran antagonis, Kevin Bacon juga tampil luar biasa dingin. Ini yang membuat karakter yang ia perankan terlihat begitu menakutkan terlepas dari kelakuan dan perkataannya yang ditampilkan dengan sangat tenang.

Jajaran departemen X-Men: First Class bukannya sama sekali tidak tanpa masalah. January Jones yang berperan sebagai Emma Frost dapat dikatakan sama sekali tidak memberikan penampilan yang berarti. Begitu pula dengan Zoe Kravitz yang memerankan Angel Salvadore yang terlihat kaku pada kebanyakan penampilannya. Kebanyakan akting yang terasa kurang memuaskan ini sendiri bukannya hadir karena kekurangmampuan para pemeran untuk menghidupkan karakter mereka. Poin-poin lemah tersebut seringkali muncul karena karakter yang mereka dapatkan kurang mendapatkan penggalian yang begitu dalam akibat jalan cerita yang lebih berfokus pada karakter Charles Xavier dan Erik Lensherr.

Sutradara X-Men: First Class, Matthew Vaughn, harus diakui memiliki sentuhan yang cukup ampuh dalam menangani setiap film-film bertema superhero. Setelah dipuji banyak kritikus film dunia lewat Kick-Ass (2010), Vaughn berhasil kembali membawa penyegaran pada jalan cerita franchise X-Men. Vaughn menghadirkan X-Men: First Class sebagai sebuah penceritaan yang berjalan cepat, penuh dengan adegan aksi yang cukup memukau namun tidak melupakan kehadiran sisi emosional dari kisah drama yang ditawarkan.

Beberapa masalah mungkin datang dari ritme penceritaan yang beberapa kali terasa kurang begitu stabil, namun secara keseluruhan, Vaughn berhasil menciptakan X-Men: First Class sebagai sebuah film yang cukup menyenangkan. Sama seperti film superhero lainnya yang rilis di tahun bersamaan, Captain America: The First Avenger, jalan cerita X-Men: First Class juga memiliki latar belakang waktu di masa lalu. Vaugn dengan begitu baik mampu menggarap sebuah susunan tim produksi yang benar-benar berhasil dalam menciptakan setiap detil yang mampu mendukung atmosfer cerita yang terjadi di masa tersebut.

Pewarnaan gambar X-Men: First Class sepertinya juga dijaga dengan tonal warna yang klasik untuk semakin menambah kesan yang mendukung bahwa jalan cerita film ini berada di masa beberapa dekade sebelumnya. Tata musik arahan Henry Jackman juga berhasil mendukung peningkatan emosi dalam setiap adegan cerita. Dengan kegagalan X-Men: The Last Stand dan X-Men Origins: Wolverine, rasanya wajar saja jika penonton tidak berharap begitu banyak pada kualitas penceritaan X-Men: First Class. Pun begitu, Matthew Vaughn berhasil menciptakan sebuah suasana penceritaan baru yang akan cukup mampu mengembalikan citra baik franchise X-Men.


Kekuatan utama film ini jelas berada di departemen akting yang dipimpin oleh James McAvoy dan Michael Fassbender yang mampu memberikan penampilan mereka yang luar biasa. Beberapa kerikil terdapat di bagian ritme penceritaan, namun tidak begitu berpengaruh banyak pada kualitas dari naskah cerita film ini. Hadir dengan penceritaan yang cepat, akting yang kuat dan tampilan visual yang memikat, X-Men: First Class berhasil berdiri tegak dan menjadi awal baru yang meyakinkan bagi eksistensi franchise X-Men.

sumber: http://amiratthemovies.wordpress.com/2011/09/24/review-x-men-first-class-2011/


Trailer





Download Film Gratis Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Alternatif: Link 1 - Link 2
File Format: mp4
Resolusi: 640x272
Durasi: 2 Jam - 11 Menit - 42 Detik
Ukuran: 276 mb


Download Subtitle Nya

Download Now

Download Film Lebih Cepat dengan UCWEB klik!

Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki